
_wuusshhh!_
Liiu Yaoshan langsung menghilang dan muncul di hadapan Siluman yang sedang bersembunyi.
"Kau! Bagaimana kau bisa menemukanku?" Siluman merasa panik karena persembunyiannya telah di ketahui oleh orang yang mengejarnya.
"Memangnya kenapa kalau aku bisa menemukanmu dengan mudah? Takut?" tanya Liiu Yaoshan dengan nada santai.
"Hehhh, siapa bilang aku takut?" Balas si siluman.
"Benarkah? Kalau tidak takut, kenapa lari?" Cibir Liiu Yaoshan.
Si Siluman merasa geram dengan cibiran yang di berikan oleh lawan bicaranya.
"Brengsek! Aku itu bukan lari!" Bantah si Siluman.
Sebenarnya, si Siluman memang merasa takut dengan Liiu Yaoshan.
Sewaktu masih dalam pengejaran saja, kekuatan si Siluman seperti terhisap oleh sesuatu, yang ada di dalam tubuh Liiu Yaoshan.
Jika di tanya sesuatu itu apa? si jelmaan Siluman sendiri, tidak mengetahuinya. Tapi yang jelas, ada yang harus di waspadai dari diri Liiu Yaoshan.
"Lalu apa?" Liiu Yaoshan berpura-pura merasa penasaran. Meskipun begitu, si jelmaan Siluman tetap merasa jika Liiu Yaoshan sedang mengejeknya.
"Itu bukan urusanmu!" Lama-kelamaan si jelmaan siluman jengkel juga dengan Liiu Yaoshan yang banyak tanya.
"Kau benar, itu bukanlah urusanku! urusanku yang sebenarnya adalah gadis yang kau culik di desa tadi. Serahkan dia padaku! Kalau tidak ...,"
"Kalau tidak apa?" Ucap si jelmaan Siluman setengah berteriak.
"Aku akan memberimu dua pilihan. Yang pertama, kau serahkan gadis itu, dan aku akan memberikan keringanan hukumanmu. Yang kedua, kau bisa mencoba melawanku terlebih dahulu. Tapi aku sarankan, sebaiknya kau mengambil pilihan yang pertama." Ucap Liiu Yaoshan sambil mengelus-elus dagunya yang tanpa jenggot sehelaipun.
"Kau ...," Si jelmaan Siluman ingin berusaha menutupi kegugupannya, tapi tetap tidak bisa.
Sejak awal, si jelmaan Siluman sudah berusaha mengukur sejauh mana kekuatan lawannya.
Namun, semakin dia mencoba, kekuatannya semakin melemah. Seperti ada magnet, yang menarik paksa kekuatannya secara besar-besaran.
Liiu Yaoshan tersenyum sinis kepada jelmaan si jelmaan Siluman. "Aku tahu wujud aslimu! Kau itu sebenarnya Siluman kelelawar, 'kan? Siluman yang berkekuatan paling rendah di antara yang lainnya. Kau sengaja menculik, dan menjadikan para gadis sebagai tumbal, agar kekuatanmu bisa menyaingi yang lain. Dan kau juga berharap, akan bisa naik tingkat menjadi Siluman paling di takuti di dunia ini. Benar?"
Si jelmaan Siluman menjadi terkejut lawannya bisa mengetahui jati dirinya yang asli.
"Siapa kau? Bagaimana kau bisa tahu, kalau aku adalah Siluman kelelawar?" tanya si jelmaan Siluman dengan heran.
"Wujudmu bisa berubah, bau tubuhmu, tidak!" jawab Liiu Yaoshan dengan tenang.
Si jelmaan Siluman kehabisan akal. Dia tidak bisa menyerang, karena kekuatannya seperti sudah terblokir, dan tak bisa dia gunakan untuk menyerang.
__ADS_1
Seperti yang Liiu Yaoshan katakan sebelumnya. Siluman kelelawar memang yang paling lemah di antara Siluman yang lain.
"Manusia! Aku akan menyerahkan gadis itu padamu. Tapi aku mohon, biarkan aku pergi. Aku janji, aku tidak akan datang lagi ke tempat ini." si jelmaan Siluman kelelawar akhirnya mengaku kalah sebelum melakukan perlawanan kepada Liiu Yaoshan.
Melawan 'pun juga percuma, dari auranya Liiu Yaoshan saja, sudah mampu membuat si jelmaan Siluman kelelawar menjadi ketar-ketir.
"He-he! Aku sudah bilang, akan meringankan hukuman. Bukan melepaskan!" Liiu Yaoshan merasa lucu dengan ekspresi ketakutan yang di perlihatkan si jelmaan Siluman kelelawar saat ini.
"Manusia, tolong dengarkan aku dulu. Aku bisa memberikan apapun yang kau inginkan. Kekayaan, kemuliaan, dan juga kedudukan yang tinggi. Asalkan kau mau melepaskanku kali ini, aku janji akan memberikanmu semuanya." Si jelmaan siluman kelelawar mulai membujuk Liiu Yaoshan.
"Sayangnya, aku tidak tertarik!" Jawab Liiu Yaoshan dengan singkat.
Si jelmaan Siluman kelelawar merasa kecewa dengan penolakan lawannya.
Dia sudah berjuang sejauh ini untuk menaikkan kekuatan. Tapi di hadapan seorang manusia biasa seperti Liiu Yaoshan, kekuatan yang secara susah payah dia dapat, tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan kekuatan sang lawan.
