Pendekar Langit

Pendekar Langit
Chapter 37. Pertemuan 1


__ADS_3

 


“Maafkan kami tuan muda, seharusnya kami menjemput anda di pelabuhan, namun karena satu-satunya pendekar awan putih yang menjaga pavilium sedang kembali ke Desa Anggrek sehingga membuat kami kekurangan orang” jawab manajer Ginar.


Melihat kondisi dan penjelasan Ginar, Hara memiliki sebuah ide untuk menempatkan dua orang pendekar langit anggota Fraksi Bumi di setiap Pavilium Anggrek Emas.


Manajer Ginar beserta beberapa orang kemudian melayani keperluan Hara, Adika dan Gana karena mereka merupakan atasannya juga.


Tidak lama berselang Pavilium Anggrek kedatangan dua orang yang memasuki ruang penjualan. Dibelakang kedua orang tersebut tampak beberapa orang berpakaian lusuh mengikuti mereka.


“Selamat datang tuan dan nona, ada yang bisa kami bantu” ujar salah seorang pelayan dengan sangat ramah.


“Aku ingin bertemu dengan senior hara…bisakah kalian memanggilnya untukku” pinta seorang tadi sambil memperlihatkan sebuah lencana ditangannya.


Setelah melihat lencana itu pelayan itu bergegas masuk kedalam dan memanggil Hara dan lainnya.


“Apakah ada orang yang mengenalmu disini Hara?” tanya Adika kebingungan.


Gana dan Hara hanya tersenyum, “Mereka sepertinya sudah sampai” ujar Gana kepada Hara.


Adika semakin kebingungan dengan sikap Gana. “Siapa yang kalian tunggu?” tanyanya melanjutkan.


“Bukankah tadi pagi kau bertanya tentang keributan yang terjadi di Kota ini, mungkin saja mereka yang mampu menjawab pertanyaanmu” jawab Hara semakin membuat penasaran Adika.


Adika bergegas keluar karena rasa keingintahuannya. Didapatinya Awyati dan Yantra sedang menunggu mereka diruang tunggu.

__ADS_1


“Apa yang kalian lakukan disini?” tanya Adika kepada Awyati dan Yantra.


“Kenapa kau terus bertanya?” tanya Hara balik kepada Adika.


“Bagaimana perjalanan kalian? apa ada yang mengetahui kalian yang membuat keributan?” tanya Hara kepada Awyati dan Yantra.


“Hahaha… sepertinya senior sudah tahu, apa yang harus kami jelaskan lagi” jelas Awyati tertawa kecil.


“Oh… ternyata kalian yang membuat keributan di kota sebelah” ucap Adika yang baru menyadari kejadian sesungguhnya.


Hara dan yang lainnya hanya tertawa mendengar pernyataan Adika. Awyati dan Yantra kemudian bercerita tentang pembalasan dendam yang mereka lakukan sekitar dua hari yang lalu.


“Lalu mereka itu siapa?” tanya Hara sambil menunjuk ke lima orang anak kecil yang bersama mereka.


Ia kembali bercerita bahwa mereka menemukan kelima anak yang berusia dibawah sepuluh tahun ini sejak enam tahun yang lalu menjadi budak di keluarga itu. Awyati meminta ijin dari hara untuk mengajak mereka ke Gunung Anggrek dan merawat mereka.


Hara yang mendengar kisah itu hanya merasa kasian dan mengijinkan keduanya membawa lima anak itu.


“Itu bisa diatur, yang harus kita lakukan sekarang adalah bagaimana caranya agar kita bisa menjalin kerjasama dengan Raja Naga” ucap Hara.


Mendengar itu sontak membuat keempatnya terkejut. “Jadi tujuan Kau kesini adalah bertemu dengan Raja?” tanya Gana.


“Tentu saja, bukankah raja harus keberadaan Pavilium Anggrek Emas” Jawab Hara.


“Baiklah aku akan mencari cara” ujar Gana membalas pernyataan Hara.

__ADS_1


Keesokan harinya Gana bersama Adika pergi menuju Kota Naga bagian tengah kediaman keluarga kerajaan.


“Sepertinya kita hanya bisa bertemu dengan pangeran mahkota” ujar Gana kepada Hara.


“Oh…itu bagus” jawab Hara.


“Bukannya tujuan kita adalah bertemu dengan Raja?” tanya Adika kepada Hara.


“Pangeran Mahkota juga merupakan calon penerus Raja, dan juga ia adalah putra pertama dari Raja” Jawab Hara menjelaskan.




*************************************************


 


Terima kasih yang selalu mendukung Novel ini


mohon bantu love, like & share ke media sosial kamu


salam hangat,


semoga selalu sehat dan bahagia

__ADS_1


__ADS_2