Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Tidak mau kalah


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga yađŸ„°


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiahđŸ„°


So... I Hope Enjoy The Story


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


...****************...



Serin yang baru saja kembali dari dapur, langsung mendudukkan dirinya di samping suaminya yang sedang asik memainkan ponselnya


“Glen” seru Serin seraya menoleh kearah suaminya yang hanya menjawabnya dengan dehaman


“bagaimana.. jika kita pindahkan saja Reyhan ke sekolah lain” celetuk Serin berhasil membuat atensi suaminya beralih padanya


Pria itu hanya diam sambil menaikkan satu alisnya, tanda ia bingung dengan maksud Serin, yang tiba-tiba ingin putranya pindah sekolah


“kenapa?” satu kata yang pria itu lontarkan untuk menanyakan seluruh maksudnya, “Tidak! Hanya saja aku tidak tenang jika dia tetap bersekolah di sana” jawab Serin, “memangnya mau di pindah kemana?”tanya Glen


“kesekolah keponakanku, di sana ada anak pamanku, dan mereka bisa berteman nantinya” sahut Serin


Glen diam sebentar sembari memikirkan ucapan istrinya, “sekolah itu termasuk sekolah terbaik disini! tapi nanti aku akan bicara pada Max untuk mengurusnya” jawab Glen tanpa mengalihkan pandangannya, dari Serin yang sedang mengangguk akan ucapannya tadi


Sebelumnya Glen sudah mengatakan jika dia akan mendengarkan ucapan istrinya, karena itu ia langsung memikirkan ucapan Serin, entah kenapa pria itu yakin jika istrinya itu meminta hal itu, karena sebuah alasan


“katakan alasanmu ingin memindahkan Reyhan?” tanya Glen penasaran, sebelumnya Serin sempat diam, dia tau Glen akan sangat overprotektif jika keluarganya terluka


“tadi malam aku tidak sengaja melihat memar di bahu Reyhan” tukas Serin sontak membuat Glen yang tadinya sedang asik bersandar di punggung ranjang, langsung menegakkan duduknya “kamu serius!” sahut Glen


“iyaa, kemarin aku juga bertanya pada bibi Sella, katanya Reyhan kemarin mandi sendiri
 tapi entah kenapa aku berpikir dia ingin mandi sendiri karena takut memarnya dilihat bibi Sella” jelas Serin, “Lalu
” sahut Glen


Serin menghela panjang napasnya “aku hanya takut Reyhan jadi korban bullying, tapi itu hanya perkiraanku saja, tapi bisa saja Reyhan hanya terjatuh saat bermain” ucap Serin berpikir positif


“mungkin kamu hanya khawatir dengannya, makanya berpikir yang tidak-tidak. Tapi aku akan tetap mempertimbangkan permintaanmu tadi” jawab Glen dan di angguki oleh Serin


“Minggu depan sudah tahun baru, bagaimana jika kita liburan di villa kakek” tawar Glen pada Serin yang sedang memposisikan dirinya untuk tidur


“oke” sahutnya seraya menghadap kearah Glen yang baru saja merebahkan tubuhnya “ajak orang tuamu juga” tambah Glen


“orang tuaku?!” sahut Serin menaikkan sebentar alisnya, “kenapa mereka juga ikut?” tanyanya


Bukannya menjawab pria itu malah menarik Serin agar dekat dengan dirinya, sedangkan Serin ia hanya mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah suaminya, “kalau tidak ada orang tuamu, siapa yang akan menjaga Reyhan” gumamnya


“kan ada bibi Sella” sahutnya enteng,


“Hishh
 kamu ini pura-pura tidak paham, atau memang tidak peka” keluh Glen pasalnya istrinya itu bertanya seolah dia tidak paham maksud dirinya


“kalau ada orang tuamu, Reyhan ada yang menjaga saat tidur
 “tapi bisa tidur dengan kita, kan” potong Serin, ingin sekali pria itu menyentil dahi istrinya, tapi malah berakhir dengan mengelus rambutnya


