Penguasa Langit

Penguasa Langit
36. Kita kuning kedua.


__ADS_3

"Ambillah kitab ini, Penguasa muda!"


Kakek Yan menyodorkan sebuah kitab bersampul kuning keemasan.


Liiu Yaoshan tidak segera mengambilnya, dia hanya melirik sesaat lalu berbicara kepada Kakek Yan.


"Anda belum menjawab pertanyaanku, Kakek!" tegas Liiu Yaoshan.


Kakek Yan tersenyum, dia menjawab dengan masih mempertahankan posisi tangannya yang terulur ke arah Liiu Yaoshan.


"Tentu saja aku sangat mengenal kedua orangtuamu, Penguasa! Jangankan mereka, Kakek Dongyi saja aku mengenalnya. Ambillah!"


Kakek Yan menggerakkan tangan yang memegang kitab, dan meminta dengan paksa Liiu Yaoshan untuk menerimanya.


Setelah kitabnya di terima oleh Liiu Yaoshan, Kakek Yan kembali menjelaskan tentang jati dirinya.


"Aku adalah orang yang di tugaskan untuk melindungi kedua orangtuamu oleh Kakek Dongyi. Namun, setelah keadaan menjadi kacau, Ayahmu malah memintaku menetap di bukit Pian Lu untuk menjaga batu besar yang kini telah menghilang seiring dengan kemunculan anda, Penguasa muda!"


Liiu Yaoshan memperhatikan kitab yang berada di tangannya dengan teliti. Liiu Yaoshan seperti merasa tidak asing, dengan kitab bersampul kuning keemasan tersebut.


"Kitab ini, darimana kau telah mendapatkannya, Kakek?" tanya Liiu Yaoshan penasaran.


"Kakek Dongyi yang menitipkannya padaku!" Kakek Yan menjawab dengan tenang.


"Kakek?!"


"Benar, Kakek anda yang menitipkannya. Dia mengatakan, jika kitab ini adalah kitab lanjutan dari kitab rahasia yang pertama." tutur Kakek Yan.


Ingatan Liiu Yaoshan mundur ke beberapa bulan yang lalu, saat dirinya masih tinggal bersama dengan Kakek Dongyi.


Memang, Kakek Dongyi pernah memberikannya sebuah kitab rahasia. Warna dan bentuknya juga sama dengan kitab yang sedang di pegangnya saat ini.


"Kalau begitu, aku sangat berterima kasih padamu Kakek!" ucap Liiu Yaoshan sambil melipat tangan di dada sebagai tanda penghormatan.


"Tidak-tidak! Justru akulah yang seharusnya berterima kasih kepadamu, Penguasa muda. Dengan datangnya anda ke bukit Pian Lu, akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak. Aku tidak perlu merasa khawatir lagi, jika tugasku akan gagal. Jika sampai itu terjadi, bagaimana aku harus menjelaskannya kepada Kakek Dongyi nanti." tutur Kakek Yan merendah.


Liiu Yaoshan mengangguk puas, dia tidak pernah meragukan kemampuan Kakeknya untuk memilih orang kepercayaan.


Seperti Kakek yang di hadapannya saat ini contohnya, dia adalah bukti nyata, jika Kakek Dongyi bisa menilai orang dengan tepat.


Dan orang-orang yang di pilih oleh Kakeknya tersebut, belum pernah ada yang mencoba berkhianat. Walaupun, banyak dari mereka yang di goda dengan banyaknya harta dan tingginya jabatan.

__ADS_1


Mereka tetap setia sampai mati kepada Kakeknya!


"Kakek Yan, jadi pemuda ini adalah orang yang sering anda ceritakan?" tanya Pak Tua Ming dengan rasa penasaran yang tinggi.


Sedari tadi, Kakek Yan memanggil pemuda yang menolongnya dengan sebutan Penguasa muda.


Sebutan yang sering dia dengar ketika Kakek Yan bercerita, jika akan ada orang yang datang untuk membebaskan kota mereka dari pengaruh Wali Kota yang jahat.


"Kau benar, Mingyu. Kota Pian Lu sebentar lagi akan terbebas dari penderitaan. Jadi, bergembiralah!"


Kata-kata yang keluar dari mulut Kakek Yan bagai angin segar di telinga Pak Tua Ming.


Dia sangat menantikan saat-saat Kota Pian Lu tempat kelahirannya terbebas dari kekangan orang-orang jahat yang memanfaatkan kelemahan rakyat miskin.


Pak Tua Ming juga sangat berharap, jika pemuda yang di panggil Penguasa muda tersebut, akan dengan segera memberantas kejahatan Wali Kota Pian Lu dan membebaskan semua warganya.


