
Biasakan Like bab-nyađ...
Masukin list Fav juga yađ„°
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiahđ„°
So... I Hope Enjoy The Story
â Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
...****************...
Serin yang baru saja kembali dari dapur, langsung mendudukkan dirinya di samping suaminya yang sedang asik memainkan ponselnya
âGlenâ seru Serin seraya menoleh kearah suaminya yang hanya menjawabnya dengan dehaman
âbagaimana.. jika kita pindahkan saja Reyhan ke sekolah lainâ celetuk Serin berhasil membuat atensi suaminya beralih padanya
Pria itu hanya diam sambil menaikkan satu alisnya, tanda ia bingung dengan maksud Serin, yang tiba-tiba ingin putranya pindah sekolah
âkenapa?â satu kata yang pria itu lontarkan untuk menanyakan seluruh maksudnya, âTidak! Hanya saja aku tidak tenang jika dia tetap bersekolah di sanaâ jawab Serin, âmemangnya mau di pindah kemana?âtanya Glen
âkesekolah keponakanku, di sana ada anak pamanku, dan mereka bisa berteman nantinyaâ sahut Serin
Glen diam sebentar sembari memikirkan ucapan istrinya, âsekolah itu termasuk sekolah terbaik disini! tapi nanti aku akan bicara pada Max untuk mengurusnyaâ jawab Glen tanpa mengalihkan pandangannya, dari Serin yang sedang mengangguk akan ucapannya tadi
Sebelumnya Glen sudah mengatakan jika dia akan mendengarkan ucapan istrinya, karena itu ia langsung memikirkan ucapan Serin, entah kenapa pria itu yakin jika istrinya itu meminta hal itu, karena sebuah alasan
âkatakan alasanmu ingin memindahkan Reyhan?â tanya Glen penasaran, sebelumnya Serin sempat diam, dia tau Glen akan sangat overprotektif jika keluarganya terluka
âtadi malam aku tidak sengaja melihat memar di bahu Reyhanâ tukas Serin sontak membuat Glen yang tadinya sedang asik bersandar di punggung ranjang, langsung menegakkan duduknya âkamu serius!â sahut Glen
âiyaa, kemarin aku juga bertanya pada bibi Sella, katanya Reyhan kemarin mandi sendiri⊠tapi entah kenapa aku berpikir dia ingin mandi sendiri karena takut memarnya dilihat bibi Sellaâ jelas Serin, âLaluâŠâ sahut Glen
Serin menghela panjang napasnya âaku hanya takut Reyhan jadi korban bullying, tapi itu hanya perkiraanku saja, tapi bisa saja Reyhan hanya terjatuh saat bermainâ ucap Serin berpikir positif
âmungkin kamu hanya khawatir dengannya, makanya berpikir yang tidak-tidak. Tapi aku akan tetap mempertimbangkan permintaanmu tadiâ jawab Glen dan di angguki oleh Serin
âMinggu depan sudah tahun baru, bagaimana jika kita liburan di villa kakekâ tawar Glen pada Serin yang sedang memposisikan dirinya untuk tidur
âokeâ sahutnya seraya menghadap kearah Glen yang baru saja merebahkan tubuhnya âajak orang tuamu jugaâ tambah Glen
âorang tuaku?!â sahut Serin menaikkan sebentar alisnya, âkenapa mereka juga ikut?â tanyanya
Bukannya menjawab pria itu malah menarik Serin agar dekat dengan dirinya, sedangkan Serin ia hanya mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah suaminya, âkalau tidak ada orang tuamu, siapa yang akan menjaga Reyhanâ gumamnya
âkan ada bibi Sellaâ sahutnya enteng,
âHishh⊠kamu ini pura-pura tidak paham, atau memang tidak pekaâ keluh Glen pasalnya istrinya itu bertanya seolah dia tidak paham maksud dirinya
âkalau ada orang tuamu, Reyhan ada yang menjaga saat tidur⊠âtapi bisa tidur dengan kita, kanâ potong Serin, ingin sekali pria itu menyentil dahi istrinya, tapi malah berakhir dengan mengelus rambutnya
âaku hanya ingin kita menghabiskan waktu berduaâ ujarnya tanpa menghentikan tangannya yang masih mengelus rambut istrinya, dan sesekali menyisir surai hitamnya âkamu paham maksudkuâ tambahnya
âIyaa⊠tapi biarkan bibi Sella ikut, aku tidak yakin mamah dan papah punya waktu, kamu tau sendirikan. Hidup mereka sudah sepenuhnya bersatu dengan rumah sakit,,, dan nanti yang ada.. mereka malah menanyakan cucu lagi! Terutama mamahâ ucap Serin, karena dia tau betul jika orang tuanya itu selalu sibuk dengan rumah sakit, apalagi jadwal operasi ibunya yang kadang bisa membuatnya tidak pulang kerumah
Glen hanya mengangguk mengiyakan ucapan istrinya sembari mengajaknya untuk tidur, karena mereka besok masih punya kesibukan masing-masing
...****************...
