
"Berhenti berbicara sombong seperti itu! Jika kau memang bisa, maka bunuhlah aku!" Tantang Liiu Yaoshan sambil berkacak pinggang.
"Kurang ajar! Terima ini!"
Si Panglima Siluman Ular melompat ke depan memberikan serangan ganas terhadap Liiu Yaoshan.
Wusshhh!
Asap berwarna hijau keluar dari sela-sela jari si Panglima Siluman.
Hyahh!
Swoshhh!
Pohon di belakang Liiu Yaoshan berdiri sebelumnya, langsung meleleh setelah terkena serangan asap hijau milik si Panglima.
"Brengsek! Hebat juga kau menghindar dari seranganku!" Bentak si Panglima geram.
Pandangan Liiu Yaoshan terkesan meremehkan ketika si Panglima berteriak memaki dirinya.
"Bukan aku yang hebat, tapi seranganmu saja yang lemah!" Ejek Liiu Yaoshan.
Mata si Panglima menjadi merah darah begitu Liiu Yaoshan mengeluarkan kata-kata ejekan.
"Manusia rendahan! Akan 'ku makan kau!"
Wusshhh!
Si Panglima kembali mengeluarkan asap beracun miliknya.
Wusshhh!
Wusshhh!
Asap hijau beracun keluar lagi dari sela-sela jari si Panglima. Kali ini, asap hijau tersebut di lapisi asap berwarna kekuningan.
"Asap hijau perenggut jiwa! Menyebarlah!" Teriak si Panglima menyebutkan jurus yang mematikannya tersebut.
Liiu Yaoshan menggeser kaki kirinya ke belakang, dan kaki kanan di depan. Posisinya persis seperti orang sedang bersiap untuk berlari.
Setelah asap hijau hampir menyebar di sekitar tempatnya berdiri, Liiu Yaoshan membuat gerakan tangan mendorong ke arah depan.
Wusshhh!
Angin kencang yang keluar dari kedua telapak tangan Liiu Yaoshan, berhasil membuyarkan serangan asap hijau yang akan mengenai tubuhnya.
Si Panglima merasa terkejut dengan kemampuan dari Liiu Yaoshan.
Gawat! Manusia ini ternyata sangat kuat! Aku bisa binasa, jika tetap memaksakan diri untuk menyerang! batin si Panglima.
"Apa hanya segitu saja, kemampuanmu?" Tanya Liiu Yaoshan dengan sinis.
"Bedebah! Rasakan ini!"
__ADS_1
_Wusshhh!_
_Wusshhh!_
Serangan si Panglima semakin membabi buta karena amarah yang kian memuncak.
Liiu Yaoshan membiarkan saja serangan si Panglima, tanpa ingin membalas, ataupun menyerang balik.
Dia terus bergerak kesana kemari untuk menghindari serangan ganas si Panglima Siluman Ular tersebut.
_Wusshhh!_
Entah serangan yang ke berapa kali sekarang yang di lemparkan oleh si Panglima terhadap Liiu Yaoshan.
Meskipun si panglima terus menyerang dengan asap beracun yang lebih mematikan dari sebelumnya, tapi tak sedikitpun Liiu Yaoshan terlihat lemah akibat keracunan karena banyaknya menghisap asap yang memenuhi tempat pertarungan mereka.
Apa yang terjadi? Kenapa dia masih terlihat baik-baik saja? Aku bahkan sudah mengeluarkan semua bisa racun yang 'ku punya, tapi dia masih belum melemah juga kekuatannya, batin si Panglima Siluman Ular.
"Apa masih ada, racun yang lebih mematikan dari ini?" Tantang Liiu Yaoshan yang membuat si Panglima menjadi semakin geram.
"Jangan sombong! Terima ini!"
Shiiuuuuuuuuuuuuuuuww......
_Wosshhh!_
Asap yang berwarna hitam di sertai deru angin yang sangat kencang keluar dari telapak tangan si Panglima Siluman Ular.
_Wuusshhh!_
"Lumayan juga!" Gumam Liiu Yaoshan perlahan.
Setelah mengatakan itu, tangan Liiu Yaoshan membuat gerakan memutar.
_Wuusshhhh!_
Di telapak tangan Liiu Yaoshan tiba-tiba muncul sebuah Pagoda kecil berwarna kuning keemasan.
"PAGODA LANGIT! HANCURKAN!"
_Swoosshhh!_
Semburan cahaya yang menyilaukan, keluar dari dalam Pagoda tersebut dan langsung melibas habis asap tebal beracun milik si Panglima Siluman.
