
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
...****************...
Serin duduk tepat di hadapan Caroline, matanya menatap keseluruhan diri Caroline, senyum tipisnya tertarik ketika melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat
Alat penyadap berbentuk kecil itu, tertangkap oleh mata elangnya
Lantas wanita itu menatap diam kearah Caroline
"Ini terlalu mudah! aku yakin mereka punya tujuan... tidak mungkin Caroline mau menemui Mela semudah itu,,, apalagi di tempat itu" gumamnya dalam hati dengan ekspresi datarnya
Serin mulai menanyakan apa yang ingin ia tanyakan...
Saat Caroline menjawab keseluruhan sebelum Serin melontarkan pertanyaan-nya, membuat wanita itu tersenyum dalam hatinya
Setelah mendengar ucapan Caroline tadi, Serin keluar dari ruang kesayangannya menuju ruang komputer
Serin mendudukkan dirinya di sofa, bersamaan dengan yang lain
"Apa yang bisa kita dapatkan dari ponselnya?!" tanya Serin pada Leo
Tapi Leo tidak menjawab sama sekali, ia malah beralih pada komputernya, dan mengetik sesuatu di sana, dimana itu otomatis akan terhubung ke layar monitor
"Jangan salah bicara, aku menemukan jika dalam ponsel Caroline ada pengadap"
Itulah yang Leo ketik dan tampilkan di layar monitor, lalu memberi jawaban pada Serin jika ia hanya mendapatkan nomor telpon, data obat dan file rahasia
Seketika Serin langsung menatap para pria itu bergantian
"Buka file-nya mungkin kita akan mendapatkan sesuatu di sana" ujarnya mencoba bersikap biasa
Serin meraih ponselnya lalu mengetik sesuatu di sana
"Bersikap saja seperti biasanya seolah kita tidak tahu jika ada penyadap... aku akan tetap membahas rencana awal dan biarkan mereka mendengarnya,,, rencana B akan kita bahas di ruanganku" setelah mengetik itu, ia memperlihatkan secara bergantian pada anak buahnya
Mereka semua mengangguk paham dan melakukan sesuai perintah Serin
Serin mengangguk pelan, sebelum akhirnya ia membuka mulutnya untuk bicara
"Kita sudah dapat Alamatnya dari Caroline, pertama kita akan menggunakan anak buah Broker A untuk mengelabuhi penjaga, agar kita mudah mendapatkan akses masuk.. "Lalu untuk para imigran, dan anak kecil itu?" potong Aiden
Serin menarik tipis senyumnya, karena anak buahnya paham untuk harus berpura-pura
"itu akan kita ganti dengan anak buahku, Setelah mereka berhasil masuk... nanti aku akan memberikan salah satu dari mereka sebuah ekstrak yang akan membuat jantung mereka berhenti... jika Objeknya tewas maka mereka tidak akan menggunakannya... kemungkinan terbesar dia akan dibuang, dan itu lah kesempatan kita untuk masuk... "Bagaimana?" potong Geralt
"Saat ia dinyatakan tewas oleh Dwyne otomatis ia tidak akan di ikat, lalu kita akan menggunakan Caroline untuk memancingnya keluar... dan untuk anak buahnya, aku yakin mereka tidak hebat berkelahi seperti anak buahku,,, nanti setelah berhasil memancing Dwyne keluar, dan anak buahnya berhasil kita tangani... maka aku bisa masuk karena di dalam sudah ada yang lain (anak buah Serin yang menjadi imigran palsu) , maka akses masuk mudah... nanti Leo akan memberikan alat untuk meretas seluruh data mereka,,, setelah mengamankan bawahan Dwyne, kita hanya perlu menunggu Dwyne untuk kembali dan membuatnya tersudut agar mengakui semua perbuatannya, jangan lupa abadikan itu karena kita perlu mengekspose-nya ke media" jelas Serin
"Baik" sahut mereka bersamaan
"Baiklah kita jalankan rencananya seperti apa yang aku katakan, dan lepaskan saja Caroline" ucap Serin dan kembali di angguki oleh anak buahnya
"Kau yakin ingin melepaskan Caroline?" sahut Geralt, "Lepaskan saja" jawab Serin
"Aku akan pulang" ujarnya lagi lalu beranjak dari tempat duduknya, dan memberi kode untuk yang lain masuk keruangannya
Awalnya Serin memang ingin melakukan Plan A tapi karena Leo memberitahu jika mereka di sadap lewat ponsel Caroline yang di pegang Serin, maka ia berpikir kembali untuk mengubah haluan dan merencanakan Plan B
...****************...
