
Xan masih melihat pria itu dengan raut wajah datar nya.
"Hanya berdiri disini saja?" tanya Darmon big, Xan mengerutkan dahi nya, lalu melirik ke arah dokter Fino.
"Silahkan masuk, tapi hanya anda saja, pengawal anda boleh menunggu di luar " ujar dokter Fino, Darmon big menyetujui saran dokter Fino.
Darmon big, Xan dan dokter Fino, melangkah masuk ke dalam ruangan Xan. Tiba di dalam ruangan terlihat suasana yang begitu tegang.
"Tujuan saya kemari bukan untuk membuat keributan, hanya saja saya ingin bersaing dengan mu untuk merebut tender yang akan berlangsung Minggu depan, kalau saya yang menang, kamu harus merelakan perusahaan ini untuk saya. Dan jika kamu yang menang, semua aset Keluarga Darmon akan jatuh ke tangan mu, terlebih lagi hidup mu dan keluarga mu aman!" pungkas Darmon big.
"Tapi...." Darmon big, menjeda ucapan nya.
"Tapi apa?"
"Tapi, kalau memang kamu tidak ingin berdamai tidak apa-apa, mungkin generasi Fernandez akan terlibat. Aku dengar kamu sudah menikah?" Darmon big, tersenyum licik.
Brak!
__ADS_1
"Jangan pernah menyentuh, istriku!" tegas Xan, yang mengebrak meja sofa.
Meskipun sulit, Xan sempat berpikir mungkin ini satu-satu nya cara agar dia dan Alena bisa hidup dengan aman, terlebih lagi Alena tengah hamil anak Xan.
"Baik, saya setuju!"
Kedua nya berjabat tangan, dokter Fino sempat berbisik, karena ragu dengan keputusan Xan.
"Apa anda yakin, Tuan." bisik dokter Fino.
"Saya yakin. Karena ini semua saya lakukan untuk keselamatan Alena."
Darmon big pun pergi meninggalkan ruangan kerja Xan, serta maksudnya tersampaikan kepada Xan.
"Tuan, aku akan kembali ke rumah sakit, Leo memberitahu aku, rumah sakit membutuhkan ku. Tapi, seandainya ada apa-apa di Fernandez segera hubungi saya!" tukas Fino.
"Baik, dok."
__ADS_1
Fino pun pergi meninggalkan Xan. Begitu fino pergi, Xan kembali duduk di kursi kebesaran nya untuk memeriksa layar cctv yang menyambung ke perusahaan XAEL.
Niat nya, Xan ingin melihat sang istri untuk melepaskan rindu, tetapi yang Xan liat malah membuat Xan di bakar api kemarahan. Apalagi saat melihat dua orang berani menyuruh istri nya membersihkan kamar mandi kantor.
Tanpa menunggu waktu lebih lama, Xan mengambil pintu mobil dan segera pergi menuju perubahan Xael, tanpa menghubungi Andra lebih dulu.
"Siang pak, " sapa pengawal, Xan hanya fokus keluar dari kantor tanpa menggubris semua orang yang menyapa nya.
Xan, langsung masuk ke dalam mobil, dan melajukan mobil dengan kecepatan yang begitu kencang. Darmon big, yang masih berada di sekitar itu pun ikut tercengang melihat mobil Xan, yang melesat dengan kecepatan tinggi.
Sekitar tiga puluh menit, Xan tiba di Xael. Xan langsung turun dan masuk ke dalam lift, menuju lantai dimana nya berada.
Andra yang mengetahui Xan datang ke Xael, membuat pria itu terkejut, dan langsung menghampiri bos nya itu, yang baru saja tiba di lantai ruangan nya.
"Pak, anda datang? kenapa tidak memberitahu saya?" tanya Andra, dengan suara yang gemetar, saat melihat raut wajah Xan yang memerah.
"Suruh Yuni, dan Maya menemui saya di ruangan!" titah Xan, dan langsung masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
Brak!
Xan membanting pintu ruangan, membuat Andra terkejut, yang masih berdiri di depan ruangan Xan.