
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
...****************...
Terlihat seorang wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan piyama-nya
Baru saja Serin mendudukkan dirinya di kasur, masuk seorang pria yang masih rapi dengan setelan jasnya, tapi satu yang berbeda, wajahnya terlihat letih
Serin yang kala itu baru saja membuka ponselnya, langsung beralih pada Glen
Ia mengerutkan dahinya menatap sebentar wajah letih suaminya
"Apa hari ini banyak pekerjaan! sampai wajahmu ikut lelah begitu?" tanya Serin
"Aku banyak pekerjaan hari ini" sahut Glen seraya melonggarkan dasi dan meletakkan tas kantornya
Lalu berjalan menuju istrinya, tanpa aba-aba pria itu mendorong Serin dan menjatuhkan dirinya di samping Serin yang jadinya juga ikut berbaring di ranjang, bedanya Glen posisi tengkurep, sedangkan Serin ia telentang, wanita itu sedikit kesusahan, karena tangan Glen menahannya agar tetap merebahkan diri di sampingnya
"Glen lenganmu berat!" lirih Serin seraya menjauhkan lengan suaminya itu dari lehernya
Bukannya bangun pria itu tetap pada posisinya, sedangkan Serian ia kembali duduk setelah menyingkirkan lengan Glen
"Cepat bersihkan dirimu! aku baru saja mengganti sprai-nya" suruh Serin
"Sebentar lagi!" elaknya dengan mata yang terpejam
Wanita itu hanya bisa berdecak kesal, lalu menarik lengan Glen agar segera bangun, tapi sia-sia. pria itu bersikeras untuk tetap pada posisinya
Serin menghela napasnya, lalu menenggerkan kedua tangannya di pinggang
"Bangun! atau aku tidur di kamarku" ancam Serin, sontak pria itu langsung bangun dan berdiri tegap di hadapan istrinya
"Kau selalu mengancamku! aku akan mandi sekarang" ucap Glen, mengec**p sekilas bibir istrinya lalu pergi menuju kamar mandi, sambil melepas pakaiannya ke sembarang tempat
"Yak!!!" teriaknya kesal "Sabar Serin! sabar" gumamnya sambil mengelus dadanya, lalu pergi memungut pakaian Glen yang berserakan
Sedangkan Glen, ia hanya terkekeh kecil di depan kaca kamar mandi, ketika mendengar teriakan istrinya itu
...****************...
Selesai makan malam, keluarga kecil itu masih duduk di kursinya masing-masing, tanpa ada niatan untuk beranjak dari sana
Serin sesekali memperhatikan anaknya yang sedang memakan buah yang ia kupaskan
"Bagaimana sekolah barumu?" tanya Serin lembut
"Lebih baik bu" sahutnya, "Bagaimana dengan Kiyara, apa kalian berteman?!" tanya Serin lagi
"Hmm. kami berteman, dia membantuku untuk kenal dengan teman sekelas" jawab Reyhan, mendengar itu Serin hanya mengangguk pelan
Ia tenang jika anaknya bisa akur dengan anak pamannya di sekolahnya yang baru
"Tadi siang kenapa bertanya tentang Ayah?" tanya Glen seraya meletakan ponselnya yang tadi ia mainkan
"Ah itu!" sahut Serin tersenyum tipis
"Apa?" sahut Glen
"Aku ingin menambahkan-nya kedalam suasana persidangan nanti" sahut Serin seraya memberikan lagi buah yang ia kupas pada Reyhan
"Bagaimana mungkin, kasusnya berbeda" ucap Glen, karena tidak mungkin membahas dua kasus berbeda, dalam satu sidang menurutnya
"Maka dari itu, kita perlu membuat jalan agar semuanya lancar" sahut Serin
"......" ~ Glen
"Kamu tenang saja, aku sedang membuat jalannya sekarang, agar kasus Ayah bisa di bahas dalam sidang itu" ucap Serin tanpa menoleh pada suaminya, melainkan ia fokus pada Reyhan yang dari tadi menyambut apa yang ia berikan
"Bu aku sudah kenyang" keluhnya, pasalnya Serin terus memberikan makanan padanya
Serin terkekeh kecil, lalu menyuruh bibi Sella untuk mengantar Reyhan ke kamarnya, karena ia ingin bicara dengan suaminya
Setelah dari ruang makan, keduanya pergi keruangan Glen
Setelah duduk, Serin meraih ponselnya untuk menelpon seseorang
📞In Call-
"Oh. tumben kau telpon! ada apa?"
