Pengasuh Keempat Tuan Muda Somplak

Pengasuh Keempat Tuan Muda Somplak
Rumah sakit


__ADS_3

Arga terlihat berbaring di atas ranjang, dengan selang oksigen yang berada di hidung nya. Alena mendekat, dan meraih tangan Pria itu yang menjulur ke arah nya.


"Paman, cepat sembuh" ucap Alena.


"Maaf, aku membuat keputusan tanpa memberitahu kamu"


"Tidak paman, jangan katakan itu. Saat ini, Paman harus sehat dulu, agar kita bisa bermain bersama lagi, Alena tidak marah, jika paman mau merepotkan Alena terus menerus. Ayo kembali sehat paman"


Alena duduk di samping ranjang pasien, dan beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu terbuka, Alena tahu, seseorang sudah pasti akan masuk dan melihat keadaan Arga, siapa lagi orang itu kalau bukan Xan.


Alena ingin berdiri dari tempat duduk nya, namun Arga melarang dan memegang kuat tangan Alena.


"Jangan pergi..." lirih Arga, Alena pun memilih untuk tetap disana, sampai Xan, tiba di samping Arga.


"Papa, mana yang sakit ? bagaimana kondisi Papa?" tanya Xan, pria ini sangat takut sesuatu terjadi dengan Arga, karena bagaimana pun yang mereka miliki saat ini hanya orang tua tunggal setelah kepergian sang ibu.


"Papa tidak apa-apa, Xan. Xan..." panggil Arga, Xan langsung memegang tangan Arga yang terpasang infus.


"Jangan menolak permintaan Papa, menikah lah dengan Alena, berjanji lah sama Papa kalau kamu akan menjaga Alena, seperti kamu menjaga Adik - adik mu"


"Papa jangan katakan itu, Papa enggak boleh pergi dulu"


"Kamu mendoakan Papa mu mati" ketus Arga, dengan memelototi Xan.


"Tidak Pa, tidak. Papa jangan bicara seperti itu, seolah - olah Papa mau pergi dari dunia ini"


"Dasar anak durhaka, kamu malah doain aku cepat mati" tukas Arga yang kesal. Suasana yang haru, tiba - tiba malah menjadi Opera setelah melihat Tuan muda Xan yang begitu bodoh. Di balik sikap dingin nya ternyata tersimpan sifat humoris nya, yang membuat Alena tersenyum saat melihat Arga akan memarahi Xan, karena ucapan Xan yang salah.


"Pa, maafkan Xan yang sudah membuat Papa sakit, dan harus di rawat di rumah sakit, Xan tidak bermaksud menyakiti perasaan Papa. Apapun permintaan Papa akan Xan turuti" ujar Xan, yang kini memegang erat tangan Arga.


"Termasuk menikahi Alena?"


Xan terdiam, pria ini menatap Alena yang ada di depan nya saat ini, Alena juga menatap Xan, sekilas lalu segera menunduk, karena Alena dapat melihat netra Xan yang penuh dengan kebencian melihat dirinya.


Sebenarnya, bukan membenci hanya saja, Xan masih tidak mengerti apa maksud kedatangan Alena, yang tiba - tiba menjadi anak asuh dari keluarga Fernandez, bukan kah mereka semua sudah besar? kenapa perlu di asuh.

__ADS_1


'Apa ada yang tidak ku ketahui?' batin Xan dan melirik ke arah Arga, pria itu terlihat senyum, dan meminta Xan untuk menuruti keinginan nya.


"Eeemm.." terlihat Xan yang menghela nafas panjang nya. "Baiklah pa!" putus Xan, Alena langsung mendongakkan kepala nya menatap Xan tak percaya, mata Alena membulat, dan Xan mengetahui itu.


"Apa kau senang?" cibir Xan, Arga memukul tangan Xan, membuat pria itu diam kembali.


Ceklek !


Mengetahui Xan dan Alena tidak kunjung keluar, ke tiga tuan muda itu pun ikut masuk, Al membantu Leo.


"Papa, bagaimana keadaan Papa?" tanya El, mengetahui mereka butuh ruang, Alena pun segera mundur dari tempat dia berdiri sebelum nya. Xan, masih menatap Alena dengan perasaan yang cukup penasaran, apa sebenarnya yang terjadi, sehingga Arga bisa memilih Alena untuk menjadi istri nya.


"Kita perlu bicara" Xan, menarik tangan Alena, membawa nya keluar dari ruangan itu.


Melihat sikap Xan yang begitu kasar sama Alena, membuat ke tiga tuan muda sedikit merasa khawatir.


"Pa, apa yang terjadi? aku melihat Kak Xan, tidak akan berbaikan dengan Alena kalau dia menikahi Alena" ujar Al.


