
KWAAAKKK! KWAAAKKK!
Burung elang raksasa kembali mengeluarkan suaranya yang mengerikan. Dia terus berputar-putar di atas Yihua, dan juga Liiu Yaoshan seakan sengaja sedang mengincar mereka.
Ada apa dengan burung raksasa ini? Mengapa dia terus berputar-putar di atas? jika memang sedang mencari mangsa, bukan hal sulit bagi burung ini menyerang kami! bati Liiu Yaoshan.
"Penguasa, ada apa? Burung itu sepertinya sedang sedih!" ucap Yihua sambil memperhatikan kedua mata burung elang yang terus berputar-putar di udara.
"Apa katamu?! burung itu sedih?!" Liiu Yaoshan semakin menguatkan kecurigaannya.
Aku yakin! Pasti ada sesuatu yang terjadi di hutan ini! batin Liiu Yaoshan.
"Nona, ayo, ikuti aku!" ajak Liiu Yaoshan sambil berjalan penuh waspada.
Yihua tanpa banyak bicara, langsung mengikuti langkah Liiu Yaoshan. Dia juga melakukan hal yang sama, waspada! karena di takutkan akan ada lagi hewan raksasa yang kembali muncul di hadapan mereka berdua seperti sebelumnya.
Walaupun, kedua hewan raksasa tersebut tidak berusaha menyerang mereka, tidak menutup kemungkinan jika hal itu tidak akan terjadi nanti.
AAUUUMMM!
Saat baru beberapa kali melangkah, terdengar suara auman harimau yang sangat kencang.
"Penguasa ...," Yihua berlindung di balik tubuh Liiu Yaoshan karena merasa ketakutan dengan suara hewan tersebut.
Yihua menebak, jika harimau yang akan muncul kali ini ukurannya pasti akan sama dengan dua hewan raksasa sebelumnya.
"Tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa." ucap Liiu Yaoshan sambil merentangkan tangan untuk menutupi menghalau bahaya yang akan menyerang.
Suara harimau tersebut semakin mendekat, tanah seakan bergetar ketika sebuah bayangan tubuh hewan yang sangat besar berhenti di hadapannya Liiu Yaoshan.
"Sial!" rutuk Liiu Yaoshan saat melihat penampakan hewan raksasa di depannya.
Ukuran harimau itu tidak tanggung-tanggung, taringnya saja sudah mampu membuat bulu kuduk Liiu Yaoshan berdiri. Apalagi cakar-cakarnya yang tampak tajam dan mengkilat, mungkin jika orang yang melihat hal tersebut adalah manusia biasa, dia akan langsung pingsan. Berbeda dengan Liiu Yaoshan, yang adalah Putra dari sang Penguasa Langit, dia hanya terkejut karena merasa heran dengan keberadaan hewan raksasa tersebut di hutan yang ingin di laluinya.
Dan terlebih lagi, hewan ini seperti tak asing lagi bagi Liiu Yaoshan. Dia seakan mengenal sosok harimau raksasa tersebut.
"MANUSIA! BERANI SEKALI KALIAN MEMASUKI WILAYAH KAMI!"
__ADS_1
Tanpa di duga, harimau raksasa di hadapan Liiu Yaoshan bisa berbicara seperti layaknya seorang manusia. Dia menegur Liiu Yaoshan, dan juga Yihua karena telah memasuki daerah kekuasaannya.
"Maafkan kami! Kami ingin pergi ke gunung daerah selatan, jadi kami terpaksa melewati hutan ini!"
Liiu Yaoshan berbicara dengan lantang di hadapan si harimau raksasa.
"CEPAT PERGI KALIAN DARI WILAYAHKU!" Suara harimau raksasa bergema keras dan sangat menakutkan.
Yihua sampai bergetar tubuhnya mendengar bentakan si harimau raksasa tersebut. Jika Yihua hanya sendiri bertemu dengan si harimau, mungkin sebaiknya dia cepat melarikan diri. Yihua tidak mau mati sia-sia, di makan hewan raksasa di sana.
"Bagaimana, jika aku menolak?" ucap Liiu Yaoshan yang membuat si harimau raksasa mengaum keras.
"CEPAT PERGI! ATAU, AKU MAKAN KALIAN!"
"Coba saja, jika kau bisa!" tantang Liiu Yaoshan.
Si harimau raksasa memperlihatkan taringnya, yang terlihat tajam dan juga besar. Namun, Liiu Yaoshan tidak bergeming, dia bahkan tidak merasa takut sedikitpun dengan ancaman si harimau tersebut.
