Penguasa Langit

Penguasa Langit
27. Keluar dari hutan.


__ADS_3

"Apa kau mengenaliku sekarang, Laohu?" ucap Liiu Yaoshan sambil melirik ke arah hewan kesayangannya waktu di Istana Langit.


AAUUUMMM!


Laohu mengaum keras, hingga hewan-hewan raksasa di hutan monster menjadi ketakutan karena aumannya yang menakutkan.


"Maafkan aku, Tuan Liiu! Aku hampir saja berbuat kesalahan, karena ingin menyerang Tuan!" ucapan Laohu berubah sopan seiring kepalanya yang tertunduk patuh.


"Aku yang harusnya minta maaf! Karena kekuatanku yang lemah, hingga membuatmu menjadi semenderita ini!" ucap Liiu Yaoshan sambil mengelus puncak kepala Laohu.


Yihua, yang menyaksikan kejadian tersebut. Menjadi merasa takjub dengan sikap Liiu Yaoshan. Bukan hanya kuat, Liiu Yaoshan juga memiliki hati yang baik, dan juga tulus.


Buktinya, hewan buas seperti harimau raksasa di hadapannya, memiliki kesetiaan yang sangat besar. Itu menandakan Liiu Yaoshan, tidak pernah berbuat kasar kepada setiap makhluk hidup yang berada di dekatnya.


"Maaf, Tuan! Tadi saya sempat mendengar, jika anda ingin pergi ke pegunungan selatan, apa itu benar? jika di perbolehkan, ijinkan hamba yang mengantar Tuan kesana." ucap Laohu sambil menggesek-gesek kepalanya yang besar ke tangan Liiu Yaoshan.


Tingkah Laohu, sama persis seperti kucing kecil kepada majikannya. Jiwa hewan tidak akan pernah berubah, mau itu kucing besar, kucing kecil, atau raksasa sekalipun, pasti sama. Penurut, jika bertemu dengan majikan yang pas.


Liiu Yaoshan tersenyum, lalu berbicara dengan kasih kepada Laohu, hewan kesayangannya.


"Akan sangat merepotkan membawamu dengan wujud yang sebesar ini, Laohu!"


Ucapan Liiu Yaoshan tak urung membuat Laohu merasakan kesedihan.


Pasalnya, dia sudah sangat senang bisa bertemu lagi dengan Liiu Yaoshan.


Tapi sekarang, kesenangannya itu seakan ingin di renggut paksa darinya.


"Apa Tuan ingin meninggalkanku lagi?" ucap Laohu yang berubah menjadi suram.


"Aku tidak mengatakannya!"


Wajah besar Laohu tampak kebingungan dengan ucapan Liiu Yaoshan.


"Maksud, Tuan?" tanya Laohu heran.

__ADS_1


"Aku akan membiarkanmu masuk ke dalam 'Pagoda Langit' milikku, bagaimana?"


Selain tempat mengurung Iblis dan Siluman, 'Pagoda Langit juga bisa di alih fungsikan menjadi tempat tinggal sementara untuk Laohu.


Walaupun terlihat kecil. Faktanya, masih tersisa banyak ruangan kosong di dalam 'Pagoda Langit' dan Liiu Yaoshan bisa dengan bebas memilih ruangan mana saja yang akan dia gunakan untuk memasukkan Iblis atau Siluman yang dia inginkan.


Dan untuk Laohu, Liiu Yaoshan memilik tempat khusus yang juga bisa membuat Laohu merasa nyaman berada di dalam sana.


Tempat yang hampir sama seperti hutan, namun mengandung banyak energi di dalamnya, agar Laohu bisa lebih mudah meningkatkan kekuatan.


"Hamba setuju, Tuan! Asalkan hamba selalu berada bersama-sama dengan, Tuan. Tidak masalah, hamba akan di tempatkan di mana saja." ucap Laohu dengan perasaan senang karena akhirnya dia bisa kembali bertemu dengan Liiu Yaoshan dan tidak akan terpisahkan lagi.


"Sekarang, masuklah!" Liiu Yaoshan langsung membuka gerbang jiwa menuju 'Pagoda Langit'


Tanpa banyak bertanya lagi, Laohu langsung masuk dan menghilang dari pandangan.


Setelah membereskan masalah Laohu, Liiu Yaoshan lalu menyatukan lengan di depan dada dengan mata yang terpejam. Sama persis dengan orang yang sedang melakukan pertapaan.


Setelah beberapa menit, Liiu Yaoshan mendorong kedua tangannya ke atas. Dan ....


