Penguasa Langit

Penguasa Langit
11. Bersiaplah menanggung karma!


__ADS_3

"Tuan muda!" si manusia Serigala bertekuk lutut di hadapan Liiu Yaoshan dengan mata berkaca-kaca.


"Aku mengerti akan perasaanmu! Sekarang, aku akan memberimu kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik dengan bertapa di dalam 'Pagoda Langit' milikku! Setelah nanti jiwa binatangmu sepenuhnya menghilang, aku akan membebaskanmu kembali! Pergilah yang jauh, dan hiduplah dengan damai!"


Saat Liiu Yaoshan berbicara, di mata si manusia Serigala terpancar sinar yang terang benderang keluar dari tubuh Liiu Yaoshan.


"Penguasa Langit!" Gumam si manusia Serigala dengan bibir bergetar dan sorot mata berbinar menatap takjub kepada Liiu Yaoshan.


'Pagoda Langit' kembali mengeluarkan cahaya kuning keemasan. Kali ini, tubuh si manusia Serigala yang sudah berubah menjadi manusia seutuhnya terhisap masuk ke dalam 'Pagoda Langit' dan akhirnya hilang tak berbekas.


Kondisi hutan yang tadinya gelap, dan juga tandus, kini berubah drastis. Pohon tua yang kering tanpa daun, kini mulai terlihat segar dan daun-daun berwarna hijau mulai bermunculan di sekitar dahan.


Sungai yang airnya sudah lama menghilang, kini airnya mulai mengalir kembali, dan banyak ikan-ikan yang berloncatan ke arah permukaan.


Kondisi hutan kini kembali seperti sedia kala, setelah si manusia Serigala tak lagi berkuasa di hutan larangan tersebut.


Banyak warga desa yang melihat perubahan hutan angker menjadi hijau kembali, merasa tak percaya dengan penglihatan mereka.


Bahkan ada beberapa orang yang mengira, jika itu hanya jebakan dari siluman Serigala agar mereka terperdaya dan memasuki hutan larangan. Dan jika mereka masuk ke dalam jebakan tersebut, secara otomatis mereka akan langsung di jadikan santapan si manusia Serigala yang selama ini selalu mengancam kehidupan mereka semua.


"Lihat itu! Ada orang yang keluar dari hutan larangan!" Teriak salah satu warga menunjuk ke arah Liiu Yaoshan.


Semua warga menjadi heboh begitu melihat Liiu Yaoshan melangkahkan kakinya keluar dari hutan.


"Gawat! Siluman Serigala itu berubah menjadi manusia!" ada seseorang yang berteriak dan menuduh Liiu Yaoshan sebagai jelmaan dari manusia Serigala.


"Mundur!" Teriak seseorang yang bertindak sebagai pemimpin warga.


"Berhenti! Aku bukan manusia Serigala!" Liiu Yaoshan berteriak dengan lantang.

__ADS_1


Semua orang menghentikan pergerakan mereka. Tak terkecuali si pemimpin kerumunan warga, dia juga menghentikan pergerakannya.


"Bohong! Kau pasti ingin memangsa kami semua!" Teriak si pemimpin.


Liiu Yaoshan maju dua langkah sebelum kembali membuka suaranya.


"Jika aku manusia Serigala, dengan jarak sedekat ini, belum tentu kalian akan selamat!" Ucap Liiu Yaoshan yang membuat semua warga tersentak.


"Dia benar! Manusia Serigala sangat cepat! Jika Sekali menyerang, dalam beberapa detik saja, kita semua akan berubah menjadi mayat!" Seseorang berkata dengan nada serius. Dan kerumunan mulai berbisik satu sama lain.


Si pemimpin mulai memberanikan diri untuk maju, dan berteriak kepada Liiu Yaoshan. "Jika kau memang manusia, lalu di mana si manusia Serigala yang asli berada sekarang?"


_Wuusshhh!_


Liiu Yaoshan mengibaskan lengan bajunya, dengan tiba-tiba, sebuah bayangan seorang pria yang sedang duduk bersila muncul di udara.


"Siapa dia? Aku belum pernah melihatnya!" Keriuhan mulai terdengar di kerumunan warga.


Untuk menghindari prasangka yang tidak perlu, Liiu Yaoshan menjelaskan siapa bayangan pria tersebut kepada warga.


