
Al dan El pun pergi meninggalkan Xan di dalam ruangan Alena. Tak berapa lama kepergian Al dan El, Leo pun masuk untuk memeriksa Alena.
"Leo, kamu belum pulang?"
"Aku ada shift malam Kak. Aku ijin memeriksa Kak ipar dulu, semoga semua nya baik - baik saja kak" ujar Leo, lalu berjalan ke arah ranjang Alena.
Leo pun mulai memeriksa kondisi Alena yang masih berbaring lemah di atas ranjang pasien.
"Semua nya terlihat sudah membaik, hanya saja kita harus menunggu sampai besok pagi, semoga besok Kak ipar sudah siuman"
"Iya " singkat Xan, yang memang berharap semua yang terbaik untuk istri dan calon anak nya.
Di saat Leo dan Xan sibuk memperhatikan Alena, ke dua nya di kejut 'kan dengan pergerakan jari jemari Alena, Xan langsung mendekati ranjang Alena.
"kamu lia Leo?"
"Iya Kak, tunggu aku akan memanggil dokter Fino kemari" ujar Leo, yang meninggalkan Xan.
"Sayang, kamu bangun?" lirih Xan, dan saat ke dua mata Alena tiba - tiba terbuka, dan Xan sangat senang akhirnya Alena siuman.
"Sayang..." Xan, menggenggam tangan Alena, dah Alena hanya diam saja sembari memperhatikan pria yang berada di samping ranjang nya.
__ADS_1
Xan mencium punggung tangan Alena, dan terlihat betapa bahagia nya pria ini saat mengetahui jika Alena sudah bangun dari tidur nya.
"Kak Xan..."
"Iya sayang, katakan apa yang tidak sakit, tunggu disini, dokter akan segera datang" ujar Xan,
"Kenapa aku ada disini?" tanya Alena,
"Kemarin kamu pingsan waktu jatuh dari tangga, makanya kamu ada disini" tukas Xan,
Ceklek !
"Biar Aku periksa dulu Tuan Xan" seru dokter Fino yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.
Xan menunggu dengan sabar, saat dokter Fino memeriksa sang istri.
"Bagaimana dok?"
"Kesehatan Nyonya muda sudah membaik, hanya saja Nyonya muda sedikit syok, dan dia terlihat bingung saat siuman tadi. Semoga saja, Nyonya muda menjadi lebih baik lagi, dari ini kesehatan nya" tukas dokter Fino.
"Kapan istri saya boleh di bawa pulang?" tanya Xan.
__ADS_1
"Mungkin dua atau tiga hari lagi sudah bisa di bawa pulang"
"Aku ingin membawa pulang hari ini, bisa kah anda mengurus nya? aku akan tenang bila Alena di rawat di rumah saja" pungkas Xan, dengan raut wajah yang begitu cemas.
"Tentu, saya akan mengurus nya, dan saya juga akan bertanggung jawab atas Nyonya muda sampai Nyonya muda sembuh" ungkap dokter Fino.
"Terimakasih dok"
"Sama-sama. Kalau begitu, saya akan mengurus nya lebih dulu" ujar dokter Fino, lalu keluar dari ruangan Alena.
Blam!
Terdengar suara pintu yang tertutup. Xan kembali duduk di samping Alena, dan tangan nya masih setia menggenggam tangan Alena.
"Kak Xan..." lirih Alena lagi, menatap raut wajah Xan dengan bingung.
"Iya sayang, ada apa? katakan !"
"Kenapa perut ku terasa begitu keram, dan sedikit tidak enak?" tanya Alena, dengan raut wajah yang cemas.
"Sayang, Aku lupa memberitahu mu, kalau di dalam sini, ada calon baby kita sayang, sebentar lagi, kamu dan aku akan menjadi orang tua, terimakasih sayang" ucap Xan, dengan haru dan tanpa terasa air mata nya menetes.
__ADS_1
Xan mengecup kening Alena beberapa kali, saat melihat raut wajah Alena yang bahagia mendengar kabar itu, Alena sangat senang, dan tangan nya bergerak mengelus perut rata nya.