Pengasuh Keempat Tuan Muda Somplak

Pengasuh Keempat Tuan Muda Somplak
Hari berikut


__ADS_3

Alena dan Xan, turun bersama untuk sarapan. Hari ini, terlihat Alena lebih baik dari hari sebelumnya. Dia juga tidak merasa mual yang menganggu hari - hari nya.


Di saat mereka sarapan, Leo pulang dengan keadaan yang begitu melelahkan.


"Leo, mau sarapan?" tanya Alena, saat melihat Leo yang baru saja masuk.


"Enggak, mau langsung istirahat, aku lelah"


"Baik lah. Jika mau sarapan, nanti minta Bibi untuk menyiapkan sarapan mu"


"Iya" sahut Leo, yang berjalan ke arah tangga.


Mereka berempat segera melanjut sarapan agar segera bisa pergi untuk bekerja. Begitu Al dan El selesai sarapan, mereka berdua segera berpamitan kepada Xan dan Alena, untuk berangkat kerja lebih dulu.


Lima belas menit kemudian.....


"Enggak mau aku antar?" tanya Xan, Alena langsung menggelengkan kepala nya.


"Aku bisa berangkat sendiri Kak Xan, aku tidak mau di antar, nanti Kamu jadi tahu dimana aku berkerja" tukas Alena, Xan hanya bisa pasrah, lalu segera masuk ke dalam mobil nya meninggalkan rumah Fernandez.


Setelah mengetahui mobil Xan, tidak terlihat lagi bayangan nya, Alena pun bergegas pergi untuk mencari taxi, agar tidak terlambat bekerja.


Setelah melewati waktu hampir dua puluh menit, Alena tiba di tempat perkejaan nya, dan melihat suasana kantor sudah semakin ramai, karena Karyawan sudah pada datang.


"Alena!" panggil Yuni, Alena pun menoleh, dan melihat wanita itu berjalan ke arah nya.


"Kakak manggil saya?" tanya Alena, begitu Yuni tiba,


"Ambil berkas di ruang Direktur, yang ada di lantai lima, ingat semua berkas yang ada disana kamu antar ke ruang meeting, karena hari ini ada rapat"


"Baik Kak" Alena pun bergegas pergi ke ruang Direktur yang ada di lantai lima, sementara Yuni dan Adi kembali ke ruangan nya.


Setiba nya di lantai lima, Alena segera pergi ke ruangan Direktur, dan tidak lupa mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok ! Tok ! Tok !


"Masuk!" sahut seseorang yang berada di dalam ruangan tersebut, Alena segera masuk dan mendapati sang direktur yang sibuk dengan layar laptop yang ada di depan nya.

__ADS_1


"Pak, saya mau ambil berkas untuk meeting hari ini" tukas Alena sedikit menunduk.


"Ada di rak sana!" sembari menoleh ke arah rak buku yang ada di samping direktur.


"Kamu anak baru?" tanya Pria itu, saat melihat Alena sudah selesai mengambil berkas yang di butuhkan.


"Benar pak, saya Alena karyawan baru"


"Baik, semoga kamu betah, Panggil saya Pak Andra, satu Direktur disini, ushakan semua keperluan meeting hari ini sudah beres, untuk pertama kali Tuan akan hadir di rapat hari ini, jangan lakukan kesalahan" pungkas Andra.


"Baik Pak, saya permisi dulu" Alena pun pergi, dengan membawakan semua berkas rapat bersama nya, dan bergegas kembali ke lantai tiga, dimana ruang meeting berada.


Tiba di lantai tiga, terlihat Yuni dan Adi menunggu Alena di depan pintu ruangan.


"Kenapa lama sekali sih, kamu bisa mengacaukan semua nya" bentak Yuni, bukan nya ucapan terimakasih yang di dengar Alena, tapi malah makian dari mulut Yuni.


"Maaf" ucap Alena pelan, Yuni segera mengambil berkas yang ada di tangan Alena, lalu meminta Alena untuk memfoto copy beberapa berkas penting lain nya.


Hari ini Alena terlihat lebih banyak berkerja ketimbang karyawan yang lain, bahkan dia sudah mondar mandir dua kali menuju lantai dua dan tiga, sekali lagi ke lantai lima.


