Penguasa Langit

Penguasa Langit
42. Pertarungan yang tak seimbang.


__ADS_3

Liiu Yaoshan yang mendengar lawan mengumpat Yihua dengan kasar, entah kenapa merasa kesal dengan perkataannya tersebut.


Secara tidak sadar, Liiu Yaoshan menggerakkan kedua jarinya dan ...


"Agghhh!" teriak Chen saat keningnya kembali terkena lemparan hingga membuat dia harus meneteskan kembali.


Yihua mundur dua langkah, lalu melirik ke arah tempat persembunyiannya Liiu Yaoshan sekilas.


Jika tebakannya benar, semua itu pastilah ulah Liiu Yaoshan yang kembali melempar batu dengan menggunakan kekuatan tenaga dalamnya.


"Gadis sialan! Berani-beraninya kau melukai anak buahku!" bentak si pria yang masih dengan kokoh duduk di atas kudanya.


Pria itu menyangka, jika si Chen terluka akibat bertarung dengan Yihua. Padahal sebenarnya, semua itu adalah ulah Liiu Yaoshan dari balik tempat persembunyiannya.


Meskipun Yihua bisa di bilang hebat dengan jurus pedangnya, namun untuk melawan si anak buah pria tersebut Yihua masih merasa kesulitan.


"Jika kau berani, cepat maju dan lawan aku!" bentak Yihua dengan garang.


"Gadis brengsek! Chang! Lawan dia!" teriak si pria tersebut dengan geram.


Yihua tersenyum mengejek mendengar si pria malah menyuruh anak buahnya yang melawan dirinya.


"Heh, pengecut!" sindir Yihua sambil mengacungkan pedang.


"Gadis laknat! jangan asal bicara kau!" bentak si pria dengan keras.


"Sudahlah, jangan banyak bicara. Lawan saja aku, jika berani!" tantang Yihua dengan tegar.


"Brengsek sialan! Chang, ayo serang dia!" teriaknya lagi memberi aba-aba kepada anak buahnya yang tersisa.


Sriinnggg!


Suara pedang yang di cabut, terdengar sangat mengerikan. Apalagi, jika pedang tersebut tampak tajam dan berkilat ketika terkena sinar matahari.


"Gadis ******! Rasakan ini!"


Shuuttt!


Triinnggg!


Triinnggg!


Triinnggg!


Beberapa kali pedang beradu di udara, meskipun terlihat lambat namun serangan yang di keluarkan Chang mengandung tenaga dalam yang kuat.


Beruntung Yihua masih bisa mengimbanginya sehingga dia masih mampu bertahan tanpa bantuan dari Liiu Yaoshan.


Triinnggg!


Dentingan pedang beradu kembali terdengar. Chang mengernyit begitu merasakan tangannya mulai kebas beradu pedang terus menerus dengan Yihua.


Kemampuan gadis sialan ini tidak bisa di anggap remeh, sekali saja aku salah bergerak, aku pasti akan dengan mudah di lumpuhkannya, batin Chang.


Triinnggg!


Serangan pedang dari Chang kembali di patahkan oleh Yihua dengan mudah.


Chang mendengus sebal karena dirinya tak mampu sedikitpun melukai tubuh Yihua. Jangankan terluka, Yihua bahkan tidak terlihat lelah sedikitpun padahal sudah bertarung selama beberapa jurus dengannya.


"Dasar payah!" ejek Yihua yang semakin menambah kemarahan di hatinya Chang.


"Jangan asal ya kamu ...," ucap Chang sambil mengayunkan pedang menebas ke arah depan.

__ADS_1


Shuuttt!


"Agghhh!"


Chang berteriak saat tangannya yang memegang pedang, terkena sebuah kerikil dengan sangat kencang hingga pedangnya 'pun harus terlepas dari genggamannya.


"Bajingan! Siapa lagi orang yang berani mencampuri urusanku!" teriak si pria dengan keras saat menyadari jika anak buahnya terluka bukan kerena pedangnya milik Yihua.


"Percuma juga kau berteriak sepeti itu! Kalaupun dia keluar, belum tentu kau sanggup untuk melawan kekuatannya!" ejek Yihua yang membuat kemarahan si pria calon menantu Raja menggila.


"Diam kau, ****** sialan!" bentaknya garang.


Shuuttt!


Pletakk!


"Aduhh!"


Si pria memegangi keningnya yang terkena lemparan batu kecil. Meskipun begitu, tidak ada darah yang keluar dari luka bekas batu tersebut. Hanya sedikit rasa perih saja menandakan ada luka lecet di keningnya.


"Dasar pengecut! Hadapi aku, jika kau berani!" bentaknya geram.


Wuusshhh!


Liiu Yaoshan muncul dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh berkekuatan tinggi.


Si pria hanya bisa memelototkan mata saat melihat kemunculan Liiu Yaoshan yang tiba-tiba.


"Siapa kau?!" bentaknya keras.


"Aneh! Tadi kau yang menyuruhnya keluar, sekarang kau juga yang menanyakan kehadirannya." cibir Yihua sinis.


