Pengasuh Keempat Tuan Muda Somplak

Pengasuh Keempat Tuan Muda Somplak
Part 57


__ADS_3

Xander dan Alena pergi ke kantor sama-sama hanya saja, Xan lebih dulu mengantar sang istri ke kantor, setelah itu baru pergi ke perusahaan Fernandez.


Setelah Alena turun dari mobil sang suami, Alena pun segera pergi menuju lobi, tanpa lupa Alena juga menyapa sang penjaga yang ada di depan pintu masuk.


Alena tiba di ruangan Divisi, tetapi banyak karyawan yang sedang menggosipkan Alena. Terlebih lagi, Yuni yang memang sejak awal tidak menyukai Alena.


"Pantesan libur dua bulan, datang - datang eh malah hamil. Ooops, seperti nya ada yang hamil di luar nikah nih!" cibir Yuni yang bersandar di meja kerja nya. Alena yang mendengar itu, tentu saja tidak terima.


"Apa maksud kak Yuni?" tanya Alena, yang mendekat, Sarah dsn Bima pun ikut menghampiri mereka.


"Belum sadar juga apa yang aku katakan, benarkan Lo godain pak Xan, hingga hamil anak di luar nikah. Tapi, tidak tahu juga, itu anak Pak Xan, atau anak pria lain, Lo 'kan ******!" ketus Yuni.


Plak!


Satu tamparan melayang di pipi Yuni, Alena menampar wanita itu, semua karyawan yang ada di dalam ruang Divisi terkejut.


"Alena, sabar" bisik Sarah, mencoba menjauhkan Alena dari Yuni.


"Ada apa ini?" tanya Maya yang baru saja tiba.

__ADS_1


"Lo berani nampar Gue?!" teriak Yuni, yang tak terima dan mulai berjalan ke arah Alena.


"Yuni, Alena. Apa yang terjadi?" tanya Maya, dan kini mendekat kearah mereka berdua.


Semua karyawan yang mengintip di bubarkan oleh Maya, karena ini masih jam kerja. Dan Alena serta Yuni di panggil ke ruangan Maya.


Pintu ruangan Maya tertutup. Tidak ada yang di perbolehkan masuk, kecuali Yuni dan Alena, saat ini yang sedang di sidang oleh Maya.


"Alena katakan, apa benar kamu menggoda pak Xan hingga hamil?" tanya Maya,


"Enggak!" singkat Alena, yang memang tidak mau menjawab lebih banyak.


"Itu hanya kebetulan saja." tukas Alena.


"Alah, jujur aja kamu, kamu udah godain Pak Xan, sampai hamil, kamu tahu 'kan apa kesalahan mu?" kini Yuni yang berbicara, Alena hanya diam tidak membantah, karena tidak ingin Xan terseret dalam masalah dia.


"Sebagai hukuman nya, kamu bersihkan semua kamar mandi yang ada di perusahaan ini. " tegas Maya,


"Tapi, Bu. Saya tidak bersalah, saya tidak ingin memb...."

__ADS_1


"Jangan membantah, apa kamu mau saya kirim surat berkelakuan buruk ke kampus kamu?"


"Tidak perlu." setelah mengatakan itu, Alena pun keluar dari ruangan Maya.


Di dalam ruangan kini hanya tinggal Yuni dan Maya terlihat mereka berdua ber tos ria telah berhasil mengerjai Alena.


"Akhirnya Gue bisa liat wajah Alena yang tersiksa, siapa suruh godain Pak Xan"ketus Yuni. Yang di anggukan Maya.


Ternyata Maya dan Yuni bekerja sama untuk mengerjai Alena. Tanpa Yuni sadari jika seluruh ruangan Divisi sudah di pasang cctv dan juga di dalam ruangan Maya.


Di perusahaan Fernandez....


Xan, baru saja selesai meeting, dan kini berjalan ke arah ruangan nya, dengan temani oleh dokter Fino.


"Darmon Big...."gumam Xan, yang melihat pria tua itu berdiri di depan ruangan nya. Dengan di temani oleh beberapa pengawal.


"Maaf Pak, kami sudah melarang nya untuk masuk, tapi dia memaksa."


"Tidak apa-apa, bapak boleh kembali bekerja" titah Xan, penjaga itu pun kembali bekerja.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Xan, ternyata Darmon big sudah tiba di perusahaan Xan, hanya saja mereka belum tahu apa yang membuat pria itu untuk datang ke Fernandez.


__ADS_2