
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
...****************...
[ASURANSI KECELAKAAN]
"jika penerima asuransi meninggal akibat kecelakaan, perusahaan akan mengklaim hak asuransi"
"Para kep*rat itu!" umpatnya, ketika membaca kertas yang diberikan Soni sebelum ia di bawa kerumah sakit
Masuk kedalam mobilnya, Luke bersiap untuk pergi kerumah sakit, tapi sebelum itu ia menelpon Serin lebih dulu
📞In Call-
"Ada apa Luke?"
"Aku mengirimkan polis asuransi, periksalah polis asuransi yang seperti ini di NVC, dan cari tahu apa ada kasus yang sama sebelumnya?"
"Polis asuransi! memangnya kenapa?"
"mereka bukan hanya tidak menghiraukan keluhan tentang bangunan, tapi mereka juga mempermainkan nyawa orang lain,,, Direktur mereka adalah pembunuh gila, jadi ini bukan kejutan lagi. pokoknya setelah kau menemukannya kabari aku"
"Oke"
📞End Call-
Setelah menelpon Serin, Luke langsung pergi kerumah sakit
...****************...
Setelah tadi mendapat telpon dari Luke, Serin langsung menyuruh Leo untuk memeriksa, apa ada kasus seperti ini sebelumnya
Dimana para pekerja, disuruh menandatangani polis khusus, yang memperbolehkan perusahaan menerima klaimnya, dan uangnya akan cair bersamaan dengan gaji para pekerja, namun NVC bertingkah jika merekalah yang membayarnya
"Kenapa?" tanya Glen, yang baru saja keluar dari kamar mandi, tapi hanya di jawab gelengan kepala oleh Serin
Glen hanya mengangguk pelan, lalu pergi menuju lemari untuk mengambil pakaiannya
"Kamu sudah makan malam?!" tanya Serin, karena Glen baru saja datang, saat jam sudah menunjukkan pukul 20.47
"Belum!" sahutnya, seraya meraih ponselnya dan duduk di ranjang, dimana di sana ada Reyhan yang sudah tertidur, setelah Serin memberinya obat untuk meredakan sakitnya
"Turunlah, aku akan menyiapkan makan malam" ucap Serin, dan hanya di angguki oleh Glen, yang turun ke lantai bawah, untuk menyusul istrinya
...****************...
Unit Gawat Darurat, pukul 21.00
"Tn. Soni?" panggil Luke
"Detektif, terimakasih sudah menyelamatkan kami" ujar salah satu korban, yang di rawat di sana
Luke hanya mengangguk pelan, "Bagaimana kondisi kalian, tidak terluka parah, kan?" tanyanya dan di angguki oleh para korban
"Dimana Pak.Soni?!" tanyanya
"Di sana" sahut salah satu korban, menunjuk ke suatu tempat
"Ku harap semuanya cepat sembuh" ucap Luke, lalu pergi dari sana untuk menemui korban terakhir yang di selamatkan
"......"
"Pak Soni!" seru Luke, mendatangi sebuah banker rumah sakit
"Ya." sahutnya lirih, karena kondisinya masih belum pulih
"Anda tidak perlu bangun!" ujar Luke, ketika ia melihat pak Soni yang akan bangun
"Anda sudah lebih baik?" tanyanya
"Sudah lebih baik" jawabnya, dan hanya di angguki oleh Luke
Luke memperlihatkan kertas yang sebelumnya ia lihat tentang asuransi
"Sesuai di surat ini, jadi mereka memaksa anda untuk menandatangani polis asuransi, dan tidak menghiraukan keluhan anda, tentang gedung yang harus di tinggalkan, benar?" tanya Luke
"mereka menolak untuk mengecek gedung yang sudah cukup banyak retakan" jawab Soni
"Seharusnya, aku memberitahu penghuni waktu itu untuk keluar! jika aku memperingati mungkin tidak akan banyak korban seperti ini" lirihnya merasa bersalah
"Aishhh... para baj*ngan itu! mereka membiarkan gedung rusak itu untuk tetap di tinggali. apa itu masuk akal?!" ucap Luke kesal
"Orang sepertiku ini miskin, dan tidak punya kuasa apapun, dan hanya bisa mematuhi perintah atasan" ucap Soni
Sedangkan Luke yang mendengar itu, hanya bisa mengumpat dalam hatinya
"Bapak bisa istirahat dulu! saya akan segera kembali" ujar Luke, lalu pergi dari sana menuju suatu tempat
...****************...