“aku hanya ingin kita menghabiskan waktu berdua” ujarnya tanpa menghentikan tangannya yang masih mengelus rambut istrinya, dan sesekali menyisir surai hitamnya “kamu paham maksudku” tambahnya


“Iyaa
 tapi biarkan bibi Sella ikut, aku tidak yakin mamah dan papah punya waktu, kamu tau sendirikan. Hidup mereka sudah sepenuhnya bersatu dengan rumah sakit,,, dan nanti yang ada.. mereka malah menanyakan cucu lagi! Terutama mamah” ucap Serin, karena dia tau betul jika orang tuanya itu selalu sibuk dengan rumah sakit, apalagi jadwal operasi ibunya yang kadang bisa membuatnya tidak pulang kerumah


Glen hanya mengangguk mengiyakan ucapan istrinya sembari mengajaknya untuk tidur, karena mereka besok masih punya kesibukan masing-masing


...****************...



Semua anak-anak di antar oleh orang tua mereka masing-masing, sama halnya dengan Reyhan yang juga di antar ibunya


Sebelum pergi Serin menyempatkan diri untuk bicara dengan salah satu guru pembimbing putranya

__ADS_1


“

”


“Ada yang bisa saya bantu” tanya seorang wanita yang berprofesi sebagai guru pembimbing anaknya, entah kenapa berat rasanya untuk Serin meninggalkan Reyhan, untungnya ia hari ini masuk siang jadi tidak ada masalah untuknya menunggu Reyhan


“saya mau tanya! Apa kemarin anak saya jatuh saat bermain?” tanya Serin datar namun terkesan mengintimidasi,


“Ah. Kemarin Reyhan jatuh saat bermain, saya ingin mengajaknya kerumah sakit, tapi dia merengek tidak mau dan ingin pulang saja, karena itu saya terpaksa membiarkannya untuk pelang” jelas sang guru


Serin hanya mengangguk pelan paham dengan penjelasan wanita itu. “kalau boleh saya tau.. dia jatuh dimana?” tanyanya sekali lagi, lantas guru itu menunjuk kearah taman bermain yang ada di halaman seolah


Serin kembali menganggukkan pelan kepalanya, tapi pandangannya terus memperhatikan tempat itu seolah sedang mencari sesuatu


“bagaimana jatuh bisa menyebabkan memar di bahu, bukannya anggota tubuh yang lain” gumam Serin dalam hatinya, ia mencoba memperkirakan apa yang terjadi pada Reyhan hingga mendapat luka memar di dekat bahunya


Serin seorang wanita yang tau betul bela diri, dan ia juga bisa mengidentifikasi mana luka yang disebabkan pukulan dan mana yang di sebabkan jatuh


“anda yakin anak saya terjatuh?” tanya Serin sekali lagi, namun kali ini nada bicaranya terkesan tenang
 tapi justru itu yang bahaya dari Serin. Jika wanita itu sudah bicara tenang, maka artinya ia sedang memikirkan sesuatu atau mungkin sudah mengetahui sesuatu


“Benar. Kemarin anak-anak yang melaporkan pada saya jika Reyhan jatuh” jawabnya yakin


“Baiklah! Tolong jaga anak saya selama dia bersekolah di sini” ucap


Serin lalu tersenyum dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan, lalu ia keluar dari sana menuju mobilnya yang ada di parkiran


...****************...


“

”


“Yak! Anak pungut minggir sana” ucap seorang anak laki-laki yang seumuran dengannya, lalu mendorong Reyhan hingga jatuh dari kursinya


Karena tidak terima Reyhan bangun dari duduknya, ia mengepal tangan mungilnya itu dengan rasa kesal


“bisakah cari kursi lain, ini kursiku” ucapnya seraya berusaha mengambil barang-barangnya yang ada di atas meja


“kau jangan sok, kau itu hanya anak pungut jadi sadar diri” ucap anak kecil itu tidak beberapa lama, semua anak dikelas itu menyorakinya dengan sebutan ‘anak pungut’


