
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
...****************...
Dwyne memasang sarung tangannya, lalu berjalan menuju Serin yang masih terbaring di bangker
Semua alat medis sudah di pasang pada tubuh Serin, tinggal inti-nya saja, dimana Dwyne akan membedah sedikit di belakang telinga, untuk memasukkan chip yang mereka kembangkan selama ini
"Ada telpon dari pak Willy" ujar seorang wanita yang juga merupakan bawahannya
Sontak Dwyne menghentikan tangannya, yang sudah memegang pisau bedah di tangannya
Wanita itu menghela kasar napasnya, lalu melepaskan sarung tangannya, dan pergi untuk mengangkat telpon dari atasannya
"Jaga dia, jangan sampai lolos, jika sadar.. bius lagi" titahnya, lalu pergi sambil menempelkan ponselnya ke telinga untuk mengangkat telpon Willy
"......"
"Aman" ~ Doni
"Oke!" ~ Geralt
mendengar pemberitahuan situasi dari Doni, Geralt dan yang lain mulai melancarkan aksinya
Mereka memastikan jika tidak ada orang di ruangan yang mereka tempati, lalu melakukan rencana sesuai dengan apa yang Serin perintahkan
Selesai melakukan itu, mereka mulai mencari keberadaan Serin, karena earphone-nya mati, membuat mereka ber-empat sedikit kesusahan, tapi untungnya mereka berhasil menemukan Serin
"Jangan berisik" ucap Geralt pelan. pada Aiden, Stefan dan Charless
"Tim B, sekarang!" ~ Geralt
"Oke" ~ Tim B
(Tim B adalah anak buah Serin yang dikirim Serin sebagai imigran palsu)
"......"
"Waktu kita tidak banyak masuk sekarang" ucap Geralt, lalu mereka semua langsung masuk ke dalam ruangan, dimana Serin di sekap...
bagaimana mereka masuk?
Aiden menempelkan alat yang di berikan Leo saat di supermarket, untuk membuka akses masuk
Mereka sedikit terkejut saat masuk kedalam ruangan itu, pasalnya ada 5 orang di sana sedang menodongkan senjata api kearah Geralt dan yang lain
"Dari awal mereka tahu kita akan datang!" bisik Geralt pada Stefan dan di angguki oleh Stefan
"Bersikap tenang! jangan gegabah... lakukan sesuai apa yang Serin ajarkan" bisiknya lagi pada Stefan
"Yak! sedang apa kalian! kalian pikir kami bodoh hah!" ujar salah satu bawahan Dwyne
"Tenang! tenang!" ujar Geralt sambil mengangkat kedua tangan mereka, seolah menyerah dengan para ilmuan itu
Tapi jangan lupakan, jika anak buah Serin adalah mantan tentara dan pembunuh bayaran! yang tentunya punya kemampuan lebih handal menggunakan senjata dari pada bawahan Dwyne
"Letakkan senjata kalian" titahnya pada Geralt dan anak buahnya
"Oke. Oke" sahut Geralt, lalu meletakkan senjata mereka perlahan kelantai
Lalu pria yang tadi menyuruh Geralt, memberikan kode, pada 4 orang yang ada di sana untuk menyuntikkan sesuatu pada ke empat pria yang terlihat tunduk itu
Mereka berjalan menghampiri Geralt dan yang lain
"Dwyne kembali! cepat" ~ Doni
Seketika Geralt dan yang lain saling menatap satu sama lain, dan dengan sigap mereka langsung menepis dan melumpuhkan para bawahan Dwyne dengan sekali pergerakan
"Akhhh, lepaskan!" lirih mereka saat Geralt dan yang lain berhasil memelintir tangan mereka kebelakang, karena mereka hanya berempat! maka Stefan disini memegang peran, karena dia melumpuhkan dua sekaligus
"Charless pasangkan sekarang! Aidan kau bantu dia" ~ Geralt
"Oke" ~ Charless, Aiden
Mereka memasangkan sesuatu ketubuh 5 orang itu, karena Geralt dan yang lain menodongkan balik senjata, pada 5 orang itu membuat mereka ada di bawah kendali Geralt dan yang lain
"Lakukan tugas kalian seperti sebelumnya! jika ada yang membangkang.. maka tubuh kalian akan hancur" jelas Geralt
"Jika aku melihat salah satu dari kalian melakukan gerak-gerik aneh, maka aku tidak segan-segan akan menekan tombolnya sekarang!" ancamnya sontak membuat mereka berlima pasrah, karena mereka juga tidak ingin mati konyol di tangan anak buah Serin
"Cepat sembunyi! Dwyne datang" ~ Aiden
mereka berempat langsung sembunyi di samping lemari, untungnya disana pencahayaannya kurang, jadi Geralt dan yang lain bisa leluasa untuk bersembunyi
"......"
