
Liiu Yaoshan merasa senang karena tubuhnya menjadi sangat ringan, dan sudah bisa di gerakkan dengan bebas.
"Kakek, terima kasih!" Liiu Yaoshan sedikit membungkuk, dan menangkupkan kedua lengan di depan dada.
Kakek Heng hanya menjawab dengan sebuah senyuman di bibirnya.
_Wuusshhh!_
Semua benda pusaka yang berasa di 'Istana Kerajaan Pusaka' bergerak dan memancarkan kembali sinar yang menyilaukan mata.
"Kakek, ada apa ini?" tanya Liiu Yaoshan panik.
Kakek Heng kembali tertawa, lalu menjawab pertanyaan dari Liiu Yaoshan.
"Semua benda pusaka di sini, mengakuimu sebagai Tuan mereka yang baru!"
"Semuanya? Pusaka sebanyak ini?" tanya Liiu Yaoshan dengan terkejut.
Pasalnya, dia tidak menyangka akan memiliki pengikut dari benda pusaka langka yang ada di dunia persilatan. Apalagi, benda yang ada di hadapannya ini adalah benda pusaka yang legendaris, dan di incar banyak orang.
"Benar! Semuanya!" jawab Kakek Heng tanpa ragu.
Bagaimana aku akan membawa benda pusaka sebanyaknya ini, batin Liiu Yaoshan.
"Kau tidak perlu bingung, anak muda! Semua benda pusaka ini, akan tetap berada di tempatnya seperti sedia kala. Kau hanya perlu memusatkan pikiranmu, dan benda pusaka yang kau butuhkan, akan langsung muncul di hadapanmu. Dan kau juga bisa menggunakan semua pusaka dengan bebas, kapanpun kau membutuhkannya." tutur Kakek Heng dengan panjang lebar.
Liiu Yaoshan merasa senang bukan kepalang begitu mendengar penuturan Kakek Heng.
Dengan adanya benda pusaka sebanyak ini, Liiu Yaoshan tidak perlu repot-repot mengeluarkan banyak tenaga untuk bertarung melawan para siluman yang akan dia temui nanti di perjalanan.
"Kakek, aku sangat berterima kasih padamu, jika bukan karena Kakek membawaku ke tempat ini, mungkin aku tidak akan pernah menemukan bisa kitab rahasia, yang sudah lama hilang." ucap Liiu Yaoshan kembali menangkupkan lengan di depan dadanya.
"Kau tidak perlu berterima kasih segala, anak muda! Semua sudah di takdirkan, dan aku hanya menyampaikan." jawab si Kakek Heng dengan bijak.
Liiu Yaoshan mengangguk, "Aku tahu itu! Tapi, kalau bukan karena bimbingan dari Kakek, mungkin aku tidak akan seberuntung ini!" ucap Liiu Yaoshan merendah.
Kakek Heng merasa salut kepada anak muda yabg sedang berdiri di hadapannya sekarang.
Biasanya, anak-anak muda yang dia temui di luaran sana. Terkadang membuat Kakek Heng merasa geram, karena tingkah laku mereka yang arogan.
Berbeda dengan Liiu Yaoshan. Meskipun kekuatannya sangat bagus, dan kemampuannya juga di atas rata-rata. Namun sosok Liiu Yaoshan yang rendah hati, kadang membuat Kakek Heng merasa terharu, dan juga kagum yang berlebihan.
"Terserah kau saja, anak muda!" ucap Kakek Heng
Liiu Yaoshan tersenyum, dan membantu Kakek Heng untuk duduk.
"Kakek, kalau boleh tahu, di mana aku bisa menemukan pintu keluar agar bisa pergi dari tempat ini?" ucap Liiu Yaoshan sambil menengok ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
"He-he! Di sini tidak ada yang namanya pintu, anak muda!" ucap Kakek Heng sambil tertawa terkekeh.
"Apa maksud Kakek?" tanya Liiu Yaoshan merasa heran.
"Kau lihat itu!" Kakek Heng menunjuk ke segala arah.
"Tidak ada pintu, bukan?" ucap Kakek Heng sambil berusaha menahan tawanya.
Liiu Yaoshan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Lalu, bagaimana caranya agar aku bisa keluar?" tanya Liiu Yaoshan dengan kebingungan.
Kakek Heng berjalan mengelilingi Liiu Yaoshan.
"Kekuatan jiwamu, sudah menyatu dengan kekuatan Dewa yang berasal dari 'Kitab Rahasia'. Seharusnya, kau tidak lagi merasa bingung untuk masuk dan keluar dari Istana ini." tutur Kakek Heng.
Liiu Yaoshan masih belum mengerti dengan perkataan dari Kakek Heng.
