
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
Baca pelan-pelan dan perhatikan setiap katanya, karena itu adalah kunci untuk episode selanjutnya
So... I Hope Enjoy The Story
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
...****************...
Hampir 4 kali, Mela menelpon Anna tapi tidak ada jawaban sama sekali, tapi Serin terus menekan Mela agar terus menelpon sampai di angkat
Serin sengaja menyebutnya Anna, agar Mela tidak tau jika sebenarnya mereka sudah mengetahui identitas Anna palsu/Carolin
"Dia masih tidak mengangkat" ketus Mela, "Aku tidak mau tau, hubungi sampai dia mengangkatnya atau kau tidak akan selamat" sahut Serin yang sedang asik memainkan ponselnya
Wanita itu hanya mendengus kesal atas ucapan Serin yang memerintahnya sesuka hati
"Kita lihat saja nanti siapa yang akan memancing dan siapa yang akan terpancing" gumam Mela dalam hatinya
"Kau itu lebih muda dariku, seharusnya sopan sedikit" ujarnya yang masih sibuk mencoba menghubungi Anna
"Tidak ada perlakuan sopan santun untuk wanita sepertimu" sahut Serin menatap remeh Mela
Hampir 20 menit, Mela menghubungi Caroline berkali-kali akhirnya, wanita itu mengangkat telponnya
Mendapati jika Caroline sudah mengangkat telponnya, Serin langsung merampas telponnya untuk mengeraskan suaranya, serta menyuruh Leo untuk melacak keberadaan-nya
📞In Call-
"Apa?"
Serin menatap Mela dengan tatapan tajam, agar wanita itu bicara dengan benar tanpa membuat Caroline curiga
"I-itu, kita bisa bertemu hari ini"
"untuk apa?"
"ada yang ingin ku bicarakan padamu, penting!"
"Baiklah"
"nanti akan ku kirim alamatnya"
"Ya"
📞End Call-
"Aku sudah melakukan apa yang kau perintahkan, sesuai perjanjian kau harus melepaskanku!" ujarnya sambil berontak agar talinya di lepaskan
"Oke. aku akan melepaskanmu, karena sudah melakukan tugasmu" sahut Serin santai
"Geralt lepaskan dia" titah Serin
"Tapi!" gumam Geralt ragu, "cepat lepaskan aku, dia sudah menyuruhmu" potong Mela tidak sabaran
Pria itu lantas menatap Serin, tapi wanita itu hanya menaikkan sekilas salah satu alisnya
"Tunggu dulu" tahan Serin ketika Geralt akan melepaskan ikatannya
"aku punya satu pertanyaan lagi, setelah ini kau bisa pergi membawa uang dan aset kesayanganmu" ucap Serin
"Katakan padaku, dengan jelas dan jujur. Siapa penyuplai Vsc.lab selain Itada?" tanyanya
"Aku tidak tau, cepat lepaskan aku" sahut Mela berontak
Plakkk
Satu tamparan mendarat mulus, di pipi wanita itu, bahkan Serin menjambak wanita itu hingga ia mendongak ke atas
"Jangan sampai aku melakukan hal yang lebih patal padamu, jawab pertanyaanku tadi, aku tidak suka jika ada yang tidak menurut" ucap Serin sambil menyeringai
"O-Oke. Oke" sahutnya
"Abhimanav, gangster di distrik B" sahutnya pasrah, sebelum Serin melakukan hal yang diluar batas padanya
"Good, kenapa tidak dari tadi" ucap wanita itu seraya mendudukkan dirinya kembali
"Sekarang lepaskan dia" titah Serin sekali lagi
Sesuai dengan perintah Serin, pria itu melepaskan ikatan yang mengikat tubuh Mela
"Doni!!!" panggil Serin
"Iyaa" sahutnya berlari masuk menghampiri Serin
"Antar dia, takutnya tersesat" ucap Serin datar lalu pergi dari ruangan itu menuju ruang komputer
"Siap bos!" sahutnya lalu mempersilakan Mela untuk mengikutinya
"Kau tenang saja, aku akan mengantarmu selamat sampai tujuan" ujar Doni, lalu pergi dengan diikuti Mela yang mengekor di belakangnya
"Kau yakin membiarkan-nya pergi begitu saja?" tanya Geralt
"Sudah, dia sudah tidak ada... hentikan aktingmu itu" sahut Serin sambil memainkan ponselnya
"Ah benar" ucap Geralt lalu tersenyum, entah apa yang mereka maksud
📨Message
Serin> kirim dia ketempat seharusnya
Serin meletakkan ponselnya lalu, beralih pada layar besar yang ada di hadapannya
"Apa bisa dilacak?" tanyanya lada Leo
"Beres" sahut Leo
"dapatkan Caroline, hidup-hidup" titah Serin pada anak buahnya, dan tentu saja di iyakan oleh mereka
Setelah kepergian, Geralt dan Aiden.. Serin duduk sambil memainkan ponselnya menunggu kabar dari Geralt
...****************...
