
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
"Kamu yakin bisa jalan sendiri?" tanya Glen membukakan pintu mobil untuk istrinya
"Hmm.. aku bisa" jawabnya seraya turun dari mobil
Glen menggandengnya untuk masuk kedalam rumah, dimana Reyhan sudah menunggu kedatangan ibunya
Walau kecil bukan berarti Reyhan tidak sadar akan apa yang terjadi, hanya saja ia diam agar membuat Glen tidak khawatir
Ketiganya pergi ke kamar, karena Serin juga harus banyak istirahat
"Aku ingin kita pindah dari sini" celetuk Glen, sukses membuat Serin yang kala itu baru saja duduk bersama Reyhan menatapnya
"Kenapa tiba-tiba?" sahut Serin, lalu kembali bicara pada putranya
"Bukan apa-apa, aku hanya mengkhawatirkan kalian, terlebih rumah yang ku maksud adalah rumah impian yang sudah ku bangun selama 2 tahun, dan baru selesai satu bulan yang lalu" jelasnya
"Lalu rumah ini?" tanya Serin beralih menatap suaminya
"Akan ku jual" jawabnya singkat, lalu keluar dari kamar begitu saja meninggalkan anak dan istrinya
Serin mengerutkan dahinya sebentar, lalu memilih untuk kembali pada Reyhan
"Apa Reyhan merindukan Ibu?" tanyanya menatap pria kecil yang sedang duduk di ranjang bersamanya
"Sangat bu! aku khawatir dengan Ibu" ucapnya memanyunkan bibirnya, sukses membuat Serin gemas akan tingkah putranya
"Oohhh... Ibu baik-baik saja sayang adikmu juga baik-baik saja" jawabnya seraya mengacak lembut pucuk kepala putranya
"Apa aku bisa memegangnya Bu!' tanyanya dan di angguki oleh Serin
"Tunggu beberapa bulan lagi, kamu akan akan bisa merasakan saat dia menendang" jelas Serin
"Wahhh~ ini sangat menakjubkan Bu! bagaimana bisa Ibu memiliki nyawa lain di perut ibu?!" tanyanya polos
"Hmm... menakjubkan bukan" sahut Serin tersenyum dan di angguki oleh Reyhan
"Ayah bilang dia yang membuatnya, bagaimana caranya bu!" tanyanya, seketika Serin mendelik tajam pada suaminya yang baru saja masuk ke kamar, sambil membawa sebuah nampan di tangannya
"Ada apa, ada apa?" sahutnya tanpa dosa, menatap Serin dan Reyhan bergantian
"Nanti saat sudah besar, kamu akan mengerti sayang, sekarang kita tidur, oke.." jelasnya dengan tutur kata yang begitu lembut
"Minum ini dulu" ucap Glen memberikan 2 tablet obat untuk istrinya
Setelah meminum obatnya, Serin merebahkan dirinya tepat di samping Reyhan yang berbaring di tengah
Sedangkan Glen, ia meminta pelayanan untuk mengambil nampannya, lalu ikut merebahkan dirinya bersama anak dan istrinya
Satu hari berselang setelah kegilaan Ravin, pria itu terus menjaga Serin diklinik jadi ia tidak istirhat dengan benar kecuali malam ini, ia bisa istirahat dengan tenang karena istrinya ada bersamanya
...****************...
Satu minggu berlalu setelah hari itu, Ravin juga sedang ditangani oleh pihak kejaksaan atas perbuatan-nya, dan Tuan Arya yang mulai mencari keberadaan Ravin yang sebenarnya
Selama ini, Ravin palsu telah mencuci otak orang tuanya dengan bersifat seperti Ravin yang asli, dan membuat keduanya percaya hingga tidak menyadari jika Ravin mereka sebenarnya adalah Ronan si Ravin palsu
Selama satu minggu ini juga Glen sangat ketat dan begitu over protektif pada istrinya
Bahkan Serin hampir tidak kuat, karena seperti di penjarakan oleh suaminya sendiri, ia kehalaman saja harus di jaga oleh beberapa bodyguard, tapi Serin mencoba untuk paham karena keinginan Glen tidak lebih tidak kurang, hanya ingin memastikan istrinya aman dan baik-baik saja
Dan hari ini, seperti yang Glen katakan waktu itu bahwa ia akan pindah, akan dilakukan hari ini
Mereka tidak keluar kota atau keluar negri, hanya saja pindah ke rumah yang keamanannya jauh lebih ketat dari pada sebelumnya, ditambah rumah itu telah Glen rancang dengan kecerdasan buatan disetiap pos masuknya yang akan di lewati
Lebih tepatnya mereka akan pindah ke sebuah mansion pribadi milik Glen sendiri, dimana tempatnya tidak terlalu jauh dari perusahaan dan fasilitas kesehatan yang sangat memadai
"......"
