Penguasa Langit

Penguasa Langit
12. Mengejar Siluman.


__ADS_3

Setelah menjalin kesepakatan bersama, Liiu Yaoshan segera pergi meninggalkan desa di pinggir hutan larangan.


Tujuannya tetap sama, pegunungan daerah selatan.


_Krukkk!_


Perut Liiu Yaoshan berbunyi tanda minta di isi. Memang, dari kemarin siang Liiu Yaoshan belum bertemu dengan makanan sama sekali.


Di desa yang terakhir dia singgahi, tidak ada tempat makan, ataupun rumah warga yang bisa dia mintai tolong untuk menjual makanan kepadanya.


Jadi wajar saja jika perutnya sampai protes, dan menagih untuk segera di beri asupan makanan.


Liiu Yaoshan mempercepat langkah kakinya agar cepat sampai di desa yang hanya tinggal beberapa meter lagi dari tempatnya sekarang.


"Siapa kau, anak muda?" baru juga sampai di pintu menuju desa, Liiu Yaoshan sudah di hadang oleh beberapa orang yang sedang berjaga-jaga.


"Namaku Liiu Yaoshan, Paman!" Balas Liiu Yaoshan sopan, dengan harapan beberapa orang yang sedang berjaga di sana memberikannya jalan.


Tak di sangka, orang yang tadi bertanya kepada Liiu Yaoshan malah semakin congkak, dan berkata dengan kasar.


"Aku belum pernah mendengar namu sebelumnya. cepat pergi! Atau kau akan di hajar!"


"Aku hanya numpang lewat saja, Paman! Aku tidak berbuat kejahatan, dan untuk apa aku di hajar?" Tanya Liiu Yaoshan dengan heran.


Si penjaga menjadi kesal karena Liiu Yaoshan tidak segera pergi dari tempatnya berdiri.


"Kurang ajar! Aku bilang, cepat pergi! untuk apa kau tetap berada di sini?" Bentak si penjaga desa.


"Aku akan pergi, setelah Paman memberitahuku alasan aku tidak di perbolehkan lewat!" Liiu Yaoshan kekeh ingin melewati desa.


"Anak muda, sebaiknya kau pergi saja." teman si penjaga membujuk Liiu Yaoshan untuk pergi.


"Paman Chen! Untuk apa kau bersikap baik kepada orang asing? Mereka itu hanya datang untuk memata-matai kita. Mereka juga datang hanya ingin merampok, dan menculik gadis di desa kita saja. Jadi berhentilah bersikap ramah!" Tegur si penjaga yang tadi membentak Liiu Yaoshan.


Liiu Yaoshan melirik ke arah pria yang di sebut Paman Chen. Dahinya berkerut ketika mendengar si penjaga berbicara tentang masalah perampokan, dan penculikan para gadis-gadis desa.

__ADS_1


"Jika kalian ijinkan! Aku akan tinggal beberapa hari, dan membantu kalian untuk menangkap para penjahat itu." Liiu Yaoshan menawarkan bantuan.


Paman Chen tampak antusias dengan tawaran Liiu Yaoshan. Tapi teman-temannya yang lain, tampak merendahkan Liiu Yaoshan.


"Kau! Membantu kami?" Ha-ha! Jangan mimpi jika kami akan percaya begitu saja dengan tipuan busukmu itu!" Cibir si penjaga.


"Tidak apa-apa, jika kalian tidak mau aku bantu. Tapi tolong, berikan aku jalan." Ucap Liiu Yaoshan masih dengan kesopanannya.


"Anak muda sialan! Aku sudah bilang, aku tidak akan membiarkanmu melewati desa kami. Cepat pergi sana!" Usir si penjaga dengan kasar.


Liiu Yaoshan tidak lagi banyak bicara. Dia membalikkan badan, lalu berjalan menjauhi pintu masuk desa.


"Chu! Untuk apa berbuat kasar seperti itu?" Protes Paman Chen kepada si penjaga yang kasar tadi.


"Aku itu bukannya kasar, Paman Chen. Aku hanya bersikap waspada." Balas Chu Zhen kesal.


Paman Chen langsung diam setelah wajah Chu Zhen berubah masam.


"Tolong! Tolong!"


Seorang perempuan tua berlari menghampiri kelompok Chu Zhen dengan berteriak-teriak meminta pertolongan.


"Putriku, Putriku telah di culik!" Bibi Tao menangis dengan sangat keras.