Pukul 17.12 ... sebuah taman hiburan tak terpakai
Terlihat Seorang wanita sedang, duduk menunggu seseorang yang akan di temuinya
"Sasaran ada di hadapan" ~ Geralt
"Oke. bius dari tempat kalian saja" ~ Serin
"Oke" ~ Geralt
__ADS_1
Tanpa membuang waktu, Geralt langsung meluncurkan peluru bius pada Caroline yang sedang duduk di sebuah bangku
"Sasaran dapat" ~ Geralt
"Jangan sampai ada yang melihat kalian membawanya" ~ Serin
Gudang ... pukul 17.43
Serin masuk kembali keruang kesayangannya, lalu mendudukkan dirinya tepat di hadapan wanita yang sedang tidak sadar akibat pengaruh obat bius
Serin sesekali melihat kearah jam tangannya, karena Caroline masih belum sadar
Karena efek obat biusnya masih belum habis, wanita itu masih tidak sadarkan diri
Karena malas menunggu, Serin memberikan kode pada anak buahnya untuk menyiram Caroline agar segera sadar
Byurrr
Hampir 3 kali, wanita itu memerintahkan anak buahnya, untuk menyiram Caroline
Dia tau jika bius yang digunakan bukanlah bius yang digunakan-nya saat tragedi di supermarket, melainkan obat bius dengan dosis yang lebih rendah dan efek yang cepat hilang
Byurrr
"Yak. bangun! tidak ada gunanya bersandiwara di hadapanku" ucap Serin seraya menepuk-nepuk pipi Caroline
Berselang 2 menit akhirnya wanita itu sadar
"Dimana aku! apa yang kau mau dariku!" itulah kalimat yang dilontarkan pertama kali oleh Caroline
Ia berontak karena tubuhnya di ikat, ditempat yang sama dengan Mela tadi
"Jangan banyak bergerak/ benda yang ada di atas kepalamu akan jatuh dan menghantam kepalamu" tukas Serin sukses membuat Caroline mendongakkan wajahnya menatap ke atas langit-langit
Diatas ia melihat 3 buah bola boling yang siap jatuh jika ada pergerakan lagi dari dirinya
"Apa yang kau mau dariku!!" tanyanya kesal pada Wanita yang sedang duduk dengan kaki yang menyilang serta tangan yang ia lipat ke dada
"Permintaanku simple, kau hanya perlu menjawab setiap pertanyaanku dengan jujur?" jawabnya
"Dimana Vsc.lab beroperasi?" pertanyaan pertama yang Serin lontarkan
"Apa manfaatnya jika aku menjawab pertanyaanmu" ucapnya angkuh
"Agar aku bisa membuat kalian membusuk di penjara" sahut Serin enteng
"Kau pikir aku akan membuka mulutku!" sahut Caroline tanpa menurunkan kadar ke angkuhannya
"Jika kau tidak ingin membuka mulutmu silahkan!" ucap Serin
Brakkk
Mata Caroline membulat sempurna ketika sebuah bola bowling, jatuh tepat di sampingnya
"Uh... apa yang terjadi jika itu jatuh di atas kepalamu" seru Serin
Caroline yang kala itu masih menengok bowling itu, beralih menatap Serin, ketika mendengar ucapan wanita itu
"Geralt mana ponselnya?" tanya Serin, sontak pria yang sedang berdiri disamping Serin itu memberikan ponselnya
Serin menatap sebentar ponsel yang sedang ia pegang lalu menyuruh Geralt memberikan pada Leo agar di periksa seluruh isinya
