Penguasa Langit

Penguasa Langit
20. Penguasa kitab pusaka.


__ADS_3

Liiu Yaoshan meringis menahan kesakitan karena kini tubuhnya telah terbungkus sempurna oleh sinar yang keluar dari 'kitab alam semesta'.


Shi Yuwen yang menyaksikan kejadian ini, menjadi panik ketika tubuh Liiu Yaoshan sudah tidak terlihat lagi karena terhalang cahaya kuning keemasan.


"Anak muda, bertahanlah!" ucap Shi Yuwen sambil berusaha meraih 'kitab alam semesta' yang tadi dia keluarkan.


Namun percuma saja, kekuatan dari kitab pusaka tersebut berubah menjadi kuat hingga tak bisa lagi di kendalikan oleh Shi Yuwen.


"Apa yang harus 'ku lakukan?" Shi Yuwen berusaha memeras otaknya untuk menyelamatkan nyawa Liiu Yaoshan.


Shi Yuwen tidak menyangka, jika keputusannya untuk menunjukkan kitab alam semesta kepada Liiu Yaoshan adalah hal yang salah.


"Kakek, apa yang terjadi?" tepat pada saat itu Yihua datang dengan kebingungan karena melihat gubuk tempat biasa Kakeknya menenangkan diri mengeluarkan sinar yang terang benderang.


"Anak muda itu ...,"


"Ada apa dengan pemuda itu, Kakek?"


ucapan Shi Yuwen tak dapat di teruskan, karena Yihua sudah terlebih dulu memotongnya.


"Kau lihat saja sendiri!" Shi Yuwen berkata sambil menunjuk ke arah Liiu Yaoshan yang kini sudah tak terlihat lagi.


"Ini ...," Yihua nampak tertegun dengan apa dia lihat di hadapannya.


Ternyata, cahaya terang benderang yang menyeruak dari gubuk berasal dari 'kitab alam semesta' yang menyatu dengan tubuh pemuda yang menolongnya hari ini.


"Kakek, kita harus melakukan sesuatu untuk menolongnya." ucap Yihua sambil melirik ke arah Shi Yuwen yang sedang menatapnya juga.


"Tidak, kita tidak bisa melakukan apapun juga." balas Shi Yuwen pasrah.


"Apa maksud, Kakek? Apa kita akan membiarkan pemuda ini mati begitu saja?" tanya Yihua merasa kesal dengan jawaban Kakeknya.


"Dia tidak akan mati, Yihua! Ini hanya masalah waktu saja." ucap Shi Yuwen bimbang.


"Kenapa Kakek bisa seyakin ini? Apa Kakek mengetahui sesuatu?" tanya Yihua penuh selidik.


Shi Yuwen menunduk, lalu menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Kakek juga tidak yakin, Yihua. Kakek sendiri bingung harus berbuat apa? 'Kitab alam semesta' menolak kekuatan jiwa yang Kakek terapkan padanya, 'kitab alam semesta' lebih memilih tubuh pemuda ini, daripada kembali ke tempat biasa Kakek menyimpannya." ucap Shi Yuwen sedih.


Apa? Kitab pusaka ini tidak bisa di kendalikan oleh Kakek? Itu berarti ..., batin Yihua.


Yihua melirik ke arah cahaya kuning yang kini menutupi seluruh tubuh Liiu Yaoshan.

__ADS_1


Untuk saat ini, tidak ada hal yang mengkhawatirkan terjadi kepada tubuh pemuda yang telah menyelamatkan nyawa Yihua dan Kakeknya.


Hanya tubuhnya Liiu Yaoshan saja yang di selimuti cahaya kuning keemasan, selebihnya dari itu, tidak ada terjadi apa-apa lagi.


Oleh karena itu, Yihua dan Shi Yuwen, hanya duduk menatap tajam tubuh Liiu Yaoshan yang terbungkus cahaya tersebut.


"Agghhhh!"


Liiu Yaoshan kembali berteriak sangat kencang, saat tubuhnya tak bisa lagi menahan rasa sakit.


"Kakek! Lakukan sesuatu!" Yihua menjadi panik begitu Liiu Yaoshan berteriak.


"Apa? Kakek harus lakukan apa?" Shi Yuwen juga nampak panik dengan keadaan yang menimpa pemuda di hadapannya.


"Aku tidak tahu, Kakek!" Yihua merasa kebingungan karena dia juga tidak tahu harus berbuat apa untuk menolong Liiu Yaoshan.


Di dalam ruangan yang di lapisi cahaya kuning keemasan, kini jiwa Liiu Yaoshan sedang terkurung di dalam sana.


Jiwa Liiu Yaoshan di paksa menerima kekuatan asing yang menyeruak keluar dari dalam 'kitab alam semesta' saat ini.


"Anak muda, terimalah takdirmu! Jadikan jiwamu, sebagai penjaga kami yang baru!"


"Tidak, aku tidak mau!" Liiu Yaoshan menolak keras kekuatan yang memaksa masuk ke dalam kekuatan jiwanya.