Serin mendudukkan dirinya di kursi, di ikuti yang lain
"Bagaimana ponsel Caroline" tanya Serin
"Aman" sahut Leo
"Kita bisa saja langsung membahasnya di sini tanpa berpura-pura?" ucap Geralt, karena sebenarnya bisa saja mereka membatalkan untuk membicarakan Plan mereka, setelah tahu jika ada penyadap di ponsel Caroline
"Aku sengaja, biarkan saja mereka merasa jika kita bodoh... dan puas karena tahu rencana kita, jika mereka tahu mereka pasti akan membuat rencananya, dan ada kemudahan bagiku untuk menebak kira-kira apa yang mereka rencanakan" jelas Serin dan di angguki oleh Geralt
"Lalu rencana utama apa?" Tanya Jordan
"Mereka sudah mengetahui rencana yang kita bicarakan tadi, dan mungkin sedang tertawa karena melihat kebodohan kita, padahal sebaliknya" ucap Serin seraya menarik tipis senyumnya
"Kita memang akan mengirim anak buah kita sebagai imigran palsu" sahut Serin
__ADS_1
"Tunggu Serin, tadi kita mengatakan di depan jika kita akan melepaskan Caroline, kalau wanita itu di lepas bagaimana dengan memancing Dwyne seperti yang kau katakan di ruang komputer?" ~ Doni
"Aku sengaja mengatakan itu, karena Dwyne pasti berpikir jika aku tidak mungkin melepaskan Caroline semudah itu... dan itulah yang ku inginkan, dia yakin jika Caroline masih tidak di bebaskan, lalu nanti aku akan menyuruh Caroline untuk bicara dengan Dwyne di telpon kalau semuanya beres, dan Dwyne pasti meyakini jika Caroline menelepon dan bicara karena paksaan dariku, maka dia akan semakin waspada... biasanya jika orang terlalu waspada di akan melupakan point awalnya, dan ada kemungkinan merubah rencana awal,,, kebingungannya yang akan kita gunakan, biarkan saja dia bingung sendiri dengan permainannya yang berniat ingin menjebakku" ~ Serin
"Lalu..." ~ Jordan
"Leo! kau bilang kita dapat data obatnya, kan?" ~ Serin
"Iyaa" ~ Leo
"Kirim itu ke email ini" ucap Serin menuliskan sebuah alamat Email, lalu memberikannya pada Leo
Serin meraih ponselnya untuk menelpon seseorang di tengah pembicaraan mereka
📞In Call-
"Kau sibuk?"
"Tidak, memangnya kenapa!"
"Apa aku bisa minta bantuan darimu?"
"Tentu. memangnya apa?"
"Aku mengirimkan sebuah Email padamu barusan"
"Sebentar! aku periksa dulu"
"......"
"Untuk apa kau mengirimkan data obat ini padaku? apa kau sekarang bekerja di Lab?"
"Tidak, tapi aku ingin kau membuatkan obat yang sama dengan seluruh data obat itu! dan mengganti isinya dengan Vitamin... biarkan saja semua kemasan berbeda, tapi isi keseluruhan dengan cairan Vitamin"
"Sebanyak ini!"
"Ayolah Daniel! kau bilang aku bisa meminta bantuanmu kapan saja"
"Yasudah iya! tapi jawab pertanyaanku. untuk apa kau membutuhkan ini"
"Nanti akan ku ceritakan semuanya, ketika kau datang kesini"
"Iyaa.. iyaa"
"Apa bisa dikirimkan malam ini?"
"Aku sangat memerlukan-nya, plis kirimkan malam ini, gunakan kedudukanmu itu untuk menyuruh bawahanmu melakukan-nya secepatnya"
"......"
"Daniel! ayo lah, jika kau tidak mau aku bisa meminta orang lain, dan kita tidak perlu lagi bertemu"
"Iyaa! iyaa, tapi aku tidak janji!"
