
Liiu Yaoshan bisa saja langsung menyerang laba-laba raksasa tersebut. Tapi posisi Yihua sangat tidak menguntungkan, karena dia berada paling dekat jaraknya dengan si laba-laba.
Jadi Liiu Yaoshan, mengurungkan niatnya untuk menyerang agar tidak terjadi apa-apa terhadap Yihua.
Untung saja, si laba-laba raksasa tidak sedang mencari mangsa, dan hanya berjalan melewati mereka berdua saja.
Yihua menghela nafas lega karena terlepas dari bahaya, sedangkan Liiu Yaoshan kini menyesali keputusannya menerima permintaan Yihua untuk ikut bersamanya. Terlalu merepotkan, membawa orang lain di dalam perjalanan. Apalagi gadis!
"Syukurlah, laba-laba raksasa itu akhirnya pergi." ucap Yihua sambil mengelap keringat di dahinya.
"Nona, sebaiknya kau lebih banyak berlatih mulai dari sekarang!" tegas Liiu Yaoshan kepada Yihua yang saat ini menatapnya dengan perasaan heran.
Baru saja di terlepas dari bahaya makhluk yang menakutkan, kini Yihua harus menghadapi kenyataan jika Liiu Yaoshan sedang merendahkan kemampuannya.
"Maksud anda sebenarnya apa, Penguasa?"
Yihua masih berbicara dengan nada yang sangat sopan mengingat jika Liiu Yaoshan adalah orang yang di anggap sebagai Penguasa Langit oleh Kakeknya, Shi Yuwen.
"Maksudku jelas, kekuatanmu masih lemah, dan harus mulai di tingkatkan." ucap Liiu Yaoshan tanpa ekspresi apapun di wajahnya.
"Apa anda sedang menghina saya? Jika iya, selamat! anda telah berhasil!" balas Yihua ketus.
Liiu Yaoshan menggelengkan kepalanya tanda dia juga mulai jengah dengan kelakuan Yihua.
Liiu Yaoshan berpikir, jika dia hanya mengingatkan gadis di depannya saja. Namun reaksinya, sangat berlebihan, seakan-akan Liiu Yaoshan memakinya dengan kasar. Padahal, hanya memintanya mulai melatih diri. Wajar, bukan?
"Terserah apa katamu, Nona! Tapi jika kekuatanmu masih seperti ini, bagaimana jika kita nanti bertemu lagi dengan makhluk yang lebih besar? lebih ganas? Dan yang paling penting, makhluk itu berniat menyerang kita. Apa kau hanya bisa diam saja? Berdiri mematung seperti tadi? Tidak, Nona! Itu bukan ide yang bagus!" kata Liiu Yaoshan sambil mulai berjalan meninggalkan Yihua.
"Anda juga hanya diam saja, tidak berusaha menyerang, persis seperti yang saya lakukan. Berdiri, mematung!" balas Yihua dengan sengit kepada Liiu Yaoshan.
Mendengar jawaban Yihua, Liiu Yaoshan memutar mata malas karena tak setuju dengan ucapannya.
"Aku bisa saja, menyerang makhluk tadi dengan satu kali serangan. Tapi kau! Kau berdiri paling dekat Nona, jika aku menyerang, bisa saja makhluk itu tidak langsung mati, dan malah balik menyerang kita. Dan kesalahan yang paling fatal, kau orang pertama yang akan di serangnya terlebih dahulu!"
__ADS_1
Yihua tertegun saat mendapat teguran dari Liiu Yaoshan. Pemuda itu benar, dia berada di jarak paling dekat dengan makhluk raksasa tersebut.
Mengingat mata makhluk tersebut saja, membuat Yihua merasa ngeri. Apalagi jika dia harus di serang, mungkin Yihua akan langsung mati di hisap dan di ***** oleh laba-laba raksasa tadi.
"Baik! Kau benar! Aku memang lemah! Dan aku harus banyak berlatih dari sekarang. Tapi kau juga harus banyak belajar, untuk menghargai perasaan orang lain. Tidak semua orang sama kuatnya denganmu, mengerti?!" ucap Yihua setengah berteriak menjawab setiap ucapan yang keluar dari mulut Liiu Yaoshan.
Setelah mengatakan itu semua, Yihua berubah menjadi gadis yang pendiam. Bahkan ketika Liiu Yaoshan mencoba menegurnya lagi, gadis itu memilih untuk tidak menjawabnya.
Liiu Yaoshan 'pun akhirnya melakukan hal yang sama, dia tidak lagi berusaha bicara, atau menegur Yihua meskipun sesekali matanya melirik ke arah gadis di belakangnya tersebut.