"Aku secara tidak sengaja, telah berhasil mengurung manusia Serigala. Hutan ini aman sekarang! Kalian boleh memasuki hutan, kapanpun kalian inginkan!"


"Pembual! Kau mungkin ingin menjerumuskan kami semua!" Teriak lantang seorang pria.


"Terserah kalian, mau percaya atau tidak, aku tidak akan memaksa." Balas Liiu Yaoshan dengan tenang.


Si pemimpin maju kembali, dan mengangkat tangan agar tak ada lagi seorangpun yang berbicara.


"Tuan muda! Bagaimana kamu akan menjamin keselamatan kami, seandainya kami memasuki area hutan larangan?" Si pemimpin sepertinya mulai percaya dengan ucapan Liiu Yaoshan.

__ADS_1


Semenjak area hutan di kuasai oleh manusia Serigala, penduduk desa sering kali mengalmi kelaparan panjang akibat tidak dapat menemukan bahan makanan di desa mereka.


Hutan larangan adalah satu-satunya tempat yang bisa mereka lewati untuk mencapai desa lain.


Sejak jaman dulu, desa mereka terkenal dengan keterampilan para wanita membuat tas, dan juga tikar dari bahan-bahan yang mereka dapatkan dari hutan. Setelah adanya manusia Serigala, mereka tidak pernah lagi memasuki hutan untuk mencari bahan. Alhasil, perekonomian mereka menjadi mandeg, bahkan untuk berbelanja ke pasar sekalipun, mereka tidak memiliki cukup uang.


"Selama kalian tidak merusak yang ada di dalam, kalian akan baik-baik saja!" Ucap Liiu Yaoshan.


"Apa maksudmu, Tuan muda?" Pemimpin desa tampak kebingungan dengan jawaban Liiu Yaoshan.


"Maksudku, kalian boleh memanfaat semua yang ada di dalam hutan, tapi tidak boleh merusaknya."


"Heyy, Tuan muda! Semua wanita di sini berprofesi sebagai pengrajin. Dan kami, sudah biasa mengambil bahan-bahannya di dalam hutan. Jika kami tidak boleh merusak, bagaimana kami akan membuat kerajinan kalau seperti itu caranya?" Seorang pria paruh baya bertanya dengan serius


Liiu Yaoshan tersenyum, lalu menjawab ucapan si pria paruh baya.


"Merusak dan memanfaatkan, jelas sangat berbeda. Jika merusak, kamu pasti akan menebang pohon tersebut, mengambil yang kau butuhkan, dan membiarkan sisanya. Sementara dengan memanfaatkan, kamu hanya mengambil seperlunya saja, dan membiarkan pohon itu tumbuh, lalu kembali mengambil hasilnya di kemudian hari."


Semua warga yang mendengar, merasa ucapan Liiu Yaoshan sangat masuk akal. Tak ada satupun dari mereka, yang berani lagi meragukan Liiu Yaoshan.


"Bagaimana dengan Siluman? Aku dengar, di dalam hutan larangan, terdapat banyak siluman-siluman yang berkeliaran." tanya seorang warga.


"Tidak ada! Selain manusia Serigala, tidak ada lagi siluman di sana!" tegas Liiu Yaoshan.


"Apa kau yakin, Tuan muda?" Warga masih merasa takut dengan ancaman siluman yang di rumorkan menempati setiap sudut di dalam hutan.


"Aku yakin! Selain binatang buas, tidak ada lagi yang perlu kalian takutkan! Entah itu siluman ular, Serigala, ataupun siluman lainnya. Kalian aman! Kalian tidak perlu lagi merasa takut untuk masuk ke dalam sana! Tapi aku menitip pesan, jika nanti kalian memasuki hutan, dan bertemu dengan binatang buas, jangan bunuh mereka. Selama mereka tidak menyerang, dan menyakiti kalian, hindari saja! Mereka juga mempunyai hak yang sama, dengan kalian. Mereka juga ingin hidup, meskipun terkadang, cara mereka bertahan dengan menggunakan kekerasan!" Tutur Liiu Yaoshan panjang kali lebar.


"Lalu bagaimana, jika kami membunuh mereka?" Warga lain membuka suara karena penasaran.

__ADS_1


Liiu Yaoshan melirik ke arah si warga yang berbicara, lalu tersenyum dingin.


"Jika kalian membunuh mereka, maka bersiaplah menanggung karma!"


__ADS_2