Penguasa Langit

Penguasa Langit
29. Manusia di dalam tabung kaca raksasa.


__ADS_3

Setelah mereka semua sepakat, akhirnya Liiu Yaoshan memutuskan untuk memulai penyelidikan tentang kejahatan Wali Kota.


Liiu Yaoshan curiga, jika Wali Kota bukan hanya sekedar manusia biasa.


Dari awal masuk kota, Liiu Yaoshan sudah mencium aroma siluman yang sangat kuat.


Namun, Liiu Yaoshan belum bisa memastikan kebenarannya sebelum melihat langsung dengan mata kepala sendiri.


"Paman Ming, bagaimana caranya agar aku bisa mendekati gedung Wali Kota?" tanya Liiu Yaoshan.


Dia sebenarnya bisa melakukannya dengan hanya satu kedipan mata. Namun Liiu Yaoshan, tidak ingin memperlihatkan kekuatannya di hadapan Pak Tua Ming. Akan sangat berbahaya bagi Liiu Yaoshan jika melakukannya sekarang.


Dia belum tahu, niat Pak Tua Ming sebenarnya. Dia baru saja mengenal pria paruh baya tersebut, jadi dia harus tetap merasa waspada terhadapnya. Lagipula, semenjak mereka bertemu. Liiu Yaoshan merasa jika pria paruh baya tersebut, sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Ini yang ingin Liiu Yaoshan selidiki terlebih dahulu.


Bukan hal yang sulit bagi Liiu Yaoshan jika ingin melumpuhkan pria tersebut jika memang dia berniat jahat padanya dan juga Yihua.


Tapi bagi Liiu Yaoshan, berpura-pura tidak tahu saja sudah cukup sekarang.


Dan dia juga baru merasa curiga, dan kecurigaannya, belum tentu benar adanya.


"Kebetulan sekali, aku tahu jalan pintas menuju kesana!" jawab Pak Tua Ming yang membuat Liiu Yaoshan dan Yihua merasa heran.


"Bagaimana kau bisa tahu, Paman? Aku pikir, dengan situasi saat ini, gedung Wali Kota pasti akan di jaga dengan sangat ketat." ucap Yihua yang mulai curiga dengan gerak-gerik Pak Tua Ming.


"Aku ini penduduk asli di sini, Nona! Sangat wajar sekali, jika aku bisa mengetahui jalan." jawab Pak Tua Ming dengan santai.


"Sudahlah, tidak perlu berdebat. Yang terpenting malam ini, kita harus bisa menyusup ke gedung Wali Kota." ucap Liiu Yaoshan menengahi percakapan Yihua dan Pak Tua Ming yang berujung perbedaan pendapat.


Pak Tua Ming langsung terdiam, begitu juga Yihua yang tidak mengatakan apa-apa lagi setelah Liiu Yaoshan menyuruh mereka untuk berhenti berdebat.


Malam harinya, sesuai yang di rencanakan, Pak Tua Ming mengantarkan Liiu Yaoshan menyusup ke dalam gedung Wali Kota.


"Penguasa! Ini ...," Yihua tertegun begitu memasuki area gedung.


Di dalam sana, Yihua melihat hal yang sangat mengerikan. Banyak tabung-tabung besar yang terbuat dari kaca, hingga mereka bisa melihat dengan jelas isi di dalam tabung tersebut.


"Sudah 'ku duga sebelumnya!" gumam Liiu Yaoshan.

__ADS_1


Mata Pak Tua Ming berkaca-kaca begitu melihat keadaan ruangan di gedung Wali Kota.


Dia tidak menyangka, jika kejadian ini akan terjadi di dalam kota tempatnya di besarkan.


"Ada apa denganmu, Paman? Apa kau mengenal gadis di dalam tabung ini?" tanya Liiu Yaoshan saat melihat Pak Tua Ming memandang salah satu tabung kaca dengan tatapan sedih.


"Dia itu Putriku! Aku sudah lama mencarinya kemana-mana, ternyata, dia ada di dalam gedung ini. Dia sudah mati, Putriku sudah mati, Anak muda!"


Pak Tua Ming sudah tak bisa lagi membendung kesedihannya saat melihat sosok Putri yang dia cari-cari, berada di dalam tabung dengan wajah yang mulai memucat.


Liiu Yaoshan menepuk bahu Pak Tua Ming, lalu memintanya menghentikan tangisan.


Bukan karena Liiu Yaoshan tidak bersimpati dengan kejadian yang menimpa Putri Pak Tua Ming. Tapi karena saat ini, Liiu Yaoshan merasakan masih ada aura kehidupan di tubuh gadis, Putri pria paruh baya tersebut.


"Putrimu belum mati, aku masih bisa mencium aroma kehidupan dari tubuhnya." ucap Liiu Yaoshan yang membuat Pak Tua Ming menjadi marah.