Ada apa dengan gadis itu? Aku 'kan, mengatakan hal yang benar. Dia itu masih lemah, dan harus banyak berlatih. Apa ada yang salah, dengan kata-kataku tadi? batin Liiu Yaoshan.
Di sepanjang perjalanan, Liiu Yaoshan di buat kebingungan dengan sikap yang di tunjukkan Yihua padanya.
Apa memang dia yang salah? Ataukah, gadis ini yang salah menangkap arti ucapannya? Liiu Yaoshan hanya bisa bertanya-tanya dalam hatinya sendiri.
Di tempat lain, Kakek Dongyi mengumpat atas perbuatan bodoh yang cucunya lakukan.
Saking kesalnya, Kakek Dongyi langsung membalik cermin yang dia gunakan untuk memantau pergerakan cucunya, dan kembali melanjutkan pertapaannya.
Yihua mengikuti langkah Liiu Yaoshan dengan perasaan jengkel yang masih tersimpan di dadanya.
Bagaimana tidak? Liiu Yaoshan sudah berbuat salah karena menghina kekuatannya yang masih lemah, namun tak sekalipun Liiu Yaoshan mengucapkan kata maaf karena telah membuatnya menjadi sedih seperti ini.
"Dasar tidak berperasaan!" ucap Yihua dengan geram di sela-sela langkah kakinya.
Liiu Yaoshan menoleh karena mendengar suara Yihua yang seperti mengajaknya berbicara.
"Kau bilang apa tadi, Nona?" tanya Liiu Yaoshan penasaran karena tadi kurang begitu jelas mendengar kalimat yang Yihua ucapkan.
"Tidak ada! Aku tidak mengatakan apapun juga!" ucap Yihua dengan ketus.
Liiu Yaoshan memicingkan mata, dia menaruh curiga jika Yihua mengucapkan kata-kata tadi di tujukan untuk mengoloknya.
__ADS_1
"Nona, kita harus bicara! Kesalahpahaman ini harus di luruskan!" ucap Liiu Yaoshan sambil menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Yihua.
"Apa yang harus di bicarakan? Semuanya sudah jelas! Saya wanita lemah! Tidak berguna!"
Yihua berteriak memaki dirinya sendiri di hadapan Liiu Yaoshan.
KWAAAKKK! KWAAAKKK!
Seekor burung elang raksasa terbang di atas mereka dengan kuku-kukunya yang terlihat tajam dan juga menghitam.
"Aneh sekali! Banyak binatang buas di hutan ini, dan ukurannya tidak seperti ukuran hewan buas biasa!"
Liiu Yaoshan merasa heran dengan keadaan hutan tempat mereka sedang berada sekarang.
Jika tadi mereka bertemu dengan laba-laba raksasa, dan sekarang, mereka bertemu dengan burung elang yang ukurannya jauh lebih besar dari biasanya.
Jika di hitung, mungkin seratus kali lebih besar, dan tentunya lebih berbahaya. Paruhnya saja, dapat langsung mematuk mangsa dengan cepat. Bahkan manusia 'pun bagaikan semut di hadapan burung elang raksasa tersebut.
"Penguasa! Itu ...," Yihua nampak ketakutan dengan kemunculan burung elang raksasa yang kini sedang berputar-putar di atas mereka.
"Cepat kemari!" Panggil Liiu Yaoshan karena tak ingin terjadi sesuatu apapun kepada Yihua.
Yihua berlari, dan langsung berlindung di balik punggung Liiu Yaoshan. Dia benar-benar merasa ketakutan, hingga tubuhnya mulai terasa gemetaran.
"Tenanglah, belum tentu burung itu akan memangsa kita!" Liiu Yaoshan berusaha menenangkan Yihua yang terlihat panik dan juga ketakutan.
Aku merasakan sesuatu yang aneh di hutan ini! Tapi apa? batin Liiu Yaoshan.
Sedari awal memasuki area hutan, Liiu Yaoshan memang sudah merasakan ada sesuatu yang janggal telah terjadi. Dan benar saja, keanehan itu mulai muncul satu persatu sekarang.
Yang jadi pertanyaan, apa yang menyebabkan hewan-hewan tadi berubah menjadi besar? Setahu Liiu Yaoshan, tidak ada satupun di bumi hewan yang memiliki ukuran sebesar itu.
Jika 'pun memang ada, ukurannya paling tidak lebih jauh dari biasanya. Bukan seperti sekarang, yang menjadi hewan raksasa.
__ADS_1