
"Lancang!" Yihua berteriak dengan geram saat Liiu Yaoshan mengatakan hal itu kepada Shi Yuwen.
"Maafkan aku, Nona! Tapi, 'kitab alam semesta' sudah di takdirkan menjadi milikku! Dan aku tidak bisa membiarkan, kitab ini terlalu lama berada di bawah pengawasan perguruanmu!" ucap Liiu Yaoshan dengan tegas.
Yihua menggeram marah mendengar perkataan Liiu Yaoshan saat ini.
Dia belum bisa menerima, jika pemuda asing yang menolong dia dan Kakeknya meminta imbalan kita pusaka milik perguruannya.
Apalagi, kitab pusaka tersebut sudah sejak ribuan tahun yang lalu di jaga oleh leluhurnya secara turun-temurun.
"Jika begitu, kau harus melawanku terlebih dahulu! Jika aku mati, kau bisa membawa 'kitab alam semesta', tapi jika kau yang mati, jangan salahkan aku, jika tidak akan ada yang mau untuk menguburmu!" ucap Yihua dengan sinis terhadap Liiu Yaoshan.
"Berhenti, cucuku!" Shi Yuwen mengangkat tangannya tinggi-tinggi saay Yihua ingin menyerang Liiu Yaoshan dengan pedangnya.
"Kenapa, Kakek? Kenapa kau menghentikanku?" Yihua nampak kesal saat serangannya terpaksa dia hentikan.
"Anak muda ini benar, 'kitab alam semesta' sudah terlalu lama berada di dalam penjagaan kita. Sudah waktunya kitab pusaka ini kita kembalikan, kepada orang yang berhak memilikinya." ucap Shi Yuwen sambil menyalurkan tenaga dalamnya ke arah kitab yang sedang mengapung di hadapannya.
"Apa yang katakan, Kakek? Apa kau ingin memberikan 'kitab alam semesta' kepada pemuda ini? atas dasar apa? Balas budi?" protes Yihua dengan keras kepada Kakeknya.
Shi Yuwen menggeleng pelan membantah ucapan cucunya. "Tidak, Nak! bukan itu ...,"
Yihua melompat maju ke hadapan sang Kakek, lalu menghunuskan pedang di acungkan ke hadapan Liiu Yaoshan.
"Aku tahu, pasti kau yang sudah memaksa Kakekku untuk menyerahkannya. Benar, bukan?" bentak Yihua dengan kasar.
"Kau salah, Nona. Aku tidak akan melakukan hal tercela seperti itu, kepada Kakekmu!" bantah Liiu Yaoshan dengan tetap sopan.
"Bohong! Kau sama saja dengan kelompok Wu Tian, berwajah manis, berkelakuan setan!" teriak Yihua semakin kasar.
Dia merasa tidak rela, jika Kakeknya harus memberikan kitab pusaka, yang telah di jaga berabad-abad lamanya oleh sang Kakek, dan leluhurnya.
"Cucuku, mengertilah! Anak muda ini, memanglah pemilik asli dari 'kitab alam semesta', dan kita tidak bisa tetap menyimpan kitab pusaka ini, cucuku. Akan sangat berbahaya, bagi orang-orang yang ada di dalam perguruan pedang besi, jika sampai ada orang-orang jahat yang datang ingin merebut kitab pusaka ini, Nak!" tutur Shi Yuwen mencoba menerangkan kebenaran kepada cucunya.
"Tapi Kakek! Dia ...,"
Ucapan Yihua langsung di hentikan oleh Shi Yuwen, karena memang dia sudah tidak ingin lagi menunda untuk menyerahkan 'kitab alam semesta' ke tangan Liiu Yaoshan, pemuda yang di takdirkan memiliki kitab pusaka yang sudah lama dia jaga.
"Terimalah 'kitab alam semesta' ini, anak muda! Mulai sekarang dan selanjutnya, hanya kau-lah yang pantas menjaga, dan memiliki kitab pusaka ini!"
Shi Yuwen menggerakkan tangannya menggunakan kekuatan tenaga dalam yang tinggi.
__ADS_1
'Kitab alam semesta' melayang perlahan ke arah Liiu Yaoshan yang kini sedang duduk bersila di hadapan ketua Shi Yuwen.
_wuusshhh!_
Setelah tinggal beberapa senti lagi jarak 'kitab alam semesta' dari tubuh Liiu Yaoshan. Kitab pusaka tersebut kembali mengeluarkan cahaya kuning, dan berputar dengan kecepatan yang sangat luar biasa cepat.
Bahkan Shi Yuwen, sampai bingung menyaksikan kejadian yang di luar dugaannya berkali-kali hari ini.
"Ada apalagi ini, Kakek?" bisik Yihua penasaran.
Shi Yuwen menggeleng, ini kali kedua 'kitab alam semesta' bereaksi di hadapan pemuda asing yang telah menolong nyawa cucunya.