"Oke. kau akan mengirimkannya malam ini, terimakasih. akan ku tunggu"
"Terserahmu saja"
📞End Call-
Serin meletakkan kembali telponnya di atas meja, setelah menelpon Daniel, sedangkan semua orang di sana bingung ingin apa Serin meminta itu
"Aku tau kalian bingung, tapi santai saja ekspresi-nya" ucap Serin
Seketika mereka semua langsung mengubah ekspresi tidak bisa di artikan menjadi santai
"Aku yakin! mereka mengincar ku untuk masuk sendiri ke sarang mereka, dari kemudahan kita mendapatkan Caroline, aku sudah lebih dulu menaruh curiga, jika ini hanya akal-akalan mereka" ~ Serin
"Kita biarkan saja semuanya berjalan sesuai alur mereka, tapi aku akan menambah jalan lain di dalam rencana mereka, karena itu aku sengaja membuat rencana palsu kita di dengar oleh mereka" ~ Serin
"Aku sendiri yang akan masuk, dan membiarkan mereka berpikir jika mangsa mereka masuk ke lubang yang mereka buat, tapi itulah tujuan awal kita,,, saat aku masuk aku akan menginfokan semuanya dan memberi perintah pada kalian apa yang harus dilakukan selanjutnya... ketika aku sudah masuk Geralt, Aiden, Charless dan Stefan akan masuk menyusul" ~ Serin
"Karena tujuan awal mereka adalah aku, kemungkinan besar mereka akan melumpuhkanku karena aku sendiri, dan seandainya itu benar-benar terjadi. Geralt dan yang lain cari ruangan obat dan ganti semua obat di sana dengan obat yang sudah ku minta dari Daniel, mereka adalah ilmuan, kemungkinan besar mereka akan menggunakan obat-obatan untuk senjata mereka, karena itu aku meminta kalian mengganti obat-obatan sebagai cadangan" ~ Serin
Karena kita tidak bisa memastikan semua rencana mereka, maka kita akan langsung menghadapi nya di lapangan
Karena itulah Serin tidak terpengaruh saat Dwyne menyuntiknya, karena saat Geralt dan yang lain menyusul saat Serin sudah tidak bisa di hubungi, mereka langsung melakukan rencana cadangan untuk mengganti seluruh obat, di sana dengan obat yang dibuat Daniel, dan menancapkan sebuah alat pada beberapa komputer di sana agar Leo bisa mengaksesnya
Setelah Geralt memberikan aba-aba pada Jordan, mereka langsung bersembunyi karena Dwyne mungkin akan keluar setelah mendapatkan telpon
Dan Ya, Dwyne keluar karena Willy menelponnya, tapi orang yang ia sangka sebagai Willy adalah Jordan, pria itu lah yang menelpon Dwyne dengan Berpura-pura sebagai Willy, dan Dwyne percaya karena itu memang suara Willy, yang padahal itu adalah Jordan yang menuruti suara Willy
Karena itulah, waktu itu Serin menginterogasi tangan kanan Willy di kasus Lusia, adalah Jordan, karena pria itu punya kemampuan untuk meniru suara seseorang
Jika di rencana awal Serin memang mengatakan jika Caroline lah yang akan memancing Dwyne, tapi nyatanya itu tujuan mereka, jika mereka tahu maka Dwyne tidak akan keluar karena tau itu hanya pancingan dari Serin, maka akan mudah bagi Serin dan anak buahnya membuat Dwyne percaya karena kali ini Willy lah yang menelpon di mana itulah pancingan asli yang di gunakan Serin
Saat Dwyne kembali, ia meraih sebuah obat, karena di dalam telpon Jordan memprovokasi-nya untuk mengikuti alur rencana Serin, yaitu menggunakan obat yang sudah di ganti Geralt dan yang lain
__ADS_1
Jordan yang berpura-pura sebagai Willy, menyuruh Dwyne untuk menghabisi Serin saja dari pada menggunakannya sebagai Objek
Dwyne masuk kedalam ruangan yang ia gunakan untuk menyekap Serin, dimana seluruh bawahannya sudah ada di bawah kendali Geralt dan yang lain, karena Charless merupakan mantan tentara yang berposisi di bagian bom... memasangkan bom pada para bawahan Dwyne dengan dibantu oleh Aiden
Karena itu mereka semua tunduk pada Geralt dan yang lain
Dari sana Serin memulai aktingnya, seolah ia sudah tidak punya jalan keluar lagi setelah Dwyne menghabisinya
Tapi sebelum itu, Serin memancing Dwyne untuk mengatakan hal yang seharusnya tidak di ucapkan oleh wanita itu, karena Serin memasang kamera tersembunyi pada kemejanya, lalu memberikan perintah pada Leo untuk mengedit vidio pengakuan Dwyne dan menyebarkan-nya ke media sosial
...****************...