"SEPERTINYA, KAU MEMILIH MATI DI TANGANKU, MANUSIA!" kata si harimau raksasa geram karena Liiu Yaoshan seperti mengabaikan ancamannya.
"Tidak keduanya!" jawab Liiu Yaoshan tegas.
Si harimau raksasa semakin geram dengan sikap congkak Liiu Yaoshan yang di tunjukkan padanya.
Seharusnya, Liiu Yaoshan merasa takut, bukan malah sebaliknya.
Dari postur tubuh saja mereka sudah sangat jauh berbeda, dia harimau raksasa, sang penguasa hutan monster harusnya lebih di takuti, dan lebih kuat dari manusia di hadapannya sekarang ini.
"Kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu untuk menakut-nakutiku, Laohu!"
Si harimau raksasa terkejut, karena Liiu Yaoshan bisa mengetahui namanya.
"DARIMANA KAU TAHU NAMAKU, MANUSIA?" bentak harimau raksasa geram.
Sudah sejak lama sekali, Laohu tidak pernah menggunakan nama yang di berikan majikannya tersebut. Bukan tanpa alasan Laohu melakukannya.
Sejak dia tahu keluarga majikannya di bunuh dengan kejam, dan sejak dia mengamuk di Istana Langit dan memutuskan turun ke bumi. Sejak saat itu pula, Laohu tidak ingin menggunakan lagi nama tersebut.
__ADS_1
Dia takut lupa diri jika mendengar nama panggilannya di sebut oleh orang lain, dia akan mengamuk karena mengingat kejadian yang memilukan waktu itu.
Dan di hutan monster, tak ada satu hewan 'pun yang tahu nama aslinya. Walaupun tahu, mereka juga tidak akan pernah berani menyebutkan namanya, karena Laohu akan membunuh semua hewan yang berani melakukannya.
"Tentu saja aku tahu, karena aku sendiri yang memberikan nama itu padamu!" ucap Liiu Yaoshan sambil dengan tenang.
Berbeda dengan dirinya, Laohu justru merasa marah karena Liiu Yaoshan mengaku-ngaku sebagai majikannya.
"JANGAN MEMBUAL, KAU!"
Laohu terlihat geram setelah mendengar ucapan Liiu Yaoshan. Dia tidak terima, jika ada manusia yang mengaku-ngaku memberikan nama padanya.
Nama Laohu adalah pemberian majikannya di Istana Langit, Putra dari Penguasa Langit Pertama yang hilang entah kemana setelah tubuhnya di beri racun, dan di pentalkan ke bumi.
Sampai saat ini, Laohu masih mencari keberadaan Tuannya itu. Meski harus berada di bumi selamanya, Laohu rela, asalkan dia bisa menemukan Tuannya kembali.
"Aku tidak membual, Laohu! Aku memang yang memberikan nama itu padamu!"
AAUUUMMM!
"SIAPA KAU? JANGAN BERANI MEMBUAL DI HADAPANKU!" Laohu mengaum dengan mata yang mulai memerah tanda marah.
"Apa kau tidak mengenal Tuanmu sendiri?" tanya Liiu Yaoshan dengan tangan di rentangkan ke depan.
Gayanya persis sama ketika dia masih suka bermain bersama Laohu dulu di Istana Langit.
"KAU, PUTRA PENGUASA LANGIT?"
Laohu mengendus bau tubuh Liiu Yaoshan. Memang baunya hampir sama, namun aura kekuatan tubuh manusia di hadapannya berbeda dengan aura kekuatan Tuannya.
Aura kekuatan manusia di hadapannya sangat lemah, bahkan jika Laohu mengajaknya bertarung, di pastikan jika Laohu-lah yang akan keluar sebagai pemenang.
"Aku tahu, apa yang kau pikirkan!"
_Wuusshhh!_
Liiu Yaoshan langsung memperlihatkan kekuatan aslinya di hadapan Laohu. Hewan peliharaan kesayangannya dulu waktu masih berada di Istana Langit sana.
__ADS_1
Liiu Yaoshan tidak menyangka, akan bertemu dengan Laohu di hutan yang akan di lewatinya sekarang ini. Tidak bisa di pungkiri jika Liiu Yaoshan, merasa sangat senang saat ini.
"TUAN LIIU! ITUKAH KAU?" mata Laohu tampak berembun setelah Liiu Yaoshan mengeluarkan kekuatannya.