"Jangan berusaha untuk menghiburku, Anak muda! Percuma saja, Putriku tidak akan bisa lagi kembali padaku!" ucap Pak Tua Ming setengah berteriak.


"Paman, tenanglah! Penguasa tidak mungkin membohongimu!" Yihua berusaha menenangkan keadaan Pak Tua Ming yang saat ini sedang histeris karena melihat Putrinya di perlakukan seperi itu.


Liiu Yaoshan tidak berkata apa-apa lagi, dia lalu melompat ke atas tabung kaca, dan membuka penutupnya untuk mengeluarkan tubuh Putri Pak Tua Ming.


_Wuusshhh!_


_Wuusshhh!_


Dari jari Liiu Yaoshan keluar sinar kuning keemasan yang langsung menyerap masuk ke dalam tubuh si gadis melalui keningnya.


Uhuk! Uhuk!


Si gadis mulai tersadar dan terbatuk-batuk dengan perlahan.


"Putriku, Putriku masih hidup!" Pak Tua Ming berteriak kegirangan saat melihat Putrinya kembali bernafas setelah di bantu Liiu Yaoshan.


Yihua menitikkan airmata begitu melihat kebahagiaan yang terpancar di mata Pak Tua Ming.


Keraguan, dan juga kecurigaan yang Yihua rasakan kepada Pak Tua Ming, kini telah menghilang.

__ADS_1


Hal yang sama juga di rasakan oleh Liiu Yaoshan. Dia merasa sedih dengan apa yang di lihatnya sekarang. Dan mengenai kecurigaannya kepada Pak Tua Ming, ternyata tidak terbukti sama sekali.


Pak Tua Ming, bolak-balik masuk ke gedung Wali Kota, hanya ingin mencari keberadaan Putri semata wayangnya. Itu saja!


"Ayah, aku ada di mana?" ucap Putri Pak Tua Ming dengan suara lemah.


"Kita masih berada di dalam gedung milik Wali Kota, Nak!" jawab Pak Tua Ming dengan sebuah senyuman yang menghiasi bibirnya.


Raut muka si gadis berubah menjadi panik, saat sang Ayah menyebutkan tentang nama Wali Kota di hadapannya.


"Ayah, aku takut! Aku mau pulang! Tolong bawa aku keluar dari sini, Ayah!" ucap si gadis histeris sambil menggoyang-goyang tangan Pak Tua Ming.


"Anak muda, bagaimana ini? Kasihan Putriku, dia sangat ketakutan." tanya Pak Tua Ming kepada Liiu Yaoshan yang saat ini sedang menatap ke arah mereka berdua.


"Hey, ayo periksa! Sepertinya, aku mendengar ada orang di dalam!"


Terdengar suara teriakan para penjaga dari arah luar gedung, sepertinya mereka baru tahu, jika ada orang yang menyusul ke gedung Wali Kota.


Suara langkah kaki yang banyak, bergerak menuju ke tempat Liiu Yaoshan dan lainnya berada sekarang.


"Penguasa, kita sudah ketahuan." bisik Yihua dengan kepanikan jelas terlihat di wajahnya.


"Tidak akan terjadi apa-apa, kalian tenanglah." jawab Liiu Yaoshan sambil matanya terus bergerak memperhatikan tempat di sekitarnya.


"Kalian, tetaplah berada di lingkaran ini. Dan jangan kemana-mana, tunggu aku kembali!" ucap Liiu Yaoshan sambil tangannya membuat sebuah gerakan menyerupai lingkaran.


Setelah memberi instruksi, Liiu Yaoshan lalu menyelinap ke arah ruangan yang lebih banyak menyimpan tabung raksasa.


Liiu Yaoshan berniat untuk menghancurkan tabung-tabung raksasa tersebut seorang diri, agar Wali Kota tidak dapat lagi untuk menggunakannya.


"Kalian, cepat masuk ke ruangan utama. Aku tadi melihat, ada orang yang masuk kesana!" teriak seorang penjaga yang berlari paling depan.


Di dalam lingkaran, Yihua, Pak Tua Ming, dan Putrinya, menjadi gemetar ketakutan. Mereka takut ketahuan oleh orang-orang yang di tugaskan Wali Kota untuk berjaga di area gedung.


"Ayah, ayo kita pergi. Aku tidak mau mereka memasukkanku lagi ke dalam tabung kaca. Sakit Ayah, sakit." ucap Putri Pak Tua Ming sambil menarik-narik tangan Ayahnya.


"Di sana!" teriak orang dari kejauhan.

__ADS_1


Yihua merasa panik, namun dia tetap percaya dengan ucapan dan kekuatan Liiu Yaoshan. Jika dia bilang jangan, berati mereka tidak boleh melakukannya.


"Nona, aku mohon agar kau diam. Jika kau terus bersuara, maka kita bertiga akan segera di tangkap."


__ADS_2