Baru saja Serin melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, suaminya itu sudah lebih dulu menatapnya dengan tatapan tajam, karena baru saja pulang
Glen duduk tegak di sofa dengan tangan yang ia lipat ke dada
Pria itu lantas berdiri dari duduknya dan berjalan kearah istrinya
"Lewat 2 menit" ujarnya sambil berjalan memutari pelan tubuh istrinya yang sedang berdiri di tempatnya
"2 menit bukan 2 jam" sahut Serin
"Kamu baik-baik saja" ucapnya tiba-tiba sontak membuat wanita itu menoleh kearah Glen yang berdiri di belakangnya
Glen melihat siku istrinya itu lecet, mungkin karena tadi Serin jatuh saat di lumpuhkan oleh anak buah Dwyne
"Hmm. aku baik-baik saja, apa Reyhan sudah tidur" tanya Serin mengalihkan pembicaraan agar pria itu tidak bertanya banyak padanya
"Dia sudah tidur, lebih baik kita ke kamar sekarang, bersihkan dirimu! aku tau kamu lelah" ucap Glen sukses membuat Serin tercengang
"Aku kira dia akan marah" gumamnya dalam hati sambil mengikuti suaminya yang menarik lembut lengannya untuk pergi ke kamar
Selesai membersihkan diri, wanita itu keluar dengan piyama-nya yang sudah ia pakai dari kamar mandi
"Kamu belum tidur!" seru Serin yang sedang berdiri di ambang pintu
"Hmm. kemarilah" ucap Glen menepuk ranjang, agar wanita itu duduk di sampingnya
Serin mendudukkan dirinya tepat di samping Glen, seraya menyandarkan tubuhnya pada punggung ranjang
Tanpa bicara suaminya itu langsung meraih lengannya, lalu beralih mengambil kotak obat di laci nakasnya
Serin hanya diam memperhatikan pria yang kini mulai mengobati lukanya
"Apa selama ini, dia punya sisi lembut seperti ini" gumamnya dalam hati, ketika melihat pria yang berstatus sebagai suaminya itu, sedang mengobati luka kecil itu dengan telaten dan lembut
"Apa kamu yakin Willy, akan diam saja setelah semua ini!" ucap Glen sambil meniup lengan Serin sesekali, untuk mengurangi perihnya
"Itu pasti! mereka tidak mungkin diam saja, apalagi para kejaksaan mulai menyelidiki-nya sekarang, setelah berita yang ku sebarkan" sahut Serin
Glen tau karena ia juga melihat berita itu, dan sudah bisa ia pastikan jika itu kerjaan Serin, istrinya sendiri! walau puas tapi Glen punya ke khawatiran sendiri terhadap Serin, ia takut wanita itu celaka suatu saat, karena ambisinya yang ingin membongkar kebusukan Willy
"Apa kamu marah padaku!" tanya Serin menatap Glen yang sedang fokus membereskan kotak obat
Glen meletakkan kembali kotak obat itu di tempatnya, lalu kembali menatap istrinya
"Aku tidak marah! hanya saja aku sedikit takut, kita tidak tahu masa depan seperti apa? dan kemungkinan apa saja yang terjadi kedepannya!" jawab Glen seraya mengalihkan Serin agar menghadap dirinya serta memegang kedua pundaknya
"Aku tahu itu, konsekuensi yang kudapatkan pasti besar, karena telah terlibat dengan kebusukan dari mereka yang sudah banyak melenyapkan nyawa tidak bersalah" ucap Serin
"Bisakah kamu tidak turun tangan langsung, aku tidak suka melihatmu lecet apalagi sampai terluka! biarkan kamu diam di gudang seperti saat itu, dan anak buahmu yang bekerja" seru Glen tanpa melepaskan kedua tangannya dari pundak Serin
"Aku tau dua-duanya bahaya, tapi aku tidak akan sanggup jika sesuatu terjadi lagi padamu!" tambahnya lalu membawa wanita itu kedalam pelukannya
Serin tentu saja membalas pelukan hangat itu, ia merasa tenang dan nyaman ketika berada di pelukan suaminya
"Aku akan berhati-hati, dan percayalah aku akan menjaga agar diriku baik-baik saja, ada banyak anak buahku yang akan melindungiku" ucap Serin tanpa melepaskan pelukan mereka
Glen mengec**p sekilas kening istrinya, lalu membawanya untuk segera tidur karena hari juga sudah larut malam
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
__ADS_1
.