"Tidak, tidak mungkin! Kami semua berjaga di sini darti siang. Tidak ada satu orangpun, yang kami biarkan memasuki desa. Jadi bagaimana Putrimu bisa berhasil di culik?" Chu Zhen benar-benar di buat bingung dengan kejadian yang menimpa Putrinya Bibi Tao.


"Kalian, cepat tolong Putriku! Dia di bawa terbang ke balik bukit sana!" Bibi Tao menangis dan menunjuk ke arah perbukitan.


"Bibi Tao! Apa katamu? terbang? Putrimu di bawa terbang?" Chu Zhen terkejut mendengar orang yang telah menculik Putri Bibi Tao bisa terbang.


"Jangan banyak bicara! Cepat tolong Putriku!" Teriak Bibi Tao yang semakin panik.


Chu Zhen dan yang lainnya saling lirik satu sama lain. Bagaimana mereka bisa mengejar orang yang terbang? Kalaupun bisa, belum tentu mereka juga dapat mengalahkan orang itu!


"Ke arah mana Putrimu di bawa terbang?" tanpa terduga pemuda yang penjaga Chu usir sebelumnya, kini telah berdiri di hadapan mereka semua.

__ADS_1


Liiu Yaoshan memnag tidak segera pergi dari desa tersebut, karena merasakan hawa Siluman yang sangat kuat sedang mendekat ke arah desa.


Dan benar saja, kekhawatirannya terbukti. Salah seorang gadis telah di culik oleh Siluman jahat yang belum di ketahui seperti apa bentuknya.


"Anak muda! Sedang apalagi kau di sini?" Ucap Chu Zhen keras.


"Aku tidak ingin berdebat! Nyawa gadis itu sedang dalam bahaya! Jika kita terlalu lama di sini, aku kuatir gadis itu akan bisa di selamatkan." Tegas Liiu Yaoshan.


Kalau dia tidak salah tebak, gadis itu akan di jadikan tumbal oleh Siluman untuk mencapai keabadian.


Jika itu terjadi, bahkan jika Dewa yang turun ke bumi sekalipun takkan mampu menghalau kerusakan yang akan di timbulkan oleh Siluman jahat tersebut.


"Putriku di bawa ke arah sana!" ucap Bibi Tao menunjuk ke arah perbukitan.


Tanpa menuggu lebih lama lagi, Liiu Yaoshan langsung melesat ke arah yang di yakini tempat persembunyian makhluk Siluman.


"Bibi Tao! Kenapa kau malah memberitahunya?" protes Chu Zhen dengan muka masam.


"Biarkan saja, Chu! Siapa tahu anak muda tadi memang benar-benar tulus ingin membantu kita, terbebas dari ancaman Siluman terbang." Paman Chen yang dari tadi terdiam langsung membuka suaranya.


Di atas bukit, Liiu Yaoshan mengedarkan pandangannya berkeliling menyusuri keadaan sekitar yang di tumbuhi pohon-pohon besar.


"Kemana Siluman itu pergi? Jelas-jelas tadi aku merasakan keberadaannya di sekitar sini!" Gumam Liiu Yaoshan kepada dirinya sendiri.


"Hmm, baiklah! Mungkin Siluman itu ingin bermain-main denganku!" Gumam Liiu Yaoshan lagi.


Liiu Yaoshan berpikir sejenak tentang langkah apa yang akan dia ambil selanjutnya untuk menemukan Siluman yang sedang bersembunyi tersebut.


Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengeluarkan jurus 'Mata Langit'? tapi itu terlalu beresiko! Semenjak aku berada di bumi, aku belum pernah mencoba menggunakan jurus itu lagi, batin Liiu Yaoshan.


Jurus 'Mata Langit' sangat kuat! Liiu Yaoshan takut, jika jurusnya itu, akan menyebabkan kehancuran di sekitar bukit. Tapi jika tidak menggunakannya, dia tidak akan bisa mengetahui tempat persembunyian si Siluman.


Liiu Yaoshan memejamkan kedua matanya setelah memutuskan untuk menggunakan jurus 'Mata Langit' saat ini.


Aku harus bisa menekan kekuatanku di level paling rendah, agar dampaknya tidak terlalu membahayakan, batin Liiu Yaoshan.

__ADS_1


Pendar cahaya langsung keluar begitu Liiu Yaoshan membuka matanya dengan perlahan.


"Jadi kau bersembunyi di sana!" Liiu Yaoshan tersenyum sinis begitu menemukan tempat persembunyian Siluman yang sedang di kejarnya.


__ADS_2