
"Racun yang di berikan oleh Pamanmu, memang sudah terserap keluar sepenuhnya. Namun, racun gurita hitam yang kau dapatkan baru-baru ini, 'Batu Langit' 'lah yang membersihkannya. Jika terlambat sedikit saja, tubuhmu akan menjadi lemah, dan semua kekuatan di dalam tubuhmu akan menghilang untuk selamanya."
Liiu Yaoshan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia bingung dengan semua penuturan yang Ibunya berikan. Tubuhnya terkena racun? kapan? mengapa dia sendiri tidak menyadarinya? pikir Liiu Yaoshan.
"Kau pasti masih merasa bingung dengan perkataan Ibumu, iya 'kan? Jangan khawatir, Ayah akan menceritakan semuanya kepadamu. Kemarilah!"
Liiu Yaoshan menggeser posisi duduknya mendekat ke arah Liiu Donghai. Dia lalu mempersiapkan diri untuk mendengarkan semua cerita yang akan di sampaikan oleh Ayahnya.
"Semua berawal dari keserakahan Pamanmu. Dia ingin merebut kekuasaan di Istana Langit, dan juga merebut kekuatan besar yang tersimpan di 'Batu Langit' milik Ayah."
"Pamanmu, lalu memerintahkan siluman kepercayaannya untuk mencelakai Ayah. Beberapa kali Ayah telah di serang oleh racun yang mematikan dari siluman gurita hitam. Untungnya, racun itu selalu di serap oleh 'Batu Langit' yang selalu Ayah bawa kemana-mana."
"Namun, suatu hari, Ayah secara tidak sengaja mendengar Pamanmu sedang berbicara dengan seorang pria asing. Mereka merencanakan untuk menculik Ibumu, dan akan meminta Ayah untuk menukarnya dengan 'Batu Langit'. Ayah lalu menceritakan semua yang Ayah dengar kepada Ibumu. Dan Ibumu sendirilah yang menyarankan Ayah untuk menyembunyikan 'Batu Langit' di bukit Pian Lu ini." ucap Liiu Donghai mengakhiri ceritanya.
"Tapi Ayah, apa hubungannya 'Batu Langit' dengan keracunanku baru-baru ini? Aku juga masih bingung, bagaimana bisa terkena racun gurita hitam! Seperti yang Ayah ceritakan, siluman gurita pasti sedang berada di Istana Langit 'kan, sekarang?" tanya Liiu Yaoshan dengan penasaran.
Menyimak dari cerita sang Ayah, Liiu Yaoshan berasumsi jika siluman gurita sedang bersama Pamannya sekarang. Jadi, bagaimana bisa dia terkena racun itu lagi, jika dirinya saja selalu berada di bumi?
"Kau salah, Nak! Siluman gurita tidak sedang berada di Istana Langit!" bantah Liiu Donghai yang sontak membuat Putranya merasa keheranan.
"Jika begitu, di mana siluman gurita sekarang?" tanya Liiu Yaoshan penuh selidik.
"Di Kota Pian Lu! Dan Wali Kota yang sekarang menjabat di sana, sebenarnya adalah jelmaan siluman gurita!" ucap Liiu Donghai yang membuat Liiu Yaoshan menjadi terkejut setengah mati.
__ADS_1
"Pantas saja aku selalu, merasa ada yang aneh dengan yang terjadi di Kota Pian Lu. Ternyata, semua ini karena ulahnya siluman gurita." gumam Liiu Yaoshan kepada dirinya sendiri.
Ratu Xia Shi melirik ke arah Putranya yang sekarang tampak kebingungan.
"Tidak perlu merasa bingung, Putraku. Siluman gurita memang di tugaskan untuk mencari keberadaan 'Batu Langit' oleh Pamanmu, Liiu Yanhui. Itulah sebabnya, keberadaan siluman gurita tidak pernah jauh dari 'Batu Langit'. Namun sayangnya, kekuatan yang melindungi bukit Pian Lu terlalu kuat, hingga membuat siluman gurita tidak bisa menembus masuk kesini." tutur Ratu Xia Shi dengan senyuman manis yang selalu menghiasi wajahnya.
"Aku ingat! Ada seseorang Kakek penjaga bukit Pian Lu, yang terkejut dengan kedatanganku. Dia bilang, aku sangat hebat karena bisa dengan mudah memasuki area bukit." ucap Liiu Yaoshan yang teringat sosok Kakek Yan.
