Penguasa Langit

Penguasa Langit
15. Istana Kerajaan Pusaka


__ADS_3

"Di mana aku?" gumam Liiu Yaoshan perlahan.


Ruangan tempat dia berada sekarang sangatlah gelap. Berkali-kali dia mencoba menggunakan 'Mata Langit' untuk membantu penglihatannya.


Namun, usaha Liiu Yaoshan selalu gagal. Dia tak bisa menggunakan kekuatan 'Mata Langit' di tempat itu sekarang.


"Selamat datang, anak muda!" Suara yang tidak asing di telinga Liiu Yaoshan terdengar.


"Kakek Heng! Kau!" Liiu Yaoshan terkejut begitu mengenali pemilik suara barusan.


"He-he! Cepat sekali kau mengenaliku, anak muda!"


Terdengar suara langkah kaki yang mendekati Liiu Yaoshan.


_KLIKK!_


Ruangan menjadi terang-benderang setelah Kakek Heng memetik jarinya.


"Ini!" Liiu Yaoshan merasa takjub dengan ruangan tempatnya berada.


"Kau berada di 'ISTANA KERAJAAN PUSAKA' sekarang, anak muda!" Ucap si Kakek Heng.


"ISTANA KERAJAAN PUSAKA?" Liiu Yaoshan tampak bingung dengan perkataan si Kakek.


_KLIKK!_


Kakek Heng memetik kembali jarinya, dan seketika, dinding di hadapan Liiu Yaoshan bergeser dengan sendirinya.


_Wuusshhh!_


Cahaya bersinar menyilaukan kedua mata Liiu Yaoshan.


"Agghhh!" Liiu Yaoshan menghadang cahaya ke matanya dengan kedua tangan.


"Ini semua adalah benda pusaka, yang terhisap masuk ke dalam 'Lubang Hitam'!" Jelas si Kakek Heng setelah Liiu Yaoshan menurunkan kedua tangannya.


Liiu Yaoshan berdecak kagum dengan banyaknya benda pusaka yang ada di balik dinding tersebut.


"Kakek, untuk apa semua benda pusaka ini di kumpulkan? Apalagi, itu semua di lakukan dengan cara paksa? Bisa saja 'kan, orang-orang yang dulunya memiliki pusaka ini merasa tidak rela sampai sekarang." tanya Liiu Yaoshan dengan penasaran.


Kakek Heng tersenyum lembut, lalu menjawab ucapan Liiu Yaoshan.


"Anak muda! Semua pusaka ini bukannya di rampas, tapi di kembalikan ke tempatnya semula."


"Maksud Kakek?" Liiu Yaoshan semakin tidak paham dengan perkataan si Kakek Heng.

__ADS_1


"Orang-orang itu mendapatkan pusakanya dengan cara tidak benar. Mereka bahkan tega mengorbankan orang-orang terdekat mereka, supaya mendapatkan pusaka yang mereka inginkan. Itu sebabnya, pusaka itu di ambil kembali, dan di simpan di Istana ini." tutur si Kakek Heng.


Liiu Yaoshan mengerti sekarang tentang adanya misteri 'Lubang Hitam' yang menjadi perbincangan semua orang. Lubang ini terbentuk, dari perbuatan jahat manusia-manusia serakah, yang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada keselamatan semua orang.


"Tapi Kakek, untuk apa aku di bawa ke tempat ini? Aku tidak pernah merampas, ataupun melukai orang-orang untuk kepentinganku sendiri?" tanya Liiu Yaoshan dengan heran.


pasalnya, Liiu Yaoshan tidak pernah melakukan hal yang keji untuk mendapatkan kekuatan, ataupun pusaka seperti yang Kakek Heng ceritakan.


"Aku pernah bilang, 'jika takdir itu nyata! dan kau tidak bisa mengingkarinya' anak muda!" ucap Kakek Heng mengulang kembali kata-katanya sewaktu masih berada di atas kapal.


"Aku tidak mengerti dengan ucapanmu, Kakek!" Liiu Yaoshan semakin bingung saja dengan percakapan yang dia lakukan dengan Kakek Heng.


_Wuusshhh!_


Kakek Heng menggerakkan tangannya, dan sebuah kitab berwana hijau tua, muncul di atas telapak tangan si Kakek.


"Ini adalah kitab rahasia yang di inginkan banyak orang. Tapi kitab rahasia ini, hanya menginginkan seseorang yang terpilih, menjadi pemiliknya." ucap si Kakek Heng dengan serius.


Liiu Yaoshan merasa terkejut bukan main ketika melihat kemunculan kitab di tangan si Kakek Heng.


"Kitab rahasia yang melegenda?" ucap Liiu Yaoshan dengan rasa tak percaya.


