
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Geralt datang bersama yang lain, termasuk Lily, yang di bawa kembali kerumah Glen, setelah dimintai keterangan oleh Luke di kantor polisi
"Kau baik-baik saja?" tanya Serin
Lily hanya mengangguk pelan, terlihat sekali dari wajahnya, jika ia sangat ketakutan
"Bi bawa dia ke kamarnya!" suruh Serin, dan di angguki oleh Sella
Geralt memberikan laptop yang di gunakan Brett, untuk mengakses situs gelapnya
"Aku akan memberikan buktinya besok" ucap Millie, lalu ia dan Vano pamit untuk pulang menyisakan Geralt, Glen, Serin, dan yang lain
"Apa kalian sudah dapat info tentang Mike?" tanya Serin
"Sejauh ini masih belum ada, tapi anak buah sedang berusaha mencari lebih dalam tentang hal itu" jawab Geralt dan di angguki paham oleh Serin
"Yasudah! kita bahas itu nanti, setelah kalian berhasil menemukan alasan kenapa dia kabur" tukas Serin
"Baiklah! kami akan pulang sekarang" pamitnya, lalu keluar dari rumah Serin bersama ekornya (Doni,Jordan,Aiden)
"Kita istirahat sekarang" ajak Glen, "tapi, kamu belum menjelaskan kenapa Millie bisa bekerja denganmu?" tanyanya penasaran
"Sebenarnya saat kita mengetahui, bahwa Ryan yang berada di balik penyeranganku, dia datang padaku, dan mengaku jika sebenarnya dia disuruh Ryan untuk mengawasi kita, dan orang yang meretas data perusahaan adalah dia" jelasnya
"Lalu?"
"Millie sadar, jika aku pasti akan memecatnya, karena itu! dia juga menyerahkan surat pengunduran diri,,, tapi aku melihat jika kemampuan-nya memang bagus dan menawarinya untuk berpihak padaku, dan bukannya Ryan,,, karena itu saat kita mengganti isi wine-nya, sebenarnya Millie tahu! tapi karena dia berpihak padaku... ia mengurungkan niatnya untuk mengatakan pada Ryan" jelasnya lagi dan hanya mendapatkan anggukan dari Serin
Keduanya beranjak dari sofa, untuk istirahat di kamar
"Aku bangga padamu sayang" ucapnya, seraya merangkul mesra pinggang istrinya, sembari berjalan ke kamar
"Glen!" serunya
"Hmm." jawab Glen
"apa kamu akan mengijinkanku untuk mengambil profesi detektif setelah selesai kuliah?" tanyanya seraya menatap Glen
"Berikan aku waktu untuk memikirkan itu" jawabnya
Serin hanya mengangguk paham atas ucapan suaminya, ia tau jika sejauh ini, dirinya sudah banyak membuat Glen khawatir
Setelah banyak ketegangan, mereka akhirnya bisa istirahat dan korbannya juga bisa di selamatkan
...****************...
Serin duduk di tepi ranjang, pandangannya lurus kedepan sambil memikirkan sesuatu
📳Drrttt
📞In Call-
"Apa?"
"Kita bicara sepulang kau dari kampus"
"Baiklah"
📞End Call-
"Morning" sapa Glen dengan nada berat, tepat di samping telinga Serin, hingga membuat wanita itu terperanjat kaget
"Oh. kamu sudah bangun!" sahut Serin
"siapa yang telpon pagi-pagi begini?" tanyanya, seraya mengalungkan tangannya di pinggang istrinya
"Geralt" jawabnya, mendengar itu Glen hanya mengangguk pelan
Baru saja Serin akan bicara, Glen sudah lebih dulu pergi ke kamar mandi
Dari luar, ia mendengar jika suaminya itu sedang memuntahkan isi perutnya di wastafel
"Kamu kenapa?" tanya Serin, sambil memijat tengkuk leher Glen
"Tidak tau, sepertinya karena aku terlalu lelah akhir-akhir ini" sahut Glen, seraya membasuh mulutnya
"Jika tidak sanggup, dirumah saja... istirahatlah, akhir-akhir ini kamu juga sering datang terlambat" ucap Serin, lalu memberikan tisu pada suaminya
Glen kembali mendudukkan dirinya di ranjang, dibantu Serin yang kembali menarik selimut untuk menyelimutinya
Ia meletakkan punggung tangannya di dahi Glen, memeriksa apakah pria itu sedang demam
"perasaan kemarin dia baik-baik saja?!" gumamnya dalam hati
"Aku akan segera kembali" ucap Serin, lalu pergi dari kamar
"......"
