Penguasa Langit

Penguasa Langit
41. Pangeran Muqing.


__ADS_3

"Tuan Liiu, apa kau tidak merasakan sesuatu yang aneh di dalam kereta tadi?" ucap Yihua sambil matanya tak lepas memperhatikan kereta kuda yang semakin menjauh dari mereka.


"Tidak!" balas Liiu Yaoshan datar.


Yihua mengendikkan bahu, jika Liiu Yaoshan tidak mau ikut campur, dia juga tidak akan mempermasalahkannya.


Liiu Yaoshan kembali memimpin jalan, dan Yihua mengikutinya dari arah belakang.


Baru beberapa langkah mereka berjalan, Liiu Yaoshan tiba-tiba menghentikan langkah dan mengajak Yihua untuk bersembunyi di semak-semak


"Jangan bergerak, dan jangan bersuara!" bisik Liiu Yaoshan yang di balas anggukkan kepala Yihua.


"Cepat kejar! Keretanya pasti belum jauh!" teriak salah seorang yang menunggangi kuda paling depan


Totalnya ada lima kuda, yang masing-masing di tunggangi oleh satu pria berbadan tinggi besar.


Mereka sepertinya mengejar kereta kuda yang hampir menabrak Liiu Yaoshan dan juga Yihua barusan.


Setelah kelima orang penunggang kuda pergi, Liiu Yaoshan kembali mengajak Yihua untuk meneruskan perjalanan mereka.


"Tuan Liiu! Apa tidak sebaiknya, kita menolong orang yang membawa kereta tadi?"


"Memangnya, kau kenal dia?" Liiu Yaoshan malah membalikkan pertanyaan kepada Yihua.


"Tidak! Aku hanya merasa kasihan saja, dengan orang yang berada di bangku belakang." ucap Yihua sambil membuang nafas panjang.


Liiu Yaoshan menghentikan langkah, lalu menoleh ke arah Yihua yang masih menundukkan kepala.


"Aduhh!"


Karena tidak memperhatikan jalan, Yihua akhirnya menabrak tubuh Liiu Yaoshan yang berhenti di depannya.


"Tuan Liiu! Kenapa anda berhenti mendadak?" tanya Yihua sambil mengelus keningnya sendiri.


"Bukannya kau sendiri, yang menabrakku?" ucap Liiu Yaoshan yang tiba-tiba merasa gemas dengan tingkah Yihua.


"Itu karena anda berhenti, tanpa membuat aba-aba terlebih dahulu." protes Yihua sambil mengerucutkan bibirnya.


Sikapnya terlihat semakin menggemaskan di mata Liiu Yaoshan. Namun dia segera menyingkirkan pikiran seperti itu, karena tidak ingin terlalu terbawa oleh suasana.


"Apa yang kau lihat tadi, di gerobak?" tanya Liiu Yaoshan penasaran.


"Aku tadi melihat sedang ada orang yang terluka di dalam, itu saja!" jawab Yihua sambil mengingat-ingat apa yang di lihatnya.


"Ayo, kita kembali!" ajak Liiu Yaoshan.


"Kembali kemana?" tanya Yihua heran.


Karena merasa tidak tahan dengan kelakuan yang menggemaskan dari Yihua. Secara tidak sadar, Liiu Yaoshan menepuk kening gadis yang telah mengikutinya beberapa waktu tersebut.


"Kau bilang ingin menolong orang yang terluka di dalam kereta. Tapi sekarang, masih saja bertanya mau kemana?" ucap Liiu Yaoshan sambil berjalan melewati tubuh Yihua yang masih terbengong.

__ADS_1


"Ah, tunggu aku, Tuan Liiu!" ucapnya ketika tersadar dia sudah di tinggalkan oleh Liiu Yaoshan.


Di persimpangan jalan, kelima orang yang menunggangi kuda sudah berhasil menyusul kereta yang tadi berpapasan dengan Liiu Yaoshan.


"Cepat, serahkan Pangeran Muqing kepada kami sekarang juga!" bentak salah seorang yang menjadi ketua dari kelima orang tersebut.


"Tidak, tidak akan! Aku lebih baik mati, daripada harus menyerahkan Pangeran kepada pengkhianat seperti kalian semua!" tolak si pengemudi kereta.


"Kusir rendahan! Beraninya kau menolak perintah dari calon menantu Raja!" bentak anak buah orang yang tadi memberi perintah.


Dia lalu menghunuskan pedang, dan menarik tali pelana kuda agar berjalan mendekat ke arah kereta.