"apa Gery masih tugas di sini?"
"Kenapa tiba-tiba tanya dia?"
__ADS_1
"Aku ingin bertemu dengannya! apa bisa?!"
"Untuk apa! kau tidak berniat merebut pacar sahabatmu ini, kan?"
"Ya gak mungkin lah! aku hanya ingin bicara tentang hal lain, kau juga bisa ikut jika mau"
"Santai! aku hanya bercanda, dia masih kerja di tempatnya... lagian tidak mungkin juga kau menyelingkuhi suamimu yang perfect itu,kan.. hahaha"
"Mungkin saja?! apa aku besok bisa menemuinya?"
"Nanti akan ku tanyakan"
"Oke, Thanks"
"Yo i"
📞End Call-
Mendengar pembicaraan istrinya di telpon, membuat ekspresi wajah Glen berubah drastis
"Kamu mau menyelingkuhi ku?!" tanyanya tidak terima atas pernyataan Serin tadi
"Tidak! aku hanya bercanda tadi" sahut Serin menahan tawa karena ekspresi wajah Glen yang sedang kesal sekarang
"Jangan berpikir macam-macam, sudah kubilang bukan! jika aku tidak punya waktu untuk melakukan hal konyol seperti itu" ucap Serin
"Berhenti membahas itu, sekarang aku akan menjelaskan padamu" tambahnya dan hanya di angguki oleh Glen
"Sekarang aku sedang menyelidiki Gion, kepala jaksa di tempat Willy akan di sidang, aku memeriksa laporan tertulis yang di buat oleh Andrew jaksa penuntut untuk kasus Willy, semuanya benar-benar di susun sedemikian rupa" ucap Serin
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanyanya
"Besok malam aku akan mengundang Istri Gion dan Gionnya juga, agar tidak ada yang curiga.. aku memancingnya untuk datang sendiri padaku, lalu setelah itu aku akan menjalankan rencananya, saat mereka datang... aku ingin kamu mencari alasan dan mengalihkan istrinya, menjauh dari Gion, agar aku bisa melakukan rencanaku" jelas Serin
"kamu tenang saja, aku akan mengalihkannya, dengan bertanya masalah perusahaanku, jadi kau bisa melakukan rencanamu" sahut Glen dan di angguki oleh istrinya
"Kamu yakin ini akan berhasil! sebelumnya aku memang sudah berencana untuk menuntut Willy atas tuduhan pembunuh Ayah, tapi ternyata dia lebih dulu di panggil kejaksaan karena masalah Lab" ucap Glen
"Aku yakin" sahut Serin yakin pada dirinya, jika ia bisa melakukannya juga kali ini, sama seperti sebelum-sebelumnya
"Lalu bagaimana dengan Arka?" tanya Glen
"Kami sedang memikirkan itu, tidak mungkin bagiku untuk mengambil langkah gegabah" jawab Serin dan hanya mendapat anggukan pelan dari Glen
"Kita fokus saja dulu dengan sidang Willy, agar pria itu bisa di tahan lebih lama di balik jeruji besi" tutur Serin sukses mendapat anggukan setuju dari Glen
Setelah mantap dengan pembicaraan dan rencana mereka berdua, pasutri itu kembali ke kamarnya untuk istirahat
...****************...
Dengan beberapa makanan lengkap yang ada di atas meja, seorang pria paruh baya duduk dengan santainya di sebuah sofa empuk
"Sudah Tuan" sahutnya dan di angguki oleh Willy, pria yang tadi malam di jemput oleh kepolisian, dan di tahan sementara di salah satu sell, sebelum hari persidangan
Jika tahanan lain, memakan makanan yang di sediakan, maka lain halnya dengan pria paruh baya ini, ia makan dengan makanan mewah yang di pesankan tangan kanannya di sebuah restoran, bahkan di sana juga ada kepala kepolisian yang bertanggung jawab di wilayah ini 'distrik A'
"Saham tidak turun drastis, kan?!" tanyanya lagi pada tangan kanannya
"Tidak Tuan, Tuan Arka mengurusnya dengan baik" sahutnya
"Baguslah! kalau begitu" ujarnya, lalu beralih pada makanannya
...****************...
