
_Shuttt!_
_Shuttt!_
Kembali beberapa batu kerikil melesat ke arah para anak buah Wu Tian yang masih tersisa.
"Aghhh!"
"Aghhh!"
Satu-persatu, teriakan demi teriakan terus bergema di tempat itu yang keluar dari mulut para anak buah yang di bawa Wu Tian.
"Bajingan! Siapa kau? Tunjukkan dirimu di hadapanku" Wu Tian semakin panik ketika anak buahnya sudah jatuh bergelimpangan.
_Wuusshhh!_
Tiba-tiba angin berhembus kencang, dan detik berikutnya Liiu Yaoshan sudah berdiri tegak di hadapannya Wu Tian.
"Apa kau merindukanku?" tanya Liiu Yaoshan dengan senyum sinis menghiasi wajahnya.
"Kau?!" Wu Tian nampak terkejut dengan kemunculan Liiu Yaoshan.
Bukan hanya terkejut saja, Wu Tian juga menjadi panik setelah mengetahui orang yang melempar kerikil itu ternyata adalah Liiu Yaoshan.
" Kenapa? Terkejut? takut? atau apa?" ejek Liiu Yaoshan yang semakin membuat Wu Tian ketakutan
"Dengar, anak muda! Aku tidak memiliki masalah denganmu, jadi tolong, jangan campuri lagi urusanku di sini." ucap Wu Tian memberanikan diri berkata seperti itu kepada Liiu Yaoshan.
Mendengar ucapan pria di hadapannya, membuat Liiu Yaoshan menjadi terkekeh.
"Tuan-Tuan! Jelas-jelas kau tadi berteriak memanggilku, tapi sekarang, kau malah memintaku untuk tidak mencampuri urusanmu. Sungguh lucu sekali!
Apa kau pikir aku memiliki banyak waktu senggang? sampai-sampai kau perlakukan aku layaknya hewan peliharaan? Yang dengan sesuka hati bisa kau panggil, dan kau usir kapanpun kau inginkan?"
Tubuh Wu Tian menjadi gemetar setelah mendengar perkataan dari Liiu Yaoshan.
Bukan seperti itu maksud Wu Tian, dia hanya tidak ingin pemuda kuat di hadapannya ini tidak ikut campur dalam urusannya dengan perguruan pedang besi yang di pimpin oleh Shi Yuwen.
"Anak muda, dengarkan aku dulu!" Wu Tian berusaha membantah ucapan Liiu Yaoshan.
"Tidak, aku tidak ingin mendengarkanmu!" tolak Liiu Yaoshan mentah-mentah.
"Hey, kau anak muda! Tidak peduli kau ingin mendengarkanku atau tidak! Yang jelas, ini adalah dendam antara perguruan pedang sakti melawan perguruan pedang besi! Dan kau, jangan berlaga sombong di hadapanku! Memangnya, hanya kau saja yang memiliki kekuatan? Aku juga punya!
Lihat saja, kalau aku sudah mendapatkan 'kitab alam semesta' aku akan menyingkirkanmu hanya dengan satu kedipan mata!" Entah datang darimana keberanian Wu Tian sekarang, hingga dia berani berkata lantang di hadapan Liiu Yaoshan
Shi Yuwen dan Yihua saling melirik satu sama lain menyaksikan kebodohan yang di lakukan pemimpin perguruan pedang sakti saingan mereka.
Bukan hanya menantang, Wu Tian bahkan menyinggung tentang 'Kitab alam semesta' yang sudah jelas-jelas menjadi milik pemuda asing di hadapan mereka tersebut. Dasar bodoh!
"Aku sangat beruntung sekali jika itu benar-benar terjadi, Tuan!" ucap Liiu Yaoshan yang terdengar sebagai sebuah ejekan di telinga Wu Tian.
__ADS_1
"Jangan mengejekku, sialan!" bentak Wu Tian semakin berani.
"Kapan aku mengejekmu?" tanya Liiu Yaoshan yang membuat Wu Tian semakin kesal.
"Jangan banyak bicara! Enyah kau dari sini!"
_Wushh!_
_SRIINNGGG!_
Dalam satu detik, Wu Tian sudah melesat ke arah Liiu Yaoshan dan mencabut pedang sakti dari sarungnya.
"Rasakan ini! Pedang sakti cahaya!"
_Swosshhh!_
Cahaya menyilaukan keluar dari ujung pedang sakti milik Wu Tian, dan langsung mengarah kepada Liiu Yaoshan yang sedang berdiri dengan tenang.
BOOM!
BOOM!
BOOM!
Ledakan beberapa kali terjadi saat cahaya yang melesat keluar dari ujung pedang Wu Tian menghantam tanah kosong hingga menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat.
