Penguasa Langit

Penguasa Langit
32. Batu Langit.


__ADS_3

Kakek Yan terkekeh dengan sikap Pak Tua Ming yang tak mempercayai ucapannya.


" Sudahlah Mingyu, aku jelaskan 'pun kau tetap tidak akan mempercayaiku." ujar Kakek Yan.


Liiu Yaoshan merasa tertarik dengan percakapan yang di lakukan oleh Pak Tua Ming dan Kakek Yan.


Menurutnya, Kakek Yan pasti mengetahui sesuatu tentang kejadian yang menimpa warga Kota Pian Lu.


"Apa anda tahu sesuatu, Kakek?" tanya Liiu Yaoshan penuh dengan rasa penasaran.


"Percuma saja, aku beritahu 'pun kalian tetap tidak akan per ...,"


"Aku percaya!" Liiu Yaoshan langsung memotong ucapan Kakek Yan.


Kakek Yan menatap tajam ke arah Liiu Yaoshan yang saat ini berjalan ke arahnya.


"Aku tahu semua ucapanmu itu benar, Kakek. Bahkan, jika aku tidak salah menebak, kau juga tahu tentang keberadaan siluman di Kota Pian Lu ini, benar 'kan?"


Liiu Yaoshan berbicara tanpa memedulikan reaksi Pak Tua Ming yang terkejut setelah mendengar semua ucapannya.


"Siluman?! Di Kota Pian Lu, ada siluman?!'' kata Pak Tua Ming dengan panik.


Kakek Yan menarik nafas dalam. Dia lalu berbalik menghadap Liiu Yaoshan dan menjawab semua perkataannya dengan tenang.


"Aku tidak heran kau bisa menebaknya secara langsung, anak muda. Kekuatan tubuhmu sangatlah kuat, bahkan sangat kuat. Sampai-sampai, siluman yang kau sebutkan tadi, menjadi merasa waspada sekarang."


"Apa maksud anda?" tanya Liiu Yaoshan heran.


Kakek Yan bangkit, lalu kepalanya mendongak melihat ke arah langit.


"Kau yang sudah menghancurkan gedung Wali Kota, bukan? Jadi bersiaplah, karena siluman itu akan datang untuk mencarimu!" ucap Kakek Yan sambil menoleh ke arah Liiu Yaoshan.


Pak Tua Ming bergidik ngeri membayangkan jika harus bertemu dengan siluman yang dia sendiri belum tahu seperti apa wujud aslinya.


Sedangkan Liiu Yaoshan, terlihat seperti tidak terpengaruh sama sekali dengan ucapan Kakek Yan.


Keesokan harinya...


Liiu Yaoshan terbangun karena merasakan seperti ada kekuatan yang menarik dirinya untuk mendekati sebuah batu besar yang tak jauh dari tempat berbaring.


"Ada apa, anak muda?" tanya Kakek Yan saat melihat Liiu Yaoshan mendekati batu yang sudah di jaganya selama beberapa waktu tersebut.


"Aku tidak tahu, seperti ada kekuatan yang menuntunku untuk mendekati batu besar ini." balas Liiu Yaoshan sambil tangannya meraba-raba permukaan batu.


Kakek Yan menarik nafas berat, dia sudah menduga sebelumnya jika hal ini akan terjadi. Aura kekuatan Liiu Yaoshan ternyata hampir sama, dengan orang hang meninggalkan barangnya di batu besar.


"Semoga kau beruntung, anak muda." ucap Kakek Yan sambil menepuk bahu Liiu Yaoshan.

__ADS_1


Beberapa jam 'pun berlalu, tetapi, tidak ada keanehan apapun yang muncul di batu besar tersebut. Liiu Yaoshan mengerutkan alisnya tebal, dia juga masih merasa kebingungan dengan misteri di balik batu besar tersebut.


Apa yang terjadi? Jelas-jelas tadi aku merasakan kekuatan besar di dalam batu ini. Tapi sekarang, kenapa kekuatan itu lenyap? batin Liiu Yaoshan.


Dia berusaha berkonsentrasi dan kembali mencoba merasakan kekuatan yang ada di dalam batu besar.


Namun nihil, kekuatan yang tadi menariknya, seakan telah menghilang dan tak bisa lagi di rasakan olehnya.


"Hm, aneh sekali!" gumam Liiu Yaoshan kepada dirinya sendiri.


Liiu Yaoshan kembali memperhatikan setiap inci permukaan batu besar yang ada di hadapannya.


Sekilas, batu tersebut tampak seperti batu besar lainnya. Tidak ada yang istimewa!


Sudahlah! Sebaiknya, aku kembali ke tempatku saja, batin Liiu Yaoshan.