"Apa dia masih belum sadar!" tanyanya pada sang bawahan
"B-Belum" sahut seorang pria
"Yasudah kita lanjutkan saja" ujarnya lalu kembali memasang sarung tangan lateksnya, serta memegang pisau bedahnya
Sedikit lagi pisau bedah itu menyentuh leher tepat di belakang daun telinga Serin
__ADS_1
Tapi satu tangan berhasil menghentikan tangan Dwyne, sontak wanita itu membulatkan matanya, kaget melihat Serin bisa bangun dan tangannya lepas dari ikatan dengan mudah
"DASAR IBLIS!! KAU TIDAK PANTAS HIDUP!!!" ucapnya dengan nada penuh penekanan, lalu bergegas bangun dari rebahannya dengan tangan yang masih mencengkram kuat tangan Dwyne
"Yak! kenapa kalian diam saja! cepat ikat dia" titahnya pada sang bawahan.. tentu saja mereka langsung melakukan apa yang di suruh Dwyne
"Lepas! Lepaskan aku" teriak Serin histeris, sedangkan Dwyne hanya tersenyum tipis
"Aku tau kau yang membunuh semua imigran itu, hanya untuk memenuhi keinginanmu menemukan penemuan ini! sebaiknya kau serahkan diri ke kantor polisi... ah tidak! hukum saja bahkan tidak tau.. harus memberikan hukuman seberat apa padamu" celoteh Serin lalu tertawa tanpa rasa takut
Plakkk
Satu tamparan mendarat mulus di pipi Serin sekarang dia kembali terikat di ranjang itu
"Tutup mulutmu itu! dan terima saja ajalmu" ucap Dwyne menyeringai
"akui saja perbuatanmu itu dihadapanku! aku tahu semuanya..." ucap Serin berontak karena tangan dan kakinya di ikat pada sisi ranjang
"kalau memang iya memangnya kenapa? apa masalah buatmu! aku ini ilmuan... aku melakukan ini hanya untuk memajukan ilmu sains dan teknologi, jadi tidak masalah bukan" sahutnya enteng
"Dasar BIADAB!!! aku harap kalian jatuh kedalam neraka paling dalam... dan hidup kekal di sana" umpat Serin
"Bicaralah sesukamu! kau juga tidak akan bisa lolos dari sini! yang ada kau yang lebih dulu pergi ke neraka" ucap Dwyne seraya mengeluarkan sesuatu dari kantong jas Lab-nya
"Mau apa kau!!" tanya Serin dengan ekspresi wajah yang agak takut
"ceftriaxone" gumamnya dalam hati ketika melihat sebuah botol kecil yang dikeluarkan Dwyne
Ceftriaxone adalah antibiotik yang berguna untuk pengobatan sejumlah infeksi bakteri dan di berikan sesuai resep dokter, hanya memperbolehkan sekitar 500-1000 mg perhari, dapat di tingkatkan 2-4,g per 10-14 hari, dan juga tergantung pada setiap pasien dan infeksinya
"Yak! kau gila... aku tidak memiliki infeksi apapun" tukas Serin saat melihat Dwyne sedang mengambil cairan itu dengan suntikan
"Aku tidak peduli! kau akan mati setelah ini,,, makanya jangan terlalu ikut campur" ujarnya seraya menjentik jarum suntik nya
Wanita itu terus berontak, karena ia tau jika dosis yang diberikan oleh Dwyne itu tidak wajar
"DIAM!!!" tekannya lalu menyuntikkan-nya lewat pembuluh darah Serin
Seketika wanita itu diam, tidak beberapa lama tubuhnya mulai bereaksi, rasanya nafasnya sesak, bahkan ia merasa keram perut
"Akhh. perutku!" rintihnya menahan sakit
Dwyne menyaksikan betul bagaimana tubuh Serin bereaksi atas ceftriaxone dengan dosis tinggi yang ia berikan
Wanita yang kini tengah kejang-kejang di atas ranjang itu, tidak bisa lagi bicara
"Ini menyenangkan" gumamnya, "kalian bereskan ini, dia tidak perlu menjadi objek kita... buang saja! aku akan menelpon pak Willy karena kita berhasil menyingkirkan wanita ini" ucapnya pada bawahannya, lalu beranjak dari sana
"......"