Lagipula, dia belum terbiasa menggunakan kekuatan yang baru di dapatkannya dari 'Kitab Rahasia'.
"Sepertinya kau masih bingung, anak muda! Baiklah, aku akan mengajarimu, bagaimana cara menggunakan kekuatannya." ucap Kakek Heng sambil menempelkan kembali jari telunjuknya di dahi Liiu Yaoshan.
_Wuusshhh!_
Cahaya kuning yang mengeluarkan sensasi hangat menjalar memasuki tubuh Liiu Yaoshan. Seketika, Liiu Yaoshan merasa tubuhnya seperti melayang-layang di udara.
Liiu Yaoshan langsung tersentak begitu ada kekuatan yang sangat kuat, masuk melalui jari telunjuk Kakek Heng.
"Selesai!''
Liiu Yaoshan tercengang mendengar perkataan si Kakek Heng.
"Hanya begitu saja?" tanya Liiu Yaoshan dengan heran.
Pasalnya, Kakek Heng hanya menempelkan jarinya beberapa detik saja di dahinya. Dan semua, sudah langsung selesai? Sungguh, Luar biasa!
"Benar!" jawab Kakek Heng dengan acuh tak acuh.
Liiu Yaoshan masih merasa kebingungan untuk menggunakan kekuatan barunya. Oleh karena itu, dia kembali bertanya kepada si Kakek.
"Kakek, masalah keluar dari tempat ini, aku harus bagaimana?" tanya Liiu Yaoshan dengan bingung.
Mendengar pertanyaan dari Liiu Yaoshan, si Kakek Heng kembali tersenyum penuh arti.
"Anak muda, anak muda!" ucap Kakek Heng menggeleng-gelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan sambil tersenyum.
"He-he! Kakek, aku benar-benar membutuhkan bantuanmu!" ujar Liiu Yaoshan sambil tersenyum canggung.
__ADS_1
"Aku sudah membuka jalur meridianmu kembali. Seharusnya, kau sudah bisa lagi menggunakan kekuatanmu, anak muda!" ujar Kakek Heng santai.
"Apa benar begitu?" tanya Liiu Yaoshan seakan merasa tidak percaya.
Pertama kali dia datang ke tempat ini, jalur kekuatannya sudah terblokir, dan tak bisa di gunakan sama sekali. Untung saja, di tempat itu, Liiu Yaoshan tidak bertemu dengan musuh.
Jika sampai bertemu, mungkin dia akan dengan mudah bisa di kalahkan.
"Kau meragukanku, anak muda?" ucap Kakek Heng tampak kesal karena ucapannya tidak di percaya.
"Bukan begitu, Kakek?" bantah Liiu Yaoshan.
"Lalu apa?" ujar Kakek Heng sinis.
Sadar telah membuat Kakek Heng kecewa dengan sikapnya, Liiu Yaoshan buru-buru memperbaiki prilakunya di hadapan Kakek Heng.
"Kakek, aku minta maaf! Aku salah!" ucap Liiu yaoshan dengan tulus.
Kakek Heng mengibaskan lengannya, lalu berbalik dan berjalan menjauhi Liiu Yaoshan.
"Kakek!" Liiu Yaoshan berlari mengejar.
"Berdiri saja, di sana! Pusatkan pikiranmu!" Teriak Kakek Heng ketika Liiu Yaoshan tinggal beberapa langkah lagi darinya.
"Baik, Kakek!"
Liiu Yaoshan langsung menuruti semua yang di ucapkan si Kakek Heng.
Dia lalu memejamkan mata, dan memusatkan pikirannya.
_Wuusshhh!_
Cahaya kuning temaram mulai menyelimuti tubuh Liiu Yaoshan dari ujung kepala, sampai ujung kakinya. Bukan hanya itu saja, ruangan yang semula terasa dingin, kini berubah menjadi hangat yang berasal dari pancaran cahaya kuning yang membungkus tubuh Liiu Yaoshan.
Siapa sebenarnya anak muda ini? Mengapa 'Jiwa Dewa' miliknya begitu kuat? batin Kakek Heng.
_Wuusshhh!_
Tubuh Liiu Yaoshan menghilang dari hadapan si Kakek Heng.
"Kapten! Lihat! Itu pemuda yang tadi!" teriak salah satu anak buah kapal begitu melihat Liiu Yaoshan muncul beberapa langkah di hadapannya.
"Tidak mungkin!" si Kapten kapal berseru karena merasa terkejut dengan adanya Liiu Yaoshan di tengah-tengah mereka.
Karena mendengar banyak suara teriakan, Liiu yaoshan memutuskan untuk membuka matanya dengan perlahan.
"Ini ...," gumam Liiu Yaoshan kebingungan.
__ADS_1