Sebuah bangunan modern yang terdiri dari jendela-jendela besar, dan bangunan yang di poles dengan beberapa warna gelap menambahkan kesan tersendiri untuk mansion tersebut
__ADS_1
"Ayo masuk" ajaknya menggandeng tangan Reyhan diikuti oleh Serin yang juga ikut melangkah masuk
Serin menatap seisi rumah yang telah di isi dengan furnitur lengkap
"Kamu tidak perlu lagi keluar, aku sudah menyiapkan ruangan untuk kalian bekerja" ucap Glen berbalik menatap istrinya
"Tapi anak-anak sering tinggal di markas, apa kau akan membiarkan mereka menginap disini juga?!" tanya Serin
"Selama mereka tidak tinggal selamanya, aku tidak masalah" sahut Glen seraya mendudukkan dirinya di sofa yang ada di sana
"Lalu bagaimana dengan bibi Sella dan yang lain?!, aku tidak mungkin bisa membersihkan rumah sebesar ini sendirian" ucap Serin ikut mendudukkan dirinya di samping Reyhan
"Mereka akan menyusul sebentar lagi" jawab Glen
"Aku ingin bertanya ini dari kemarin!... apa kamu akan memecat para bodyguard karena masalah hari itu?!" tanya Serin tanpa mengalihkan tatapannya dari sang suami
Glen terdiam, sama halnya dengan perusahaan Glen pasti akan memecat orang yang menurutnya sudah tidak layak bekerja di tempatnya
"Aku harap kamu tidak melakukan-nya, itu bukan kesalahan mereka dan semuanya juga diluar kendali tidak ada yang tahu Ravin akan melakukan hal gila seperti itu" tutur Serin tapi Glen masih terdiam
"Apa kamu sudah memecatnya?" ucapnya lagi menunggu jawaban dari suaminya
Glen menggeleng "Aku tidak akan memecatnya, kamu tenang saja" jawabnya menatap balik nanar mata istrinya
Mendengar itu membuat Serin menghela napas lega, setidaknya mereka tidak kehilangan pekerjaan hanya karena masalah hari itu
"Yasudah, kamar-nya dimana?" tanya Serin seraya bangkit dari duduknya, begitu juga dengan Glen yang akan menunjukkan dimana letak kamar utamanya
...****************...
