Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
To Killer Pt.2


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


❗❗❗


Jika ada bagian masa lalu, author akan kasih tanda dengan tulisan bercetak miring, dan tanda pemisah yang berbeda!!! + perhatikan jam-nya, karena mungkin ada alur maju mundurnya


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Pukul 19.00



"Darahnya masih segar" ucap Luke, ketika mereka berdua mendekati mobil, dan melihat ada bercak darah


"Dia pasti baru saja membawa seseorang ke sini" tambah Luke


"Sepertinya aku tahu apa yang terjadi 21 tahun yang lalu di sini" ucap Serin, menatap mansion di depannya


"Pak Benny mengatakan jika pada tahun 2001, ada seorang wanita yang tinggal di sekitaran pantai, datang ke kantor polisi dengan bertelanjang kaki" ~ Serin


"kemudian suaminya datang dan mengatakan, jika istrinya bicara omong kosong karena terlalu banyak mengonsumsi obat tidur, setelah penjelasan itu, ia membawa kembali istrinya dari kantor polisi, dan suaminya memang Willy" ~ Serin


"Pak Benny, juga mencari tahu lebih dalam tentang mansion ini" ~ Serin


"CEO dari HZ. Express, bernama Gio ditemukan tewas dalam jaring nelayan, pada tanggal 4 Januari 2001, di pesisir pantai,,, dan kepolisian menutup kasus itu dengan hasil, bahwa itu kematian tidak di sengaja" jelas Serin, karena sebelum datang, dan mengajak yang lain untuk pergi ke mansion, ia sempat di beritahu tentang hal yang baru saja di jelaskan-nya


"Jadi maksudmu, ada pembunuhan yang terjadi di sini?" tanya Luke, dan di angguki oleh Serin


"Menurutku Arka dan Ibunya, menyaksikan pembunuhan Gio di sini, saat mencari tahu, ternyata HZ.Express merupakan perusahaan gabungan, dan menjadi perusahaan real estate terbesar di distrik A, tapi selama itu... ternyata Gio menolak bergabung dengan NVC, dan berakhir di bunuh" ~ Serin


"Dan dia di bunuh, pada hari anak dan istrinya berkunjung ke mansion" tambah Serin


...----------------...


2001


Arka kecil turun, ketika mendengar sesuatu dari ruang bawah tanah, sedangkan Sherly masih berada di ruang tamu dan di sana, ia melihat jaket Willy yang terletak di sofa, dimana menurut sepengetahuan-nya suaminya sedang berada dalam perjalanan bisnis, dari sana perasaan Sherly mulai tidak enak, ditambah ia memang mengalami pernikahan yang sulit dengan Willy


Sementara di sebuah ruang bawah tanah, Willy dan satu anak buahnya, berdiri di hadapan Gio yang duduk terikat di sebuah kursi, dengan wajah yang babak belur serta darah yang keluar dari bekas pukulan


"Kau pikir, kau akan aman setelah melakukan ini" ~ Gio


"makanya itu, kenapa kau mencuri proyek yang sedang ku incar, dan apa kau pikir aku takut dengan ucapanmu ini, aku sudah memperingatimu, kau seharusnya menurutiku" ~ Willy


Setelah berucap seperti itu, Willy kembali memukul Gio


"Baj*ngan kau! semua orang akan menunjuk jarinya padamu, dari generasi ke generasi, bahkan anakmu pun akan terkutuk" ucap Gio sambil merudah


"Brengs*k kau! bukan aku saja, kau juga gila uang" marah Willy, hingga menghunuskan sebuah pisau di leher Gio


"Arka! kau dimana sayang!" panggil Sherly, seraya menuju ruang bawah tanah


"Kau di bawah sana!" serunya


Willy yang kala itu masih memegang pisau yang di tancapkan-nya pada leher Gio, seketika melepaskan-nya dan menatap ke sekeliling, dimana Arka berdiri di dekat tangga, terdiam tanpa bergeming sedikitpun


"Hei! kenapa kau ke sini?" tegas Willy, dengan nada tinggi, hingga membuat Arka yang waktu itu masih berumur 14 tahun tersentak kaget


"PERGI KAU!!!" tekannya, sekali lagi berteriak pada sang anak


Sherly yang kala itu datang, dan juga melihat apa yang di perbuat suaminya, langsung menutup mata Arka


"Jangan Lihat!" lirihnya


...----------------...