Karena tidak terima, Reyhan mendorongnya hingga jatuh seperti ia sebelumnya jatuh. Sebagaimana dirinya melakukan pembelaan atas dirinya,,, hingga sukses membuat anak itu meringis, padahal Reyhan tidak mendorongnya kuat, ia hanya berniat agar anak pria itu pergi dari kursinya


“Yak! Apa yang kau lakukan pada anakku” marah seorang wanita yang melihat anaknya di dorong oleh Reyhan. Wanita itu langsung mendirikan anaknya dan menatap tajam kearah Reyhan dengan tatapan tidak sukanya


“Yak! Apa kau di ajari sopan santun hah. Berani sekali kau mendorong anakku” bentaknya sambil membersihkan pakaian anaknya sehabis terjatuh tadi


Reyhan hanya menunduk takut, bagaimanapun dia hanya anak kecil yang hampir memasuki usia 6 tahun, di bentak seperti itu tentu saja membuatnya takut
 dan Serin tidak pernah sekalipun membentaknya, apa lagi bertutur kata kasar padanya


“mom dia melukaiku” adunya pada sang ibu, hingga membuat wanita itu semakin marah terhadap Reyhan


“ikut aku, aku akan mengadukan perbuatan jahatmu ini pada guru” ujarnya lalu menarik kasar tangan Reyhan hingga pria kecil itu meringis kesakitan


“akhh.. bibi sakit!” lirihnya ketika tangannya di tarik dengan begitu kasar oleh wanita itu


Sampai diruang guru, wanita itu langsung mengadukan perbuatan Reyhan yang tadi dilihatnya, pada seorang wanita yang merupakan guru pembimbing kelas


“tenang bu! Tolong lepaskan tangannya dulu” ujar wanita itu mencoba melepaskan genggaman kasar dari wanita itu terhadap Reyhan


Belum sempat guru itu melepaskan tangannya, seorang wanita sudah lebih dulu melepaskan kasar tangan wanita itu dari sang pria kecil yang tadi di seret dengan begitu kasar


“YAK!” marahnya pada wanita yang


melepaskan tangannya dengan kasar


“kenapa? Apa sakit” ujarnya seraya menyamakan tingginya pada sang putra


Ya, Serin masih berada di sekolah Reyhan, ia hanya kembali ke mobil untuk menunggu putranya pulang, lalu ia akan berangkat ke kampus. Saat Serin sedang meminjam toilet sekolah, ia tidak sengaja mendengar samar-samar suara wanita yang merupakan salah satu wali murid.. dan kagetnya ia melihat putranya di adukan seperti itu, tentu saja wanita bermarga NIX itu tidak terima


“kamu baik-baik saja sayang?” tanyanya seraya mengelus lembut tangan anaknya yang tadi di tarik dengan begitu kasar


Reyhan hanya menunduk takut, “maaf bu, aku membuat ibu malu” lirihnya tanpa berani menatap nanar mata Serin


“syukurlah kalau tau diri” celetuk wanita yang sedang berdiri sambil melipat tangannya kedada, di tambah dengan tatapan remehnya dan tidak sukanya terhadap Reyhan

__ADS_1


Serin hanya melayangkan tatapan tajamnya, lalu kembali lagi pada anaknya


“katakana pada ibu, apa yang mereka lakukan padamu?” tanyanya lembut, jauh berbeda dari bentakan wanita tadi


“anakmu itu tidak tau diri, sudah masih bagus bisa sekolah disini
 tapi berani sekali mendorong anakku, apa kau tidak mengajarinya sopan santun!!!” sarkasnya, mendengar itu Serin hanya tersenyum tipis dan tetap menatap putranya untuk mendapat penjelasan


“tadi anak bibi itu mengambil kursiku, dan mengataiku anak pungut! Aku hanya ingin membela diriku bu” lirihnya diiringi air mata yang jatuh dari pelupuk matanya, melihat itu Serin langsung memeluk hangat putranya sebentar lalu menggenggam tangannya


“kau dengar sendiri bukan? Anakmu yang memulai lebih dulu” ucap Serin dengan emosi yang masih ia control tanpa meluapkan amarahnya di hadapan Reyhan