Serin, Glen, Lidiya, dan Gery bicara di ruangan Glen, karena kemarin Serin meminta untuk bertemu, Lidiya mengabulkannya dan mengajak pacarnya untuk bertemu Serin
Bukan hanya mereka ber-empat, Max juga datang karena Glen memanggilnya
Setelah semuanya berkumpul, Serin meletakkan sebuah berkas di atas meja
"Aku ingin meminta bantuan Gery agar mengambil kasus ini, untuk menggantikan Andrew" ucap Serin "maksudmu kasus Willy?" sahut Gery dan di angguki olehnya
"Tapi tidak mungkin aku mengambil kasusnya tanpa persetujuan kepala jaksa" ujarnya seraya meraih berkas yang tadi Serin letakkan di atas meja
"Aku akan mengurus itu, kau tinggal pelajari saja kasusnya" jawab Serin
"Lalu bagaimana dengan kasus Ayah Glen!" ~ Max
"Benar! Gery.. satu berkas lagi yang harus kau pelajari" ucap Serin menyerahkan berkas yang sebelumnya ia dapat dari Luke
Luke juga sudah memeriksa kembali kasus Ayah Glen, bahkan ia menemukan satu bukti lagi yang di duga tidak di tampilkan saat sidang penjatuhan hukuman terhadap Jason waktu itu, yaitu sebuah Alibi jika keberadaan Jason dan waktu kematian Dion tidak sinkron, tapi karena Willy sudah merancang semuanya, tentu saja itu bisa, dan Jason juga di ancam jika dia mengelak, maka nyawa Anak dan istrinya yang akan jadi taruhannya, karena itu Lisa dan Reyhan sempat menghilang tidak ada kabar
"Dan aku juga ingin kau mengajukan sistem juri dalam sidang ini, setelah aku berhasil membereskan Gion" ~ Serin
"Itu mudah! aku akan mengurus itu" ~ Gery
"Aku ingin kau menyinggung Kasus Ayah Glen dalam sidang pertama" ~ Serin
"Pengacara Willy pasti akan menyanggahnya" ~ Max
"Tapi, Gery pasti bisa menyelesaikan hal itu, bukan begitu Gery!" ucap Serin menatap pacar sahabatnya itu
Serin cukup akrab dengan Gary karena kadang pria itu, ikut ketika ia dan Lidiya hangout
"Apa kasus Ayah sudah di ajukan lagi?" tanya Serin pada suaminya
"Max sudah mengurus itu" sahut Glen
__ADS_1
"Andrew bagaimana?" tanya Gery
"Aku yang akan mengurus masalah itu, tujuan kita hanya satu! Willy mendapatkan dakwaan, hukum mati atau penjara seumur hidup" tukas Serin dan di angguki oleh yang lain
Setelah pembicaraan mereka selesai, wanita itu memutuskan untuk tetap menunggu Glen sampai pulang, ia pergi ke kantor suaminya setelah pulang dari kampus, dimana hari ini ia hanya punya satu kelas, yaitu kelas menembak
...****************...