"Pertunjukan selesai" ucap seseorang, sontak membuat wanita yang tadi ingin pergi berbalik kearah suara
"Aishhh... Kalian mengikatku terlalu kencang" ujarnya sambil memegang pergelangan tangannya yang baru saja dilepaskan dari ikatan
"Yak! apa yang kalian lakukan ikat dia" suruhnya pada bawahannya, tapi tidak ada yang menurut sama sekali
"Pertunjukan telah usai! sekarang saatnya untuk kalian pulang ke tempat kalian... di balik jeruji besi" seru Geralt yang keluar dari persembunyiannya bersama yang lain
"Tidak mungkin! bagaimana bisa... aku sudah memberikannya dalam dosis tinggi" gumamnya bingung plus tidak percaya akan situasi di hadapannya
"Yak! kenapa kalian diam saja... lawan mereka,,, suntik mereka dengan itu cepat!!!" titahnya sambil berniat ingin pergi dari sana, tapi Aiden sudah lebih dulu berdiam di depan pintu, agar Dwyne tidak bisa keluar dari sana
"Sekarang menyerah lah, dan akui semua kesalahanmu di depan publik!" ucap Serin seraya beranjak dari banker menghampiri Dwyne yang masih tidak paham dengan situasi
"Apa maksud kalian! berani sekali kalian memjebakku" ujarnya meraih sesuatu di atas meja
"Kau pikir aku bodoh! aku tidak senaif yang kalian pikirkan" sahut Serin
"Bawa dia" titahnya sambil mengibas-ngibas pakaiannya yang kotor
"Jangan ada yang mendekat atau aku... potongnya lalu langsung berlari ke arah Serin, hingga membuat ia memegang kendali atas tubuh Serin
"Jika kalian mendekat maka aku akan menggorok lehernya" ucap Dwyne menodongkan pisau bedah ke leher Serin
"Yak! kau salah orang" gumam Serin lalu menyikut perut Dwyne dengan keras hingga membuat wanita itu merintih kesakitan sambil memegangi perutnya
"Kurang ajar" gumamnya lalu berniat untuk memotong nadinya sendiri, tapi itu dihentikan oleh Serin, yang sudah lebih dulu mengambil ancang-ancang dan menendang tangan Dwyne hingga pisau beda itu terpental jauh
"Jangan berpikir untuk mati lebih dulu! hukuman berat sedang menantimu di pengadilan" ucap Serin mendorong Dwyne hingga jatuh tersungkur ke pinggir banker
"Rintihan ini masih belum seberapa dengan perbuatanmu terhadap orang-orang yang kau jadikan sebagai Objekmu" tutur Serin menyamakan tingginya, lalu memberikan satu tamparan telak pada Dwyne
Plakkk
Plakkk
"Ini untuk rasa sakit yang di terima para korban" ~ Serin
Plakkk
"Ini untuk anak-anak tidak berdosa yang kau jadikan kelinci percobaan tanpa rasa kasian" ~ Serin
Plakkk
"Ini untuk para imigran yang kau gunakan sebagai objekmu" ~ Serin
Plakkk
"Ini untuk rasa sakit yang diterima kaluarga korban, atas kehilangan anggota keluarganya" ~ Serin
Plakkk
"Ini untuk dirimu yang berani merendahkanku" ~ Serin
__ADS_1
Plakkk
"Dan Ini untuk dirimu yang berani menjebakku" ~ Serin
Plakkk
Berkali-kali Serin menampar wanita itu, dengan sangat keras, hingga darah keluar dari sudut bibirnya
"Ini tidak seberapa,,, kau akan menerima hukumanmu di penjara.. sesali seluruh perbuatanmu di balik jeruji besi sampai kau membusuk" ucapnya lalu berdiri
Geralt memberikan saputangannya pada Serin, seperti biasanya ketika wanita itu melampiaskan amarahnya
"DASAR MENJIJIKAN!!!" pungkas Serin lalu pergi dari sana, karena sisanya akan di urus oleh Geralt dan anak buahnya
"Leo... sebarkan itu sekarang" titahnya lewat earphone yang tadi ia ambil dari Geralt
"Oke" ~ Leo
Serin berjalan keluar meninggalkan Lab dengan senyum kemenangan
...****************...
