Pendekar Langit

Pendekar Langit
Chapter 36. Pavilium Anggrek Emas


__ADS_3

 


 


Hara, Adika dan Gana akhirnya tiba di Pelabuhan Kota Naga. Penyeberangan seharusnya hanya menghabiskan setengah hari perjalanan. Namun karena kondisi Kota Naga yang sedang sibuk ditambah kejadian pembantaian di kota sebelah menyebabkan antrian perahu untuk berlabuh semakin panjang.


Setelah turun dari perahu, Hara menuju pos penjagaan bersama orang-orang dalam satu perahu untuk melapor. Ia sempat bertanya mengapa penjagaan di Kota Naga semakin ketat, tidak seperti biasanya.


“Kami sedang mencari dua orang buronan yang telah membantai seorang bangsawan di kota sebelah” jawab pengawal itu seraya meberikan kartu jalan kepada Hara dkk.


Adika dan Gana melihat Hara tersenyum seolah tahu apa yang terjadi.


“Kenapa kau tersenyum?” Tanya Adika kepada Hara.


“Kenapa aku tidak boleh tersenyum?” jawab Hara


“Kau selalu menjawab pertanyaan kami dengan pertanyaan lain” gerutu Adika tidak puas mendengar jawaban Hara.


“Nanti kau akan tahu sendiri apa yang terjadi?” lanjut Hara.


Keduanya semakin penasaran namun mereka tidak melanjutkan pembicaraan tentang hal itu.


“Kita harus segera mencari Pavilium Anggrek Emas agar bisa beristirahat” ajak Hara.


Pevilium Anggrek Emas merupakan asosiasi perdagangan milik Fraksi Bumi dan Desa Anggrek yang telah berdiri di beberapa kota, salah satunya adalah Kota Naga.

__ADS_1


Kota Naga terdiri dari lima kota besar, Kota Naga Timur, Kota Naga Barat, Kota Naga Selatan, Kota Naga Utara dan Kediaman Raja Naga.


Pavilium Anggrek Emas terletak di Kota Naga Barat, kota paling tersibuk diantara tiga kota lainnya. Sedangkan Kediaman Raja Naga merupakan area terbatas yang didiami oleh anggota keluarga kerajaan.


Masing-masing kota naga dikepalai oleh seorang walikota yang langsung bertanggung jawab kepada menteri di istana.


Setibanya di Pavilium Anggrek Emas, Hara dihadapkan oleh keadaan yang gaduh. Beberapa orang berseragam putih-putih berasal dari sekte Lembah Pisau mencoba membeli pil jiwa emas dalam jumlah besar namun memaksa dengan harga yang murah.


Seorang pemimpinnya yang merupakan pendekar awan putih menunjukkan aura seakan menekan orang-orang di Pavilium Anggrek Emas.


Hara bertindak cepat bertanya kepada salah seorang manajer pavilium. Manajer yang sedari tadi tak berdaya mendapat angin segar ketika kedatangan Hara. Ia sadar Hara adalah pendekar dari Fraksi Bumi yang sangat disegani oleh Bangsawan Urdha.


“Tuan muda tolong bantu kami” ujar manajer itu.


“Maaf tuan-tuan, ada hal yang bisa saya lakukan?” tanya Hara sopan kepada rombongan tersebut.


“Hei anak muda, kau jangan mengganggu transaksi kami” ujar sala seorang anggota sekte lembah pisau.


“Maafkan jika kami bertindak kasar jika kalian mengacau di tempat kami” ucap Hara lantang.


“Kalian adalah pendekar dari sekte putih tapi kelakukan kalian tidak ubahnya sekte perampok” sambung Hara.


Mendengar perkataan Hara, rombongan pendekar tersebut murka dan hendak menyerang Hara.


Sebelum sempat menyerang, Hara mengeluarkan aura yang sangat besar, begitu juga Adika dan Gana.

__ADS_1


“Awas… hati-hati… mereka pendekar langit” ujar pimpinan rombongan itu.


Mendengar himbauan dari pimpinannya, beberapa pendekar yang mencoba menyerang mulai menahan diri. “Bagaimana bisa ada tiga orang pendekar langit disini” pikir pimpinan rombongan tersebut.


Mereka yakin tidak akan mungkin menang melawan ketiga orang tersebut. Sehingga para pendekar tersebut memohon pengampunan dan pergi dari Pavilum Anggrek Emas.


Hara tidak ingin ambil pusing dan membiarkan mereka pergi. Ia tidak ingin membuat keributan lebih jauh.


Terlalu mencolok bagi dirinya membuat keributan sehingga dapat menarik perhatian banyak orang.


 


*************************************************


 


 


Terima kasih yang selalu mendukung Novel ini


mohon bantu love, like & share ke media sosial kamu


salam hangat,


semoga selalu sehat dan bahagia

__ADS_1


__ADS_2