Terlihat seorang pria paruh baya masuk kesebuah ruangan besar, dimana disana terdapat beberapa manekin yang di susun sejajar ke samping
Matanya membulat sempurna saat melihat hal yang membuatnya tidak percaya sama sekali
Ia lantas memutar tubuhnya perlahan melihat seisi ruangan tersebut
Pria paruh baya itu perlahan melangkah ke sebuah lemari kaca dimana di sana terdapat beberapa kotak berhiaskan pita kecil di atasnya
Saat akan membuka lemari, langkah kaki terdengar memasuki ruangan tersebut, hingga membuat ia menoleh dan melihat siapa yang datang
"Sedang apa?" tanyanya santai seraya berjalan menuju sofa yang ada di sana
"K-Kau,,, apa ini sebenarnya? jelaskan apa yang sudah kau lakukan" tanyanya pada pria yang lebih muda darinya itu
"Apa yang sudah kau lakukan hah!!!" tanyanya dengan tatapan yang mengintimidasi
"Jika ini sampai tercium oleh media, maka kau akan habis" tukas sang Ayah
"Mudah saja, aku tinggal menutup mulut orang yang akan membocorkan-nya" sahutnya enteng seraya bangkit dari duduknya
Ia melangkah menuju sang Ayah seraya mengeluarkan sesuatu dari saku celananya
Sebuah tali tipis yang begitu tajam, ia lilitkan pada kedua tangannya berjalan menghampiri pria paruh baya tersebut
"Kau jangan Gila! aku tahu jika semuanya adalah perbuatanmu kan" ucapnya seraya memundurkan langkahnya
Regan hanya ber smrik, lalu dengan sekali serangan ia berhasil mengalungkannya pada leher sang Ayah
"makanya jangan terlalu ikut campur, lakukan saja pekerjaanmu seperti biasanya,,, kalau sudah begini apa yang harus ku lakukan selain menutup mulut dan matamu" bisik nya sembari terus menarik senjat*nya hingga pria paruh baya itu tidak sadarkan diri, dan jatuh kelantai tanpa ada yang tahu apakah dia masih hidup atau tidak
"Aishhh~ dasar tua bangka tidak tahu diri, sudah bagus dia duduk di posisinya tapi malah menyia-nyiakannya" gumamnya seraya meraih sebuah tisu basah yang ada di meja untuk membersihkan tangannya
Dengan santainya ia keluar dari sana sambil bersiul tidak lupa senyum remeh tertarik dari sudut bibirnya
...****************...
"Bagaimana dengan Ravin! Apa dia sudah mengakui semuanya?" tanya Serin seraya mendudukkan dirinya di kursi, dimana di ruangan tersebut sudah ada Geralt, Luke, Edward dan yang lain
"Motifnya sudah jelas, dia melakukan itu karena obsesi nya dan untuk kasus pembunuhan Roby, kami menemukan jika dia mengetahui yang sebenarnya tentang identitas Ronan karena itu ia dibun*h, dan untuk hukuman jaksa bisa saja mengirimnya ke RSJ karena kondisi mental" jelas Luke dan di angguki oleh Serin
"Tapi! Apa Glen tidak kesusahan membuat tempat ini, rasanya aku seperti memasuki gedung presiden saja" celetuk Doni, karena benar saja ada 3 pos penjagaan yang harus di lewati agar bisa tembus masuk ke kediaman Glen
Pos pertama pengecekan identitas, kedua pemindaian, ketiga sebuah jaminan identitas, pria itu sudah merancangnya sedemikian rupa, bahkan jika ada yang memanjat dinding pembatas dan tertangkap oleh kamera pemantau maka seluruh alarm keamanan akan berbunyi
Serin menghela panjang napasnya, "kuharap kalian paham kenapa mansion ini di bangun dengan keamanan tingkat tinggi" jawab Serin berhasil mendapat anggukan dari yang lain
"Sebelum markas kita selesai dibangun, sementara kita akan bekerja di sini, untuk markas sementara biarkan yang lain menjaganya" ucapnya seraya meraih sebuah berkas yang sudah tersusun rapi di atas meja
Matanya menatap satu persatu nama yang tercetak di kertas putih tersebut
-Jaksa Distrik B
__ADS_1
-M*ntri pertahanan
-H*kim Distrik A
-CEO Hannam Entertainment
-Kepala kep*lisian Distrik A
-Pewaris Vife Group
-Dive Zaiyon, Rg Group
-Kandidat presiden
-M*ntri huk*m & hak asasi man*sia
-M*ntri komun*kasi dan inform*tika
"Ini hanya daftar yang kita dapatkan di daftar VVIP sedangkan di daftar VIP1 sekitar 13 orang dipastikan pernah melakukan transaksi dengan situs ini, tapi tidak ada data yang menjelaskan apa yang mereka transaksikan" jelas Leo menampilkan daftar beberapa nama ke layar presentasi
"Hubungkan panggilannya dengan pak Frederick" suruhnya, dan di angguki oleh Leo yang langsung mengerjakan apa yang di pinta Serin
"......"