"Siapa lagi orang yang terlibat dalam penelitian ini" tanyanya dengan nada yang begitu tenang
"......" ~ Caroline
"sampai kapanpun aku tidak akan buka mulut!" ~ Caroline
"Terserah!" ~ Serin
"Aiden, jatuhkan satu bowling lagi, pastikan kali ini tepat sasaran" ~ Serun
"Oke" ~ Aiden
Sesuai dengan perintah Serin, Aiden berjalan menuju tuas pengontrol agar bowling itu dijatuhkan
"Sekarang!" ~ Aiden
"Besok! ya sekarang lah" ~ Serin
Aiden hanya mengiyakannya dan bersiap untuk memutar tuas-nya agar bowlingnya jatuh
Brakkk
"Ups, maaf Serin bidikanku kurang tepat, aku akan mengulanginya lagi" ~ Serin
"Kau ini bagaimana begitu saja tidak becus, yasudah ulangi lagi... aku ingin menikmati wajah tegang dari wanita ini" ~ Serin
Ekspresi wajah Caroline benar-benar tidak bisa di artikan, rasa takut, tegang semuanya bercampur jadi satu
Sedangkan Aiden bersiap memutar kembali tuasnya untuk menjatuhkan bola berikutnya
"A-aku akan mengatakan padamu! tapi lepaskan aku" tawar Caroline
Serin langsung memberikan kode pada Aiden, agar pria itu berhenti memutar tuasnya
Bukannya melontarkan pertanyaan Serin hanya diam, memperhatikan ekspresi wajah Caroline
"Lab-nya ada di Jl.Vol ... Gedung B.. no 17, ada 5 ilmuan yang bekerja di sana... dan ketuanya adalah D-Dwyne" jelasnya, padahal Serin sama sekali belum melontarkan pertanyaan-nya
"Sekarang lepaskan aku!!!" ujarnya berontak
"Hushh... sudah kubilang jangan banyak bergerak, atau bola-nya akan jatuh tepat sasaran" ucapnya santai
Sontak wanita itu langsung diam membeku
"Dengarkan aku sayang! jika sudah masuk kesini maka tidak akan ada yang bisa pulang, Jadi nikmatilah waktumu di sini" tutur Serin seraya menarik tipis senyumnya, lalu melenggang pergi dari ruangan itu dengan sebuah kemenangan di pikirannya
"Yak!!! lepaskan aku" teriak Caroline , meronta minta lepaskan
"Apa yang bisa kita dapatkan dari ponselnya?" tanyanya seraya mendudukkan dirinya di sofa
"hanya nomor ponsel, data obat... dan ada satu file yang di kunci dengan keamanan tinggi, tapi sekarang aku dan Ardan sedang memecahkan passwordnya" jelas Leo
"kenapa tidak minta saja pada Caroline?" tanya Doni yang sedang duduk di samping Jordan
"Tidak perlu! jika Leo dan Ardan bisa memecahkan pasword-nya itu sudah cukup,,, aku malas berurusan lama degan wanita sepertinya" pungkas Serin
Sedangkan Geralt dann yang lain, hanya bisa mengangguk paham atas ucapan Serin
"Jaga dia baik-baik, aku akan kembali lagi besok!" ucap Serin seraya meraih tasnya
"Aku akan mengantarmu" ujar Geralt yang juga berdiri dari duduknya
Sebelum keluar dari gudang, Serin sempat melirik sekilas kearah ruang bermainnya
"Kau pikir aku bodoh! mari kita ikuti alur cerita kalian" gumamnya dalam hati, lalu melanjutkan langkahnya untuk pulang
...****************...