Serin kembali dengan membawa kompres untuk meredakan demam Glen
Tanpa membangunkan suaminya yang kembali tertidur, Serin duduk di tepi ranjang, lalu meraih kompres-nya dan meletakkannya di dahi Glen
"aku tidak menyangka bisa menjatuhkan hati pada pria ini" gumamnya, seraya menarik senyum di bibirnya
"Istirahatlah sayang, kamu terlihat sangat pucat" ucapnya, walaupun Glen sudah kembali tertidur
Serin mengec*p sekilas bibir suaminya, lalu beranjak dari sana, karena ia juga harus bersiap untuk ke kampus
...****************...
Baru saja Serin dan teman-temannya keluar, mereka langsung di kaget kan dengan pemandangan yang tidak seharusnya mereka lihat
Bahkan para mahasiswa yang baru keluar ikut menegang, ketika tidak sengaja melihat seorang wanita terjun bebas dari lantai atas gedung
Tanpa buang waktu mereka langsung turun ke halaman, untuk melihat apa yang terjadi
"......"
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" tanya William pada mahasiswa lain, yang kala itu melihat langsung kejadian dari bawah
"Tidak tau, tapi dia terjun dari lantai 7 gedung" jawabnya
Tidak beberapa lama, datang pak Regan, yang merupakan Dosen di kampus tersebut
Bersamaan dengan itu, polisi juga datang untuk memeriksa TKP setelah tadi di hubungi oleh pihak kampus agar di tindak lanjuti
"kita pergi saja" ajak Dilla dan di angguki oleh yang lain
Mereka berlima pergi dari sana, karena sudah ada kepolisian yang mengurusnya, walau sebagian siswa masih ada yang berada di sana
Tapi baru beberapa langkah, Serin berhenti ketika seseorang menahan lengannya
Sontak ia berbalik untuk melihat siapa yang menahan lengannya
"Ada apa pak?" tanyanya, ketika melihat pak Regan yang menahannya
Pria itu melepaskan tangan Serin, lalu menyodorkan sesuatu padanya
"bukankah ini kartu mahasiswa-mu?" tanyanya
"Ah. benar ini milik saya, sepertinya jatuh" jawabnya, lalu meraih kartu miliknya
"Terimakasih pak" ucapnya sopan, dan hanya di angguki oleh Regan
"Kalau begitu, kami permisi pak" ujarnya ramah, lalu pergi dari sana setelah mendapat anggukan dari dosennya
"apa kalian tau, jika pak Regan itu sudah punya istri?!" celetuk William, di tengah perjalanan mereka
Yang lain menggelengkan kepalanya karena tidak tahu "Lalu kau tau darimana?' tanya Joshua
"Ini, nih... makanya ponsel kalian itu di pakai! jangan di diamkan,,, aku melihatnya dari media sosial, tapi sayangnya istrinya tewas gara-gara bunuh diri baru-baru ini, padahal dia seorang aktris berbakat ditambah keluarganya juga dari kalangan atas, sebandinglah dengan pak Regan" jelas William
"Bunuh diri?!" perjelas Dilla, dan di angguki oleh William
"Kasian sekali, baru menikah tapi cewenya udah pergi duluan" sahut Ravin sukses mendapat anggukan dari yang lain
Mereka menyudahi pembicaraan-nya, dan pulang masing-masing
...****************...
