
Hara dkk. memutuskan untuk tetap bertahan di dalam tebing tersebut untuk beberapa hari. Selama tiga hari pertama Hara menemukan sebuah jalan untuk bisa sampai ke puncak tebing.
Di puncak tebing itu terdapat banyak pepohonan layaknya hutan kecil. juga ada sebuah mata air yang mengalir kedalam tebing. “sepertinya persediaan makan disini cukup untuk beberapa bulan” pikir Hara.
Selain melakukan meditasi, Hara mulai mempelajari ilmu pertama dari Kitab Bumi dan langit. Ilmu tapak bumi merupakan ilmu dasar yang memfokuskan pada ilmu beladiri tangan kosong dan memperkuat pertahanan tubuh.
Setelah menghapal seluruh jurus tapak bumi, Hara menuliskannya disebuah buku dan memberikannya kepada Adika dan Gana. Dibulan pertama Gana sudah mampu menguasai tujuh puluh lima persen tapak bumi sedangkan Adika baru menguasai lima puluh persen.
Menginjak bulan kedua Hara sudah masuk ke tahap kedua dalam kitab bumi dan langit. Ilmu kedua yang ia pelajari adalah ilmu bayangan bumi. Tiga bulan berjalan dan ketiganya masih berada di dalam tebing.
Setahun kemudian.
__ADS_1
Saat ini Hara hampir mengumpulkan lima ratus kristal energi. Adika dan Gana masing-masing sudah mencapai lima ratus kristal energi. Adika dan Gana tidak pernah menyangka hanya dalam setahun mereka hampir mencapai tingkatan pendekar awan.
Namun, untuk mencapai tingkatan pendekar awan, perjalanan mereka masih sangat jauh. Jika dalam kondisi biasa, seorang jenius untuk membentuk satu kristal merah besar membutuhkan setidaknya dua hingga tiga tahun.
“tidak perlu khawatir…. Kita tidak perlu terburu-buru” ujar Hara kepada kedua temannya.
Selama setahun ini Hara sudah menguasai sembilan puluh persen dari kitab bumi dan langit. Satu jurus lagi masih menjadi beban baginya karena memerlukan prasyarat yaitu berada di tingkat pendekar awan emas.
“selama setahun ini tidak ada yang tahu seperti apa kondisi dunia persilatan” bisik Hara dalam hatinya. Hal ini dapat menguntungkan mereka karena tidak ada yang menyadari kemampuan mereka saat ini.
Dalam perjalanan selanjutnya Hara berencana menuju ke Dataran Anggrek. Dataran Anggrek merupakan sebuah wilayah di dekat Kota Naga yang terkenal memiliki sumber daya yang sangat bagus.
__ADS_1
Namun sumber daya yang dimaksud baru akan diketahui oleh orang banyak ketika terjadi pertempuran perebutan tahta di Kerajaan Naga. Putra sulung Raja yang seharusnya menjadi putra mahkota mengalami sakit yang sangat misterius saat itu sehingga membuat beberapa pangeran lainnya berambisi merebut posisi putra mahkota.
Perang ini kemudian melebar hingga ke dataran anggrek dan menghancurkan seluruh kawasan desa di dataran anggrek. Saat itulah putra sulung mahkota menemukan sumber daya ajaib yang menyembuhkan penyakitnya dan membuat putra sulung raja mendapatkan tahta kerajaan.
Sumber daya tersebut berupa anggrek perak yang sedingin es sehingga biasa disebut sebagai anggrek es. Tidak ada yang tahu dimana tepatnya lokasi tumbuhnya anggrek es, namun menurut perkiraan Hara, anggrek es tersebut pastinya berada dalam sebuah goa.
Setelah beberapa hari, Hara dkk. keluar dari tebing dan memulai perjalanan ke utara. Dengan kondisi saat ini, ketiganya hanya cukup berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh. Dengan jumlah kristal energi yang begitu banyak, mudah bagi ketiganya untuk melewati segala rintangan yang ada.
Setelah seharian berlari, mereka tiba disebuah desa kecil. Lokasi yang pertama mereka kunjungi adalah penginapan, tentunya juga restoran. Selama setahun belakangan ini, ketiganya tidak pernah merasakan makanan yang lezat.
__ADS_1