"Ada apa? kamu terlihat begitu lelah?" tanya Sarah.


"Iya kak, hari ini Kak Yuni menyuruh ku banyak kerjaan" gumam Alena, mengadu. Sarah, segera mengambil satu botol air mineral untuk Alena.


"Nih, minum dulu"


"Makasih kak"


"Iya. Aku akan ke ruang meeting, kamu tetap disini, dan kerjakan apa yang mau kamu kerjakan, beristirahat saja dulu, kamu 'kan masih capek"


"Iya kak, semangat kerja nya" ujar Alena, Sarah dan Bima tersenyum, lalu pergi menuju ruangan meeting.


Semua karyawan senior pergi ke ruangan meeting hanya Alena yang duduk sendiri di dalam ruangan tersebut.


Di lobi, Andra menunggu Bos nya yang datang untuk meeting, CEO pemilik perusahaan XAEL, telah tiba.


"Selamat datang Pak!" sapa Andra, dengan ramah, hanya di balas anggukan kecil oleh pria itu.

__ADS_1


Andra mengikuti nya berjalan menuju lantai tiga, semua karyawan melihat ke arah bos mereka, tidak ada yang terkecuali, semua orang terlihat mengagumi ketampanan pria itu.


"Lihat lah, hari ini Pak Xander, tampan sekali, meskipun hanya bisa melihat dari jauh. Namun, hari ini dia datang untuk rapat" ucap salah satu karyawan wanita.


"Aku ingin menjadi istri nya" gumam karyawan yang lain, mereka senang menjadi istri halu dari pemilik perusahaan tersebut.


CEO XAEL adalah Xander Fernandez, perusahaan ini adalah cabang kecil dari Fernandez yang di pimpin oleh Xan. Dan di urus oleh El yang saat ini masih menunggu pembangunan gedung proyek nya yang belum kelar juga.


Ceklek !


"Silahkan pak" ucap Andra, membuka pintu ruangan rapat untuk Xan, pria itu segera masuk, dengan cara yang begitu elegan, hampir membuat seluruh karyawan wanita di dalam ruangan meeting terpesona, salah satu nya adalah Yuni, yang memang sangat mengagumi Xan.


"Selamat datang Pak" sapa mereka serentak, dan di balas senyuman datar oleh Xan. Pria ini segera berjalan ke arah kursi kekuasaan nya.


Xan, menyuruh Andra untuk memimpin rapat, dan terlihat semua orang memperhatikan layar monitor, tidak ada yang berani bersuara saat rapat sedang berlangsung, bahkan mereka segan hanya sekedar untuk menelan ludah saja.


Di dalam ruangan Divisi, Alena yang sedang tidak memiliki pekerjaan lain, berusaha untuk mencari ide untuk proyek baru yang mereka terima tiga bulan yang lalu, sebelum Alena masuk kerja.


Setelah satu jam berlalu, semua karyawan kembali pada ruangan masing- masing, dan sudah waktu nya makan siang.


"Yuni, hari ini Bos baru pertama kali datang kemari, tolong kamu pesan makan siang untuk Bos, dan beberapa staf lain nya yang saat ini berada di ruang CEO" titah Maya, atasan mereka.


"Baik Bu"


Maya berlalu dari ruangan itu, namun pandangan Yuni kini tertuju pada Alena.


"Alena, tolong kamu pesan makan siang untuk Bos kita. Ingat jangan makanan yang pedas, Bos tidak suka, apalagi berminyak"


"Jadi, apa yang harus ku pesan kak?" tanya Alena.


"Nasi bakar, dan ayam kampung kecap. Minuman nya Capuccino blend, sedikit gula, dan lima cup teh dingin. Ingat, yang untuk Bos, jangan sampai salah!" tegas Yuni.


"Baik Kak, aku akan memesan segera" Alena pun membuka aplikasi untuk memesan makan, dan langsung membayar nya dengan menggunakan uang pribadi di akun nya.


"Setelah makanan tiba, jangan lupa beri tahu aku, aku akan mengantar nya sendiri" ujar Yuni, lalu kembali duduk di kursi kerja nya.


"Baik Kak" singkat Alena yang kembali bekerja, setelah memesan makanan.

__ADS_1


__ADS_2