Serin masuk ke sebuah cafe, karena tadi pagi dia sudah berjanji untuk menemui Geralt
"Serin!" panggil Geralt, sambil mengacungkan tangannya
Melihat orang yang di carinya sudah datang, tanpa buang waktu Serin langsung menemuinya
Mendudukkan dirinya di kursi, Geralt langsung memberikan sebuah amplop coklat berukuran besar pada Serin
Meraih amplop tersebut, lantas ia membukanya dan melihat sebuah berkas di dalamnya
"disana ada data dari dokter yang mendiagnosa Mike, menurut informasi yang kami dapatkan, ada seorang pria dari kalangan atas yang menjamin kebebasannya, tapi sampai saat ini kami masih tidak bisa mendapatkan identitasnya" jelas Geralt, seraya menyeruput kopinya
Serin memeriksa satu persatu kertas yang sedang di pegangnya
"Dokternya sudah meninggal?" ucap Serin, dengan nanar mata yang fokus pada kertasnya
"Hmm. dia sudah tewas, tidak lama setelah mengeluarkan diagnosa terhadap Mike" sahutnya dan hanya di angguki oleh Serin
"Dan untuk yang kau katakan waktu itu, kami tidak menemukan satu identitas pun, yang mengarah pada Mike" ucapnya
Lagi-lagi Serin hanya mengangguk, dan masih fokus pada berkasnya
"......"
"Aku akan membawa ini... periksa keuangan Dokternya, jika dia berani mengeluarkan diagnosis artinya ada dua kemungkinan, di ancam atau dia dibayar, jika dia di bayar! otomatis data transaksi dengan si penyuruh tidak akan hilang dan kita bisa tahu dari sana, dan jika tidak ada hasil.. kita cari kelemahan apa yang membuatnya bisa di ancam" jelas Serin, dan tentunya mendapat anggukan paham dari tangan kanan-nya
Serin bangkit dari duduknya, lalu pamit karena ia juga harus mengurus suaminya, yang akhir-akhir ini sepertinya sibuk bekerja, sampai tidak memperhatikan kondisinya sendiri
...****************...
Serin meletakkan tas dan bukunya di atas meja, lalu beralih untuk mencari Glen yang tidak ada di atas ranjang
"....."
"Bi, apa bibi melihat Glen?" tanyanya pada Sella yang baru saja lewat di depan kamarnya
"Tuan ada di halaman belakang bersama Tuan muda Nona" jawabnya, lalu pergi setelah mendapat anggukan dari Serin
Tanpa buang waktu, ia pergi ke halaman belakang untuk menyusul anak dan suaminya
...****************...
"Sejauh mana mereka mencari tahu?" tanya seorang pria, yang duduk dengan bersilang kaki di sofa mewah miliknya
"Mereka melakukan tes DNA pada jasad Mike, dan menyelidiki tentang dokter yang memberi diagnosis atas penyakit Mike" jelasnya
"Cepat ternyata langkahnya!" gumamnya
"Kalau begitu suruh Fernan singkirkan Mike, dia tidak kita butuhkan lagi" titahnya
"Baik tuan" jawabnya
"Ah. satu lagi--
Brakkk...
"Ma-maaf tuan, saya tidak sengaja! i-ini saya ingin memberikan ini" gugupnya
Sontak Pria itu menatap bawahannya yang tadi ia ajak bicara
"Keluarlah" ucapnya tenang, dan tentunya pria tadi langsung keluar dari ruangan itu
"Jangan membuat celah sedikitpun untuk Serin bisa mendapat keuntungan, aku tidak ingin kerajaanku hancur seperti NVC.. karena wanita itu" titahnya
"Ah. habisi saja pria tadi, dia mungkin mendengar pembicaraan kita" tambahnya, dan tentu saja di angguki oleh sang bawahan
Senyum tipis tertarik sudut bibir pria berwajah tampan itu
...****************...
"Mau kemana?" tanya Glen, ketika melihat istrinya berpakaian rapi
"Aku hanya ingin ke supermarket depan, kenapa? kau ingin ikut" sahutnya, seraya meraih dompetnya di atas nakas
"Boleh?!" tanya Glen
"Tidak, aku hanya sebentar... diamlah di rumah" jawabnya, lalu keluar dari kamar
"Kalau begitu untuk apa menawariku!" gumamnya, seraya meraih laptopnya untuk melihat beberapa file yang dikirimkan oleh sekertaris-nya
Sebenarnya sudah 2 hari ini Glen tidak masuk ke kantor entah kenapa, tapi saat Serin mengajaknya ke rumah sakit pria itu malah tidak mau, dan memilih untuk istirahat saja
__ADS_1
...****************...
