
Awyati dan Yantra tidak menghiraukan permintaan ampun mereka. Dengan ilmu tarian perdang anggrek keduanya menumpas habis seluruh pengawal tanpa sisa.
Yantra yang pertama kali selesai lantas mengejar Sahir diikuti oleh Awyati. Tidak lama berselang Sahir yang merasa ilmu meringankan tubuhnya sudah membawanya jauh dari Awyati dan Yantra, tiba-tiba terhenti oleh sosok orang didepannya.
Yantra sudah berada tepat sepuluh meter dihadapannya, kemudian muncullah Awyati dibelakngnya.
“Kau pikir bisa kabur dari malaikat pencabut nyawa hari ini?” ujar Yantra.
Sesaat kemudian Awyati dan Yantra menghilang dan muncul tepat dihadapan Sahir dengan pedang telah berlumuran darah. Bahkan Sahir tidak merasakan sakit sedikitpun, hal terakhir yang ia lihat adalah kedua anak itu berada didekat tubuhnya.
Awyati dan Yantra kembali ke kediaman tempat mereka lahir dan besar. Setelah pembantaian itu, keduanya berusaha menyusuri setiap ruang penjara bawah tanah. Miris tampak diwajah mereka, belasan tengkorak terikat dimasing-masing sel tahanan yang menandakan mereka tewas karena kekurangan makanan.
Keduanya mengeluarkan sisa-sisa tengkorak itu dan menguburkannya dengan layak tidak jauh dari kediaman itu.
__ADS_1
Saat hari benar-benar malam, kaduanya memutuskan untuk membakar seluruh rumah dan isinya. Awyati hanya mengambil beberapa peninggalan dari kedua orang tuanya dan memasukkannya ke cincin bintang.
Mendengar keributan banyak masyarakat yang berkumpul melihat apa yang sedang terjadi. Namun mereka mengurungkan niatnya untuk melihat lebih dekat karena takut menjadi korban salah sasaran dari pertarungan tersebut.
Warga masyarakat yang berkumpul semakin banyak akibat melihat kobaran api yang cukup besar dari arah kediaman Bangsawan Sahir.
Mereka tidak banyak bertindak untuk memadamkan api, karena mereka merasa bersyukur ada pendekar yang akhirnya mengakhiri kekejaman bangsawan itu.
Berita ini cepat menyebar hingga ke Kota Naga. Seorang pangeran yang mendengar berita tersebut murka dan mengirimkan pasukannya untuk menangkap dua pendekar yang membunuh Sahir.
Puluhan pendekar tingkat awan dan seorang pendekar langit memimpin sekitar seratus lima puluh pasukan untuk memburu Awyati dan Yantra.
Berita ini bahkan menggegerkan dunia persilatan karena hanya dengan dua orang remaja mampu membantai seluruh pasukan Bangsawan Sahir yang terdiri dari Pendekar tingkat awan.
Di dunia persilatan, pendekar awan memang bukan keberadaan yang langka. Semenjak munculnya pil jiwa emas, banyak pendekar yang mampu menembus tingkat pendekar awan. Namun, sepuluh orang pengawal Sahir terdiri dari pendekar awan putih dan pendekar awan tingkat emas yang berarti keberadaan yang sangat sedikit.
Jumlah pendekar awan putih wilayah Kerajaan Naga hanya seratus hingga dua ratus orang baik itu dari sekte/perguruan putih maupun hitam. Apalagi jumlah pendekar langit tidak lebih dari tiga puluh orang.
__ADS_1
Bahkan di satu sekte besar hanya ada sekitar dua hingga tiga orang pendekar langit. Sebuah sekte dikatakan sekte besar jika memiliki jumlah anggota lebih dari seratus ratus orang yang sudah mencapai pendekar bumi maupun awan dan minimal satu diantaranya pendekar langit.
Pendekar langit antar sekte maupun perguruan tidak banyak turun dalam pertarungan kecil, mereka lebih banyak melakukan latihan tertutup untuk meningkatkan tenaga dalam mereka. Tidak banyak juga pendekar langit yang menjadi bawahan para penguasa Ibukota Naga.
*************************************************
Terima kasih yang selalu mendukung Novel ini
mohon bantu love, like & share ke media sosial kamu
salam hangat,
semoga selalu sehat dan bahagia
__ADS_1