Penguasa Langit

Penguasa Langit
19. Aku hanya kebetulan lewat saja.


__ADS_3

Yihua menatap nyalang ke arah Tuan Wu, yang saat ini sedang mengurut dadanya bekas di tendang oleh Yihua dengan keras.


"Gadis, sialan!" gerutu Tuan Wu sambil menatap sinis ke arah Yihua.


"Apa?" Yihua melotot ke arah Tuan Wu yang menatapnya penuh kebencian.


"Menyingkir kau dari jalanku, gadis sialan!" bentak Tuan Wu dengan kasar terhadap Yihua.


"Menyingkir katamu? Heh, maaf, aku tidak bisa!" tolak Yihua dengan tegas.


Wu Tian mendengus kasar begitu mendapat penolakan yang kasar dari cucu saingannya.


"Kalau kau tidak mau minggir, terpaksa aku akan membunuhmu!" ancam Tuan Wu dengan kejam.


"Biarkan dia pergi, Yihua!" teriak Shi Yuwen dari arah samping.


"Kakek ...," Yihua ingin berbicara namun Shi Yuwen sudah mengangkat tangannya agar Yihua tidak lagi membantah perintahnya.


"Biarkan dia pergi!" kata Shi Yuwen sekali lagi.


Dengan berat hati, akhirnya Yihua menyingkir dari jalan yang akan di lalui oleh Wu Tian.


"Bawa mereka juga!" Shi Yuwen menunjuk ke arah ketiga orang teman Wu Tian yang sekarang masih tergeletak pingsan.


Wu Tian mendengus ketika mendengar Shi Yuwen mengatakan hal itu. Bagaimana bisa, dia pergi dengan membawa tiga orang sekaligus? mustahil!


Namun Wu Tian akhirnya bisa bernafas lega setelah melihat Shi Yuwen memberi isyarat kepada Yihua untuk pergi meninggalkan tempatnya berada sekarang. Dengan begitu, Wu Tian memiliki banyak waktu untuk menyadarkan terlebih dahulu ketiga temannya dari pengaruh ilmu anak muda yang tapi bertarung dengannya.


Di sebuah gubuk tak jauh dari tempat pertarungan tadi, Liiu Yaoshan dan Shi Yuwen kini duduk berhadap-hadapan.


Sedangkan Yihua, kini pulang terlebih dahulu ke perguruan besi atas perintah Kakeknya.


"Anak muda, terima kasih karena kau sudah mau menolong kami berdua." ucap Shi Yuwen memulai pembicaraan.


"Aku hanya kebetulan lewat saja, Tuan." Liiu Yaoshan masih bersikap formal di hadapan Shi Yuwen.


Dia Bahkan memanggil Shi Yuwen dengan sebutan Tuan, membuat Shi Yuwen yang mendengarnya menjadi tersipu karena tak pernah ada orang yang memanggil seperti itu kepadanya.


"Kau bisa memanggilku apa saja, anak muda. Asal jangan memanggilku dengan sebutan seperti tadi." ucap Shi Yuwen sambil tersenyum ke arah Liiu Yaoshan yang membalasnya dengan anggukkan.

__ADS_1


"Baiklah, Paman."


"Itu lebih baik!" ucap Shi Yuwen merasa puas.


Liiu Yaoshan teringat dengan 'kitab alam semesta' yang di sebutkan oleh Wu Tian tapi di sela-sela pertarungan mereka.


Dia penasaran, karena nama kitab tersebut, terasa sangat familiar bagi Liiu Yaoshan.


"Paman, apa boleh aku menanyakan sesuatu kepadamu?" tanya Liiu Yaoshan dengan hati-hati.


Dia tidak ingin terlalu terburu-buru untuk menunjukkan niatnya ingin mengetahui tentang 'kitab alam semesta' yang menjadi incaran orang-orang tadi.


Sedikit saja Liiu Yaoshan salah bicara, pria di hadapannya ini pasti akan merasa waspada.


Liiu Yaoshan tidak ingin mengambil paksa apa yang bukan miliknya, meskipun sangat mudah baginya untuk melakukan hal itu mengingat kekuatan mereka berdua sangat jauh berbeda.


"Apa itu, anak muda?" Shi Yuwen sedikit banyaknya sudah bisa menebak apa yang ingin di tanyakan Liiu Yaoshan kepadanya.


Namun dia masih bersikap tenang, dan berpura-pura tidak mengetahui hal tersebut.


"Ini tentang kitab yang di sebutkan orang tadi Paman, 'kitab alam semesta'!" ucap Liiu Yaoshan secara terang-terangan.


Sambil berbicara menjawab pertanyaan dari Liiu Yaoshan, mata Shi Yuwen menatap kosong di kejauhan.