"Jika dugaanku benar, kejiwaan dan Gen psikopatnya aktif karena hal itu,,, dan orang yang merubah Arka menjadi monster adalah Ayahnya sendiri, Willy Nasution" ~ Serin


"Jadi karena itu, Willy merasa bersalah terhadap anaknya, hingga dia selalu menutupi seluruh kejahatan yang di lakukan anak nya? Ck! cerita yang mengharukan sekali!" ucap Luke


"Kita masuk duku sekarang!" ajaknya, berjalan di depan sementara Serin mengikuti di belakang


"Dia pakai sistem keamanan" gumam Luke, lalu tanpa buang waktu, ia mengeluarkan alat yang di berikan Leo, agar mereka bisa masuk


Dengan langkah perlahan keduanya masuk kedalam, dimana sebenarnya nyawa Marisa sedang di pertaruhkan


Serin dan Luke, mengambil langkah yang berbeda, Serin ke kiri dan Luke ke kanan untuk melihat isi dari ruang tamu tersebut


Dan tanpa mereka sadari, jika sekarang mereka sedang di awasi


"aneh padahal mobilnya di sini" ucap Luke


"dia ingin main-main dengan kita, aku yakin dia sedang mengawasi kita dari tempat lain sekarang" Jawab Serin


Baru saja Serin berucap, lampu di ruang tamu seketika dimatikan


"Sudah ku duga! dia tahu kita ada di sini" ucap Serin

__ADS_1


"Geralt, Zeon, Edward! kalian mendengarku?" tanyanya, lewat earphone tapi tidak ada jawaban


"Aku akan coba menghubungi mereka!" sahut Luke, seraya mengeluarkan ponselnya


"Ponselku tidak ada sinyalnya" ucapnya, ketika ia akan menghubungi yang lain


"Earphone juga tidak bisa nyala... pasti ada Jummer elektromagnetik (perusak gelombang radio) disini" sahut Serin, seraya melepas earphone-nya dan membiarkan tergantung


Berbarengan dengan itu, mereka mendengar sesuatu dan bergegas melihat ke sekitar


"pintunya terkunci" ucap Luke


"disini juga" sahut Serin


Sementara di dalam sebuah ruangan besar, Arka sedang terkekeh memperhatikan Serin dan Luke terkunci di dalam mansion-nya


"Dicetak biru, aku melihat jika ada ruang bawah tanah! tapi tidak ada tangga untuk ke sana" ucap Serin, tapi mereka teralih ketika mendengar sesuatu dari lantai atas


Tanpa buang waktu, keduanya bergegas pergi ke sumber suara


Sambil mencari sumber bunyi, mereka sampai di sebuah kamar mandi, dimana suaranya terdengar begitu jelas dari dalam sana


Cklek~


Mereka melihat ke dalam kamar mandi, dan mendapati jasad di bathub kamar mandi, yang sudah terbungkus sebuah plastik


"Dia Bryan, kambing hitam Arka, sepertinya dia di bunuh dan sengaja di letakkan di sini!" ucap Serin, ketika ia melihat dan memastikan siapa jasad yang ada di bathup


"pantas saja suaranya terdengar aneh! ini suara rekaman dari jeritan film" ucap Luke, ketika mendapati sebuah ponsel terletak di sana, dengan rekaman yang menyala


"dia selalu saja main-main dengan kita" sahut Serin dan di angguki oleh Luke


"......"


"Bailah! apa aku harus mengundang tamu sekarang?" gumamnya, lalu berjalan untuk melakukan sesuatu


"......"


"Luke sepertinya aku mendengar sesuatu dari ruang bawah tanah" ucap Serin, sementara Luke. ia tidak mendengar karena Serin sedang memakai alat pendengaran nya sekarang


Mereka berdua bergegas turun, ke lantai bawah dan mencoba mencari dimana letak akses menuju ruang bawah tanah


"Luke" panggil Serin, sambil berdiri di depan sebuah dinding


"kenapa? apa kau mendengar sesuatu" tanya Luke


"Sepertinya di sini" jawab Serin, seraya mengetuk sebuah dinding, di ikuti Luke yang juga mengetuk dindingnya


