Penguasa Langit

Penguasa Langit
38. Pertarungan melawan siluman gurita raksasa.


__ADS_3

"Lari! Ayo cepat lari!"


Teriak para pengawal yang tadinya menghalangi niat Liiu Yaoshan untuk melawan Wali Kota yang ternyata adalah jelmaan siluman gurita raksasa.


Mereka lebih memilih menyelamatkan diri mereka sendiri, daripada harus bertarung membela Tuannya yang jelas-jelas bukan manusia.


"Liiu Yaoshan! Aku bersumpah untuk membunuhmu hari ini juga! Akan 'ku persembahkan kepalamu kepada Tuan Liiu Yanhui!" bentak siluman gurita dengan geram.


Liiu Yaoshan tidak terpancing emosinya, justru dia merasa ingin tertawa karena si gurita hanya bisa menyombongkan diri saja tanpa bisa berbuat apapun kepada dirinya.


"Ha-ha! Aku heran, bagaimana bisa Pamanku memperkerjakan siluman sepertimu? Dari segi kekuatan saja, sudah jelas-jelas kau tidak ada apa-apanya." cibir Liiu Yaoshan yang membuat si gurita raksasa marah besar.


"Jangan sembarangan bicara! Aku bahkan hampir bisa memakan Ayahmu hidup-hidup!"


Wuusshhh!


Kekuatan Liiu Yaoshan kini melonjak setelah mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut si gurita raksasa. Kemarahannya memuncak, setelah nama Ayahnya di sebut dengan sangat jelas oleh kaki tangan Pamannya, Liiu Yanhui.


"Karena kau sudah pernah mencelakai keluargaku, maka sekarang, terimalah kekuatanku ini!"


Swoosshhh!


Dari mata Liiu Yaoshan keluar sinar kuning keemasan yang anginnya mengandung hawa panas hingga mampu membakar daun-daun kering di sekitar tempat tersebut.


BOOMM!


Duarr!


Serangan Liiu Yaoshan menghantam sebuah pohon besar hingga langsung tumbang dan terbakar hingga hangus menyisakan bara api yang menyala.


Siluman gurita bergidik ngeri dengan kekuatan yang keluar dari mata Liiu Yaoshan.


Seandainya pohon besar tersebut tubuhnya, mungkin juga akan hangus menjadi abu dalam sekejap mata. Dan semua ilmu yang dia bangga-banggakan, akan hilang musnah di lahap bara api kekuatan Liiu Yaoshan.


"Sialan! Aku tidak menyangka kau akan sekuat ini sekarang!" ucap siluman gurita sebal.


"Jangan banyak bicara! Terima ini!"


Wuusshhh!


Liiu Yaoshan mengirimkan serangan kedua, kali ini, pancaran sinar keemasan yang keluar dari matanya keluar menyerupai bentuk gunting yang menyilang dan menyerang dari dua sisi yang berbeda.


"Gawat!" teriak si gurita raksasa.

__ADS_1


Dia tiba-tiba menjadi panik dengan serangan dari dua sisi yang di lancarkan oleh Liiu Yaoshan.


Dia tidak bisa bergeser apalagi mundur, karena serangan Liiu Yaoshan sangat jauh jangkauannya. Dan akan sulit terelakkan meski siluman gurita mundur beberapa meter juga.


Satu-satunya jalan yang harus di tempuh siluman gurita adalah mengorbankan salah satu tentakelnya.


Dengan begitu, serangan Liiu Yaoshan bisa dengan mudah dia patahkan.


BOOMM!


Duarr!


"Agghhh!"


Siluman gurita raksasa meringis kesakitan karena harus kehilangan tiga buah tentakelnya dalam satu kali serangan Liiu Yaoshan.


Sejujurnya, dia bisa meregenerasi bagian tubuhnya dengan mudah, jika saja hari itu Liiu Yaoshan tidak menghancurkan gudang tabung kaca miliknya.


Karena dengan cairan tabung kaca tersebutlah, si gurita raksasa bisa memperbaiki jaringan-jaringan dari tubuhnya yang rusak.


Tes! Tes! Tes!


Cairan berwarna hijau menetes dari setiap tentakel yang terputus. Mungkin jika manusia, cairan hijau tersebut merupakan darah yang keluar ketika adanya luka di tubuh yang terbuka.


Gurita raksasa mendengus kasar, dia tidak terima jika Liiu Yaoshan memperlakukannya seperti sekarang.


"Diam kau, bajingan! Aku belum kalah!" teriaknya dengan sangat geram.