"malam pak!" sapa mereka semua
"Malam" sahutnya
"Saya akan langsung ke intinya saja pak!" tukas Serin dan di iyakan oleh Frederick
Ia meraih beberapa berkas lagi untuk ia periksa sebelum bicara pada atasannya
"Regan mungkin seorang dosen dan aktivis hak asasi manusia yang terkenal, tapi dia hanyalah seorang psikopat yang telah melakukan segala macam kejahatan dan pembun*han" tukas Serin, membuka pembahasan tentang kasus yang merupakan akar dari kasus terdahulu
"Untuk melakukan kejahatan yang sempurna mereka beroperasi sebagai kelompok dan menutup mulut kaki tangannya, dengan terus mendapatkan kelemahan mereka. Juga dia menciptakan Happiness Auction karena kebencian-nya terhadap orang-orang dan kehausannya akan uang serta kepuasan" tambahnya
"Tapi kita tidak bisa melakukan tindakan tanpa bukti yang jelas untuk saat ini, benar ada daftar nama VVIP tapi itu tidak akan cukup, dan mereka bisa saja menyerang balik pada kita" sahut Luke
"Selain itu kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Ayah dan mertuanya juga memegang kekuasaan besar di sini" ucap Frederick menambahkan Luke
"Tapi tuan Xaverus menghilang pak!" jawabnya
"Ada waktu berharga disetiap kejahatan dan kita masih memiliki satu minggu tersisa sebelum pemilihan dilakukan" tutur Serin
"yang kau katakan memang benar! tapi apa kalian yakin bisa menyelesaikan ini dalam waktu singkat?!" sahut Frederick mengingatkan kasus kali ini bukanlah kasus biasa, melainkan kasus besar yang melibatkan para petinggi negara dan telah memakan banyak korban
"Kami akan berusaha sebaik mungkin pak! jika orang yang ada di daftar VVIP benar-benar mengambil kursi kepemimpinan maka waktu emas kita akan hilang, dan mereka akan semakin berkolusi menjadi lebih kuat dan susah untuk bisa di seret kemeja hukum" jawab Serin, walau sebenarnya mereka hanya berbekal daftar nama VVIP dan siapa pemilik Happiness Auction
"Baiklah, aku tunggu kabar baik dari kalian semua... silahkan lanjutkan aku ada keperluan lain" ucap Frederick dan di angguki oleh Semua orang yang ada di ruangan itu
Setelah Frederick keluar dari pembahasan, Serin menatap satu persatu para pria yang ada diruangan itu bersamanya
"Haruskah kita memulai perburuan ini?!" celetuknya seraya menarik tipis senyumnya, sedangkan yang lain hanya mengangguk setuju
"Pertama, dia adalah kakak kandung Darin" ~ Serin
"kedua, sebelumnya dia di katakan tewas karena bunuh diri yang mana nyatanya itu hanya sebuah pengalihan" ~ Serin
"Lalu dia di adopsi oleh Marshel dan istrinya sebelum mereka memiliki anak kembar" ~ Serin
"Ibunya Olivia adalah seorang psikiater anak, dan Nyonya Silla sempat mengatakan jika kondisi Olivia terlihat seperti orang depresi karena masalah keluarga, namun tidak menutup kemungkinan depresinya disebabkan oleh yang lain" ~ Serin
"Kelima, pria itu bahkan mencuci otak anak-anak yang punya masalah keluarga seperti Mike, atau di rundung sama sepertinya yang dikatakan pernah di bully saat di sekolah... dan itu ia lakukan untuk mengubah dunia dan menggunakan mereka untuk mengelola dan menjalankan Happiness Auction" tuturnya, menjabarkan kembali setiap rinci yang ia temukan
"Apa yang akan kau lakukan untuk menyelesaikan ini dalam waktu singkat?!" tanya Geralt
"Jika kita tidak punya bukti maka kita bisa mengarang bukti palsu untuk memancing mereka" jawabnya, tersenyum miring, entah apa yang akan ia rencanakan kali ini, setelah sebelumnya berhasil menjatuhkan Jaksa di Distrik B, lewat skandal anaknya yang merambat dengan terbongkarnya tentang penggelapan dana dan suap yang di terima oleh Jaksa tersebut.
...****************...
.
.
.
-Dive Zaiyon pernah di sebut di 'Ep. Pria Misterius'
Maaf ya kalau beberapa katanya author kasih bintang, karena biasanya bakalan di hilangkan semuanya sama editor jadi itu sebagai antisipasi
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
__ADS_1
.