"Kakek juga tidak tahu, Yihua!"
_Wushhhh!_
Semakin lama, putaran kitab pusaka semakin cepat. Saking cepatnya, Shi Yuwen bahkan tidak bisa lagi melihat bentuk asli 'kitab alam semesta'. Yang terlihat hanya bayang-bayang samar saja yang terus berputar dengan kecepatan yang di atas rata-rata.
_Swoshhhh!_
Secepat kilat, 'kitab alam semesta' melesat ke arah dada Liiu Yaoshan dan langsung menembus masuk ke dalam kulitnya.
"Anak muda!"
Dia takut terjadi apa-apa dengan tubuh Liiu Yaoshan, yang baru saja di tembus oleh kitab pusaka.
Tidak di sangka, tubuh Liiu Yaoshan ternyata baik-baik saja tanpa menderita luka sedikitpun.
Bahkan kelihatannya, Liiu Yaoshan semakin bugar dan nampak semakin berenergi.
"Jangan khawatir, Paman. Aku baik-baik saja!" ucap Liiu Yaoshan sambil menyunggingkan senyumnya.
"Tapi tadi ...," suara Shi Yuwen tercekat sampai di tenggorokan.
Dia hanya bisa menatap ke arah Liiu Yaoshan dengan mulut masih menganga lebar.
"Tidak ada yang terjadi, Paman. Memang aku sendiri, yang sengaja menarik kekuatan 'kitab alam semesta' agar cepat menyatu dengan kekuatan jiwa milikku." ucap Liiu Yaoshan dengan tenang.
"A-apa? kau memiliki kemampuan seperti itu, anak muda?" Shi Yuwen semakin merasa frustasi setelah mengetahui kehebatan anak muda di hadapannya.
Usia anak muda ini hanya terpaut beberapa tahun saja dari cucu perempuannya, Yihua.
__ADS_1
Tapi dia sudah memiliki kekuatan jiwa yang sangat kuat, bahkan Shi Yuwen sendiri mungkin tidak akan pernah bisa menarik 'kitab alam semesta' untuk menyatu dengan jiwanya. Tapi anak muda ini, dia bisa melakukan hal tersebut. Sungguh hebat!
Yihua yang dari tadi bersikap kasar kepada Liiu Yaoshan, kini dia menjadi merasa malu, dengan sikapnya yang sudah keterlaluan.
Di lihat dari kekuatannya jiwanya saja, jelas sekali jika pemuda yang telah menolongnya sangatlah kuat. Bahkan sang Kakeknya sendiri, nampak terkejut dengan kekuatan asli pemuda tersebut.
Dengan kekuatan sebesar itu, bukan mustahil jika si pemuda asing bisa langsung dengan mudah merampas kitab pusaka perguruannya.
Tapi yang membuat Yihua merasa takjub, pemuda asing tersebut justru meminta secara baik-baik kitab pusaka milik perguruannya.
Dengan kata lain, pemuda asing tersebut tidak memiliki niat jahat kepada mereka berdua. Itulah sebabnya, Yihua merasa malu sekarang.
"Tuan muda, saya ingin minta maaf, karena saya telah bersikap kasar kepada anda!" ucap Yihua sambil melipat kedua tangan di depan dada.
"Tidak apa-apa, Nona! Anda pantas melakukannya!" jawab Liiu Yaoshan sopan.
Yihua merasa bersyukur sekali, karena pemuda asing di hadapannya ini, tidak menaruh dendam sedikitpun kepadanya.
"Terima kasih atas kebaikan anda, Tuan muda!" ucap Yihua sambil memberi hormat.
Liiu Yaoshan hanya tersenyum, lalu mengangguk ketika Yihua memberi hormat padanya.
"Anak muda, jika saya boleh tahu, kemana anda akan pergi setelah ini?" tanya Shi Yuwen merasa penasaran dengan tujuan Liiu Yaoshan yang sebenarnya.
"Saya sedang menjalankan tugas, untuk pergi ke daeran pegunungan selatan, Paman!" jawab Liiu Yaoshan apa adanya.
"Tugas? tugas dari siapa?" tanya Shi Yuwen merasa penasaran.
"Kakek saya, Paman!"
Shi Yuwen menaikkan sebelah alisnya, dia benar-benar di buat penasaran dengan sosok Kakek yang di sebutkan Liiu Yaoshan.
Daeran pegunungan selatan adalah daerah paling berbahaya, bagi semua orang di dunia persilatan.
Sangat tega sekali Kakek pemuda ini, menyuruh cucunya pergi ke daerah paling berbahaya tersebut.
"Anak muda, siapa nama Kakekmu?" tanya Shi Yuwen secara spontan.
"Liiu Dongyi! Nama Kakekku adalah, Liiu Dongyi!"
_Brugghh!_
__ADS_1
Shi Yuwen langsung bersujud di hadapan Liiu Yaoshan, begitu nama Kakek Dongyi di sebutkan.