"Kitab itu, adalah kitab peninggalan leluhur kami, anak muda. Kami sudah menjaganya selama turun temurun, dan kami tidak bisa memberikan begitu saja 'kitab alam semesta' kepada sembarang orang. Meskipun kami harus menukarnya dengan nyawa, kami tetap tidak akan memberikannya." jawab Shi Yuwen dengan serius.


Ucapan Shi Yuwen membuat Liiu Yaoshan merasa takjub akan kesetiaan Shi Yuwen dalam menjalankan tugas dari leluhurnya.


"Aku mengerti, Paman. Aku hanya penasaran saja, seperti apa penampakan kitab alam semesta' tersebut." ucap Liiu Yaoshan dengan antusias.


_Wuusshhh!_


Sebuah kitab dengan cahaya kuning keemasan tiba-tiba muncul di hadapan Liiu Yaoshan.


"Ini adalah 'kitab alam semesta' yang telah kami jaga selama ribuan tahun lamanya. Aku sengaja memperlihatkannya padamu, karena aku yakin, kau tidak akan merebut kitab ini dari tangan kami, anak muda." ucap Shi Yuwen sambil menatap wajah Liiu Yaoshan dengan lekat.


Sebenarnya, bukan itu alasan Shi Yuwen menunjukkan 'kitab alam semesta' kepada Liiu Yaoshan.


Shi Yuwen ingin memastikan jika dugaan di dalam hatinya itu, adalah benar adanya.

__ADS_1


Leluhurnya terdahulu, pernah mewasiatkan kata-kata kepadanya. Bahwa jika suatu hari nanti, akan datang seorang pemuda yang akan mewarisi 'kitab alam semesta' dan ciri-ciri pemuda yang di sebutkan oleh leluhurnya tersebut, sama persis dengan ciri-ciri Liiu Yaoshan sekarang.


Mata Liiu Yaoshan bersinar begitu melihat penampakan kitab yang tak asing lagi di telinganya.


Sang Kakek, Liiu Dongyi pernah mengatakan jika Liiu Yaoshan harus menemukan beberapa kitab yang akan melengkapi ilmunya.


Kitab yang pertama, adalah kitab penguasa langit yang di berikan oleh Kakeknya, Liiu Dongyi.


Kitab yang kedua yang Liiu Yaoshan pelajari, adalah kitab dasar samudera yang di berikan oleh Kakek Heng di 'Istana Kerajaan Pusaka' beberapa waktu yang lalu.


Sementara sekarang, muncul kitab ketiga yang pernah di ceritakan oleh Kakeknya. Tapi Liiu Yaoshan tidak yakin, apakah kitab ini akan menjadi miliknya atau tidak? Karena kalau Liiu Yaoshan harus mengambilnya dengan cara paksa, Liiu Yaoshan tidak akan mau, dan tidak akan pernah melakukannya.


Dia lebih baik hidup tidak punya ilmu apa-apa, daripada harus merampas barang yang bukan milik, dan haknya.


_Swoosshhhh!_


Tiba-tiba, dari 'kitab alam semesta' mengeluarkan cahaya yang lebih menyilaukan lagi dari cahaya kuning keemasan yang sebelumnya.


"Apa yang terjadi?" Shi Yuwen menjadi panik karena 'kitab alam semesta' tak bisa lagi di kendalikan olehnya.


Kitab itu seperti memiliki kesadaran sendiri, untuk melepaskan diri dari kekuatan jiwanya Shi Yuwen.


"Ada apa, Paman?" tanya Liiu Yaoshan heran.


"Aku tidak tahu, anak muda! tiba-tiba saja, kitab ini tidak bisa di kendalikan!" ucap Shi Yuwen sambil memfokuskan diri untuk kembali mengikat jiwanya dengan si kitab.


"Biar aku bantu, Paman!" ucap Liiu Yaoshan sambil mengulurkan tangan ke arah kitab yang mengambang di udara di hadapannya.


_Wuusshhh!_


Cahaya kuning menjalar melalui tangan Liiu Yaoshan yang terulur menyentuh kitab tersebut.


"Aghhh!" Liiu Yaoshan mendesah karena tangannya seperti tersengat ribuan binatang.


"Hati-hati, anak muda!" teriak Shi Yuwen panik menyaksikan kejadian ini.


_Wushh!_


Cahaya kuning semakin terang menyelimuti sebagian tubuh Liiu Yaoshan.

__ADS_1


Awalnya hanya tangan, lalu naik ke atas kepala, dan kini, dari atas sampai pinggang Liiu Yaoshan sudah terbungkus cahaya kuning yang keluar dari 'kitab alam semesta' yang menempel di jari Liiu Yaoshan.


__ADS_2