Penguasa Langit

Penguasa Langit
14. Lubang hitam


__ADS_3

Liiu Yaoshan kembali meneruskan perjalanan setelah selesai di jamu dengan sangat ramah oleh keluarga gadis yang dia selamatkan dari penculikan yang di lakukan Siluman Kelelawar.


Dan saat ini, Liiu Yaoshan berada di sebuah dermaga, untuk menaiki perahu yang akan membawanya menyebrangi pulau.


"Cepat naik!" teriak salah seorang anak buah kapal kepada Liiu Yaoshan.


Setelah berada di atas kapal, Liiu Yaoshan berdiri menikmati pemandangan di atas geladak.


"Anak muda! sedang apa kau di sana?" tanya seorang Kakek sambil menghampiri Liiu Yaoshan.


"Tidak ada, Kek! Aku hanya merasa bosan saja." jawab Liiu Yaoshan dengan sopan.


Si Kakek tersenyum, lalu mengajak Liiu Yaoshan untuk masuk ke dalam kabin.


"Sebaiknya kita masuk saja, di sini sangat berbahaya." Ajak si Kakek sambil berjalan mendahului.


Liiu Yaoshan mengikuti si Kakek dengan rasa penasaran yang menyelimuti dirinya.


"Kakek, apa maksud ucapanmu tadi?"


Si Kakek berhenti berjalan, dan menoleh ke arah Liiu Yaoshan.


"Nanti kau akan tahu sendiri, anak muda." ucap si Kakek, lalu kembali melanjutkan langkahnya.


"Kakek ...," Liiu Yaoshan ingin mengatakan sesuatu lagi, namun si Kakek sudah keburu pergi menjauh.


Sepertinya, aku harus mencari tahu sendiri tentang rahasia pulau ini, batin Liiu Yaoshan.


Saat dia memutar langkah ingin kembali ke geladak kapal tempatnya tadi berdiri. Tiba-tiba, kapal yang di tumpangi oleh Liiu Yaoshan menjadi oleng.


"Kapten! Ada lubang hitam besar di permukaan air!" Seorang anak buah kapal berteriak kencang.


"Lubang hitam?" Gumam Liiu Yaoshan perlahan.


Para anak buah kapal berlarian mengamankan para penumpang agar tidak terjadi kepanikan.


Biasanya, hal ini tidak pernah terjadi selama mereka melakukan pelayaran. Terkecuali, ada salah satu penumpang mereka yang membawa benda pusaka.


Di pulau yang mereka lewati sekarang, memang ada larangan orang-orang membawa benda pusaka menaiki kapal. Dan larangan itu, sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu.


Nenek moyang mereka mengatakan, jika di dasar pulau terdapat sebuah Istana yang menyimpan benda-benda pusaka yang terhisap ke dalam lubang hitam. Dan ada pula yang mengatakan, jika ada sebuah kitab suci berada di dasar pulau sana.

__ADS_1


Tentang benar atau tidaknya berita itu, mereka tidak tahu, karena belum pernah ada orang yang membuktikannya.


"Siapa di antara kalian, yang membawa benda pusaka naik ke kapal ini?" Sang Kapten kapal datang dan menanyai semua orang.


"Bukan kami!" Ucap seorang Kakek yang tadi menyapa Liiu Yaoshan.


"Yakin sekali kau, Pak Tua!" cibir salah seorang anak buah kapal.


"Hey, kau! Jangan sembarangan berbicara, dia itu Kakek Heng, kau akan celaka jika berkata kasar padanya." Tegur teman si anak buah kapal.


Liiu Yaoshan melirik ke arah si Kakek yang ternyata bernama Kakek Heng.


Ada aura aneh yang keluar dari tubuh si Kakek Heng ini. Tapi Liiu Yaoshan belum bisa mengetahui, aura apa itu sebenarnya? Entah itu aura gelap, atau aura hitam, Liiu Yaoshan belum bisa memastikannya.


Sepertinya, Kakek ini bukanlah orang sembarangan, batin Liiu Yaoshan.


"Jika bukan kalian, lalu siapa, Kakek?" tanya Kapten kapal penasaran.


Si Kapten sebenarnya tidak ingin mempercayai si Kakek Heng. Namun setelah mendengar bisikan-bisikan para anak buahnya, si Kapten jadi berhati-hati ketika berbicara dengan si Kakek.


Nama Kakek Heng sudah tak asing lagi di telinga si Kapten. Setiap kapal yang berlayar menyebrangi pulau hitam, pasti pernah bertemu dengan sosok Kakek tua ini.