Si pria mendelikkan mata ke arahnya, dia bingung harus berkata seperti apa untuk menghadapi aura yang menguar dari tubuh orang yang baru saja muncul di hadapannya.


"Aku tadi mendengar, jika kau menantangku untuk bertarung. Apa benar?" ucap Liiu Yaoshan yang membuat tubuh si pria bergetar.


"Me-memangnya kenapa? Apa kau takut?" tanya si pria tersebut gugup.


Liiu Yaoshan tersenyum sinis, lalu maju beberapa langkah ke hadapan si pria.


"Jika aku takut, aku tidak akan pernah muncul. Mengerti!" ucapnya tenang.


"Beraninya kau berkata seperti itu, kepada orang terhormat sepertiku!" ancam si pria menggunakan kekuasaannya untuk menggertak Liiu Yaoshan.


Orang yang di gertak, bukannya merasa ketakutan. Liiu Yaoshan justru semakin merasa ingin membuat si pria menjadi ketar-ketir dengan auranya.


"Aku tidak melihatmu seperti yang kau katakan! Justru aku merasa heran, bagaimana seseorang bisa mengaku dirinya terhormat, jika masih suka melakukan perbuatan yang rendahan?" sindir Liiu Yaoshan yang membuat si pria geram.


"Apa maksudmu mengucapkan itu padaku?" bentaknya dengan sangat keras.


"Maksudku, bagaimana orang sepertimu masih ingin di sebut sebagai orang terhormat, tapi kelakuanmu tidak menunjukkan hal demikian. Orang terhormat, harus bisa menjaga kehormatannya sendiri. Bukan untuk berbuat hal yang semena-mena terhadap orang lain yang lebih lemah." tutur Liiu Yaoshan yang semakin membuat si pria menjadi kesal.


Dia lalu mendengus dengan kasar, dan menunjuk ke arah wajah Liiu Yaoshan.


"Mau seperti apapun kelakuanku, itu bukan urusanmu!" bentaknya kasar.


Liiu Yaoshan hanya menanggapi perkataannya dengan tertawa ringan. "Ha-ha! Lucu sekali!"


"Apa yang kau tertawakan, orang asing?" bentak si pria dengan perasaan yang semakin geram.


"Menurutmu, apa yang sedang 'ku tertawakan?" kilah Liiu Yaoshan.


Wuusshhh!

__ADS_1


Si pria mengirimkan serangan penuh dengan kekuatan tenaga dalamnya.


Beruntung Liiu Yaoshan bisa menghindar tepat waktu sebelum serangan tenaga dalam tersebut mengenai tubuhnya.


"Ha-ha! Lumayan!" ejek Liiu Yaoshan yang sontak membuat si pria menjadi naik pitam.


Swoosshhh!


BOOMM!


Duarr!


Duarr!


Kembali ledakan terjadi di belakang tubuh Liiu Yaoshan, saat serangan si pria tadi melenceng dan mengenai pohon besar yang berada tak jauh dari tempat pertarungan.


"Hampir sempurna!" celetuk Liiu Yaoshan.


"Bajingan, rasakan ini!"


Swoosshhh!


Duarr!


BOM!


Serangan demi serangan telah di layangkan oleh si pria dengan ganas. Namun tak satupun dari serangannya yang mampu melukai tubuh Liiu Yaoshan. Setiap serangan yang si pria berikan, akan dengan mudah di hindari oleh Liiu Yaoshan.


Shuuttt!


Bughh!


"Agghhh!"


Dalam satu serangan terakhir, si pria terlempar dari atas kudanya akibat terkena serangan balasan dari Liiu Yaoshan yang mengenai dadanya dengan telak.


"Uhuk .... uhuk!" si pria terbatuk dan memuntahkan banyak darah dari dalam mulutnya.


"Brengsek sialan!" rutuknya dengan kasar.


"Bagaimana? Apa kau masih bisa bersikap sombong?" cibir Liiu Yaoshan yang menambah kekesalan si pria tersebut.


"Jangan berbangga diri dulu kau, brengsek! Aku masih belum kalah!" ucapnya sambil meludahkan darah yang memenuhi mulutnya.


Liiu Yaoshan tertawa keras mendengar ucapan si pria tersebut. Sudah terlihat kepayahan, masih saja bersikap arogan, pikirnya.


"Baiklah, karena kau sudah berkata begitu, seharusnya kau mampu menangkis seranganku. Bersiaplah!" teriak Liiu Yaoshan.


Shuuttt!


Wuusshhh!


BOOM!


Duarr!


Tak terduga sebelumnya, jika Liiu Yaoshan akan menyerang si pria langsung dari jarak dekat.


"Agghhh!"


Orang yang mendapat serangan, langsung limbung setelah terkena pukulan keras dari Liiu Yaoshan.


Beruntung saat ini Liiu Yaoshan hanya mengerahkan tiga puluh persen dari kekuatannya. Hingga si pria hanya mengalami luka dalam berat saja, tidak sampai menyebabkan kematian.

__ADS_1


__ADS_2