__ADS_1
Selesai makan malam, Glen langsung kembali ke kamarnya, sementara istrinya masih berada di bawah
Baru saja Glen mendudukkan dirinya di ranjang, dering ponsel Serin membuatnya teralih
Meraih ponsel istrinya, Glen mengangkat telponnya tanpa se izin dari Serin
📞In Call-
"Hallo?"
"Apa aku bisa bicara dengan Serin!"
"Serin tidak ada, apa ada masalah?!"
"Ah. kalau begitu aku akan menghubungi lagi nanti"
"Baiklah! ... Oh. Serin-nya datang"
Ketika malihat istrinya itu masuk kedalam kamar, Glen memberikan ponselnya pada sang istri
"Siapa?" tanya Serin, seraya menyambut ponselnya
"Ada apa Luke?"
"Kau sudah menemukan yang ku pinta tadi?"
"Ah. sebentar"
Serin pergi ke kamarnya, karena laptopnya ada di sana
Melihat Serin pergi ke kamarnya sendiri untuk mengangkat telpon, membuat Glen menatap curiga dan pergi membuntuti istrinya ke kamar
Membuka laptopnya, ia duduk di atas ranjang, tapi Glen yang juga ikut, langsung ikut duduk di ranjang sambil memainkan ponselnya, walaupun telinga nya mendengar pembicaraan Serin
"kau bilang Ini bisa saja penipuan asuransi, dan kau benar tentang itu! NVC menerima klaim asuransi dalam jumlah yang sangat besar,,, dan aku cukup terkejut dengan fakta, jika tidak ada yang mengetahui itu... karena sejauh yang kita tahu. mereka hanya mengekploitasi para pekerja saja"
"Wah... aku tidak bisa berkata-kata lagi, para kep*rat itu benar-benar iblis, selama para petugas keamanan mengeluh. mereka memaki dan tidak mengubrisnya, lalu setelah kejadian ini, mereka menyalahkan semuanya pada petugas keamanan, karena tidak melaporkan ini... saat pekerja terluka / meninggal, mereka menggunakannya untuk mengklaim asuransi"
"Kau benar Luke"
"Sebentar!"
Luke menambahkan satu orang lagi kedalam panggilannya dengan Serin
"Sweety! aku punya berita untukmu. kau tahu para baj*ngan yang ada di NVC, kan?"
(jangan salfok sama namanya ya, itu panggilan dari Luke untuk mata-matanya, dan itu cowok!)
"aku tahu!"
"Mereka memaksa pekerjaannya, untuk menanda tangani polis asuransi yang membayar atas kecelakaan kerja dan mempermainkan nyawa orang lain, mereka menghasilkan banyak uang dari sana, pasti banyak kasus seperti ini, bukan hanya kasus gedung roboh seperti ini... Teruskan dan laporkan ini ke media, bongkar hal itu untuk mereka... mengerti!"
"Oke."
"Dan mengenai kontainer, apa menurutmu tempat itu benar-benar digunakan Arka untuk membunuh para tunawisma, untuk bersenang-senang?"
"Seperti deskripsimu, itu tertutup dan dekat laut, dimana suara yang ada dapat bergema, dan banyak petunjuk penting juga.. tapi aku menyuruh Zeon untuk menelusurinya lagi, kita akan segera mengetahui-nya"
"Baiklah!"