"Baiklah, baiklah, aku akan menyerahkan gadis itu!" Ucap si jelmaan Siluman kelelawar pasrah. Lalu dia menunjukkan kepada Liiu Yaoshan, tempatnya menyembunyikan si gadis desa.
Saat Liiu Yaoshan lengah karena sedang berusaha menyadarkan si gadis desa. Siluman jelmaan kelelawar menggunakan kesempatan ini, untuk bisa lolos dari ancaman hukuman yang akan di berikan oleh Liiu Yaoshan.
_Wuusshhh!_
Dengan cepat, si jelmaan siluman kelelawar terbang menembus gelapnya malam.
Setelah berada cukup jauh, si jelmaan siluman kelelawar berhenti di salah satu cabang pohon yang lumayan besar.
Namun tiba-tiba, cahaya kuning keemasan yang sangat menyilaukan, menyelimuti tubuh si jelmaan Siluman kelelawar.
"Ehh, apa ini? kenapa tubuhku seperti tertarik?" ucap si jelmaan Siluman sembari tangannya berpegangan erat ke cabang pohon agar tubuhnya tetap seimbang.
Di dalam kepanikan, terdengar suara yang sudah tak asing lagi baginya.
"Karmamu sudah dekat! Sejauh apapun kau berlari, kau tidak akan bisa menghindarinya!"
_Wuusshhh!_
Selepas suara itu menghilang, tekanan di tubuh si jelmaan Siluman kelelawar semakin berat. Dan tubuhnya, semakin tertarik mundur ke belakang dengan kecepatan yang melebihi kemampuan terbangnya sendiri.
"Tiidaaakkkkk!"
"Jaaannggaann!"
"Aagghhhhh!"
Teriakan panjang si jelmaan siluman kini menghilang seiring dengan terhisapnya tubuh si Siluman ke dalam 'Pagoda Langit' milik Liiu Yaoshan.
'Pagoda Langit' berputar-putar di udara sebelum akhirnya menyatu kembali ke dalam tubuh Liiu Yaoshan, dan cahaya kuning keemasan yang menyilaukan juga ikut lenyap dari pandangan.
__ADS_1
"Selesai!" Ucap Liiu Yaoshan perlahan lalu berjalan menghampiri gadis yang masih terbujur pingsan.
Liiu Yaoshan mengarahkan telapak tangannya ke kening si gadis, dan mengalirinya dengan ilmu tenaga dalam.
Siluman kelelawar tadi, sudah membuat gadis itu pingsan menggunakan ilmu sihirnya. Jadi Liiu Yaoshan, berusaha menyingkirkan sisa ilmu sihir itu di dalam tubuh si gadis.
Begitu mata si gadis terbuka, gadis itu langsung berteriak ketakutan melihat Liiu Yaoshan berada di hadapannya.
"Siapa kau? Jangan dekati aku?" Begitu teriakan si gadis tersebut.
Liiu Yaoshan menjawab ucapan si gadis dengan tersenyum lembut.
"Aku bukan siapa-siapa! Bangunlah! Aku akan mengantarmu pulang sekarang!"
Entah kenapa, perasaan si gadis menjadi lega seketika setelah mendengar suara Liiu Yaoshan yang terasa menenangkan.
"Baik!" Ucapnya patuh.
Liiu Yaoshan lalu menyuruh si gadis menutup mata, dan langsung membawanya pulang dengan ilmu teleportasi.
Karena jika membawa gadis itu terbang, akan sangat merepotkan bagi Liiu Yaoshan.
Bukan hanya harus di gendong, tapi warga desa akan menuduhnya sebagai komplotan dari siluman kelelawar tadi.
Liiu Yaoshan tidak ingin menanggung resiko jika harus melawan warga desa, mereka tidak bersalah, dan hanya bersikap waspada saja.
_Wuusshhh!_
Tubuh Liiu Yaoshan dan si gadis, kini telah berada di bawah bukit yang jaraknya lumayan dekat dengan perbatasan desa.
Sengaja Liiu Yaoshan muncul di sana. Karena kalau dia muncul secara tiba-tiba di hadapan warga, mereka pasti akan sangat terkejut.
"Itu Putrimu bukan, Bibi Tao?" Chu Zhen orang yang pertama kali melihat Liiu Yaoshan berjalan bersama gadis Putrinya Bibi Tao.
"Putriku!" Bibi Tao tidak menjawab, dia langsung berlari menghampiri sang Putri dan memeluknya.
"Terima kasih, Tuan muda!" Ucap Bibi Tao dengan mata berkaca-kaca.
Chu Zhen merasa malu dengan Liiu Yaoshan. Sikapnya tadi terlalu kasar, dan terlalu meremehkan kemampuan anak muda di hadapannya ini.
"Anak muda, aku ingin meminta maaf." Chu Zhen akhirnya bersuara meskipun dengan sangat pelan.
"Tidak apa-apa, Paman! Aku mengerti!" Jawab Liiu Yaoshan tegas dan lugas.
Karena kesalahpahaman sudah di luruskan, akhirnya Liiu Yaoshan di persilahkan untuk masuk dan melewati desa mereka.
Tidak hanya itu, Liiu Yaoshan juga di jamu dengan hormat oleh Bibi Tao dan Putrinya sebagai tanda terima kasih karena telah menyelamatkan, dan mengantar Putri Bibi Tao dengan selamat.
__ADS_1