__ADS_1
Beberapa hari ini keduanya begitu sibuk, baik Serin maupun Glen... mereka berdua punya kesibukan masing-masing, hingga tidak bisa menghabiskan banyak waktu dirumah
Serin yang kala itu sedang duduk di tepi ranjang Reyhan, memperhatikan anaknya yang sedang membaca bukunya
"Apa kamu sesuka itu dengan ceritanya?" tanya Serin seraya mengelus kepala Reyhan
"Hmm. sangat suka" sahut Reyhan beralih mendongakkan kepalanya untuk menatap Serin
"Sayang! kamu ingin hadiah apa besok?!" tanyanya menatap hangat anaknya
"Aku hanya ingin tetap bersama kalian" sahutnya lalu memeluk Serin seperti ibu kandungnya sendiri
Tentu saja wanita itu membalas pelukan hangat dari putranya
"Kami akan mengadakan pesta untukmu besok! apa kamu mau mengundang temanmu besok?" tanyanya seraya melonggarkan pelukannya dan beralih menatap nanar mata putranya
"Apa aku bisa mengundang Luna?!" tanyanya ragu
"Hmm. Luna!" perjelas Serin, "Ah. anak kecil yang waktu itu?" tanya Serin dan di angguki oleh pria kecil itu
"Tentu! nanti ibu akan menyuruh paman Jack untuk menjemputnya" tambahnya
"Terimakasih bu" ucapnya senang
"Tapi kenapa kamu ingin mengundangnya, bukankah kalian baru saja kenal?" tanya Serin
"Dia anak yang baik bu, saat aku bicara dengannya.. dia mengatakan padaku jika suatu saat ingin melihat bagaimana sebuah pesta ulang tahun, karena itu aku ingin mengundangnya" jelas Reyhan, karena waktu itu ia sempat bicara dengan gadis manis itu
Sedangkan Serin hanya mengangguk paham, dan meng-iyakan ucapan putranya
"Tapi, kan bu!" ucapnya, "Hmm. apa sayang?" sahut Serin yang merasa anaknya itu ingin mengatakan sesuatu, namun terlihat tidak yakin untuk membicarakan-nya
"kamu ingin bicara apa?" tanya Serin sekali lagi memastikan
"Saat aku melihat Luna, dia terlihat sakit.. apa dia juga kehilangan ibunya seperti aku, matanya terlihat sepertiku saat aku kehilangan ibu Lisa" ujarnya menceritakan apa yang pikirkan ketika melihat keadaan Luna, yang mungkin saja senasib dengan dirinya, hanya saja dia beruntung karena di adobsi oleh Glen dan Serin
Serin mengerutkan dahinya, karena ucapan Reyhan
"Mungkin sayang!" sahutnya lembut
"Lebih baik sekarang kamu tidur, ini sudah lewat jam 9 malam.. ibu akan menunggumu sampai tertidur" ucap Serin lembut
Reyhan merebahkan tubuhnya, lalu dibantu Serin untuk menyelimuti tubuhnya sampai perut
Wanita itu duduk sambil mengelus kepala Reyhan, sampai anaknya itu tertidur
Butuh waktu 15 menit, akhirnya Reyhan tertidur, setelah memastikan anaknya itu benar-benar tidur, ia mengecup lembut kening putranya sebelum akhirnya keluar dari kamar Reyhan
"......"
Serin berdiri sebentar di depan pintu, sambil memikirkan ucapan anaknya tadi
"Sedang apa?" tanya seorang pria yang baru saja pulang, dan sudah bisa di pastikan jika itu suaminya
Serin sontak menatap kearah suaminya yang sedang berdiri di hadapannya, dengan satu tangan yang ia masukkan kedalam saku celananya
"Tidak, lebih baik sekarang kita kekamar, Reyhan sudah tidur... nanti dia terganggu" ucap Serin, mengajak suaminya itu untuk ke kamar
"Oh iya. dari panti asuhan mana Luna berasal! tadi Reyhan ingin Luna di undang ke pestanya" ucap Serin yang sedang meletakkan tas suaminya
"Aku tidak tau! nanti kutanyakan pada Vina" sahut Glen, lalu beranjak masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Sedangkan Serin, ia melakukan tugasnya sebagai seorang istri dan mempersiapkan keperluan suaminya
Setelah semuanya selesai, Serin mendudukkan dirinya di ranjang, serta menyandarkan tubuhnya di punggung ranjang
📨Message
Daniel> "aku baru saja mengirimkannya"
