
Xan, baru kembali ke kamar nya setelah berbicara dengan adik dan Papa nya.
Ceklek !
"Kamu belum tidur?" tanya Xan, saat melihat Alena yang duduk di atas kasur, dengan menjulurkan ke dua kaki nya, dia sibuk membuka ipad yang ada di tangan nya.
"Aku sedang mengirim email untuk magang ku" ujar Alena,
"Magang? kamu ingin bekerja? dimana kamu akan bekerja?"
"Aku juga belum tahu, ini masih milih beberapa perusahaan besar, aku ingin mencoba yang yang paling menantang"
"Ku harap, kamu tidak melewati Fernandez!" tukas Xan, yang berjalan ke arah Alena.
"Tidak, aku tidak ingin magang disana, nanti Paman dan Kak Xan, akan menyulitkan ku" ungkap Alena,
"Enggak akan, aku akan memberikan pengalaman terbaik untuk mu, kenapa enggak pilih Fernandez saja?"
" Tidak mau!" putus Alena. Xan, menyeringai. Pria ini tahu apa yang akan di lakukan oleh nya.
"Jadi, perusahaan apa yang kamu pilih?" Xan, mendekat, setelah berhasil melepaskan dasi nya, lalu kembali membuka kancing kemeja nya.
"Aku akan memilih perusahaan Purna atau Arlando, seperti nya ini perusahaan Asing" gumam Alena.
"Yang mana?"
"Arlando" jawab Alena, yang masih sibuk dengan iPad nya.
"Eemm, memang!"
"Aku memilih dua perusahaan bergensi ini, perusahaan ini juga perusahaan terbaik disini" ujar Alena.
"Terserah kamu saja, aku mau mandi dulu"
"Eeemm"
Xan, segera berjalan ke arah kamar mandi, sementara Alena, menyimpan kembali laptop nya, lalu turun dari ranjang berniat untuk menyiapkan baju ganti Xan.
Ke esokan pagi nya...
Alena dan yang lain, termasuk Arga sedang sarapan bersama di meja makan.
"Hari ini, Papa akan kembali ke Jepang, Papa merasa jika kesehatan Papa sudah membaik"
"Kenapa Papa tidak tinggal disini saja?" tanya Leo,
"Apa kamu mau pergi ke Jepang, menggantikan Papa?"
__ADS_1
"Enggak!" sahut Leo, spontan membuat Arga tersenyum,
"Jadi, Leo. Kapan kamu berencana untuk mengambil surat ijin untuk praktek mu?"
"Aku harus kembali ke Paris pa, semua dokumen kelulusan ku ada di sana!"
"Pinta Kakak mu, untuk menemani mu"
"Bagaimana kalau aku Pa?" saran Al, Arga mengangguk nya.
"Cepat pergi dan segera kembali, kalian harus tinggal dalam satu rumah ini, jangan terpisah. Alena, Papa titip 'kan mereka kepada mu" ujar Agra.
"Baik Paman"
"Loh, panggil nya kok Paman, Papa dong" goda Arga, Alena hanya tersenyum malu-malu, lalu mengiyakan nya.
Begitu selesai sarapan, Al dan El pun bergegas pergi ke kantor. Arga meminta Xan, untuk mengantar nya ke bandara. Sementara Leo, tinggal di rumah bersama dengan Alena.
Setelah semua orang pergi, rumah kembali sepi, hanya ada beberapa pelayan dan tukang kebun yang sibuk pada pekerjaan mereka.
"Alena, kau sudah melamar pekerjaan ?"
"Eeemm" sahut Alena yang sibuk mengotak atik ponsel nya.
"Perusahaan apa yang kau pilih?" Leo, mendekat dan duduk di samping Alena.
"Purna dan Arlando, tapi belum mendapatkan balasan dari mereka"
"Kenapa kamu lebih tahu dua perusahaan itu? bukan kah, kamu tidak tertarik?" tanya Alena bingung.
"Eemm, aku tahu. Tapi, aku tidak melamar pekerjaan disana, dua perusahaan itu adalah kolega keluarga kami" tukas Leo, lalu kembali fokus pada game yang ada di tangan nya.