Dengan tenaganya sendiri, Luke menggeser akses yang di kamuflase menjadi sebuah dinding


Luke dan Serin sama-sama memegang pist*l di tangannya, dengan langkah perlahan keduanya menuruni anak tangga, yang sama sekali tidak memiliki pencahayaan


"Lihat pintunya terbuka, sepertinya dia memang membiarkan-nya! untuk memancing kita" tukas Luke, ketika melihat pintu dari sebuah ruangan di bawah tanah terbuka


"Tetap waspada!" ucapnya lagi, lalu mereka perlahan berjalan masuk kedalam ruangan besar tersebut, dimana tropi yang mereka cari selama ini, tersusun rapi bagaikan sebuah piala bagi Arka


Mata Serin membulat sempurna, ketika melihat ibunya telah terbaring tidak sadarkan diri, dengan luka di kepalanya


"Mah!!!" teriaknya, berlari menuju ke arah ibunya


"Serin ini jebakan.. Awas!!!" teriak Luke, ketika melihat siluet Arka berada di dekat Serin


Akhhh...


Lirihnya, manakala Arka memukul punggungnya dengan senapan


"Letakkan senjatamu brengs*k" ucap Luke, yang juga menodongkan pist*l-nya ke arah Arka


Saat Serin akan mengambil senjatanya, Arka sudah lebih dulu menendangnya hingga benda itu menjauh dari jangkauannya, ditambah ada rasa yang cukup sakit di bahunya akibat pukulan tadi


"Serin! kau baik-baik saja" tanya Luke, melirik Serin sebentar


"Ku bilang letakkan senjatamu sekarang!" tekan Luke, ketika Arka mengarahkan bidikannya ke kepala Serin


"Kau sudah menerima hadiah yang kukirim, kan" tanya Arka, menatap Serin


"G*la kau!!" sarkas Serin, yang juga tidak mengalihkan pandangannya dari Arka, serta senjata yang kini mengarah ke keningnya


"ku kira kau akan menyukainya, ternyata aku keliru" sahut Arka bersmirk


"Kau memang sudah g*la Arka, kau sudah kehilangan akal" balas Serin


"Kau dan aku berbeda dari orang biasa, kita juga berbeda darinya.. dan jangan menyangkal itu" ucapnya, tanpa menurunkan senapan-nya dari kening Serin


(perlu di ingat, Serin akan menjadi iblis licik jika ia tersakiti, dan itu membuat Arka menyamakan dirinya dengan Serin)


"Kau dan aku berbeda, kau berpikir jika dirimu lebih berkuasa dari yang lain, bukan? Tidak! kau itu sakit jiwa, kau masih bisa bernapas hanya karena sikap keras kepala Ayahmu itu... dan kau akan menerima hukuman yang pantas nantinya" sahut Serin, menatap Arka dengan tatapan penuh kebencian


"Kenapa, kau masih tidak mengerti? baiklah aku akan mengubah urutannya kalau begitu... biar orang itu yang ku bunuh duluan" ucap Arka, mengarahkan senjatanya ke arah Luke


Dorrr...


Satu peluru berhasil lepas dari senjata Arka, tapi yang seperti kita tahu. Luke adalah seorang detektif, yang tentunya iya lumrah dengan hal ini, dan bisa menghindar dengan baik


Tidak tinggal diam, Luke membalas dengan melepaskan pelurunya juga ke arah Arka, tapi sialnya pria itu berhasil mengelak dan kabur keluar


"kau baik-baik saja?" tanyanya dan di angguki oleh Serin

__ADS_1


"Aku akan mengurus ibuku, kau kejar dia" suruh Serin, dan di angguki cepat oleh Luke, yang langsung berlari mengejar Arka


Serin berlari menuju sebuah meja, dimana di sana terdapat kontrol atas Jummer Elektromagnetik yang mengacaukan sinyal radio dari earphone


Lalu ia kembali lagi, setelah menyuruh Leo untuk mengirimkan bantuan ke tempat mereka


Sedangkan Geralt, Zeon dan Edward yang sebelumnya tidak bisa masuk, langsung masuk ketika aksesnya di buka oleh Serin yang masih berada di ruang bawah tanah


"......"


Dengan langkah hati-hati, Luke mencari keberadaan Arka di mansion besar itu, dengan keduanya yang masing-masing memliki senjata di tangannya


Dorrr...


