Penguasa Langit

Penguasa Langit
35. Tingkat Awal Penguasa.


__ADS_3

Tak memakan waktu lama, Liiu Yaoshan langsung duduk dengan posisi kaki di silangkan, dan kedua tangan di depan dada.


Setelah itu, dia kemudian menutup kedua matanya dan mulai mengosongkan pikiran, agar lebih bisa fokus menyerap semua kekuatan dari 'Batu Langit'.


Di luar batu, Yihua kini tampak panik begitu di beritahukan oleh Kakek Yan, jika tubuh Liiu Yaoshan telah menghilang di telan oleh batu besar.


Bagaimana tidak, Yihua sengaja mengikuti Liiu Yaoshan hingga sekarang agar kemampuannya semakin berkembang. Jika dia di tinggalkan begitu saja, mau kemana lagi Yihua pergi setelah ini?


"Kakek, apa ada cara lain untuk membelah batu besar ini? Siapa tahu 'kan, Tuan Liiu sedang kesulitan di dalam." ucap Yihua mengubah panggilannya kepada Liiu Yaoshan di hadapan Kakek Yan.


"Batu besar ini, bukanlah batu sembarangan, Nona. Bahkan, jika ada orang sakti 'pun yang datang, belum tentu bisa memindahkan batu besar ini. Apalagi, membelahnya!" jawab Kakek Yan yang membuat Yihua menjadi semakin panik.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan, Kakek?" rengek Yihua dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Kakek Yan menggelengkan kepala, peristiwa aneh ini belum terjadi sebelumnya.


"Kita tunggu saja sampai hari gelap, setelah itu barulah kita membicarakannya." tutur Kakek Yan.


Yihua menjadi emosi, bagaimana bisa dia menunggu sampai selama itu?


Bisa-bisa, Liiu Yaoshan sudah kehabisan nafas di dalam sana, pikir Yihua.


Namun, begitu Yihua ingin mengajukan lagi protesnya. Pak Tua Ming sudah terlebih dahulu menenangkannya.


"Sabar, Nona. Turuti saja apa yang Kakek Yan katakan, aku yakin, semua pasti ada jalan keluarnya." ucap Pak Tua Ming.


Yihua menarik nafas berat, lalu menoleh ke arah Kakek Yan yang saat ini sedang duduk bersila.


"Baik, aku akan menurutinya. Tapi, jika sampai gelap Tuan Liiu masih belum keluar juga. Terpaksa, aku akan membelah batu besar ini sendiri." ucap Yihua dengan nada keras.


Kakek Yan memicingkan matanya ke arah Yihua, lalu menutupnya lagi dengan rapat.


"Keras kepala!" gumamnya pelan.


BOOMM!


Duarr!


Duarr!


Terdengar beberapa kali letusan di dalam tubuh Liiu Yaoshan. itu menandakan, kekuatannya naik beberapa tingkatan.

__ADS_1


"Putra kita sebentar lagi akan berhasil, Suamiku!" ucap Ratu Xia Shi dengan tersenyum lembut menatap Liiu Yaoshan.


"Dari kecil memang Putra kita sudah sangat kuat, tidak heran jika dia mampu menyelesaikan pertapaan dengan sangat cepat." balas Liiu Donghai dengan senyum bangga di wajahnya.


"Itu berarti, kita berdua sudah bisa beristirahat dengan tenang. Benar, 'kan?" tanya Ratu Xia Shi sambil melirik ke arah Suaminya.


"Kau benar, kita berdua akhirnya bisa beristirahat panjang." jawab Liiu Donghai sambil menghela nafas panjang.


Ratu Xia Shi meraih tangan sang Suami, dan menggenggamnya dengan erat.


"Apa kau sedih, Suamiku?" tanyanya lembut.


Liiu Donghai menggeleng, bukan itu yang dia rasakan saat ini.


"Aku merasa lega, Istriku. Akhirnya, kita berdua bisa meninggalkan Putra kita dengan tenang. Tak ada lagi, ha yang perlu kita khawatirkan sekarang." tutur Liiu Donghai yang membuat Ratu Xia Shi menjadi berwajah sendu.


"Semua sudah di takdirkan, Putra kita terlahir untuk harus menghadapi berbagai macam cobaan terlebih dahulu sebelum bisa menjadi Penguasa Langit yang adil dan bijaksana." ucap Ratu Xia Shi.


BOOMM!


Duarr!


Duarr!


"Ibu, Ayah!" panggil Liiu Yaoshan setelah membuka kedua matanya.


"Selamat, Nak! Akhirnya, kamu telah berhasil menyelesaikan pertapaan ini." ucap Liiu Donghai sambil tersenyum bangga.