Di tempat lain, Al dan El baru saja tiba di bengkel mereka. Hari ini, lumayan rame pengunjung nya. Bengkel sudah buka di jam delapan pagi, tapi Al dan El baru tiba jam sepuluh pagi.
"Selamat pagi Bos" sapa salah satu karyawan yang berada di bagian resepsionis.
"Pagi" jawab Al dengan ramah.
"Ini milik siapa?" tanya Al, saat melihat mobil mewah Brio dengan plat nya yang unik.
"Owh, itu milik gadis..." Karyawan itu nampak sedang berpikir, kamu tidak melihat pelanggan mereka yang menunggu disana.
"Milik Ria, Bos" setelah memeriksa buku pelanggan yang ada di depan nya.
"Baik lah, Marina saya kembali bekerja dulu" ujar Al, yang mengikuti El, karena El sudah lebih dulu masuk ke dalam ruangan mereka.
Setelah Al masuk ke dalam ruangan nya. Ria pun tiba di sana, dan kembali menunggu untuk mobil nya yang sedang di perbaiki.
__ADS_1
"Kak mau nanya, berapa ya kira - kira biaya nya?" tanya Ria,
"Oh, itu bisa langsung tanya sama pekerja nya, biasa nya mereka akan memberikan harga, setelah perbaikan nya selesai, kamu tunggu saja disini"
"Baik lah" Ria kembali ke sofa, yang ada di ruang tunggu, sembari menunggu mobil nya selesai di perbaiki, Ria pun menghubungi Alena, karena Ria sendiri ingin bertanya tentang lamaran pekerjaan kepada Alena.
Tut...Tut...
"Kenapa susah sekali terhubung?" gumam Ria yang memperhatikan layar ponsel nya. Namun, belum ada tanda-tanda kalau Alena akan mengangkat nya.
[Ria...] teriak Alena, begitu panggilan terhubung, dan langsung saja ria menjauhkan ponsel dari hadapan nya.
"Kenapa kau berteriak?" tanya Ria, saat melihat Alena di layar ponsel nya.
[Aku merindukan mu. Bagaimana keadaan mu?]
"Kita baru kemarin bertemu, hanya hari ini belum bertemu, jangan drama. Tapi, tunggu dulu, kamu sedang dimana?" tanya Ria, yang sedang memperhatikan background dimana Alena berada.
[Aku sedang berada di tempat majikan ku. Kamu tahu, aku masih mengambil kerja paruh waktu menjadi tukang cuci] Alena terpaksa berbohong, karena dia tidak ingin Ria berpikir yang enggak - enggak urusan nya.
"Aku akan mengunjungi mu hari ini!" ujar Ria,
[Eh, aku akan pulang terlambat, bagaimana kalau kita bertemu besok, saat aku pergi interview pekerjaan ku!]
"Kau sudah melamar?"
[Sudah, tapi belum ada tanggapan!]
"Kalau belum ada tanggapan bagaimana bisa kau mengatakan akan pergi interview?"
[ Aku berharap di terima, dan besok bisa interview]
"Kau melamar di perusahaan mana?, aku akan ikut dengan mu!" tukas Ria, yang masih sibuk menatap layar ponsel nya. Tanpa menyadari nya seseorang sedang memperhatikan Ria, dari balik ruangan dinding kaca tempat Ria menunggu.
[ Purna dan Arlando, hanya di dua tempat itu]
"Kenapa enggak Fernandez, di perusahaan keluarga Leo?"
[ Aku enggak minat] tegas Alena, yang berusaha menghindar, saat tahu Leo akan menghampiri nya di tampan.
"Aku minat, aku akan melamar disana "
[Ria, sudah dulu ya, nanti ku hubungi lagi. Bye...] Alena memutuskan panggilan nya, tanpa menunggu jawaban Ria.
"Ehh..Alena!"
Tut...Tut...
__ADS_1
Panggilan sudah terputus, dan mobil Ria pun sudah selesai di perbaiki.
"Nona Ria, tukang perbaikan mobil meminta anda untuk mengecek mobil anda, mereka sudah selesai memperbaiki nya" ujar Marina, Ria pun bergegas bangkit dari tempat duduk nya dan ikut bersama dengan Marina.