Pengasuh Keempat Tuan Muda Somplak

Pengasuh Keempat Tuan Muda Somplak
Hotel


__ADS_3

Drrt...Drrt...Drrt...


Baru saja, Xan lelap di samping Alena, sebuah panggilan membangun 'kan nya.


"Tuan Albarak?" panggil Xan, disaat panggilan sudah terhubung.


[Tuan Xan, apa anda bisa ke hotel dimana kami menginap, karena banyak sekali wartwan disini, Aisyah merasa sangat tertekan kalau begini situasi nya ]


"Baik, aku akan mengirim beberapa pengawal ke tempat anda!"


[Terimakasih ]


Panggilan terputus, Xan segera menghubungi Al dan El, untuk membantu Albarak.


Tiga puluh menit berlalu...

__ADS_1


Al dan El telah tiba di depan kamar milik Albarak.


Tok ! Tok ! Tok !


Ceklek !


Albarak membuka pintu kamar, karena Xan, telah memberitahu jika Al dan El telah tiba di hotel.


"Tuan, ini saya Al dan ini adik saya El. Kami berdua di kirim oleh Kak Xan, untuk bertemu dengan anda!" ujar Al, dan berusaha menjelaskan nya kepada Albarak.


"Benar, mari masuk, dan kita akan berbicara di dalam" ajak Albarak, sebelum nya Al dan El ragu, namun melihat Albarak menyambut mereka dengan baik, baru lah mereka mau masuk ke dalam kamar pribadi Albarak.


"Mau nya kita mengobrol santai di kafe, hanya saja untuk saat ini aku tidak ingin bertemu dengan siapapun dulu" tukas Albarak, dan duduk di sofa single.


"Tidak Malasah. Tuan, tidak perlu takut, kami sudah mengurus semua masalah yang ada disini, bahkan kami bisa pastikan tidak ada satu pun siaran televisi yang berani menyiarkan berita anda, kami sudah mengurus hal itu, anda dan istri akan aman berada di tempat ini" pungkas Al.

__ADS_1


"Bagus, yang terpenting, istri saya aman, dan tidak tertekan berada di sini. Semenjak kejadian itu, dia terlibat sedikit takut, saya malah takut jika dia mengalami trauma" ujar Albarak, sembari melirik ke arah balkon.


Al dan El, mengikuti arah penglihatan Albarak, dan jujur saja mereka sedikit kagum dengan pandangan itu, entah kenapa wanita seperti Aisyah, bisa membuat laki-laki itu kagum.


"Nyonya sangat beruntung bisa memiliki pria seperti anda Tuan, yang sangat peduli terhadap nya, dan bahkan anda terlihat sangat menyayangi istri anda" ungkap Al. Albarak hanya tersenyum menanggapi ucapan Al.


"Apa kalian ingin minum? Saya bisa memesan nya"


"Tidak perlu Tuan, kami hanya ingin membahas pekerjaan yang pernah di sepakati antara anda dan Kak Xan" tukas El.


"Apa kalian yakin, ingin membahas masalah itu, kalau di lihat dari umur kalian dan Xan, kalian lebih muda dan mungkin belum cukup umur untuk membahas masalah yang begitu berbahaya" pungkas Albarak.


"Tuan jangan terlalu ragu pada kami, katakan saja, dan kami bisa mengerti. Kak Xan, mengirim kami kesini juga ada alasan nya, bukan hanya menyuruh kami untuk melihat anda saja. Tapi, benar-benar menyuruh kami untuk belajar strategi yang akan anda ajarin kepada kak Xan nanti" ungkap El. Dan Albarak pun mengangguk nya.


"Baik lah, aku akan menjelaskan semua nya pada kalian, dan ingat jika kalian bertindak lakukan dengan otak kalian, dan persiapkan otot kalian"

__ADS_1


" Kami mengerti" jawab Al dan El serentak.


Albarak bangun, lalu mengambil laptop di dalam lemari yang ia simpan baju. Setelah lima menit berlalu ia kembali lagi, dengan laptop di tangan nya.


__ADS_2