_Wuusshhh!_


"Penguasa kitab pusaka! Berhenti memaksa cucuku, untuk melakukan hal yang tidak di inginkannya!"


Kakek Dongyi berteriak menghadang cahaya yang ingin memasuki kekuatan jiwa cucunya.


"Liiu Dongyi! Cucumu sudah di takdirkan mewarisi semua ilmu yang ada di 'kitab alam semesta', dan kau juga tahu akan hal itu!


Lalu kenapa, sekarang kau berada di sini, untuk menghentikanku?


Apa kau lupa, kalau cucumu akan menjadi penguasa dunia? dengan bantuan kekuatanku, dia bisa dengan cepat mencapai tujuannya!"


Suara yang berasal dari kekuatan 'kitab alam semesta' sangat murka, begitu Kakek Dongyi berusaha menahan pergerakannya.


"Aku tahu, aku tahu! Cucuku, memang sudah di takdirkan mewarisi kekuatanmu. Tapi tidak dengan cara seperti ini!" tolak Kakek Dongyi.


"Lalu bagaimana? Apa yang harus aku lakukan, agar cucumu mau menerima kekuatan besarku ini?" ucap suara jiwa kekuatan 'kitab alam semesta' geram.


"Cucuku butuh waktu untuk melatih kekuatan jiwanya, agar bisa menyatu bersama kekuatanmu! Bersabarlah, dalam waktu dekat ini, cucuku pasti mampu menguasai seluruh kekuatan yang kau miliki!" ucap Kakek Dongyi berusaha meyakinkan penguasa kita pusaka.

__ADS_1


"Baik, aku akan mempercayai ucapanmu! tapi kau harus bisa meyakinkan cucumu ini, kalau tidak? aku akan masuk dengan cara yang sama!" ucap si. penguasa kitab pusaka.


Setelah itu, perlahan-lahan cahaya yang memaksa memasuki kekuatan jiwa Liiu Yaoshan mulai berpendar dan hilang dari pandangan.


"Cucuku, 'kitab alam semesta' adalah takdirmu! Semakin kau menolak, kekuatan kitab itu akan semakin kuat, dan akan datang memaksa kembali memasuki kekuatan jiwamu!


Sebaiknya, kau pelajari 'kitab alam semesta' jika sudah siap menerima kekuatannya, kau hanya harus memusatkan pikiran dan membuka ruang kekuatan jiwamu. Penguasa kitab pusaka akan langsung menyatu di dalam jiwamu." ucap Kakek Dongyi di alam bawah sadarnya Liiu Yaoshan.


"Tidak Kakek, 'kitab alam semesta' telah di jaga selama ribuan tahun oleh ketua perguruan pedang besi. Bagaimana, aku bisa mengambil kekuatan kitab tersebut?" ucap Liiu Yaoshan kebingungan.


Kakek Dongyi mengerti sekarang, alasan di balik penolakan cucunya.


Itu semua karena 'kitab alam semesta' adalah milik perguruan pedang besi.


Jadi cucunya ini, tidak bisa menerima kekuatan dari penguasa kitab pusaka karena alasan tersebut.


Cucunya tidak ingin, mengambil barang yang bukan hak miliknya.


"Jangan khawatirkan masalah itu, Cucuku! Ketua perguruan pedang besi, hanya menjalankan tugasnya saja. Dia bukan sebagai pemilik dari 'kitab alam semesta' melainkan hanya seorang penjaga." ucap Kakek Dongyi dengan penuh penekanan hingga membuat Liiu Yaoshan menyetujui ucapannya.


"Sekarang, kembalilah!" ucap Kakek Dongyi sambil menepuk bahu Liiu Yaoshan.


"Kakek sendiri, bagaimana?" tanya Liiu Yaoshan merasa cemas meninggalkan Kakeknya.


"Tentu saja, aku akan kembali juga. Dasar anak bodoh!" ucap Kakek Dongyi dengan kesal sambil menepuk kepala Liiu Yaoshan pelan.


"Maafkan aku, Kakek! Aku hanya mencemaskanmu saja." ucap Liiu Yaoshan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Aku pulang, sekarang!" ucap Kakek Dongyi sambil mengibaskan lengan bajunya.


Seketika, sosok Kakek Dongyi sudah menghilang dari hadapan Liiu Yaoshan.


"Selalu saja begitu ...," gumam Liiu Yaoshan sambil melakukan hal yang sama dengan Kakeknya.


_Wuusshhh!_


Cahaya kuning keemasan yang menyelimuti tubuh Liiu Yaoshan mulai memudar, dan hilang dalam beberapa detik saja.


"Kau tidak apa-apa, anak muda?" Shi Yuwen merasa lega akhirnya pemuda yang menolongnya berhasil selamat dari serangan cahaya 'kitab alam semesta'.


"Aku tidak apa-apa, Paman. Tapi ...,"


"Tapi apa, anak muda?" ucap Shi Yuwen penasaran.

__ADS_1


"Aku harus membawa, 'kitab alam semesta' bersamaku!"


__ADS_2