Tak hanya sampai di situ saja, kekuatan yang paling menakutkan dari cahaya yang keluar dari Pagoda juga mampu membuat para Siluman yang berada di dalam gua merasa kepanasan, dan tubuh mereka seperti terhisap masuk ke dalam Pagoda Langit milik Liiu Yaoshan.
"Hentikan! Hentikan!" Si Panglima juga berteriak-teriak histeris ketika tubuhnya ikut terhisap bersama para rakyat Siluman Ular lainnya.
_Wuusshhhh!_
Pagoda Langit berputar-putar di udara setelah melakukan tugasnya menghisap habis seluruh rakyat Siluman Ular.
Liiu Yaoshan mengibaskan lengan bajunya. Seketika itu juga, Pagoda Langit berubah menjadi seberkas cahaya dan langsung melesat masuk ke dalam tubuh Liiu Yaoshan.
__ADS_1
Setelah Pagoda Langit menyatu kembali dengan dirinya, Liiu Yaoshan lalu mendorong kedua telapak tangannya ke depan.
_Swosshhh!_
Semburan api yang sangat panas, keluar dari telapak tangan Liiu Yaoshan dan langsung meluluhlantahkan gua sarang Siluman Ular tersebut.
"Huhhh!" Liiu Yaoshan membuang nafas kasar.
"Akhirnya, selesai juga!" Ucap Liiu Yaoshan dengan pandangan mata berkeliling menyusuri tempat yang dia hancurkan barusan.
Lubang gua Siluman kini telah berubah menjadi batu arang yang masih merah menyala akibat terkena serangan semburan api dari tangan Liiu Yaoshan.
Selain gua, ada beberapa pohon yang berdekatan jaraknya dengan gua Siluman yang juga ikut terbakar semburan api, dan berubah menjadi arang hitam.
Liiu Yaoshan kembali menggerakkan kedua tangannya. Kali ini, Liiu Yaoshan membuat gerakan seperti seorang pertapa yang menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.
_Wuusshhh!_
Dalam sekejap mata, tubuh Liiu Yaoshan menghilang dari ruang hampa, dan kembali muncul di pintu masuk desa tempatnya datang pertama kali.
"Tuan muda!" Sapa si pemilik restoran yang masih mengenali Liiu Yaoshan.
"Iya Paman, ada apa?" Jawab Liiu Yaoshan.
"Tidak ada apa-apa, Tuan muda." Ucap si pemilik restoran dengan tersenyum.
"Baguslah kalau tidak ada apa-apa, Paman. Aku permisi pergi dulu ...," Pamit Liu Yaoshan berniat untuk meneruskan perjalanannya yang tertunda.
"Tuan muda, jangan terburu-buru!" Cegah si pemilik restoran.
Liiu Yaoshan 'pun menghentikan langkah, dan berbalik menghadap si pemilik restoran.
"Ada apalagi, Paman?" Tanya Liiu Yaoshan heran.
"Itu Tuan muda ... anu ...," Jawab si pemilik restoran tidak jelas.
"Anu apa?" Liiu Yaoshan semakin tidak mengerti dengan maksud di pemilik restoran.
"Masalah tentang Siluman Ular, apa sudah semuanya di musnahkan?" Si pemilik restoran tampak ragu-ragu ketika menanyakan hal tersebut.
"Sudah!" Liiu Yaoshan menjawab dengan nada tenang.
Si pemilik restoran merasa senang dengan jawaban dari Liiu Yaoshan. Meskipun terkesan singkat dan acuh, namun jawab itu sangatlah di tunggu-tunggu oleh dirinya.
"Ha-ha-ha! Tuan muda, anda hebat sekali! Aku akan mentraktirmu makan untuk satu bulan penuh di restoranku, bagaimana Tuan muda?" Ucap pemilik restoran dengan kegirangan.
Liiu Yaoshan menggelengkan kepala, dan menolak halus ajakan si pemilik restoran.
"Aku harus pergi, aku tidak bisa berlama-lama lagi di desa ini, Paman!"
Si pemilik restoran langsung berubah murung begitu mendengar tentang rencana kepergian Liiu Yaoshan.
"Jika kau pergi, bagaimana dengan desa ini? Bagaimana kalau para siluman itu kembali menyerang?" tanya si pemilik restoran dengan rasa khawatir yang sangat besar.
__ADS_1
Liiu Yaoshan menggeleng kepala perlahan.
"Jangan cemas, aku sudah memagari desa ini dengan pagar ghaib, selain manusia, tak ada satu siluman 'pun yang akan bisa menembus pagar ghaib yang aku buat."