Pukul 21.27 ... Gudang
Serin mendudukkan dirinya di sofa, dengan segelas air yang ada di tangannya
Geralt dan yang lain juga ada di sana, mereka senang rencananya berjalan dengan lancar, walau ada sedikit perkiraan yang salah, tapi untungnya itu tetap berhasil
Dari tadi ponsel Serin terus berdering, ia tau siapa yang menelponnya... tentu saja suaminya, karena sudah hampir jam 10 malam istrinya itu masih belum pulang
📞In Call-
"Kamu pulang/ tidak sama sekali?"
"Aku pulang... sebentar lagi masih ada yang perlu di urus"
"Jika sebelum jam 11.00 malam kamu belum pulang! awas saja"
"Iyaa... iyaa"
"Yasudah!"
📞End Call-
Serin menghela berat napasnya, lalu beralih pada layar monitor, di mana sekarang banyak berita yang membicarakan masalah Vsc.lab setelah Serin menyuruh Leo mengunggah, potongan vidio yang berhasil terekam oleh kancing baju Serin
Dimana semua perlakuan dan ucapan Dwyne terekam di sana dengan jelas
Dan tentunya berita kali ini, menghantam kuat Willy dan antek-anteknya, terutama proyek Golden City
"Sekarang mereka sudah skakmat! mau apa lagi" gumam Serin dan di angguki oleh semua orang yang ada di sana, kecuali 3 detektif itu, karena mereka sedang ada di TKP untuk memeriksa seluruh Lab
"Apa tujuan kita berikutnya, Arka?" seru Geralt
"Tentu! setelah ini Arka yang akan menjadi target berikutnya, kita sudah sejauh ini... jangan sampai ada kesalahan" ucap Serin dan kembali di angguki oleh mereka
"Terimakasih atas Kerja tim kalian!" ucap Serin, karena jika bukan bantuan anak buahnya, ia tidak akan bisa melancarkan rencananya
"untuk masalah Arka, kita bahas nanti dulu, biarkan otak kalian dan otak ku beristirahat sebentar... awal tahun kita lakukan sebaik mungkin, untuk menangkap pria gila itu" ujar Serin
Mereka mengangguk paham atas ucapan Serin
"Yasudah! ini" ujarnya meletakkan sebuah kartu di atas meja
"Belilah apa yang kalian inginkan sebagai hadiah, karena hari ini sudah bekerja keras" ucapnya
"Kau serius!" sahut Jordan, "Memangnya aku kelihatan bercanda! tapi jangan berlebihan... itu kartu suamiku" ucapnya terkekeh kecil, lalu pergi dari sana untuk pulang
"Jarang-jarang bisa pakai kartu terbatas milik pengusaha" ujar Doni serta di angguki oleh yang lain setelah kepergian Serin
...****************...
"Anak David benar-benar keterlaluan aku tidak bisa membiarkannya lagi" marahnya sambil menghancurkan setiap benda yang ada di atas meja kerjanya dengan tongkat kesayangannya
Sedangkan anak buahnya, hanya bisa diam tidak berani berkutik
Apa yang di dapatkan Serin benar-benar di eksposenya kemedia, terutama bukti utama keterlibatan Willy terhadap Vsc.Lab (VivoSectionChip. laboratorium)
Berita itu menggemparkan seluruh masyarakat, sebab desas desus akan eksperimen gila tentang memasukkan chip ke tubuh manusia, dan mengontrolnya lewat komputer, itu adalah pemikiran gila dan tidak mungkin bagi banyak orang
"Panggil Arka kerumah sekarang juga!" titahnya pada sang anak buah
"Maaf David, tapi anakmu sudah kelewat batas, aku tidak bisa lagi menoleransinya" gumamnya seraya mendudukkan dirinya di sofa single dengan napas yang tersengal akibat marah
(Ingat-ingat Willy, jangan terlalu marah... takutnya darah tinggi kambuh ntar🤣)
...****************...
.
.
.
Episode berikutnya akan memuat rencana Serin, jadi mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, dan agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
__ADS_1
.