_Wuusshhh!_


Bahkan hutan yang tadinya kelam, berubah menjadi hutan hijau yang menyegarkan.


"Penguasa!" Yihua berlari menghampiri Liiu Yaoshan dengan pancaran kekaguman di matanya.


Berkali-kali Yihua harus menahan debaran di dalam dadanya, yang entah kenapa sekarang sering muncul ketika dirinya terus menatap wajah Liiu Yaoshan.


"Ayo, kita pergi dari hutan ini, Nona!" ajak Liiu Yaoshan sambil melangkahkan kakinya.


Yihua tanpa banyak bicara lagi langsung mengikuti langkah Liiu Yaoshan. Dia berubah menjadi gadis penurut, dan juga pemalu. Tidak seperti pertama kali waktu dia memutuskan untuk ikut.


Setelah keluar dari area hutan, akhirnya mereka berdua sampai di sebuah kota kecil yang sangat ramai oleh antrian para pendatang.


"Anak muda! Karena kau datang paling terakhir, maka kau juga harus mengantri di urutan paling belakang." tegur seorang pria yang antriannya di dahului oleh Liiu Yaoshan yang tidak tahu menahu dengan peraturan tersebut.

__ADS_1


"Maafkan aku, Paman. Aku akan pergi sekarang!"


Liiu Yaoshan 'pun pergi ke deretan antrian paling belakang, setelah meminta Yihua untuk berdiri di urutan kedua paling akhir sebelum dirinya.


"Tiket masuknya masing-masing orang sepuluh koin emas! Anak kecil tujuh koin emas!" ucap penjaga kota kepada setiap orang yang mengantri.


Jumlah itu sebenarnya terlalu besar, untuk orang-orang miskin seperti mereka. Namun, karena untuk memasuki kota, mereka tidak memiliki cara lain selain memberikan koin-koin emas tersebut.


Tiba gilirannya Yihua dan juga Liiu Yaoshan, yang harus membayar dengan jumlah yang sama kepada para penjaga.


Setelah berhasil, dan mereka di perbolehkan memasuki kota. Liiu Yaoshan merasa tercengang dengan penampakan isi kota, yang di penuhi oleh orang-orang yang terkapar dan di biarkan berbaring di tanah, tanpa ada alas yang menghalangi tubuh mereka dari kotoran dan debu.


"Ada apa ini? Mengapa semua orang tidur di atas tanah?" Yihua berkata dengan pelan hatinya begitu terhiris melihat orang-orang seperti itu.


Karena penasaran, Liiu Yaoshan mencoba bertanya kepada pria yang sedang lewat di hadapannya.


"Maaf, Paman. Kalau boleh tahu, ada masalah apa ini? Mengapa semua orang berbaring di tengah jalan?" tanya Liiu Yaoshan dengan perasaan tidak karuan.


"Mereka semua miskin, anak muda! Mereka tidak memiliki rumah, ataupun uang untuk membeli makanan. Makanya mereka tidur di sana!" jawab si pria tersebut.


"Apa mereka juga pendatang, sama sepertiku?" tanya Liiu Yaoshan lagi.


"Jika pendatang, mereka tidak akan semiskin ini!"


"Apa maksudnya, Paman?" Liiu Yaoshan tidak mengerti dengan jawaban pria tersebut.


"Coba kau lihat orang itu, anak muda! Dia baru saja datang, dan langsung berbaring di tanah 'kan?" tunjuk si pria kepada salah satu orang yang melakukan hal yang di sebutkannya.


"Iya, aku melihatnya, Paman." jawab Liiu Yaoshan keheranan.


Apa hubungannya, orang yang baru datang tersebut dengan pertanyaannya, pikir Liiu Yaoshan.


"Orang itu, baru saja kehilangan rumah, dan uangnya untuk berjudi. Dan akhirnya, dia harus tidur di atas sana." tutur si pria tadi.


Liiu Yaoshan mengernyit, sungguh tidak masuk akal pikirnya. Bagaimana mungkin semua warga di sini melakukan perjudian hingga harus rela menjadi seperti ini?

__ADS_1


"Paman, apa yang di lakukan Wali Kota, melihat warganya seperti ini?" Liiu Yaoshan penasaran dengan tindakan yang di lakukan pegawai pemerintahan dengan keadaan rakyatnya.


"Sstttt! jangan keras-keras, anak muda! Bahaya!" bisik si pria tersebut sambil menempelkan ujung jari telunjuknya di bibir.


__ADS_2