"Kalian adalah anak - anak Papa. Tidak ada yang jahat, semua baik. Hanya butuh waktu saja, meskipun Xan, terlihat sedikit kasar, namun dia adalah orang yang penyayang dan sangat peduli, bukti nya Dia sayang sama kalian semua" tukas Arga, mereka bertiga hanya mangut - mangut mendengar ucapan Arga.


"Kenapa kau tidak menolak?"


"Aku yang bisa ku lakukan, aku menganggap Paman Arga seperti orang tua ku sendiri, aku lebih dulu kenal paman Arga, dari pada kalian. Aku tahu, Paman Arga punya alasan sendiri, aku tidak berani menolak, jika Tuan muda Xan, mampu kenapa enggak Tuan muda saja yang menolak nya"


Xan, terdiam mendengar jawaban dari Alena, ucapan nya tidak ada yang salah, dan semua nya terdengar biasa saja, tapi apa yang membuat Xan, ragu akan Alena.


Wanita yang mengasuh mereka, tiba - tiba di nikah 'kan dengan dirinya, sungguh Xan tidak habis pikir.


"Eemmm" Xan, menghela nafas berat nya. "Aku bisa menikahi mu, tapi dengan satu syarat!"


Alena mendongakkan kepala nya, menatap pria yang lebih tinggi dari nya.


"Hubungan kita di rumah sebagai suami istri, kalau di depan keluarga ku. Namun, di luar kita seperti orang asing, aku tidak ingin orang lain, tahu. Apalagi aku harus terlibat dengan banyak media, aku tidak akan terbiasa. Kau sendiri tahu, keluarga Fernandez incaran para wartawan sejak dulu, entah karena bisnis lama Papa atau masih ada rahasia keluarga Fernandez yang ingin di ketahui oleh orang lain" ungkap Xan, yang berkacak pinggang di depan Alena.


"Apapun keputusan Tuan muda, aku menyetujui nya"

__ADS_1


"Panggil aku Kak Xan, di depan keluarga, kau boleh memanggil ku Tuan muda pertama di luar, dan akan lebih baik, kalau kita terlibat tidak saling mengenal " ujar Xan, dengan mantap.


"Baiklah" jawab Alena singkat, lalu Xan pergi entah kemana. Meninggalkan Alena di depan ruangan Arga.


Ceklek !


Pintu terbuka, ketiga tuan muda keluar dari ruangan Arga.


"Dimana Kak Xan?" tanya Al,


"Baru saja pergi"


"Kami dengar dari Papa, Kak Xan sudah setuju untuk menikah, selamat ya Alena" ucap El, dan ketiga pria itu mengulurkan tangan nya ke arah Alena.


"Kenapa harus memberi selamat, Kami melakukan ini juga untuk Paman Arga" ungkap Alena yang tersenyum.


"Raut wajah mu memerah, Kau malu Alena" goda Leo, Alena langsung memalingkan wajah nya ke samping, dan tidak menggubris pertanyaan Leo.


"Ayo kita pulang, calon Kakak ipar" ajak Leo, merangkul bahu Alena, dengan kaki nya yang masih sakit.


Al dan El mengikuti mereka dari belakang. Mereka terlihat begitu akrab, bercanda dan tertawa d sepanjang jalan, menceritakan masa kecil mereka yang begitu nakal, dan Xan lah yang menjaga mereka sampai mereka tinggal di Paris, tanpa orang tua.


Di dalam ruangan Arga, ada Fino yang saat ini menemani Arga.


"Tuan, kenapa anda tidak mengatakan alasan anda menikah 'kan Xan dan Alena, kepada mereka semua?"


"Aku takut mereka berpikir jika ini adalah alasan konyol. Dan aku beruntung orang yang menolong ku hari itu adalah Alena, gadis baik dan juga penyayang, aku yakin dia akan hidup bahagia dengan Xan, sampai saat nya mereka kembali, aku yakin Xan akan mampu menjaga Alena dan adik -adik nya" pungkas Arga.


"Tuan, apa anda khawatir akan kehidupan mereka?. Mereka tidak pernah tahu, siapa anda sebenarnya. Jika mereka tahu, mungkin mereka akan syok, dan terkejut"


"Itu hanya masa lalu, dari masa itu aku kehilangan istri ku, dan aku telah membalaskan dendam istri ku kepada mereka. Namun, yang ku takutkan adalah, masa di mana mereka akan datang kembali, dan mengusik ke empat putra ku!" ujar Arga.


"Aku mengerti, oleh sebab itu, aku akan selalu disini, bersama dengan anda!" ucap Fino dengan mantap.


Fino adalah orang kepercayaan Arga, dia bukan hanya seorang dokter, namun Fino juga bawahan sekaligus orang terkuat di dalam keluarga Fernandez.

__ADS_1


Sudah umum nya, di dalam bisnis itu, pasti banyak saingan bisnis, hanya saja ada yang bersaingan secara sehat, ada juga yang tidak menggunakan akal sehat mereka, sehingga melakukan apa saja demi mencapai tujuan mereka.


__ADS_2