Bagaimana ini? Pangeran Muqing sedang terluka parah, aku tidak yakin untuk membawanya berlari menjauh dari mereka semua. batin si pengemudi kereta.


Shuuttt!


"Agghhh!"


Bugghhh!


Orang yang tadi berusaha mendekat, terjatuh dari kudanya dengan sebelah tangan menutupi kening yang kini mengeluarkan banyak darah.


"Bajingan! Siapa yang berani mengganggu kesenanganku?" teriak orang yang mengaku sebagai calon menantu Raja.


Shuuttt!


"Agghhh!"


"Sialan! Keluar kau jika berani!" tantang si calon menantu Raja.


Shuuttt!


Shuuttt!


Sekarang, dua orang di belakangnya langsung tumbang oleh serangan yang entah datang darimana


"Brengsek!" teriak orang tersebut dengan geram.


Matanya terus mencari ke segala penjuru, untuk mencari keberadaan orang yang telah menyerang anak buahnya.


"Keluar kau!" bentaknya dengan keras.


Si pengemudi kereta kebingungan sekaligus merasa bersyukur karena ada orang yang sudi menolong dirinya bersama Pangeran yang saat ini masih belum sadarkan diri karena terluka hebat.


"Kau mencariku?" Yihua keluar dari tempat persembunyian.


Dia sengaja keluar terlebih dahulu, atas permintaannya sendiri untuk memberikan pelajaran kepada orang-orang yang suka bersikap sewenang-wenang menindas yang lemah.


"Heh, ternyata kau seorang gadis!" cibir si pria yang masih berada di atas kuda.


"Memangnya kenapa, kalau aku gadis? Apa kau merasa takut?" cibir Yihua sinis.

__ADS_1


"Ha-ha-ha-ha! Aku takut? Padamu? Jangan bercanda, Nona?" ejek si pria sambil melambaikan tangannya.


Yihua mendengus kasar, dia lalu menghunuskan pedangnya yang selama ini tergantung rapi tanpa pernah di gunakan.


Sriinnggg!


"Jangan banyak bicara kau! Hadapi aku!" teriak Yihua sambil menerjang maju ke depan.


"Luo, Ming, Chen, Chang! Tangkap gadis itu!" perintah si pria dengan sombong.


Dia pikir, Yihua akan mudah di kalahkan oleh ke empat anak buahnya yang kini sudah berdiri tegak mengelilingi tempatnya berada.


"Baik, Tuan muda Rong!" jawab Luo sambil menghunuskan pedang besarnya.


Triinnggg!


Pedang Yihua dan pedang besar Luo beradu di udara dengan suara yang sangat nyaring.


Luo mundur beberapa langkah ke belakang karena tangannya terasa kebas setelah pedangnya berbenturan dengan pedang milik Yihua.


"Lemah kau, Luo!" sindir Ming yang maju menggantikan dirinya menyerang ke arah Yihua.


Triinnggg!


Dua pedang kembali beradu, meskipun masih bertahan Ming merasakan tangannya seperti mati rasa setelah beradu pedang dengan gadis di hadapannya sekarang.


"Ada apa? Kau bilang aku lemah, tapi sekarang kau yang sepertinya lebih lemah dariku!" ejek Luo yang membuat Ming menjadi naik pitam.


"Diam kau!" teriaknya sambil kembali mengayunkan pedang ke arah depan.


Shuuttt!


Srraattt!


"Agghhh!"


Ming berteriak kesakitan setelah lengannya terkena tebasan pedang tajam milik Yihua.


"Brengsek! Berani-beraninya kau melukai lengan temanku!" Chen yang dari tadi hanya diam menyaksikan pertarungan kini mulai menyerang ke arah Yihua menggantikan kedua temannya yang lain.


Triinnggg!


Triinnggg!


Pertarungan antara pengguna pedang mulai sengit terjadi tanpa bisa di hindarkan.


Tebasan demi tebasan Chen layangkan kepada tubuh Yihua yang kini bergerak dengan lincah menghindari serangannya.


Semakin dia terus mencoba menyerang dengan membabi buta, semakin cepat pula gerakan Yihua menghindari serangannya. Bahkan sesekali, justru Chen 'lah yang selalu mendapat serangan balasan yang mematikan dari Yihua yang hampir saja mengenai perutnya.


Jika sampai kena, mungkin akan menimbulkan robekan besar yang mungkin juga bisa membuat nyawa Chen melayang bertemu dengan Dewa Yama lebih awal daripada teman-temannya.

__ADS_1


"****** sialan!" umpat Chen dengan kesal saat ujung pedang Yihua baru saja berhasil merobek bajunya.


__ADS_2