"Terimakasih" ucapnya, lalu keluar dari supermarket sambil menenteng beberapa plastik di tangannya
Setelah meletakkan belanjaannya di kursi penumpang, Serin masuk dan duduk di kursi kemudi untuk pulang
📳Drrttt
Serin menurutkan dahinya, ketika melihat layar ponselnya
📞In Call-
"Hallo?!"
"Apa benar kau Serin?!"
"Iyaa, saya sendiri!"
"bisa kita bertemu di Jl. xxxxxx .. A. no.18 Gedung balai kota terdahulu"
"Anda siapa?"
"aku akan menjelaskannya nanti, waktuku tidak banyak, datanglah ke alamat yang ku kirimkan padamu"
Tut... tut... tut...
📞End Call-
Serin diam sebentar, lalu meraih earphone nya, karena ia di mobil jadi tidak mungkin baginya mengangkat telpon sambil mengemudi
"Leo! kau dimana?" ~ Serin
"Digudang, memangnya kenapa?" ~ Leo
"Geralt mana?" ~ Serin
"Ada diruanganmu" ~ Leo
"baiklah, kalau begitu periksa nomor telpon yang ku kirim, dan suruh Geralt ke alamat yang ku berikan" ~ Serin
"Oke" ~ Leo
"......"
Selama perjalanan, Serin terus berpikir siapa pria yang baru saja menghubunginya
"Nomornya terdaftar atas nama salah satu karyawan dari RgGroup" ~ Leo
"RgGroup?!" ~ Serin
"Salah satu perusahaan Retail terbesar yang di miliki oleh pak Dive, dan baru-baru ini beliau menjabat sebagai Mentri Perekonomian" ~ Leo
"Baiklah" ~ Serin
Serin menghentikan mobilnya sebentar, menunggu Geralt menemuinya
"Kenapa dia ingin menemui ku?" gumamnya, karena Serin merasa jika dirinya benar-benar tidak memiliki hubungan atau keterkaitan, hingga pria yang tadi menelponnya bisa memiliki no. ponselnya
"......"
"Pakai jaketku" ucap Doni, sambil melepas jaketnya, lalu memberikannya pada Serin
Setelah memakai jaket, Serin masuk kedalam mobil yang di kendarai oleh Geralt, mereka sengaja untuk melakukan itu, karena dari awal Serin sudah tahu jika dirinya di ikuti, jadi ia sengaja untuk melakukan itu
"Kami akan pergi, dan Doni kau bawa pria itu ke sarang kita" titah Geralt
Tanpa membuat kecurigaan, Geralt langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang tadi infokan pada mereka
...****************...
Keduanya turun dari mobil menuju tempat yang di maksud, tapi suasana membingungkan yang malah mereka lihat
"Sedang apa kalian disini?" tanya Zeon, yang baru saja melewati polis line, sambil melepas sarung tangannya
"menemui seseorang, lalu kau?" sahut Geralt
"Memeriksa TKP" jawabnya, sontak Geralt dan Serin saling menatap satu sama lain
"korbannya?" tanya Serin
"Kami belum bisa memastikan, tapi sepertinya dia seorang gelandangan" jawab Zeon
📳Drrttt
📞In Call-
"kalian dimana?"
"kami sudah di tempat yang dimaksud"
"datanglah ke seberang, aku ada di seberang,,, cepatlah!"
Tut... tut... tut...
📞End Call-
"Kami pergi dulu" ucap Serin yang langsung menarik Geralt untuk pergi ke gedung seberang
"......"
Ia melihat ke sekeliling, sebelum akhirnya mengajak Serin dan Geralt untuk masuk
"Siapa sebenarnya kau, kenapa kau bisa menghubungiku?" tanya Serin, pasalnya ia tidak tau siapa pria yang kini berada di depannya
Pria itu lantas membuka masker, topi serta kacamata hitamnya. dan itu sukses membuat Serin membulatkan matanya ketika tahu siapa pria yang berada di depannya
"Kau--"
"Iya aku" jawabnya
Bukan hanya Serin, tapi Geralt juga kaget ketika melihat wajah pria itu
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
__ADS_1
.
.