Pengasuh Keempat Tuan Muda Somplak

Pengasuh Keempat Tuan Muda Somplak
Berangkat bersama


__ADS_3

Al dan El sudah berangkat lebih dulu, kini hanya tinggal Leo, semenjak bekerja di rumah sakit, Leo sudah bisa membawa mobil sendiri.


"Tidak mau ku antar Kak ipar?" tawar Leo,


" Tidak, dia akan pergi dengan ku, Kamu hati-hati di jalan"


Leo, hanya bisa mengangguk saat melihat sikap posesif Xan kepada Alena. Xan, merangkul pinggang Alena berjalan menuju mobil nya.


"Aku berangkat sendiri saja" tolak Alena,


"Aku antar, hari ini aku enggak ke perusahaan itu, tapi El seperti nya yang akan survei ke perusahaan, hari ini aku sibuk di Fernandez" ujar Xan,


"Yasudah!"


Akhirnya Alena membolehkan Xan untuk mengantar nya, mau bagaimana pun Xan khawatir akan kondisi Alena, yang belum bisa di pastikan itu, benar hamil atau bukan.


Setelah mendengar ucapan Bi Yem, Xan beberapa hari ini sedikit khawatir, dengan Alena.


Hampir satu jam baru lah Xan dan Alena tiba di kantor.


"Nanti aku jemput sayang" ucap Xan, mengecup kening Alena.


"Eeemmm, jemput saja sekitar jam tujuh malam, biasa nya ada pekerjaan tambahan!"


"Eemmm, baiklah. Kalau udah enggak betah lagi, kabarin. Aku akan memindahkan kamu menjadi asisten ku"


"Iya - ya. Masih betah di tempat lama ku"


Setelah berpamitan dengan Xan, Alena pun turun dari mobil, sembari melihat keadaaan di sekeliling, agar tidak ketahuan.


Xan, pergi meninggalkan Alena di depan perusahaan nya, lebih tepat nya sedikit berjauhan dari tempat itu.


"Alena" panggil seseorang, wanita ini segera menoleh, dan melihat Bima yang sudah berada di tempat itu.


"Kamu di antar siapa? aku melihat kamu turun dari mobil seseorang?"


"Enggak, aku di antar kerabat, tadi sekalian pergi kerja, jadi dia mengantar ku" Alena terpaksa memberi alasan, agar rahasia nya tidak terbongkar.


Bima dan Alena berjalan bersama menuju pintu gerbang perusahaan XAEL. Terlihat Bima yang sesekali memperhatikan Alena, seperti dia curiga, namun tidak menunjukkan sikap curiga nya kepada Alena.


Tiba di lobi, disana ada Sarah yang menunggu kedatangan Bima.


"Aku menunggu mu sejak tadi, aku ingin kau memeriksa berkas ini, kata nya Tuan Elvino akan datang ke kantor hari ini" ujar Sarah, memperlihatkan berkas di tangan nya kepada Bima. Pria ini melirik ke arah Alena, yang berjalan melewati mereka, dan tidak menyapa Sarah pagi ini.

__ADS_1


"Bima, apa yang kamu lihat?" tanya Sarah, lalu Bima langsung menoleh ke arah Sarah yang sedang berbicara dengan nya.


"Kau memperhatikan Alena? sejak kapan kau tertarik sama karyawan baru?" tanya Sarah bingung.


"Tidak, aku hanya melihat nya saja" pungkas Bima, lalu dia mengajak Sarah menuju ruang rapat.


Benar saja tak lama kemudian, Elvino tiba di perusahaan XAEL. El sendiri tidak tahu, jika Kakak ipar nya berkerja disana.


"Selamat pagi Pak!"


"Selamat pagi!"


Sapa mereka semua, namun hanya di balas senyum tipis oleh El. Pria ini sudah terbiasa cuek sama orang di sekitar. Selain Xan, dan El. Masih ada dua lagi orang yang bertanggung jawab pada perusahaan ini, yaitu Leo dan Al.


Di tempat lain, ada Xan yang sedang mengurus laporan keuangan yang saat ini sedang ada masalah.


"Dokter Fino, apa dokter yakin, kalau ini semua adalah jebakan dari musuh Papa?"


"Iya, yakin. Kalau enggak, enggak mungkin keuangan Fernandez bermasalah, dan kita sangat taat pada pajak, dan tidak melewati nya walaupun hanya setahun. Tapi, disini, hampir lima tahun, Fernandez tidak membayar pajak, siapa dalang di balik ini semua?" Fino, membaca laporan yang ada di tangan nya lalu memberikan itu semua kepada Xan.


Kring...Kring...Kring...