Warna matanya kini berubah memerah seiring kemarahannya yang sudah tidak bisa terbendung.


"Racun hijau!"


Siluman gurita raksasa berteriak dengan sangat keras saat mulutnya kelima tentakelnya yang tersisa menyemprotkan cairan berwarna hijau ke udara.


Swoosshhh!


Bannggg!


Terdengar ledakan yang sangat kencang di udara, dan cairan racun hijau yang gurita raksasa keluarkan kini menjadi serpihan es dan langsung berjatuhan ke tanah seperi sebuah kristal kecil berwarna hijau.


Wuusshhh!


Begitu menyentuh tanah, kristal-kristal kecil tersebut, langsung hilang tanpa bekas sama sekali.

__ADS_1


"Brengsek!" umpat si gurita raksasa.


Susah payah dia menyerang Liiu Yaoshan dengan sisa tentakelnya yang tinggal lima, kini usahanya tersebut hanya menjadi sia-sia belaka.


Bukan hanya tidak terluka, namun Liiu Yaoshan justru dengan mudahnya menghancurkan serangan racun mematikan miliknya.


"Apa ada lagi, yang ingin kau keluarkan? Jika ada, lakukan dengan cepat. Karena aku sudah merasa muak terlalu lama bermain-main denganmu." cibir Liiu Yaoshan dengan sinis.


Si gurita hijau menggeram dengan marah, dia tidak bisa terima jika harus kalah oleh anak kemarin sore seperti Liiu Yaoshan.


Meskipun dia tahu, siapa sebenarnya itu Liiu Yaoshan. Namun tetap saja, dia memandang rendah kekuatan dari Liiu Yaoshan karena dia selalu berharap untuk bisa membunuh keluarga Penguasa lama agar bisa memuaskan hati Tuannya.


Jika dia berhasil membunuh Liiu Yaoshan, siapa tahu dia akan di berikan banyak harta dan juga banyak kekuatan yang akan di limpahkan padanya.


"Jangan sombong dulu, aku masih memiliki kekuatan lain!" ucap si gurita dengan tatapan membunuh yang kuat tertuju ke arah Liiu Yaoshan.


Wusshhh!


Siluman gurita menyerang untuk kedua kali. Jika tadi dia mengeluarkan racun hijau dari tentakelnya, kali ini, dia menggunakan kelima sisa tentakelnya mengincar ke arah tubuh Liiu Yaoshan.


Sraattt!


Tanpa terduga, Liiu Yaoshan langsung memotong dua dari lima tentakel yang tersisa hanya dengan menggunakan jari kosong.


"Agghhh!" kembali gurita raksasa berteriak kesakitan


Tinggal tiga dari delapan tentakelnya yang telah di babat habis oleh anak dari musuh Tuannya.


"Bajingan! Bajingan sialan!" umpat si gurita raksasa sambil meringis menahan kesakitan.


"Apa salahnya dengan yang 'ku lakukan? Bukankah kakimu terlalu banyak? Aku saja hanya memiliki dua kaki, sedangkan kau?! Satu, dua, tiga, empat, lima, dan di tambah tiga. Jadi kau memiliki delapan kaki, bukankah itu sebuah keserakahan? Aku akan memotong satu lagi, dan kita sama. Sama-sama memiliki dua kaki!" ucap Liiu Yaoshan dengan tampang tak bersalah.


"Sialan! Cari mati kau, ya?!" teriak gurita raksasa dengan lantang.


Liiu Yaoshan berdiri dengan tegak di hadapan siluman gurita raksasa yang menatapnya penuh dengan kebencian.


Si gurita raksasa sangat kesal, sudah sangat lama dia hidup dengan tenteram menindas kaum manusia di bumi. Namun, usahanya itu menjadi sia-sia dengan kedatangan Liiu Yaoshan.


Bukan hanya itu saja, siluman gurita raksasa bahkan sudah kehilangan kelima tentakelnya. Hidupnya kini akan menjadi cacat, dan akan memakan waktu lama untuk meregenerasinya kembali.


Itupun, jika ia memiliki kesempatan tersebut. Karena sangat tidak mungkin, jika Liiu Yaoshan akan melepaskannya begitu saja.


Mengingat hal tersebut, siluman gurita raksasa tiba-tiba terpikirkan sebuah ide. Lebih baik, sekarang dirinya mencari kesempatan untuk melarikan diri daripada harus terbunuh di tangan Putra Penguasa lama yang sudah dia anggap sebagai musuhnya.

__ADS_1


__ADS_2