Pendekar Langit

Pendekar Langit
Ch. 6 Ramuan Jiwa Emas


__ADS_3

Hara hanya tersenyum melihat kedua temannya kebingungan. Pantas saja, karena ramuan yang akan ia buat baru akan muncul ke dunia persilatan sekitar lima puluh tahun lagi.


“kalian tenang saja, nanti kalian akan tahu apa khasiat dari rumput ini” jelas Hara sambil menaikkan senyumnya percaya diri.


Mereka menganggap Hara sudah kehilangan akalnya karena penjelasan Hara tidak bisa mereka terima begitu saja.


“Rumput hijau emas ini jika kita konsumsi begitu saja akan memiliki efek yang sangat dasyat, namun jika dilakukan pemurnian melalui proses penyulingan maka efeknya akan berkurang” lanjut jelas hara.


“untuk itulah aku menyuruh kalian berdua mengumpulkan tanaman obat sebanyak mungkin sebagai bahan pendukung ramuan jiwa emas ini” lanjut Hara.


Setelah makan malam, Hara menyuruh kedua temannya melakukan latihan tenaga dalam melalui teknik meditasi. Hara tahu jika sekarang ia dan teman-temannya mengkonsumsi ramuan itu maka khasiatnya tidak akan maksimal.

__ADS_1


“Agar ramuan jiwa emas ini berkhasiat maksimal setidaknya kita harus memiliki lima puluh kirstal energi” terang Hara. Adika dan Gana menaikkan alis mereka seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkan Hara.


“kau bilang lima puluh? Wah…kau sudah gila Hara”seru Adika menyadari bahwa lima puluh kristal energi itu hanya bisa mereka dapatkan dengan berlatih selama dua tahun. Bahkan untuk seorang jenius pun bisa membutuhkan setidaknya delapan bulan hingga satu tahun.


“Aku tidak gila” Hara tersenyum kecil. “aku akan memberikan kalian teknik meditasi dan beberapa mantra agar kita segera mengumpulkan lima puluh kristal energi.” Terang Hara seraya menuliskan beberapa mantra yang cocok dengan dasar jiwa kedua temannya tersebut.


Dasar jiwa merupakan sebuah wadah dalam jiwa manusia yang menentukan potensi kekuatan yang dimiliki oleh seseorang.


Menggunakan mata jiwa yang pernah ia pelajari dikehidupan sebelumnya, Hara mampu mengetahui dasar jiwa Adika dan Gana. Hara kemudian meminta Adika dan Gana menutup mata kemudian memusatkan pikirannya masuk kedalam jiwa mereka.


Tiba-tiba tubuh Adika dan gana serasa berguncang, rambut halus disekujur tubuh mereka berdiri seolah merasakan kekuatan yang besar keluar dari ujung tulang ekor menuju ke kepala mereka.

__ADS_1


“Hara…. Ini sangat luar biasa, aku akan segera meditasi” teriak Gana sangat antusias. Adika tidak dapat berkata lebih banyak. “Hara…. Kau telah memberikan sesuatu yang sangat berharga, jika kau butuh apapun dariku, katakan saja, aku sekuat tenaga akan melakukannya” lanjut Adika.


“jangan terlalu sungkan, kalian adalah temanku, kalian sudah kuanggap saudaraku sendiri” jawab Hara sambil mulai duduk bersila dan mulai bermeditasi.


Keesokan paginya mereka beranjak dari meditasi semalaman. Matahari belum terlalu tinggi, namun Hara ddan yang lainnya sudah mulai bersiap untuk melakukan perjalan kembali ke kediaman guru mereka.


Saat ini Hara sudah mengumpulkan sepuluh kristal energi dalam dirinya, Adika mengumpulkan delapan dan Gana mengumpulkan lima belas. Gana memang lebih berbakat dari kedua temannya, namun Hara menyadari satu hal dalam meditasinya semalam, Kitab bumi dan langit yang menyatu padanya membuat kristal yang dimiliki Hara lebih besar dan terang serta mengeluarkan cahaya violet yang menyilaukan.


Ditengah perjalanan, Hara dkk. Menemukan sebuah telaga kecil berisikan pancoran kecil ditengahnya. Hara tidak mengingat telaga ini dikehidupan sebelumnya. Telaga ini memancarkan aroma yang sangat wangi dan memberikan kenyamanan bagi orang yang berada didekatnya.


Dengan berani Hara mendekati telaga tersebut dan mengamatinya sejenak. “tempat apa ini?”

__ADS_1


 


 


__ADS_2