"Hallo, benar. Saya Tuan Xan, hari ini? baik lah!"


"Apa yang terjadi?" tanya Fino,


"Beberapa hari yang lalu, aku mengirim email kepada Tuan Uwais, dan meminta bantuan nya untuk mengurus Darmon Big, aku yakin mereka punya solusi nya. Aku baca informasi silsilah keluarga Tuan Uwais tidak begitu sederhana, mereka sudah memimpin LA dan NY, dalam beberapa tahun terakhir, aku yakin dengan ada nya bantuan mereka, kita akan bisa menyelesaikan masalah ini" ungkap Xan.


"Jadi, barusan siapa yang menghubungi anda?"


"Asisten Tuan Uwais, kata nya keluarga mereka ingin bertemu langsung dengan Ku hari ini, seperti nya mereka akan segera tiba disini"


" Hotel mana mereka akan tinggal?"


"Tidak jauh dari sini, apa kita akan berangkat dari sekarang?"


"Apa mereka sudah tiba?"


"Masih di perjalanan, katanya satu jam lagi"


"Emmm, baiklah "


Fino dan Xan, menyimpan semua informasi mengenai Darmon Big, dan ingin memberikan nya nanti kepada keluarga Uwais.

__ADS_1


...****...


Berhubung Al dan Aisyah akan berkunjung ke Indonesia, Uwais meminta Al untuk pergi menemui Xan. Karena, Uwais tidak dapat meningkatkan negara Inggris dalam waktu terdekat.


Dari desa gelap, Al dan Aisyah pergi menemui Xan, yang ada di Jakarta.


"Pelan sedikit mas, jangan ngebut" Aisyah memegang lengan suami nya, saat merasa jika Albarak membawa mobil begitu kencang.


Tit...Tit....


Bunyi klakson Al, saat melihat sebuah sepeda motor yang menerobos jalan sempit yang ada di samping mereka.


"Mas, awas!" teriak Aisyah, saat melihat ada sebuah mobil yang melaju ke arah yang berlawanan, Al langsung membanting setir mobil nya ke arah kanan, tanpa sengaja Albarak menabrak mobil milik orang lain.


Braakk!


"Mas!" teriak Aisyah, yang begitu syok. Dan terlihat Toyota Alphard berwarna putih milik orang lain, yang di tabrak oleh Albarak barusan, mobil itu malah masuk ke jurang, padahal mereka baru saja akan memasuki jalan tol.


Ckiittt..!


Al menghentikan mobil nya, Aisyah dan Albarak turun bersama.


"Sayang, kamu enggak apa-apa?" tanya Al, yang memeriksa keadaan sang istri.


"Mas, aku tidak apa-apa, tapi bagaimana dengan mereka"


Albarak segera menghubungi Xan, dan meminta bantuan mereka, karena tak lama kemudian polisi pun tiba ke TKP, untuk menolong korban yang mobil nya masuk ke jurang.


Sejam telah berlalu, mobil berhasil di angkat dari jurang ke atas jalan, dan terlihat korban di dalam mobil itu, suami istri, yang berusia sekitar empat puluhan.


"Tolong, korban nya masih hidup!" teriak seorang polisi, dokter dan perawat mengambil tandu untuk membantu korban.


Aisyah dapat melihat wanita yang di bawa keluar dari mobil tersebut, terlihat menatap ke arah Aisyah dan juga Albarak. Dan setelah itu, bergantian dengan menolong Suami dari wanita tersebut.


Polisi menyuruh Albarak dan Aisyah untuk ikut ke kantor polisi. Namun, Xan tiba tepat waktu, bersama dengan pengacara mereka.


Keluarga Fernandez, lumayan terkenal di daerah sana, sehingga mereka menerima jaminan yang di berikan Xan untuk Al dan Aisyah.


"Tuan Xan, terimakasih atas pertolongan anda hari ini, dan maaf sekali lagi sudah merepotkan Anda" tukas Albarak.


"Tidak masalah, kami sudah melihat cctv sekitar sini, dan terlihat ini bukan kesalahan anda, hanya saja ada orang lain yang menerobos jalur anda, sehingga membuat anda membanting setir, ini hanya murni kecelakaan, tanpa di sengaja" pungkas Xan.


"Kami ingin pergi ke rumah sakit, bagaimana pun kami berhak tahu kondisi korban" ujar Aisyah.

__ADS_1


Xan, kagum melihat penampilan Aisyah, yang begitu menjaga aurat nya, meskipun terlihat usia dengan mereka cukup jauh, terlihat Albarak dan Aisyah masih sangat kuat dan terlihat awet muda.


__ADS_2