Pendekar Langit

Pendekar Langit
Ch. 17 Dataran Anggrek


__ADS_3

Sebulan setelah kejadian Bangsawan Nandra, Hara tiba di perbatasan Dataran Anggrek. Sebenarnya mereka bisa saja sampai hanya dalam duam minggu, namun Hara memutuskan untuk membatasi perjalanan mereka.


Mereka menggunakan sisa waktu setiap harinya untuk melakukan meditasi dan mempelajari ilmu bumi dan langit.


Dalam dua minggu Gana dan Adika telah membentuk satu buah kristal energi merah sebesar kepalan orang dewasa.


Setelah mencapai tingkatan pendekar awan, kekuatan keduanya meningkat lima kali lipat. Gana bisa merasakan aliran energi baru mengalir kestiap sendi dan darahnya.


Kejadian aneh sempat terjadi oleh mereka, biasanya kristal energi pada pendekar awan berbentuk seperti bola dan memancarkan sinar.


Berbeda kasus pada mereka berdua, kristal energi keduanya berbentuk hexagonal dan terdapat sebuah inti berwarna violet yang terbungkus warna merah.


Kegembiraan tampak diwajah keduanya, diumur mereka yang baru menginjak tiga belas tahun sudah mencapai tingkatan pendekar awan.


Beberapa hari sebelum tiba di Dataran Anggrek, Hara pun akhirnya mampu mengubah kristal kecilnya menjadi kristal besar.


Berbeda dengan Gana dan Adika, bentuk kristal energi Hara memiliki delapan sisi berwarna scarlet dengan inti berwarna violet.


“Apa ini….. bukannya….” Tanya Hara dalam hati. Ia kebingungan karena kristal besarnya memiliki delapan kristak kecil lagi berbentuk diamond berwarna masing-masing merah, scarlet, kuning, emas, hitam, violet, biru dan hijau disetiap sisinya.

__ADS_1


Kristal kecil itu bergerak memutar mengelilingi kristal besar sebagai poros. Hara tidak terlalu mengambil pusing. Ia hanya harus mencapai kristal emas agar bisa mempelajari ilmu tujuh langit.


“Tuan….” Sebuah seuara muncul dalam pikiran Hara.


“Dengan tenaga dalammu yang sekarang seharusnya kau sudah bisa mempelajari ilmu tujuh langit” suara itu adalah suara Shyam, pedang langit.


“bukankah dalam kitab itu mengatakan hanya pendekar emas keatas yang mampu mempelajarinya” tanya Hara.


“Benar tuanku, tapi dengan keunikan kristal energimu, cukup kuat untuk mempelajarinya” jelas Shyam.


“Baiklah…aku akan segera mencobanya” jawab Hara penuh semangat.


Setelah mencapai sisi luar Dataran Anggrek, ketiganya memutuskan untuk tidak langsung mencari pemukiman. Mereka langsung menuju sebuah lembah yang berada tidak jauh dari desa setempat.


Perjalanan mereka menuju lembah tersebut terhenti ketika bertemu dengan sebuah kemah kecil. Adika berinisiatif memeriksanya, Gana dan Hara mencoba melihat sekeliling.


Tiba-tiba sebuah pisau kecil terbang dengan kecepatan tinggi kearah Hara. Dengan sigap Hara berhasil mengambil pisau tersebut.


Lagi, tiga pisau terbang kearah ketiganya dari arah yang berbeda-beda, namun sekali lagi pisau-pisau itu bukan ancaman bagi ketiganya.

__ADS_1


“keluarlah…aku tahu kamu ada dibalik pohon itu” seru Adika sambil melempar pisau yang dipegangnya ke sebuah pohon. Dengan kecepatan tinggi pisau itu menembus pohon dan memberikan lubang yang cukup besar tepat diatas kepala orang misterius tersebut.


Keringat dingin mengucur dari kepala orang misterius tersebut. Akhirnya perlahan ia keluar dari persembunyiannya.


Hara dkk. mengetahui jika yang melempar pisau-pisau tersebut tidak lebih besar dari mereka, sehingga Adika tidak mengerahkan seluruh kemampuannya.


“Maafkan aku senior…. Aku mengira kalian adalah pencuri yang ingin mencuri perbekalan kami” ucap seorang gadis kecil berusia belasan tahun dengan pakaian ala pendekar.


“Aku tahu kalian dari tadi bersembunyi disana…. Jadi aku tidak menggunakan sepenuhnya kekuatanku” ucap Adika tersenyum.


Gadis itu hanya melongo terdiam. “bukan kekuatan pebuh?” tanya gadis itu dalam hati.


“Dimana adikmu?” tanya Hara sambil mengembalikkan pisau-pisau tadi kepada gadis itu.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2