Sudah sejak lama dia mendengar tentang kisah kitab rahasia ini dari Ibundanya sewaktu masih di Istana Langit dulu.


Dan Liiu Yaoshan merasa terkejut, karena melihat penampakan asli kitab rahasia itu, di hadapannya sekarang.


"Lalu, untuk apa Kakek menunjukkan kitab rahasia ini padaku?" tanya Liiu Yaoshan.


Kakek Heng tersenyum, lalu menggerakkan tangannya sekali lagi.


_Wuusshhh!_


Kitab rahasia terbang, mengelilingi tubuh Liiu Yaoshan di udara.


"Karena kitab rahasia ini sendiri yang memilih untuk muncul di hadapanmu sekarang, anak muda!"


"Apa? Bagaimana bisa?" Liiu Yaoshan di buat terkejut berkali-kali oleh pernyataan Kakek Heng.


"Tentu saja bisa! Kitab ini sudah terlalu lama menunggu pemiliknya, jadi, terimalah dia dengan hati lapang." ucap si Kakek Heng.


_Wuusshhh!_


Kitab rahasia yang sedang berputar-putar di udara melesat masuk menyatu ke dalam tubuh Liiu Yaoshan yang sedang berdiri terbengong.


_Swoosshhh!_

__ADS_1


Seluruh tubuh Liiu Yaoshan memancarkan sinar hijau tua yang sangat pekat.


Si Kakek Heng menyeringai begitu melihat kejadian langka ini. Kitab rahasia yang dia jaga selama puluhan ribu tahun, akhirnya berpindah tangan kepada pemuda asing yang baru di lihatnya hari ini.


"Agghhh!" Liiu Yaoshan berteriak kesakitan begitu kitab rahasia menyatu dengan aliran darahnya.


Potongan-potongan ayat di dalam kitab rahasia, kini melayang-layang di pikiran Liiu Yaoshan. Sebelum akhirnya potongan-potongan ayat tersebut, meresap masuk ke dalam inti jiwa milik Liiu Yaoshan.


"Agghhhh!"


"Aagghhh!"


"Aaaggghhhhh!"


Teriakan keras dari Liiu Yaoshan akhirnya memecah keheningan di 'ISTANA KERAJAAN PUSAKA'.


Bersamaan dengan suara teriakannya Liiu Yaoshan, air di atas permukaan pulau menjadi berputar-putar dan membentuk ombak yang sangat besar.


Kapal-kapal yang sedang berlayar menyebrangi pulau, kini harus di hadapkan dengan guncangan ombak yang sangat besar tersebut. Bahkan para penumpang, yang kapalnya tadi di naiki oleh Liiu Yaoshan. Kini sedang dalam ketakutan yang sangat hebat, karena mereka harus berhadapan dengan ombak besar yang menghadang kapal mereka.


"Ya Dewa! Ada apa ini?" teriak salah seorang penumpang dengan panik.


"Sepertinya, Dewa murka kepada kita karena telah mengorbankan anak muda tadi ke dalam 'Lubang Hitam'." teriak salah satu penumpang lain.


Para anak buah kapal, tidak ada yang berani membalas ucapan para penumpang. Mereka juga merasa bersalah sekarang, karena terlalu mendengarkan ucapan Kakek Heng yang sekarang pergi entah kemana, dan tak ada lagi di kapal mereka.


Di dalam 'ISTANA KERAJAAN PUSAKA' kini keadaan Liiu Yaoshan sudah kembali tenang.


Cahaya hijau tua yang menyelimuti tubuhnya, kini telah berangsur-angsur hilang.


Kakek Heng menyunggingkan senyuman, lalu berjalan mendekati tubuh Liiu Yaoshan yang terkapar lemah di atas lantai.


"Selamat, anak muda! Kitab rahasia itu, kini menjadi milikmu sepenuhnya!" ucap Kakek Heng sambil menyentuh dahi Liiu Yaoshan menggunakan jari telunjuknya.


_Wuusshhh!_


Cahaya berwarna hijau lembut menjalar masuk melalui dahi Liiu Yaoshan. Cahaya hijau itu, berasal dari jari telunjuk si Kakek Heng.


Tidak seperti cahaya yang keluar dari kitab rahasia, yang menyebabkan kesakitan yang teramat sangat. Cahaya milik si Kakek Heng begitu lembut, dan juga hangat memasuki aliran darahnya Liiu Yaoshan.


"Kakek ...," ucap Liiu Yaoshan perlahan.


Kakek Heng hanya menjawab Liiu Yaoshan dengan sebuah senyuman yang tersungging di bibirnya.


Liiu yaoshan bangkit, dan merasakan jika tubuhnya bertambah ringan sekarang.

__ADS_1


Tenaga dalamnya juga dia rasakan semakin kuat dari sebelumnya.


__ADS_2