Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Aku adikmu


__ADS_3

"Bianka!!" Satria berlari memeluk adiknya yang begitu menyedihkan. Wanita itu kini membalas pelukannya lalu menangis.


Satria mengelus elus pundak adiknya sembari matanya menatap kedepan tak jauh dari mereka. Di sana Milea berdiri dengan tangan yang diselipkan di saku celananya.


Masih teringat oleh Satria saat tiba tiba Milea menelfonnya dan menyuruh dirinya untuk menjemput Bianka di kantor ini. Saat itu dia yang tidak tahu apa apa segera menancapkan mobilnya menuju perusahaan Dyjun Company ini. Siapa yang sangka adiknya semenyedihkan ini.


"Ayo kita pulang." Satria menggendong tubuh adiknya keluar dari kantor itu menuju mobil yang tak terparkir dengan rapi akibat kekhawatirannya sebagai seorang kakak. Apalagi selama ini dia sudah jarang mengawasi adiknya karna kesibukannya dalam bekerja, serta dirinya yang sudah memiliki istri dan calon buah hati membuatnya semakin jarang memperhatikan adik perempuannya itu.


Dari kejauhan, Milea memastikan kedua orang itu benar benar pergi sebelum akhirnya masuk kedalam lift menuju ruangan bosnya.


Cklek


Milea diam di depan pintu menatap datar ruangan tuannya yang semula rapi kini layaknya kapal pecah yang terombang ambing akibat badai.


"Milea..." Zaky menatap Milea dengan tatapan sendunya. Entah harus merasa marah atau sedih, Milea memutuskan untuk berjalan menghampiri Zaky lalu memijat pelan kening tuannya untuk merilex-kan pikirannya yang tengah kacau.


"Anda memarahi Bianka tuan?" Tanya Milea pelan. "Iya." Singkat padat dan jelas. Milea menghela nafas pelan tak tahu harus berbuat apa. Haruskah dia marah karna bosnya sudah bertindak kasar pada kakak tirinya itu? Atau justru bahagia karna berkat tuannya dendam dalam dirinya terbalaskan?


Ting


Milea melirik Zaky yang terlelap di kursi itu. Perlahan dia mengeluarkan ponselnya dan mendapatkan pesan singkat dari seseorang.


Temui aku di cafe xx

__ADS_1


Satria~


Sekali lagi, Milea memastikan bahwa tuannya itu tertidur, lalu akhirnya beranjak pergi mengambil kunci mobil tuannya.


"Pak Haikal," panggil Milea di depan pintu ruangan Haikal. "Milea? ada apa?" Tanya Haikal bangun menghampiri Milea yang berdiri di depan pintu.


"Tolong jaga tuan Zaky sebentar. Saya ada keperluan mendadak. Tuan Zaky sedang tidak baik baik saja, dan nanti saya akan meminta claning servis untuk membersihkan ruangan beliau." Pinta Milea.


"Memangnya Zaky kenapa?"


"Masalalu." Haikal terdiam mengangguk paham. Setelah memastikan semuanya berjalan lancar, diapun menjalankan mobil tuannya menuju tempat yang sudah dijanjikan.


"Pak Satria."


"Mau pesan apa?" Tanya Satria basa basi. "Langsung ke intinya!" Tegas Milea tak ingin membuang buang waktu.


Satria tersenyum canggung. "Sebenarnya apa yang terjadi dengan adikku? Kenapa dia menangis seperti itu? Bahkan saat sampai di rumah dia mengunci diri di dalam kamar dan tidak ingin keluar sama sekali," tutur Satria cemas.


"Pelayan!"


"Mau pesan apa mbak?"


"Coffe latte,"

__ADS_1


"Baik di tunggu sebentar ya mbak." Satria masih setia menunggu jawaban dari Milea mengenai adiknya, meski wanita itu sengaja mengulur jawaban dengan memanggil waitres untuk memesan minuman.


"Jadi sebenarnya ada apa?" Ulangnya. Milea melirik Satria acuh tak acuh. Apa yang perlu dia jelaskan? Nyatanya semua yang terjadi juga memang atas kesalahan Bianka sendiri bukan?


"Ini pesanannya mbak."


"Terima kasih." Milea meminum Lattenya dengan anggun, jika orang melihatnya pasti mereka tidak akan percaya bahwa Milea adalah seorang pengawal pribadi. Sikapnya seperti anak seorang bangsawan.


"Milea..." tatapan memohon dari Satria merobohkan pertahanan Milea. Gadis itu kembali menghela nafas lalu menaruh kopinya di atas meja.


"Dia meminta tolong dengan tuan saya untuk menghapus berita yang beredar. Tapi, tuan saya menolaknya." Jawab Milea apa adanya.


"Hanya itu?"


"Iya dan tidak. Mungkin dia terlalu terkejut mengenai fakta yang dia dengar dari seseorang..." jawab Milea tersenyum tipis menatap lurus kearah Satria.


"Fakta? Fakta apa?" Tanya Satria semakin tidak paham dengan arah pembicaraan Milea yang terkesan terbelit belit dan penuh teka teki.


"Fakta tentang keberadaan Lea adiknya yang berada di sekitarnya, yang selalu mengawasinya tanpa dia ketahui keberadaannya." Jawab Milea tenang.


"Bagaimana kamu tau tentang Lea?!" Satria menatap tajam Milea. Wanita ini seolah olah mengetahui semua tentang keluarganya.


Milea tersenyum kecut, "KARNA AKU ADALAH ADIKMU!!"

__ADS_1


__ADS_2