"Yasudah! kau bisa kembali ke aktifitasmu, kita bahas lagi besok"
"Oke"
📞End Call-
Serin menutup telponnya, lalu beralih pada suaminya yang sedari tadi mendekatkan telinganya, untuk mendengar pembicaraannya
Seketika Glen terdiam, ketika mendapati satu kec*pan dari istrinya
"Apa se fokus itu kamu mendengarkan pembicaraanku" tanya Serin, karena sedari tadi saat mengangkat telpon, Glen meletakkan dagunya di bahu istrinya, sampai wanita itu selesai menelpon
Glen hanya memegangi pipinya, lalu memberikan kode pada Serin jika ia ingin lebih, tapi belum selesai ia memberikan kode, Serin sudah lebih dulu menghentikan-nya
"Aku lelah Glen! lain kali saja ya!" tolaknya halus, mendengar itu Glen langsung membuang wajahnya yang di tekuk itu, karena tidak berhasil mendapatkan apa yang di inginkannya
"Yasudah! kita istirahat saja" ucapnya, mengajak Serin untuk kembali ke kamarnya
Ia tidak marah, hanya sedikit kesal saja... tapi ia juga paham jika istrinya itu sedang lelah, karena terlihat dari wajahnya yang cukup pucat
Saat mereka kembali ke kamar, keduanya melihat anak mereka duduk di ranjang sambil menangis
"Sayang! kamu kenapa?" tanya Serin yang langsung menghampiri Reyhan dengan mata yang sembab, begitu juga dengan Glen
Serin membawa pria kecil itu kedalam pelukannya, sambil mengusap lembut belakang kepalanya
"aku mimpi buruk bu!" lirihnya, memeluk ibunya
"ini karena kau sedang sakit sayang! sekarang kita istirahat lagi, Oke." tuturnya lembut, seraya membawa Reyhan untuk kembali merebahkannya, disusul ia dan Glen yang juga merebahkan diri untuk istirahat
Glen memeluk dua orang yang ia sayangi, lalu menutup matanya untuk segera tidur
...****************...
"Sebuah gedung di Jl. xxxx.. no.17 Distrik A. Roboh akibat kecacatan bangunan...
Gedung yang roboh memperlihatkan sangat berbahaya situasi yang terjadi. Ditemukan 15 korban yang dinyatakan tewas dan 20, lainnya berhasil di selamat dalam keadaan luka-luka sebelum ledakan terjadi. Sementara itu NVC adalah perusahaan besar yang menghasilkan $3 miliar dollar pertahun. perusahaan itu adalah salah satu perusahaan besar di distrik A... kecelakaan ini menyebabkan rusaknya reputasi dari perusahaan tersebut, dimana sebelumnya foundernya telah terjerat kasus besar...." ~ Berita
"Kenapa mereka menghancurkan hari baikku?" ucap Willy, yang sedang duduk di sofa mewahnya sambil melihat berita
"orang-orang b*doh itu, bagaimana orang bisa menghindari kecelakaan saat gedungnya roboh" ujarnya, menusuk dada bawahannya dengan remot tv
__ADS_1
"Jika berita gedung roboh ini, muncul lagi di televisi, kalian tidak akan ku ampuni, mengerti!" tegas pada beberapa orang penting di perusahaan-nya
"Maaf pak!" ucap mereka bersamaan
"Jangan minta maaf padaku! bekerjalah dengan benar..." tekan-nya, seraya menendang satu-persatu kaki bawahannya
"KELUAR!!!" suruhnya, lalu kembali mendudukkan dirinya di sofa
"Dimana Arka?" tanyanya
"dia bilang, harus ke suatu tempat Tuan" jawab Roy
"Dia tidak bilang kemana?" tanya Willy
"Tidak, Tuan" sahut Roy, dan hanya mendapat anggukan dari Willy
...****************...
Disisi lain, Arka pergi ke sebuah tempat tanpa di iringi bawahannya
Menekan password, ia masuk kesebuah bangunan mewah, semuanya masih sama seperti saat ia dulu mengunjungi tempat itu
Arka berdiri di depan jendela kaca, dengan tangan yang ia masukkan ke saku celananya
"Aku tahu, tidak mungkin wanita itu tahu tempat ini" gumamnya, menatap keluar jendela
"Beraninya dia berbohong!"
Kakinya melangkah menuju suatu tempat
Sambil bersiul santai, ia turun menuruni anak tangga
Mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya, lalu pria itu masuk ke sebuah ruangan luas dengan banyak figura, dan sebuah meja bertutup kaca yang berisi banyak tropinya
Ia berjalan ke tengah ruangan, lalu berdiri sejenak di sana sambil menutup mata, menikmati suasana ruangan tersebut
"Aku dulu menganggapmu sebagai kakakku?"
"kau monster... terkutuk lah, kau kep*rat."
"Arka"
Seketika Arka mendengar suara teriakan anak kecil, yang bergema di sesisi ruangan
"jangan lihat!!!"
"Arka, jangan bunuh aku"
Ia melihat ke sekeliling sambil menutup telinga, karena mendengar bisikan-bisikan dari sekeliling-nya
...****************...