Semua anak-anak di antar oleh orang tua mereka masing-masing, sama halnya dengan Reyhan yang juga di antar ibunya
Sebelum pergi Serin menyempatkan diri untuk bicara dengan salah satu guru pembimbing putranya
__ADS_1
ââŠâŠâ
âAda yang bisa saya bantuâ tanya seorang wanita yang berprofesi sebagai guru pembimbing anaknya, entah kenapa berat rasanya untuk Serin meninggalkan Reyhan, untungnya ia hari ini masuk siang jadi tidak ada masalah untuknya menunggu Reyhan
âsaya mau tanya! Apa kemarin anak saya jatuh saat bermain?â tanya Serin datar namun terkesan mengintimidasi,
âAh. Kemarin Reyhan jatuh saat bermain, saya ingin mengajaknya kerumah sakit, tapi dia merengek tidak mau dan ingin pulang saja, karena itu saya terpaksa membiarkannya untuk pelangâ jelas sang guru
Serin hanya mengangguk pelan paham dengan penjelasan wanita itu. âkalau boleh saya tau.. dia jatuh dimana?â tanyanya sekali lagi, lantas guru itu menunjuk kearah taman bermain yang ada di halaman seolah
Serin kembali menganggukkan pelan kepalanya, tapi pandangannya terus memperhatikan tempat itu seolah sedang mencari sesuatu
âbagaimana jatuh bisa menyebabkan memar di bahu, bukannya anggota tubuh yang lainâ gumam Serin dalam hatinya, ia mencoba memperkirakan apa yang terjadi pada Reyhan hingga mendapat luka memar di dekat bahunya
Serin seorang wanita yang tau betul bela diri, dan ia juga bisa mengidentifikasi mana luka yang disebabkan pukulan dan mana yang di sebabkan jatuh
âanda yakin anak saya terjatuh?â tanya Serin sekali lagi, namun kali ini nada bicaranya terkesan tenang⊠tapi justru itu yang bahaya dari Serin. Jika wanita itu sudah bicara tenang, maka artinya ia sedang memikirkan sesuatu atau mungkin sudah mengetahui sesuatu
âBenar. Kemarin anak-anak yang melaporkan pada saya jika Reyhan jatuhâ jawabnya yakin
âBaiklah! Tolong jaga anak saya selama dia bersekolah di siniâ ucap
Serin lalu tersenyum dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan, lalu ia keluar dari sana menuju mobilnya yang ada di parkiran
...****************...