Karena hari ini ia akan menyambut tamu, Serin menyempatkan dirinya untuk membeli bahan di supermarket
Kini ia tengah duduk di kamar putranya setelah tadi selesai memasak, ia membantu Reyhan mengerjakan tugas sekolahnya, lalu menyerahkan sisanya pada bibi Sella karena ia juga harus bersiap
Setelah memastikan pintunya tertutup Serin berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sedangkan Glen, ia masih asik rebahan sambil memainkan ponselnya
Butuh waktu 30 menit akhirnya Serin keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membalut tubuhnya
Glen hanya melirik sekilas kearah wanita yang kini tengah berdiri di depan lemari untuk mencari pakaiannya
Serin masuk ke kamarnya, karena tidak menemukan pakaian yang pas di lemarinya dan Glen
"Apa pakaianku berlebihan?" celetuk Serin yang baru saja keluar dari kamarnya, setelah berhasil menemukan pakaian yang pas dengan seleranya
Sontak Glen menoleh kearah istrinya yang sedang bersandar di pintu lemari
Pria itu tidak mengedipkan matanya selama beberapa detik, "Cantik" kata itu lolos begitu saja dari mulutnya, dengan pandangan yang tidak ia alihkan dari istrinya
Mendengar ucapan Glen, Serin diam entah kenapa ia merasa salah tingkah sendiri saat pria itu memujinya
"Cepat ganti pakaianmu! aku akan menunggu di bawah" ucapnya dan langsung melangkah pergi
"Tunggu!" tahan Glen yang langsung beranjak dari duduknya untuk menahan tangan Serin
"Jangan tergesa-gesa! Kamu melupakan sesuatu" ucap Glen menarik Serin pelan, agar berdiri tepat di hadapannya
Wanita itu lantas mengerutkan dahinya bingung apa yang ia lupakan
Serin memeriksa pakaian dan aksesoris-nya
"Apa yang aku lupakan! cincin juga ku pakai" bingungnya
"Kamu melupakan ini" ucap Glen menunjuk bibirnya
"Hishh... aku kira apa?" sahut Serin yang langsung mengec*pnya sekilas, lalu segera pergi dari sana sebelum suaminya itu meminta hal lebih padanya
Pria itu hanya tersenyum setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, lalu segera mengganti pakaiannya sesuai perintah sang istri
"......"
"Selamat malam" sapa Serin ramah pada sepasang suami istri yang baru saja melangkah masuk kerumahnya
"Malam" balas mereka berdua, saat itu juga Serin melihat betul perubahan ekspresi dari pria yang sedang berdiri di samping istrinya
"Terimakasih sudah menerima undangan ku" ucap Serin sopan tanpa menunjukkan maksudnya mengundang mereka
"Kalian mengundangku secara langsung waktu itu, tentu saja aku akan datang" ujar sang wanita
Serin hanya mengangguk lalu mengajak mereka berdua menuju halaman belakang, dimana pelayan sudah menyiapkan semuanya di sana
Mereka bertiga duduk di kursi masing-masing, sedangkan Glen ia masih berada di kamar dan akan menyusul sebentar lagi
Gion tau jika Istrinya itu merupakan salah satu rekan bisnis NIX Group, tapi ia tidak tau jika ternyata undangan yang di maksud itu, adalah undangan dari Serin, pasalnya sang istri mengatakan jika mereka pergi untuk makan malam bersama pihak NIX Group, mungkin ia berpikir itu adalah David bukannya Serin
"Serin! bisa beritahu di mana toiletnya?" tanyanya seraya berdiri dari duduknya
"Ah. pelayan akan mengantar anda" jawab Serin, lalu pelayan yang ada di sana langsung menuntun wanita itu untuk pergi ke toilet
Sekarang hanya tersisa mereka berdua, tidak ada pembicaraan sama sekali, pria itu memilih untuk memainkan ponselnya selagi sang istri pergi
Tidak beberapa lama, terlihat lengan putih menyodorkan sesuatu kedepan pria itu, "Bagaimana jika aku memberi tahu Bu Dona tentang ini?" ucapnya santai setelah menyodorkan sebuah foto pada Gion, dimana foto itu menunjukkan jika dirinya sedang bersama selingkuhannya
Serin menarik tipis senyumnya ketika melihat ekspresi wajah Gion yang tidak bisa di definisi, kan, was-was, marah, kesal semuanya bercampur
"Sudah selesai" seru Serin ketika melihat kedatangan Dona yang baru kembali dari toilet, seketika Gion langsung mengambil dan menyembunyikan foto itu dari pandangan istrinya
"Ada apa?" tanya Dona seraya mendudukkan dirinya, "Tidak apa! tadi pak Gion bertanya tentang Glen. benar begitu pak" jawab Serin dan langsung di angguki oleh pria itu
Mereka melanjutkan pembicaraan mereka, sebelum memulai acara dinner
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.
__ADS_1