"Dia!" Kakek Heng menunjuk ke arah Liiu Yaoshan yang sedang berdiri menatapnya tajam.


"Aku tidak membawa apa-apa!" ucap Liiu Yaoshan dengan tenang.


Si Kakek berjalan menghampiri Liiu Yaoshan dengan perlahan.


"Kau tidak bisa membohongiku, anak muda! Aku merasakan sesuatu yang kuat, memancar dari tubuhmu!" ucap si Kakek sambil mengendus tubuh Liiu Yaoshan.


"Karena Kakek Heng sudah mengatakan hal seperti itu, berarti kami harus melemparkanmu ke dalam lubang hitam." Teriak salah satu anak buah kapal yang terlihat kasar.


"Kalian keliru! Kalian tidak boleh melakukan hal itu!" ucap Liiu Yaoshan masih bersikap tenang.


Kakek Heng melirik ke arah Liiu Yaoshan dan mulai berkata-kata.


"Kekuatan dalam dirimu, telah membangunkan si penghuni lubang hitam, anak muda! Kau tidak bisa lari, ataupun menghindar dari kemarahannya."


"Omong kosong!" Ucap Liiu Yaoshan sambil mengibaskan lengan bajunya.


"Anak muda! Kau akan celaka, jika berani melawan ucapan Kakek Heng!" Teriak seorang penumpang.

__ADS_1


Liiu Yaoshan langsung mencibir kepada orang yang berteriak tersebut.


"Melawan ataupun tidak, pasrah ataupun juga tidak, sama saja! Aku akan tetap kalian lempar, bukan?"


Orang tadi langsung terdiam karena merasa malu dengan Liiu Yaoshan.


"Takdir itu nyata! Kau tidak akan bisa untuk mengingkarinya!" Ucap si Kakek sambil merentangkan kedua tangan.


Liiu Yaoshan ingin membalas ucapannya, namun percuma saja. Semakin Liiu Yaoshan berbicara, semakin gencar si Kakek menyerangnya dengan kata-kata yang menurut Liiu Yaoshan tidak masuk akal sama sekali.


"Kapten! Gawat! Lubang hitam semakin dekat!" Teriak anak buah kapal berlari memberikan laporan.


"Kapten! Kami masih belum mau mati, lemparkan saja anak muda ini!" ucap para penumpang bersahut-sahutan mendukung agar Liiu yaoshan di lemparkan dari atas kapal, ke dalam Lubang hitam.


Si Kapten 'pun tidak memiliki pilihan lain, dia lalu memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Liiu Yaoshan, dan melemparnya keluar dari kapal.


Liiu Yaoshan sengaja tidak memberikan perlawanan. Selain dia tidak mau menyakiti kaum yang lemah, Liiu Yaoshan juga merasa penasaran dengan kebenaran cerita tentang dasar lubang hitam.


Seingat Liiu Yaoshan, Ibunya dulu pernah bercerita tentang sebuah kitab rahasia, yang menjadi rebutan banyak orang karena jurus-jurusnya yang sakti, dan juga langka.


Karena semua orang saling berebut ingin mendapatkan kitab rahasia. Ayahnya, sang Penguasa Langit pertama, akhirnya berhasil membuang dan menyembunyikan kitab rahasia tersebut.


Kononnya, kitab rahasia tersebut di buang ke sebuah pulau yang tak pernah di sebutkan di mana letaknya.


Tapi baru-baru ini, banyak orang yang menyebarkan desas-desus tentang kemunculan sebuah lubang hitam yang menghisap semua benda pusaka yang di bawa penumpang ketika melewati pulau hitam.


Berbeda dengan namanya, pulau itu tidak ada tanda-tanda sedikitpun airnya berwarna hitam.


_Byuurrr!_


Tubuh Liiu Yaoshan di lemparkan oleh beberapa orang ke tengah lubang hitam.


Liiu Yaoshan berusaha berenang naik ke atas permukaan. Namun tubuhnya, terasa terhisap ke dasar lubang hitam tersebut.


_Agghhhh!_


Seberapa kuat 'pun Liiu Yaoshan berusaha melawan, tubuhnya tetap terbawa masuk ke dalam pusaran air yang menuju dasar pulau.


_Bruugghhh!_


Tubuh Liiu Yaoshan ambruk dan di jatuhkan di tempat yang susah di tebak.

__ADS_1


__ADS_2