^^^"Oke. thanks Daniel" "Kau yakin tidak ada apa-apa! kenapa tiba-tiba minta seperti itu?"^^^"Tidak ada, aku hanya berjaga-jaga"^^^^^^"Tapi apa kau yakin, besok sudah sampai?"^^^"Kau tenang saja, besok pasti akan sampai"^^^"Baiklah"^^^"tapi apa kau membutuhkan-nya untuk waktu dekat?!"^^^"mungkin"^^^"Yasudah! kau tenang saja, aku jamin besok sudah sampai""Sedang apa?" tanya Glen tiba-tiba, hingga membuat wanita itu terperanjat kaget"Hishh... sejak kapan kamu disana" kesal Serin karena suaminya itu mengageti dirinya"Sejak tadi" sahut Glen enteng tanpa rasa bersalah, setelah membuat istrinya kagetTanpa basa-basi pria yang baru saja mendudukkan dirinya di ranjang, meraih ponsel SerinIa mendelik kesal ketika melihat istrinya itu sedang berkiriman pesan dengan Daniel"apa seasik itu, sampai tidak sadar akan kehadiranku" serunya yang langsung membuang muka dan duduk membelakangi SerinMelihat itu Serin hanya memutar malas bola matanya, dia tau betul jika suaminya itu tidak suka dengan Daniel, entah kesalahan apa yang dibuat Daniel hingga suaminya itu sangat tidak menyukainya"Sudahlah, kembalikan ponselku, aku tidak berselingkuh dengan Daniel" ejek Serin lalu mendekat pada pria yang sedang membelakanginya ituSatu kecu*an mendarat mulus di pipi kanan Glen, lalu Serin meraih ponselnya yang ada di tangan kiri Glen, sedangkan pria itu masih memegang pipinyaGlen berbalik, menatap istrinya... ia langsung merebahkan dirinya agar wajah salah tingkahnya itu tidak dilihat oleh istrinyaSerin yang sadar akan keanehan suaminya itu, lantas menyusul dengan merebahkan dirinya, tidak lupa ia memeluk tubuh kekar suaminya ituBukan hanya Serin, tapi Glen juga mengec*p lembut kening istrinya, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk tidur...****************......Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊...
"Kau yakin tidak ada apa-apa! kenapa tiba-tiba minta seperti itu?"
^^^"Tidak ada, aku hanya berjaga-jaga"^^^
^^^"Tapi apa kau yakin, besok sudah sampai?"^^^
"Kau tenang saja, besok pasti akan sampai"
^^^"Baiklah"^^^
"tapi apa kau membutuhkan-nya untuk waktu dekat?!"
^^^"mungkin"^^^
"Yasudah! kau tenang saja, aku jamin besok sudah sampai"
"Sedang apa?" tanya Glen tiba-tiba, hingga membuat wanita itu terperanjat kaget
"Hishh... sejak kapan kamu disana" kesal Serin karena suaminya itu mengageti dirinya
"Sejak tadi" sahut Glen enteng tanpa rasa bersalah, setelah membuat istrinya kaget
Tanpa basa-basi pria yang baru saja mendudukkan dirinya di ranjang, meraih ponsel Serin
Ia mendelik kesal ketika melihat istrinya itu sedang berkiriman pesan dengan Daniel
"apa seasik itu, sampai tidak sadar akan kehadiranku" serunya yang langsung membuang muka dan duduk membelakangi Serin
Melihat itu Serin hanya memutar malas bola matanya, dia tau betul jika suaminya itu tidak suka dengan Daniel, entah kesalahan apa yang dibuat Daniel hingga suaminya itu sangat tidak menyukainya
"Sudahlah, kembalikan ponselku, aku tidak berselingkuh dengan Daniel" ejek Serin lalu mendekat pada pria yang sedang membelakanginya itu
Satu kecu*an mendarat mulus di pipi kanan Glen, lalu Serin meraih ponselnya yang ada di tangan kiri Glen, sedangkan pria itu masih memegang pipinya
Glen berbalik, menatap istrinya... ia langsung merebahkan dirinya agar wajah salah tingkahnya itu tidak dilihat oleh istrinya
Serin yang sadar akan keanehan suaminya itu, lantas menyusul dengan merebahkan dirinya, tidak lupa ia memeluk tubuh kekar suaminya itu
Bukan hanya Serin, tapi Glen juga mengec*p lembut kening istrinya, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk tidur
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.
__ADS_1