Pendekar Langit

Pendekar Langit
Chapter 40. Pendekar Bertopeng


__ADS_3

“Rupanya masih banyak tikus-tikus yang mencoba bermain api” ucap Adika lantang.


“Sepertinya tujuan kalian kesini bukanlah bertamu, jadi jangan salahkan kami akan menghabisi kalian” ujarnya lagi.


“Hahahahaha…….” Tawa Cyuta menggelegar


“Kalian bocah tengik…. Mencoba menakut-nakuti kami” ucapnya lagi sinis.


“Kalian akan mati karena telah bermusuhan dengan Pangeran Bramaraka” ucap cyuta merendahkan.


“Serang mereka” seru Cyuta kepada seluruh anggota sektenya.


Puluhan pendekar itu mulai menyerang Hara dkk. namun hal tersebut tidak menghilangkan ketenangan kelimanya.


Keributan terdengar hingga membangunkan beberapa orang yang berada disekeliling pavilium, termasuk bangsawan Urdha.


Ia hanya mengamati dari bawah dan tidak ingin mengganggu pertarungan mereka.


Sesaat kemudian Hara dan lainnya mulai menyerang seluruh pendekar tersebut. Hara menggunakan ilmu pedang anggrek diikuti oleh keempatnya. Melihat tenaga dalam yang dilepaskan oleh Hara dan keempat temannya mengejutkan Cyuta dan Dalu.

__ADS_1


“Mereka berlima adalah pendekar langit” ucap Cyuta kepada Dalu.


“Mereka bukan tandingan kelima anak iti” lanjutnya lagi.


Kesadaran Cyuta dan Dalu sudah terlambat, Hara dkk. dengan mudah membunuh puluhan pendekar tersebut hanya dengan beberapa gerakan saja.


“Sepertinya Dewa tidak berpihak kepadamu” ujar Gana kepada Cyuta dan Dalu.


Cyuta dan Dalu tidak memiliki pilihan selain menyerang. Gana dan Adika yang melawannya terlihat agak kesulitan melawan keduanya. Hal ini dikarenakan pengalaman bertarung Gana dan Adika belum seluas Cyuta dan Dalu.


Awyati dan Yantra tidak ingin tinggal diam, mereka maju bersama-sama menyerang kedua pendekar bertopeng tersebut.


Cyuta kemudian mengeluarkan ilmu asap racun untuk melarikan diri. Gana dan Adika berhasil menghindar namun akhirnya Cyuta berhasi kabur. Sedangkan, dalam pertarungan lain, Awyati dan Yantra berhasil membunuh Dalu setelah bertukar puluhan serangan.


Cyuta yang berhasil kabur merasa telah aman karena tidak ada satupun yang mampu bertahan ketika terkena asap racun tersebut.


Ketika ia mencoba kabur lebih jauh, tiba-tiba kesadarannya menghilang.


“Apa ini….. kenapa tubuhku ada disa……” kepala Cyuta terjatuh menggelinding ke tanah.

__ADS_1


Hara kemudian kembali menyarungkan pedangnya.


“Kelengahanmu membuatmu tidak dapat bangkit lagi” ucap Hara dingin.


Rupanya Hara telah membagi dirinya tepat ketika Cyuta mulai mengeluarkan asap beracun itu. Cyuta yang tidak menyadari itu merasa dirinya telah aman dan akhirnya lengah, saat itulah pedang langit Hara memenggal kepalanya.


Beberapa saat kemudian Hara telah kembali bersama yang lain. Ia menyuruh beberapa pendekar di Pavilum Anggrek Emas untuk membereskan mayat pendekar Topeng Tengkorak.


Hanya dalam semalam Sekte Topeng Tengkorak hilang dari dunia persilatan. Berita ini akhirnya sampai ke telinga Pangeran Bramaraka. Kemurkaannya menjadi-jadi, namun ia tidak memiliki kekuatan lagi.


Keesokan harinya, beberapa pasukan dari Pangeran Gajendra tiba membereskan mayat-mayat yang masih tersisa. Pangeran mendapat informasi pada pagi harinya bahwa Pavilium Anggrek Emas diserang oleh Sekte Topeng Tengkorak.


Hara yang menerima kedatangan pasukan tersebut ucapan terima kasih kepada Pangeran Gajendra.


Hara kemudian menugaskan Yantra untuk kembali ke Gunung Anggrek dan memerintahkan beberapa anggota untuk melindungi Pavilium Anggrek yang ada di beberapa lokasi. Sedangkan Awyati ditugaskan untuk mengajak anak-anak yang diselamatkannya kembali ke Gunung Anggrek.


Seminggu kemudian, tiga orang anggota Fraksi Bumi tiba di Pavilium Anggrek Emas yang berada di Kota Naga. Hara juga menugaskan masing-masing tiga orang anggota Fraksi Bumi di Pavilium Anggrek Emas Kota Angin, Kota Sparrow dan Dataran Persik.


 

__ADS_1


 


__ADS_2