"Ayah, tubuhku terasa semakin ringan sekarang." ucap Liiu Yaoshan mengutarakan kegembiraannya.


"Tentu saja, setelah kau menyerap seluruh kekuatan yang ada pada 'Batu Langit' kekuatanmu telah meningkat menjadi Tingkat Awal Penguasa." tutur Liiu Donghai yang membuat Liiu Yaoshan menjadi terkejut.


"Tingkat Awal Penguasa?!" Liiu Yaoshan setengah berteriak ketika mengatakannya.


Liiu Donghai mengangguk, lalu menerangkan tentang semua tingkatan kekuatan.


Di mulai dari Tingkatan Awal Penguasa, terus nanti Tingkatan Menengah Penguasa, dan terakhir Tingkatan Puncak Penguasa!


Dan sekarang, Liiu Yaoshan baru menyelesaikan tingkatan awal saja. Itu berarti, Liiu Yaoshan masih harus melakukan dua tahap lagi peningkatan.


"Tapi dulu, bukankah aku sudah menjadi sangat kuat, Ayah?" tanya Liiu Yaoshan heran.

__ADS_1


Di Istana Langit, dia berlatih dengan sangat keras. Dan akan sangat jarang sekali orang yang mampu untuk mengalahkannya di atas sana.


"Memang benar, kau dulu juga kuat, Putraku. Kekuatanmu dulu, ada di Tingkat Bakat Penguasa. Tapi kau harus ingat, Putraku. Kekuatanmu dulu sudah di hancurkan, dan sekarang, adalah awal dari kekuatanmu yang baru." tutur Liiu Donghai.


Liiu Yaoshan mengangguk patuh, dia baru tahu fakta ini sekarang. Meskipun begitu, Liiu Yaoshan tidak merasa menyesal kekuatannya yang dulu telang hilang.


Justru sebaliknya, Liiu Yaoshan semakin bersemangat ketika sang Ayah memintanya untuk meningkatkan kekuatannya lagi.


"Inti kekuatan 'Batu Langit' telah terserap sempurna ke dalam tubuhmu, sebentar lagi, 'Batu Langit' akan menghilang dan menyatu ke dalam kekuatan jiwamu." tutur Liiu Donghai yang membuat Putranya terkejut.


"Jika 'Batu Langit' menghilang, lalu bagaimana dengan kalian?" tanya Liiu Yaoshan dengan panik.


Ratu Xia Shi tersenyum, dia lalu mengusap rambut Putranya dengan lembut.


"Kami akan selalu ada untukmu, di sini!" ucap Ratu Xia Shi sambil menunjuk dada Liiu Yaoshan.


"Tidak, Ibu. Jangan!" ucap Liiu Yaoshan dengan mata yang mulai berembun.


"Kami sudah tidak memiliki raga, Nak. Hanya jiwa kami yang tersisa, itupun akan segera menghilang."


Setelah selesai mengucapkannya, tubuh Ratu Xia Shi dan juga Liiu Donghai mulai berpendar menjadi seberkas cahaya kuning keemasan.


"Tidak, Ayah, Ibu! Jangan!" teriak Liiu Yaoshan saat tubuh kedua orangtuanya sudah tak terlihat sama sekali di hadapannya.


Wuusshhh!


Cahaya kuning keemasan semakin menyilaukan mata. Liiu Yaoshan bahkan harus menghalangi kedua matanya dengan tangan.


"Tuan!" Yihua berteriak ketika tubuh Liiu Yaoshan tiba-tiba muncul di hadapannya.


Kakek Yan membuka mata, setelah mendengar Yihua berteriak.


"Ternyata, itu memang kau!" gumam Kakek Yan dengan mata berbinar menatap Liiu Yaoshan.


Liiu Yaoshan menurunkan tangannya yang tadi terangkat untuk menutupi kedua matanya yang terkena cahaya silau kuning keemasan.


"Ini ...," Liiu Yaoshan tertegun, ternya dirinya kembali ke tempatnya semula ketika terhisap ke dalam 'Batu Langit'.


"Senang bertemu denganmu, Penguasa!" ucap Kakek Yan yang secara tiba-tiba sudah berada di dekat Liiu Yaoshan.


Liiu Yaoshan tidak menjawab, dia hanya menatap penuh selidik kepada Kakek Yan dari atas sampai ke bawah kakinya.

__ADS_1


"Apa anda mengenal kedua orangtuaku?" tanya Liiu Yaoshan penasaran.


Kakek Yan mengangguk, jangankan kenal, dia bahkan sangat dekat dengan kedua orangtua anak muda di hadapannya saat ini.


__ADS_2