“tidak bu! Dia yang mendorongku lebih dulu” bantah sang anak pada ibunya


“anakmu yang berbohong nyatanya, disini anakku yang terluka
 tangannya luka karena anakmu mendorong putraku” ucapnya membela sang anak


Serin membungkukkan sedikit badannya, untuk bicara pada pria kecil yang seumuran dengan putranya


“apa ibumu mengajarimu untuk berbohong?” tanyanya dengan nada lembut namun terkesan mengejek didikan ibunya


Sedangkan anak kecil itu malah menjauh sedikit dan berlindung di balik tubuh ibunya, ketika melihat tatapan Serin yang tidak bisa di artikan


“Yak! Berani sekali kau mengatakan hal itu. Anak diluar nikah saja di banggakan. Cih!” ujarnya menatap remeh Serin


Bahkan disini, Serin saja tidak tau alasan kenapa wanita itu menyebut Reyhan sebagai anak diluar nikah, entah dari mana mereka mendapatkan berita seperti itu


“bu kita pulang saja!” ajak Reyhan menarik pelan jemari ibunya yang sedang ia genggam


“bisa anda ulangi sekali lagi?” ucap Serin menatap tajam wanita yang tadi menyebut anak haram di hadapannya


“sebentar sayang” ujarnya menepuk pelan punggung tangan Reyhan


Serin menatap wanita itu dari atas sampai bawah, jika dilihat wanita itu sepertinya dari keluarga terpandang, apalagi pakaian yang ia gunakan semuanya dari brand terkenal


“Anak haram.” Sahutnya enteng tepat di depan wajah Serin


Serin hanya menarik senyum paksanya, “kau tau suamiku siapa?” tanya Serin, dia tidak ingin memperpanjang ini. Tapi perkataan wanita itu benar-benar membuatnya murka, ditambah pertanyaan tentang bagaimana memar Reyhan itu di dapatkan masih berputar di kepalanya


“siapa? Paling juga tidak sebanding dengan suamiku” ucapnya remeh, “oke itu tidak penting, tapi tolong suruh putramu untuk meminta maaf pada Reyhan sekarang juga!” suruh Serin dengan tatapan tajamnya


“Cih. Minta maaf. Seharusnya anakmu yang minta maaf dengan anakku, dia yang mendorong anakku lebih dulu” ucap wanita itu tidak mau kalah


“lebih baik suruh anakmu yang minta maaf! Sebelum aku menyuruh kepala sekolah untuk mengeluarkannya dari sekolah ini” ujarnya menyombong seolah ia pemilik sekolah


“jelas-jelas anakmu yang salah! Kenapa anakku yang minta maaf” tekan Serin, bahkan guru pembimbing yang ingin menengahi pertengkaran dua ibu itu mengurungkan niatnya, ketika Serin mengangkat tangannya pertanda jangan ada yang menengahi mereka berdua


Wanita itu sedikit mendongakkan wajahnya karena Serin lebih tinggi darinya, tatapan tajam saling terlempar dari mata keduanya


Serin menghela napas jengahnya sekali lagi, “aku minta baik-baik denganmu, suruh anakmu untuk minta maaf pada putraku!” ucapnya


“nyatanya anakmu yang mendorong putraku, seluruh kelas melihatnya
 seharusnya dia yang minta maaf” ucapnya tidak mau kalah dengan Serin, pokoknya apa yang ia lihat tadi itulah kebenarannya


Tidak beberapa lama datang seorang pria yang merupakan kepala sekolah di sekolah itu


“Ah. Nyonya ada apa ini?” ujarnya bertanya pada wanita itu, sedangkan Serin hanya menarik tipis senyumnya karena ia tau nyatanya wanita itu memang punya kuasa di sekolah ini


“keluarkan saja anak ini dia sudah berani mendorong putraku, mana tidak mau minta maaf lagi” remehnya menatap Serin


"Mari kita bicara di ruangan saya" ujar kepala sekolah mengajak kedua wanita yang tengah beradu mata itu


...****************...


.


.


.


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2