ââŠâŠâ
âYak! Anak pungut minggir sanaâ ucap seorang anak laki-laki yang seumuran dengannya, lalu mendorong Reyhan hingga jatuh dari kursinya
Karena tidak terima Reyhan bangun dari duduknya, ia mengepal tangan mungilnya itu dengan rasa kesal
âbisakah cari kursi lain, ini kursikuâ ucapnya seraya berusaha mengambil barang-barangnya yang ada di atas meja
âkau jangan sok, kau itu hanya anak pungut jadi sadar diriâ ucap anak kecil itu tidak beberapa lama, semua anak dikelas itu menyorakinya dengan sebutan âanak pungutâ
Karena tidak terima, Reyhan mendorongnya hingga jatuh seperti ia sebelumnya jatuh. Sebagaimana dirinya melakukan pembelaan atas dirinya,,, hingga sukses membuat anak itu meringis, padahal Reyhan tidak mendorongnya kuat, ia hanya berniat agar anak pria itu pergi dari kursinya
âYak! Apa yang kau lakukan pada anakkuâ marah seorang wanita yang melihat anaknya di dorong oleh Reyhan. Wanita itu langsung mendirikan anaknya dan menatap tajam kearah Reyhan dengan tatapan tidak sukanya
âYak! Apa kau di ajari sopan santun hah. Berani sekali kau mendorong anakkuâ bentaknya sambil membersihkan pakaian anaknya sehabis terjatuh tadi
Reyhan hanya menunduk takut, bagaimanapun dia hanya anak kecil yang hampir memasuki usia 6 tahun, di bentak seperti itu tentu saja membuatnya takut⊠dan Serin tidak pernah sekalipun membentaknya, apa lagi bertutur kata kasar padanya
âmom dia melukaikuâ adunya pada sang ibu, hingga membuat wanita itu semakin marah terhadap Reyhan
âikut aku, aku akan mengadukan perbuatan jahatmu ini pada guruâ ujarnya lalu menarik kasar tangan Reyhan hingga pria kecil itu meringis kesakitan
âakhh.. bibi sakit!â lirihnya ketika tangannya di tarik dengan begitu kasar oleh wanita itu
Sampai diruang guru, wanita itu langsung mengadukan perbuatan Reyhan yang tadi dilihatnya, pada seorang wanita yang merupakan guru pembimbing kelas
âtenang bu! Tolong lepaskan tangannya duluâ ujar wanita itu mencoba melepaskan genggaman kasar dari wanita itu terhadap Reyhan
Belum sempat guru itu melepaskan tangannya, seorang wanita sudah lebih dulu melepaskan kasar tangan wanita itu dari sang pria kecil yang tadi di seret dengan begitu kasar
âYAK!â marahnya pada wanita yang
melepaskan tangannya dengan kasar
âkenapa? Apa sakitâ ujarnya seraya menyamakan tingginya pada sang putra
Ya, Serin masih berada di sekolah Reyhan, ia hanya kembali ke mobil untuk menunggu putranya pulang, lalu ia akan berangkat ke kampus. Saat Serin sedang meminjam toilet sekolah, ia tidak sengaja mendengar samar-samar suara wanita yang merupakan salah satu wali murid.. dan kagetnya ia melihat putranya di adukan seperti itu, tentu saja wanita bermarga NIX itu tidak terima
âkamu baik-baik saja sayang?â tanyanya seraya mengelus lembut tangan anaknya yang tadi di tarik dengan begitu kasar
Reyhan hanya menunduk takut, âmaaf bu, aku membuat ibu maluâ lirihnya tanpa berani menatap nanar mata Serin
âsyukurlah kalau tau diriâ celetuk wanita yang sedang berdiri sambil melipat tangannya kedada, di tambah dengan tatapan remehnya dan tidak sukanya terhadap Reyhan
__ADS_1
Serin hanya melayangkan tatapan tajamnya, lalu kembali lagi pada anaknya
âkatakana pada ibu, apa yang mereka lakukan padamu?â tanyanya lembut, jauh berbeda dari bentakan wanita tadi
âanakmu itu tidak tau diri, sudah masih bagus bisa sekolah disini⊠tapi berani sekali mendorong anakku, apa kau tidak mengajarinya sopan santun!!!â sarkasnya, mendengar itu Serin hanya tersenyum tipis dan tetap menatap putranya untuk mendapat penjelasan