Luke melepaskan tembakannya ketika melihat Arka, lalu kembali bersembunyi di balik dinding karena Arka membalas tembakannya


Dua pria yang saling tembak itu, bicara satu sama lain


"Jadi ini tempatnya? ini tempatmu bermain... demi menutup kenyataan pahit, kau membunuh kekasihku!" ucap Luke dari balik dinding


"Hari ini kau akan mati ditanganku baj*ngan, camkan itu!!!" ~ Luke


"Jangan terlalu membenciku, lagi pula dia itu Laura kekasihmu dan aku tidak peduli! dan kenyataan pahit itu tidak akan ketahuan karena kau yang akan mati hari ini" ~ Arka


Dorrr...


"monster seperti kau, jangan berani menyebutkan nama Laura dengan mulut menjijikanmu itu" ~ Luke


Luke mengintip, lalu kembali melepaskan pelurunya


"Sial! kemana dia?" umpatnya, ketika mendapati Arka tidak berada di tempatnya lagi


Karena itu adalah mansionnya, tentunya Arka hapal jalan keluar dari sana


Ia keluar dengan mudah dari sana, tapi entah apa maksudnya, ia malah menghentikan langkahnya tepat di halaman depan


Luke yang tadi mengejarnya, tentu saja langsung berjalan untuk menemui Arka


Arka berdiri di tempatnya dengan senjata yang di todongkan ke arah Luke, yang berdiri di hadapannya, begitu juga dengan Luke yang mengarahkan pist*l ke arah Arka


Dengan cukup jarak di antara mereka, keduanya berdiri dengan saling menodongkan senjatanya satu sama lain


"Jangan sok hebat dan sok suci" ucapnya, menatap remeh Luke


"Jangan bicara omong kosong, langsung saja tembak" balas Luke


"Kenapa? kau takut! cepat tembak" suruhnya, menatap Arka dengan tatapan yang tidak bisa di artikan


Dorrr...


Luke melepaskan satu tembakan ke tanah tepat di hadapan Arka


Bukannya takut, pria itu malah tersenyum


Bersamaan dengan itu, bantuan yang di minta Serin datang, para polisi dan tim medis


"Cepat tembak sekarang! tidak usah letakkan senjatamu... jangan letakkan!" ucap Luke, ketika Arka malah ingin meletakkan senapannya


"Kenapa? apa kau tiba-tiba takut mati? naikkan senjatamu brengs*k" tekan Luke, yang kembali melepaskan satu tembakan ke tanah, hingga para polisi berniat untuk menahannya


"JANGAN BERGERAK!!!" Titahnya, pada para polisi yang ingin memisahkan mereka, dan membawa Arka dari sana


Tapi Arka malah mengangkat kedua tangannya, dengan senapan yang perlahan ia turunkan


"Angkat saja! angkat senapanmu" ucap Luke, yang masih dengan posisinya


Arka hanya tersenyum layaknya seorang psyco, lalu meletakkan senjatanya, hingga berakhir dengan para polisi yang langsung memborgol-nya, dan di situ Arka hanya pasrah dengan senyum yang tertarik di bibirnya entah apa maksudnya


"Luke!" panggil Edward yang baru saja selesai membantu Serin untuk membawa ibunya ke ambulance, bersama yang lain


"Minggir Edward! aku rela menyerahkan lencana polisiku hari ini demi membunuh iblis itu" sahut Luke, yang dari tadi masih menodongkan pist*lnya


"Luke tenang! letakkan pist*lmu" ujar Edward, mencoba menenangkan Luke


Karena jika Luke sampai menembak Arka, maka bukan hanya mengakhiri hidup Arka, tapi ia juga akan mengakhiri karirnya sebagai detektif


"Letakkan itu sekarang!" tegur Zeon


"Dia tersenyum sekarang!" ucap Luke, tidak terima ketika melihat Arka tersenyum, bahkan meng olok-oloknya


Entah kenapa, tapi Luke benar-benar seperti orang kesetanan, dia benar-benar membenci Arka yang telah membunuh calon istrinya dengan begitu keji


Tapi untungnya, dua temannya itu bisa menghentikan dan menenangkan emosinya


Sedangkan Arka, pria itu di bawa oleh tim kepolisian


...****************...


.


.


.


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2