"Kudengar ketua Willy sangat marah" ujar seseorang pria, yang kini tengah duduk di sofa yang ada di ruangannya, bersama seorang pria yang lebih muda darinya
"Bukankan sudah jelas! Det. Luke ke TKP, selain itu Det. Zeon juga muncul di acara itu, dan membuat kacau dengan membawa-bawa direktur Arka ke masalah yang ada" sahut Edwin
"Mengenai Det. Luke ke TKP, banyak orang yang sekarat, ia kesana untuk membantu" bela pria, yang berprofesi sebagai Kepala kepolisian di tempat Luke dan yang lain bekerja
"Komisioner! satu apel busuk bisa membuat yang lainnya busuk juga, kau tidak tahu itu, anda harus mengeluarkan ketiganya sendiri" ucap Edwin
"Aku mengerti, aku hanya ingin memberikan ini, dan segera pergi" teriak Luke dari luar, dimana kedua pria itu berhenti bicara ketika mendengar keributan diluar, karena ada yang menahannya membuat Luke berteriak, dan langsung menerobos masuk
"Hormat! aku manajer Tim, Luke." ucap Luke hormat, walau sebenarnya itu terlihat seperti meng olok-olok
"melihat 2 pria yang di sponsori oleh NVC, sedang minum teh bersama, kalian pasti sibuk,,, aku hanya akan memberikan ini dan pergi" ucap Luke, meletakkan sebuah berkas di atas meja
Dimana di dalam berkas tersebut, bersisi data yang mengatakan jika ada 40 kasus serupa dengan kejadian kemarin (tentang polis asuransi)
"Ini hadiah, semoga setelah melihat ini kalian sadar!" tutur Luke, menatap dua pria itu secara bergantian
"Dasar orang g*la, kenapa kalian tidak bisa mengerti? kau masih belum mendapatkan gambarnya, bagaimana bisa kau menginvestigasi dengan otak bod*hmu itu" sarkas Edwin, menatap remeh Luke
"Kau terlalu bekerja keras, entah berapa banyak sogokan yang sudah kau terima,,, gedung itu roboh dan menewaskan banyak orang, dengan Direktur perusahaan yang benar-benar psikopat... bukankah sudah jelas bagaimana dia menjalankan perusahaan-nya" balas Luke
"Akan menangkap direktur yang membunuh orang sebanyak yang dia suka, karena uang dan kuasa yang dia miliki... aku tidak akan menyerah, jika kau mau mengakhiri ini! dari pada mengeluarkanku dari sini, lebih baik kau bunuh saja aku sekarang,,, kalian membiarkan banyak nyawa hilang dengan melakukan ini... dasar bren*sek" tambah Luke, menatap tajam Edwin yang kini berdiri di hadapannya
"Kau seperti-nya memang sudah g*la, tidak peduli seterkenal apa detektif sepertimu, mantan manajer Tim unit kriminal khusus, kau bukan siapa-siapa, selain anak buah yang di turunkan dari pangkatnya menjadi Sersan! jika atasanmu memberitahu untuk melakukan sesuatu, maka lakukanlah!!" sahut Edwin, yang juga menatap Luke dengan tatapan tajam
"Pengacara Edwin!" tegur komisioner
"Tidakkah kau berpikir, waktu sudah berubah untuk mengatakan hal seperti itu" ucap Luke
"Dengar! kita hidup di era digital, jangan bicara seperti orang yang hidup di zaman komputer yang masih menggunakan DOS
((DOS) merupakan sitem operasi berorientasi pada perintah teks yang dioperasikan pada ‘’command prompt’’’. Sistem operasi ini merupakan pendahuluan dari Windows... jika dalam ucapan Luke, ini seperti mengatai jika Edwin adalah orang yang masih berpikiran di zaman dulu, dimana semuanya harus sesuai perintah, seperti pem*rintahan yang diktator)
Edwin yang mendengar itu, membuat urat lehernya semakin nampak, tanda emosinya tersulut akibat ucapan Luke
"Kenapa? apa kau ingin mengatakan seberapa banyak kau sudah dibayar! MEMALUKAN!!!" ucap menekan kata terakhir-nya
...****************...
.
.
.
Pelan-pelan aja ya bacanya, apalagi di episode berikutnya, karena mungkin alurnya akan sedikit bercampur dengan masa lalu, tapi author akan coba uraikan dengan baik, agar kalian mudah memahaminya😉
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
__ADS_1
.
.