âtadi anak bibi itu mengambil kursiku, dan mengataiku anak pungut! Aku hanya ingin membela diriku buâ lirihnya diiringi air mata yang jatuh dari pelupuk matanya, melihat itu Serin langsung memeluk hangat putranya sebentar lalu menggenggam tangannya
âkau dengar sendiri bukan? Anakmu yang memulai lebih duluâ ucap Serin dengan emosi yang masih ia control tanpa meluapkan amarahnya di hadapan Reyhan
âtidak bu! Dia yang mendorongku lebih duluâ bantah sang anak pada ibunya
âanakmu yang berbohong nyatanya, disini anakku yang terluka⊠tangannya luka karena anakmu mendorong putrakuâ ucapnya membela sang anak
Serin membungkukkan sedikit badannya, untuk bicara pada pria kecil yang seumuran dengan putranya
âapa ibumu mengajarimu untuk berbohong?â tanyanya dengan nada lembut namun terkesan mengejek didikan ibunya
Sedangkan anak kecil itu malah menjauh sedikit dan berlindung di balik tubuh ibunya, ketika melihat tatapan Serin yang tidak bisa di artikan
âYak! Berani sekali kau mengatakan hal itu. Anak diluar nikah saja di banggakan. Cih!â ujarnya menatap remeh Serin
Bahkan disini, Serin saja tidak tau alasan kenapa wanita itu menyebut Reyhan sebagai anak diluar nikah, entah dari mana mereka mendapatkan berita seperti itu
âbu kita pulang saja!â ajak Reyhan menarik pelan jemari ibunya yang sedang ia genggam
âbisa anda ulangi sekali lagi?â ucap Serin menatap tajam wanita yang tadi menyebut anak haram di hadapannya
âsebentar sayangâ ujarnya menepuk pelan punggung tangan Reyhan
Serin menatap wanita itu dari atas sampai bawah, jika dilihat wanita itu sepertinya dari keluarga terpandang, apalagi pakaian yang ia gunakan semuanya dari brand terkenal
âAnak haram.â Sahutnya enteng tepat di depan wajah Serin
Serin hanya menarik senyum paksanya, âkau tau suamiku siapa?â tanya Serin, dia tidak ingin memperpanjang ini. Tapi perkataan wanita itu benar-benar membuatnya murka, ditambah pertanyaan tentang bagaimana memar Reyhan itu di dapatkan masih berputar di kepalanya
âsiapa? Paling juga tidak sebanding dengan suamikuâ ucapnya remeh, âoke itu tidak penting, tapi tolong suruh putramu untuk meminta maaf pada Reyhan sekarang juga!â suruh Serin dengan tatapan tajamnya
âCih. Minta maaf. Seharusnya anakmu yang minta maaf dengan anakku, dia yang mendorong anakku lebih duluâ ucap wanita itu tidak mau kalah
âlebih baik suruh anakmu yang minta maaf! Sebelum aku menyuruh kepala sekolah untuk mengeluarkannya dari sekolah iniâ ujarnya menyombong seolah ia pemilik sekolah
âjelas-jelas anakmu yang salah! Kenapa anakku yang minta maafâ tekan Serin, bahkan guru pembimbing yang ingin menengahi pertengkaran dua ibu itu mengurungkan niatnya, ketika Serin mengangkat tangannya pertanda jangan ada yang menengahi mereka berdua
Wanita itu sedikit mendongakkan wajahnya karena Serin lebih tinggi darinya, tatapan tajam saling terlempar dari mata keduanya
Serin menghela napas jengahnya sekali lagi, âaku minta baik-baik denganmu, suruh anakmu untuk minta maaf pada putraku!â ucapnya
ânyatanya anakmu yang mendorong putraku, seluruh kelas melihatnya⊠seharusnya dia yang minta maafâ ucapnya tidak mau kalah dengan Serin, pokoknya apa yang ia lihat tadi itulah kebenarannya
Tidak beberapa lama datang seorang pria yang merupakan kepala sekolah di sekolah itu
âAh. Nyonya ada apa ini?â ujarnya bertanya pada wanita itu, sedangkan Serin hanya menarik tipis senyumnya karena ia tau nyatanya wanita itu memang punya kuasa di sekolah ini
âkeluarkan saja anak ini dia sudah berani mendorong putraku, mana tidak mau minta maaf lagiâ remehnya menatap Serin
"Mari kita bicara di ruangan saya" ujar kepala sekolah mengajak kedua wanita yang tengah beradu mata itu
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunyađ
.
__ADS_1
.
.