Lubang dalam yang menganga, langsung terlihat begitu debu-debu yang beterbangan mulai hilang terbawa angin.
Liiu Yaoshan kini sedang berdiri kokoh di atas sebuah dahan pohon beberapa meter dari tempat ledakan tadi.
"Brengsek! Jangan harap kau bisa lolos kali ini, bajingan!"
Wu Tian mengarahkan kembali ujung pedang ke tempat di mana Liiu Yaoshan sedang berada sekarang.
_Swosshhh!_
BOOM!
BOOM!
Kembali, ledakan terjadi secara berturut-turut di susul dengan debu yang berhamburan menutupi pemandangan area di sekitarnya.
"Aku di sini!"
_Swosshhh!_
BOOM!
"Di sini!"
_Swosshhh!_
__ADS_1
"Aku sudah di sini!"
_Swosshhh!_
BOOM!
Berkali-kali, Liiu Yaoshan berpindah-pindah tempat. Dan berkali-kali itu juga, Wu Tian melesatkan serangan ke arahnya.
Namun tetap saja serangan Wu Tian tidak ada satupun yang mengenai tubuh Liiu Yaoshan.
Wu Tian malah semakin merasa kelelahan sekarang, sedangkan Liiu Yaoshan masih tetap mempermainkan Wu Tian dengan secara terus-terusan berpindah tempat sesuka hatinya.
Bukan tanpa sengaja, Liiu Yaoshan melakukan hal seperti itu. Dia hanya ingin membuat Wu Tian kelelahan secara pisik dan mentalnya, baru setelah itu Liiu Yaoshan akan meringkus Wu Tian dan memberinya pelajaran yang berharga yang tidak akan pernah Wu Tian lupakan sepanjang hidupnya.
"Jika kau memang seorang kstaria, berhenti, dan lawan aku dengan kemampuanmu!" teriak Wu Tian dengan geram setelah puluhan kali dia menyerang namun musuhnya masih tetap bugar tanpa terluka sedikitpun.
"Bagaimana aku bisa dengan leluasa melawanmu! Baru begini saja kau sudah lelah, Tuan!" balas Liiu Yaoshan sambil duduk dengan tenang di atas sebuah batu.
"Jangan menghinaku!" bentak Wu Tian kembali berniat memberikan serangan.
Namun gerakannya kalah cepat oleh Liiu Yaoshan yang saat ini sudah menotok beberapa titik di tubuhnya hingga Wu Tian sudah tidak bisa lagi menggerakkan anggota tubuhnya.
"Kita sudahi saja permainan ini! Aku sudah harus pergi sekarang!" ucap Liiu Yaoshan sambil melirik ke arah Shi Yuwen yang berdiri tak jauh darinya.
"Baiklah, Tuan Penguasa! urusan ketua perguruan pedang sakti, biarkan hamba yang mengurusnya sendiri!" ucap Shi Yuwen sambil merunduk patuh.
Penguasa?! Apa maksudnya?! Wu Tian tercekat dengan panggilan Shi Yuwen.
"Baguslah kalau begitu, Paman. Aku serahkan masalah ini padamu!" balas Liiu Yaoshan sambil mulai melangkah pergi.
"Tunggu!"
Tak di sangka, Yihua justru menghentikan langkah kaki dari Liiu Yaoshan.
"Katakan, Nona?!" ucap Liiu Yaoshan tanpa memalingkan pandangannya.
"Penguasa, jika di bolehkan, aku ingin ikut menjadi bagian dalam perjalananmu!"
Ucapan Yihua sontak membuat Kakeknya Shi Yuwen, merasa terkejut dengan keputusan sang cucu perempuannya.
Selain Yihua, Shi Yuwen tak lagi memiliki kerabat yang lain. Yihua, adalah cucu satu-satunya Shi Yuwen yang selalu menemaninya selama ini.
Jika Yihua pergi, siapa yang akan menemani masa tuanya Shi Yuwen kelak?
"Aku tidak bisa! Paman Shi Yuwen lebih membutuhkanmu, jadi tetaplah tinggal bersamanya!"
Liiu Yaoshan menolak keras permintaan Yihua yang ingin ikut bersamanya.
"Aku tetap ingin ikut! Aku tidak bisa secara terus-terusan tinggal di sini! Aku ingin melihat dunia luar! Aku ingin memiliki banyak pengalaman!" ucap Yihua setengah berteriak kepada Liiu Yaoshan.
Shi Yuwen terhenyak, ucapan cucunya memanglah benar adanya. Dia tidak bisa terus menerus tinggal di sini bersamanya. Dia masih muda, masih butuh banyak pengalaman hidup. Egois sekali dirinya jika tetap menahan Yihua untuk tetap tinggal bersamanya, pikir Shi Yuwen.
__ADS_1