
Dua minggu telah berlalu semenjak festival Desa Anggrek. Hara dan Gana baru saja kembali ke Gunung Anggrek bersama lima puluh tiga anak yang berasal dari keempat desa di Dataran Anggrek.
Sesuai kesepakatan dengan Bangsawan Urdha, Hara setuju untuk mendidik lima puluh tiga anak yang berasal dari keempat desa. Sebagai balasan Hara akan mendapat pasar perdagangan dan alur perdagangan untuk menjual apapun.
Hara belum memutuskan bagaimana ia akan menggunakan alur dagang yang dijanjikan oleh Bangsawan Urdha. Ia setuju membantu mendidik anak-anak tersebut karena tidak ada salahnya membangun kekuatan Dataran Anggrek guna mendukung Fraksi Bumi.
Selama sebulan pertama, anak-anak baru itu diobservasi oleh Hara untuk memastikan teknik meditasi dan beladiri yang tepat.
***
berjalan begitu cepat, Fraksi Bumi selama tiga tahun menutup diri dari dunia luar. Hara dkk. bahkan tidak turun gunung selam itu. Segala kebutuhan telah dipenuhi oleh Bangsawan Urdha melalui pengawalnya.
__ADS_1
Fraksi Bumi memproduksi jutaan ramuan jiwa emas dengan kualitas sedang dan didistribusikan oleh Bangsawan Urdha dengan menjualnya di Desa Pelabuhan dan Kota Naga.
Ramuan jiwa yang dijual tidak lagi berbentuk cair, melainkan berbentuk bulat. Satu botol ramuan jiwa emas setara dengan dua puluh pil jiwa emas.
Saat ini Hara telah mencapai Pendekar Awan Putih, begitu juga Adika dan Gana. Sedangkan Awyati dan Yantra telah mencapai pendekar awan tingkat emas. Anggota Fraksi Bumi lainnya pun berada pada tingkat pendekar awan.
Peningkatan yang pesat ini dikarenakan Hara telah menemukan Anggrek Es yang hanya mekar setahun sekali kemudian mati. Anggrek Es ini ia temukan tidak sengaja ketika bersama Gana menelusuri Goa dibalik air terjun tiga bulan yang lalu.
Setelah mengkonsumsi Anggrek Es selama sebulan, Gana dan Adika berhasil menembus tingkat putih, sedangkan Hara baru berhasil tembus sebulan berikutnya.
Selama dua tahun banyak pendekar yang mencoba peruntungannya dengan mendekati Fraksi Bumi. Namun tidak ada satupun yang berhasil masuk kedalam Fraksi Bumi.
__ADS_1
Penjagaan di Fraksi Bumi mulai diperketat pasca Festival dua tahun silam. Bangsawan Urdha mengatur beberapa pengawalnya agar silih berganti berjaga di Gunung Anggrek.
Setelah kemunculan pil emas jiwa bangsawan Urdha yang sebelumnya berada pada tingkatan awan emas, kini telah menginjakkan kakinya di tingkatan awan putih. Bahkan banyak pengikutnya yang akhirnya mampu tembus ke tingkatan awan merah.
Hara selalu mengumpulkan anggota Fraksi Bumi setiap harinya di Aula Bumi untuk berlatih meditasi minimal delapan jam. sepuluh jam lainnya mereka gunakan untuk melatih fisik, beladiri, mengumpulkan sumberdaya, membuat ramuan dan pil, serta membangun paviliun-paviliun yang dibutuhkan.
Suatu hari Hara mengumpulkan seluruh anggota di Aula Bumi. “Sebagian dari kalian sangat luar biasa karena telah mencapai pendekar awan emas, namun target kita adalah mencapai pendekar tingkat langit sesegera mungkin” ujar Hara lantang.
Seluruh anggota terdiam, bahkan Adika dan Gana pun yang sudah sering berjuan bersama Hara paham bahwa mencapai Pendekar Langit memerlukan usaha yang sangat panjang. Pencapaian mereka saat ini pun memang tidak mereka duga, namun untuk mencapai Pendekar Langit butuh tiga sampai empat kali lipat lebih lama.
“Yang kalian butuhkan adalah mencapai Pendekar Awan Putih secepatnya, sisanya serahkan padaku” lanjut Hara tersenyum.
__ADS_1