"Kakek, bisakah aku meminta bantuanmu?" tanya Liiu Yaoshan tanpa ragu.


"Dengan senang hati, Penguasa muda!" jawab Kakek Yan hormat.


Liiu Yaoshan lalu menceritakan tentang rencananya yang ingin mempelajari kitab yang di berikan. Dan juga dia ingin menitipkan keselamatan Yihua kepada Kakek Yan, agar dia bisa dengan leluasa untuk fokus kepada peningkatan kekuatannya saja.


Kakek Yan 'pun menerima dengan baik permintaan dari Liiu Yaoshan. Sebagai orang kepercayaan Kakek Dongyi, Kakek Yan juga merasa memiliki kewajiban untuk memenuhi setiap permintaan Cucu majikannya tersebut.


Wusshhh!


Liiu Yaoshan mengaktifkan 'Pagoda Langit' lalu masuk ke dalam ruangan dimensi yang ada di dalamnya.


Swoosshhh!


Tubuh Liiu Yaoshan menghilang seketika bersamaan dengan redupnya pancaran sinar kuning keemasan.


Di dalam ruang dimensi, Liiu Yaoshan duduk di atas sebuah batu. Tangannya di silangkan di depan dada, persis mengikuti petunjuk yang tertulis di dalam kitab bersampul kuning.


Liiu Yaoshan memasuki kondisi hati yang sangat tenang, dia lalu memejamkan kedua matanya, dan memfokuskan pikiran hanya kepada tulisan yang dia baca sebelumnya di kitab pusaka.


Liiu Yaoshan merasakan ada kekuatan yang meresap masuk ke dalam tubuhnya. Kekuatan tersebut seakan memaksa untuk masuk ke dalam jalur meridiannya.


Keringat dingin mulai membanjiri tubuh Liiu Yaoshan sekarang. Entah sudah berapa lama dia berada di dalam ruangan dimensi saat ini.


Yang jelas, Liiu Yaoshan merasakan jika kekuatan di dalam tubuhnya semakin meningkat.

__ADS_1


Wusshhh!


Tanpa Liiu Yaoshan sadari, tubuhnya memancarkan sinar kuning keemasan yang berkilauan.


Seakan-akan, seluruh tubuh Liiu Yaoshan di lapisi dengan emas murni.


BOOMM!


Duarr!


Ledakan terjadi di titik meridiannya Liiu Yaoshan.


Kekuatannya kini telah meningkat, dan hanya perlu menunggu dia selesai bersemedi untuk mencoba kekuatannya yang baru.


BOOMM!


Dantian kekuatan Liiu Yaoshan kembali mengalami ledakan. Sudah di pastikan, jika Liiu Yaoshan kini akan bertambah kuat.


"Mata Langit!" teriak Liiu Yaoshan mencoba mengaktifkan kekuatan yang baru saja di dapatnya.


Swoosshhh!


Dari kedua mata Liiu Yaoshan keluar sinar berwarna kuning keemasan, menyerupai warna sinar yang memancar di tubuhnya.


"Hebat sekali! Dalam sekali serang, aku bahkan bisa menghancurkan sebuah gedung dengan sangat mudah." gumam Liiu Yaoshan penuh kekaguman.


"Eh, apa ini?!" Liiu Yaoshan tersentak saat melihat seluruh tubuhnya berkilauan seperti emas.


Liiu Yaoshan merasa sedikit khawatir dengan keadaan tubuhnya saat ini. Walaupun dia sudah bisa menebak, asal kilauan tubuhnya dari mana.


Namun, Liiu Yaoshan menjadi merasa risih juga, orang lain akan memandangnya aneh jika tubuhnya tetap memancarkan sinar berkilauan seperti itu.


Salah-salah nanti orang lain, akan menuduhnya memiliki ilmu sihir, atau menganggapnya sebagai orang aneh karena memiliki kelainan.


Namun, kekhawatiran Liiu Yaoshan akhirnya sirna sudah. Kulitnya berangsur-angsur kembali normal, dan sinar yang berkilauan perlahan menghilang dari tubuhnya.


"Luar biasa! Kulitku kembali normal" gumam Liiu Yaoshan dengan senang.


Krakk~


Seperti ada retakan saat kaki Liiu Yaoshan menyentuh lantai. Untung saja, lantai yang di injak Liiu Yaoshan tidak sampai pecah, karena dia masih berada di dalam ruang dimensi 'Pagoda Langit'.

__ADS_1


Mungkin jika di dunia luar, tanah akan terbelah hanya dengan tekanan sebelah kaki Liiu Yaoshan saja.


__ADS_2