-Wuusshhh!_


Baru beberapa langkah saja, tubuh Liiu Yaoshan langsung terangkat ke udara.


Tubuhnya melayang-layang, seakan sendang berenang di atas permukaan air. Mengambang!


"Astaga!" seru Kakek Yan saat melihat sebuah cahaya keluar membungkus tubuh Liiu Yaoshan yang kini melayang-layang di permukaan.


Siapa kau sebenarnya, anak muda? Mengapa, 'Batu Langit' sangat menyukaimu? batin Kakek Yan.


_Wuusshhh!_


Keanehan apalagi, ini? batin Liiu Yaoshan.


Dia berusaha mengendalikan tubuhnya agar tak semakin tertarik oleh kekuatan yang keluar dari batu besar tersebut.


Namun percuma saja, semakin Liiu Yaoshan berusaha, semakin kuat tarikan kekuatan yang keluar dari dalam batu besar. Hingga akhirnya, Liiu Yaoshan kehilangan keseimbangan, dan tubuhnya tersedot masuk ke dalam batu.


"Apa?! Bagaimana mungkin?!" Kakek Yang seakan tidak mempercayai penglihatannya sendiri.


Dia lalu berjalan mendekati batu besar, dan berjalan mengelilingi batu tersebut selama beberapa putaran.


"Tidak mungkin!" gumam Kakek Yan sambil terus berjalan memutari batu.


Sedangkan yang terjadi kepada Liiu Yaoshan setelah tubuhnya tersedot adalah, dia kini berada si sebuah ruangan luas yang sangat gelap.


"Di mana aku sekarang?" gumam Liiu Yaoshan dengan perlahan.


Dia ingin menggunakan kekuatannya untuk kembali ke tempat semula, namun tidak bisa. Liiu Yaoshan lebih mengkhawatirkan keadaan Yihua di luaran sana, daripada mengkhawatirkan dirinya sendiri yang kini terjebak di dalam ruang gelap yang Liiu Yaoshan tak tahu keberadaannya di mana.


-Swoosshhh!_

__ADS_1


Sebuah cahaya kuning melayang dengan cepat menyambar ke arah dadanya.


Liiu Yaoshan mengelak dengan cepat, menghindari serangan cahaya kuning tersebut.


_Swoosshhh!_


Kembali, sinar kuning menyerang. Kali ini, cahaya kuningnya lebih besar, dan juga lebih lebar dari sebelumnya.


_Duarr!_


Terdengar ledakan yang tidak terlalu besar di belakang Liiu Yaoshan.


_Swoosshhh!_


_Swoosshhh!_


Cahaya kuning kini menyambar semakin besar dan menyilaukan mata. Namun, lagi-lagi, Liiu Yaoshan dapat menghindari serangan cahaya tersebut.


_Duarr!_


Suara ledakan, persis seperti sebelumnya, kembali terdengar jelas oleh Liiu Yaoshan.


Tubuh Liiu Yaoshan telah di banjiri oleh keringat, karena terus berusaha menghindar dari serangan cahaya kuning yang keluar dari ruang hampa.


Tidak hanya sekali atau dua kali saja cahaya kuning tersebut menyerang tubuh Liiu Yaoshan. Tapi sampai beberapa kali, hingga membuat kekuatan Liiu Yaoshan terkuras habis.


Bahkan anehnya, Liiu Yaoshan sampai tidak kuat untuk berdiri dengan tegak. Sangat aneh!


Kekuatan Liiu Yaoshan yang tak pernah ada habisnya, kini bagaikan tersedot keluar tak bersisa.


"Gawat! Tenagaku sudah hampir terkuras!" gumam Liiu Yaoshan yang mulai merasa panik.


Ini belum pernah terjadi sebelumnya di kehidupan Liiu Yaoshan.


Biasanya, dia akan tetap fokus dan juga tenang dalam menghadapi serangan apapun.


Namun sekarang, tubuhnya seakan tidak memiliki tenaga sedikitpun.


_Swoosshhhh!_


Cahaya kuning kembali menyerang. Kali ini, tidak ada kesempatan untuk Liiu Yaoshan dapat menghindar dari serangan cahaya misterius tersebut.


"Agghhhh!"


Liiu Yaoshan berteriak dengan keras setelah cahaya kuning berhasil menembus permukaan kulitnya.


Dengan sisa-sisa tenaganya, Liiu Yaoshan berusaha untuk bangkit dan menjauh dari serangan cahaya kuning yang berikutnya.

__ADS_1


"Agghhhh!"


Lagi dan lagi, cahaya kuning yang keluar dari ruang hampa menembus permukaan kulit Liiu Yaoshan.


__ADS_2