Pengasuh Keempat Tuan Muda Somplak

Pengasuh Keempat Tuan Muda Somplak
Dua hari kemudian


__ADS_3

Dua hari kemudian, Xan telah membawa Alena kembali pulang ke kediaman Fernandez, dan Xan meminta para dokter untuk merawat Alena di rumah. Tentu saja, dokter yang di percaya oleh Xan adalah dokter Fino dan Leo, sebagai adik nya.


"Ada yang ingin kamu makan sayang?" tanya Xan, saat melihat Alena yang duduk di sofa yang ada di dalam kamar.


"Eemm, mau es krim mas" ujar Alena, yang melihat ke arah Xan, dengan raut wajah yang penuh harap.


"Tunggu disini, aku akan nanya sama dokter Fino lebih dulu" jawab Xan, lalu mengeluarkan ponsel yang berada di dalam saku celana nya.


Ceklek !


Xan, dan Alena menoleh ke arah pintu kamar yang tiba - tiba terbuka.


"Kak ipar maaf, aku datang kemari, untuk memberikan vitamin ini untuk Kakak" tukas Leo, yang melangkah masuk ke dalam kamar Xan dan Alena.


"Leo, bisa enggak Alena makan es krim?"

__ADS_1


"Belum bisa Kak, Kak ipar saat ini harus bisa menghindar segala makanan pedas, dan dingin. Karena usia kandungan Kak ipar masih sangat muda dan juga sangat lemah, untuk dua bulan ke depan Kak ipar harus bisa menahan diri" pungkas Leo, yang masih memakai seragam dokter.


"Leo, aku ingin makan es krim, bisa kamu beri ijin hanya satu suap pun enggak apa-apa" bujuk Alena, Leo melirik ke arah Xan, dan memperingati Xan agar tidak menuruti keinginan Alena demi kebaikan Alena.


"Sayang, semua itu untuk kamu. Jangan dulu ya, entar kalau kamu sudah membaik kamu boleh makan es krim ya sayang" bujuk Xan, dan membelai rambut Alena dengan lembut.


"Tapi, aku mau nya sekarang, boleh ya sayang" rayu Alena, untuk pertama kali memanggil Xan, dengan begitu mesra.


"Kak, jangan termakan bujuk rayu Kak ipar, semua ini demi kesehatan kak ipar, dan calon baby kalian" tegas Leo, mengingatkan Xan akan kesehatan Alena.


"Tapi aku mau nya sekarang Kak Xan. Leo, ayolah, ini semua untuk calon keponakan kamu juga, aku mau nya sekarang " bujuk Alena, yang kini berusaha merayu Leo, dan terlihat Leo, yang tidak dapat menahan godaan yang sedang di sihir oleh Alena.


Semakin Leo menatap Alena, semakin Leo tidak dapat menahan nya, dia juga tidak ingin membiarkan keponakan nya nanti ngiler, tapi ini semua Leo lakukan demi kesehatan Alena dan calon keponakan nya.


"Leo!" panggil Xan, Leo langsung menoleh.

__ADS_1


"Kamu boleh pergi, bukan kah kamu harus kembali ke rumah sakit?" tukas Xan,


"Haah? rumah sakit?" bingung Leo, dan Xan segera mengedipkan mata nya, agar Leo segera pergi.


"Oh iya, tadi dokter Fino, menyuruh aku untuk segera ke rumah sakit, kak Aku pergi dulu" ujar Leo, dan mempercepat langkah nya untuk pergi meninggalkan kamar Xan dan Alena.


"Eh, Leo. Gimana dengan es krim nya, aku mau makan sekarang" teriak Alena, namun Leo tidak menanggapi nya.


"Sudah sayang, sudah. Besok aja makan es krim nya, kamu harus banyak-banyak istirahat. 'Kan kamu baru saja kembali dari rumah sakit, kesehatan mu belum membaik" pungkas Xan, dan membantu Alena untuk berjalan ke arah ranjang.


"Tapi janji ya, besok makan es krim nya" ucap Alena sembari memberi jari kelingking kepada Xan.


"Iya sayang, tidur lah. Mimpi indah sayang"


Xan, mengecup kening Alena, dan mengelus perut rata Alena sekilas, sebelum ia meninggalkan kamar nya.

__ADS_1


Setelah memastikan Alena akan tidur, baru lah Xan pergi meninggalkan kamar tersebut, untuk menemui Al dan El di ruang tamu.


__ADS_2