
“tuan….” bisik seseorang di dalam pikiran Hara.
“aku adalah pedang langit….. mulai hari ini dan seterusnya anda adalah tuanku” imbuhnya lagi.
__ADS_1
Suara tersebut kemudian mengungkapkan bahwa pedang tersebut memiliki jiwa dan akan muncul kembali ketika Hara telah memiliki kekuatan yang cukup untuk menggunakannya. Setelah menceritakannya, suara itu kemudian menghilang. Yang tersisa dalam ketidaksadaran Hara hanyalah kitab bumi dan langit. Perlahan setelah hilangnya suara tersebut, kitab bumi dan langit mengeluarkan sinar putih dan hitam membentuk pola Yin dan Yang.
Hara tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi. Sinar tersebut kemudian masuk kedalam tubuh Hara, sontak membuat Hara merasakan kesakitan yang luar biasa dan akhirnya tersadar.
__ADS_1
Perlahan Hara membuka matanya, hal pertama yang dilihatnya adalah dua sosok anak kecil yang berusaha membangunkannya. Diusapkanlah tangan ke kedua matanya, kemudian ditatapnya lagi kedua anak tersebut. “hei hara kau tertidur lagi……” cetus seorang anak disambut tawa anak lainnya. “ayo cepat….. kita harus mengepel lantai ruang aula, sebentar lagi para tetua akan datang dan memarahi kita” lanjut anak tadi sambil melempar kain pel ke tangan Hara.
“kau pikir ini mimpi….ayo cepat bangun” imbuh anak yang memukul Hara tadi. Kedua anak tadi adalah Adika dan Gana, teman seperguruan Hara. Semenjak umur 5 tahun mereka telah berteman dan bersama menempuh pendidikan silat di Sekte Langit Senja. Latar belakang kehidupan Adika dan Gana tidak kalah buruk dibandingkan dengan Hara. Adika yang berasal dari keluarga pedagang harus menerima kenyataan kedua orang tuanya tewas dibunuh oleh perampok, dia ditemukan oleh seorang pendekar yang juga menjadi guru Hara, Raynor. Sedangkan Gana merupakan keturunan langsung dari salah satu keluarga di Sekte Langit Senja. Ayahnya pun terbunuh saat menjalankan sebuah misi yang diberikan oleh Sektenya. Ibunya meninggal enam bulan kemudian karena menderita akibat ditinggal oleh suaminya. Ketiga anak ini menjadi teman ketika Hara dan Adika tidak sengaja bertemu dengan Gana saat dibawa ke Sekte Langit Senja oleh Guru Raynor.
__ADS_1
“Murid memberi hormat pada Guru…” ucap Adika dan Gana ketika Gurunya menghampiri mereka yang sedang bersih-bersih. Hara yang menyaksikan sosok guru yang dihormatinya berdiri didepannya hanya mematung tidak percaya. “Gu..Guru…….” teriak Hara seraya memeluk kaki gurunya. “Guru…….maafkan muridmu atas ketidakmampuan melindungimu” tangis Hara pecah mengingat semua kenangan yang pernah dialaminya. Raynor menaikkan alisnya terkejut atas ucapan muridnya.
Adika dan Gana keheranan melihat Hara. “Hara….apa kau bermimpi buruk tadi?” tanya Raynor seolah tahu bahwa Hara tertidur saat melakukan tugasnya membersihkan Aula. Adika dan Gana hanya tersenyum kecil, mereka tahu kebiasaan Hara adalah tidur disaat jam pelajaran maupun saat bertugas seperti ini. “apa sebenarnya yang terjadi?” bisik Hara dalam hati. Ia merasa sesaat lalu tubuhnya terlempar ke hutan seribu misteri namun kini ia bertemu dengan sahabat dan guru yang sangat dihormatinya. “Apakah Senior Abhipraya mengirim diriku ini kembali ke masa lalu?” tanya hara kepada dirinya. Akhirnya Hara mengambil sebuah kesimpulan “ini adalah keajaiban, Dewa telah memberikan kesempatan kedua untukku” seru Hara bersemangat dalam hatinya lagi. Ia tidak boleh menyianyiakan kesempatan ini, tentunya tidak akan ia biarkan guru dan sahabatnya menjadi korban akibat ketidakmampuan Hara dalam menjaga dirinya.
__ADS_1