Liiu Donghai tersenyum mendengar ucapan Liiu Yaoshan. Tentu saja dia sangat mengenal sosok Kakek yang di ceritakan oleh Putranya, orang itu adalah Kakek Yan!
Kakek Yan adalah orang yang di utus Ayahnya Liiu Liiu Donghai, yaitu Kakek Dongyi untuk menjaganya dari marabahaya. Namun, setelah rencana Liiu Yanhui terbongkar, Liiu Donghai meminta secara khusus kepada Kakek Yan, untuk menjaga 'Batu Langit' yang dia sembunyikan di bukit Pian Lu.
Sampai saat ini, Kakek Yan masih tetap berada di bukit Pian Lu dan masih setia menuruti perintahnya meskipun Liiu Donghai saat ini telah tiada. Hanya serpihan jiwanya saja yang tersisa, yang kini berada di dalam ruang hampa 'Batu Langit'.
"Tentu saja kau akan dengan mudah memasuki area bukit Pian Lu, karena di dalam darahmu mengalir darah keturunanku, darah Penguasa Langit!" balas Liiu Donghai sambil tersenyum penuh makna kepada Liiu Yaoshan.
"Jadi, maksud Ayah? Ayah sendiri, yang membuat perisai di bukit Pian Lu ini?" tanya Liiu Yaoshan dengan penasaran yang di jawab anggukkan kepala oleh Liiu Donghai.
"Hanya garis keturunan Penguasa Langit murni, yang bisa menembus perisai yang Ayah buat." tutur Liiu Donghai.
Liiu Yaoshan mengerutkan alisnya, jika ucapan Ayahnya benar, lalu bagaimana dengan Kakek Yan?
Dia bukan keturunan darah murni!
__ADS_1
Dan Pamannya, dia adalah seorang keturunan murni, mengapa dia juga tidak bisa datang dan menembus bukit Pian Lu?
"Ayah, jika memang benar yang Ayah ucapkan. Lalu, bagaimana dengan Kakek Yan, dan juga Paman?" Liiu Yaoshan akhirnya tidak bisa menahan rasa kepenasarannya.
Dia memberanikan bertanya, daripada harus larut dalam kebingungannya sendiri.
"Ada hal yang perlu kau tahu, Putraku. Pamanmu, tidaklah murni memiliki garis keturunan Penguasa. Dia sebenarnya, bukan Putra kandung dari Kakekmu. Namun, sejak lahir, memang Kakekmu-lah yang merawatnya seperti anak sendiri. Dan Ayah juga, selalu menganggapnya seperti Adik kandung Ayah sendiri. Dan mengenai Kakek Yan, dia adalah pengecualian. Dia bisa dengan bebas keluar masuk bukit Pian Lu sesuka hatinya, asal, jiwanya tetap bersih." tutur Liiu Donghai.
Liiu Yaoshan semakin tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh sang Ayah. Semakin dia mencoba mencari tahu, semakin bingung dia dalam memikirkannya.
"Sudahlah, Putraku! Waktu kami tidaklah banyak, kau bisa menanyakan keseluruhan semua kisahnya kepada Kakekmu kelak. Sekarang, fokuslah dengan apa yang akan Ayahmu berikan." ucap Ratu Xia Shi dengan lembut sambil mengusap puncak kepala Liiu Yaoshan.
Liiu Donghai melambaikan tangan. Seketika, muncul batu besar datar tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini.
"Bertapalah di atas batu datar itu, Nak. Serap semua kekuatan yang ada di dalam 'Batu Langit' ke dalam tubuhmu." titah Liiu Donghai yang di balas anggukkan kepala oleh Liiu Yaoshan.
"Kau harus bertapa selama sebulan di atas batu datar ini." tuturnya lagi sambil memapah Putranya untuk mendekat ke arah batu.
Liiu Yaoshan mengernyit, sebulan adalah waktu yang sangat lama. Bagaimana mungkin dia akan melakukan pertapaan selama itu di sini, sedangkan dia memiliki tanggung jawab untuk menjaga Yihua yang masih berada di luaran sana.
"Jangan khawatir, Nak. Waktu sebulan di dalam ruangan 'Batu Langit' sama dengan waktu satu hari di dunia luar."
"Apa?! Hanya satu hari?!" Liiu Yaoshan terkejut begitu mendengar penuturan sang Ayah.
__ADS_1
"Benar, satu hari saja. Dan Ayah sangat yakin dengan kemampuanmu, kau pasti akan bisa menyelesaikan pertapaan ini kurang dari waktu satu bulan. Berusahalah lebih keras, agar kau bisa dengan cepat menyelesaikannya."